
Xiao Tian menggendong Jingmi diantara pundak kanannya, sedangkan sisi lainnya menggendong Huang Li di antara pundak kirinya. Xiao Tian menggunakan tangan kanannya untuk menahan pinggang Jingmi, sedangkan tangan kirinya dipakai untuk memegang pundak kanan Dewa petir. Sedangkan sisi lainnya menggunakan tangan kiri untuk menahan pinggang Huang Li, dan menggunakan tangan kanannya untuk memegang pundak kiri dewa petir.
Setelah semua orang sudah berpegangan padanya, Dewa petir mengaktifkan teknik teleportasi untuk membawa mereka semua ke sekte badai berduri.
"Teleport!" ucap Dewa petir di dalam hati.
#Sekte badai berduri
Ketika sampai di sekte badai berduri, Jingmi kembali ke versi anak kecil karena sudah tak memiliki cukup energi qi untuk mempertawankan wujud dewasa.
Sedangkan Huang Li perlahan kehilangan kesadarannya karena telah kehabisan kekuatan jiwa.
Saat baru sampai di sekte badai berduri, semua orang dilanda sebuah kebingungan. Semua karena mereka melihat dua orang Xiao Tian yang terlihat sama persis.
"Kenapa Yan Yan ada dua?"
"Aku harus menyambut yang mana?" pikir Jia Li dengan tampang bingung.
"Salah satunya pasti pengguna teknik perubah wajah. Tapi yang mana?" pikir Su Yan sambil menyipitkan mata.
"Kalau tak salah pria berambut putih itu Dewa petir kan?" tapi siapa salah satu orang yang meniru guru?" pikir si gendut sambil mengerutkan dahi.
"Benar benar sama persis, sangat sulit dibedakan. Ini bukan teknik peniru wajah biasa. Sebenarnya mana yang asli?" pikir Huanran sambil memasang tampang serius.
"Entah yang mana yang asli, tapi kekuatan mereka sungguh mengerikan. Apalagi pria berambut putih di tengah tengah mereka. Dia tak jauh mengerikan seperti manusia kera yang mengantar semua orang sebelumnya," pikir Penatua Xianlun sambil mengepalkan tangannya.
Saat mencoba melihat kultivasi Dewa petir dan kedua Xiao Tian, Patriach dan semua penatua sekte badai berduri langsung menelan ludah mereka. Tubuh gemetar dan mata mereka pun terbelalak.
"Ehm!"
"Apa yang sedang kalian gumamkan?" tanya Xiao Tian sambil mencoba menarik perhatian semua orang.
"Selamat datang kembali di sekte badai berduri, tuan Xiao Tian," ucap patriach Tian Bai, dan semua anggota sekte badai berduri secara bersamaan.
Si Gendut dan yang lainnya ikut membungkuk menyambut Xiao Tian.
"Maaf jika kedatanganku sedikit mengejutkan kalian. Aku yakin kalian sedang bertanya tanya tentang siapa orang orang yang ada di samping kiriku saat ini. Pria berambut putih di sampingku ini adalah salah satu guru terbaikku. Dia berasal dari alam Dewa, sama seperti Dewa kera yang mungkin telah kalian lihat sebelumnya," jelas Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
"Terimalah hormat dari kami, Dewa petir," ucap seluruh anggota sekte badai berduri sambil memberi hormat.
"Bangunlah," sambung Dewa petir dengan tampang serius.
semua orang mematuhi Dewa petir, dengan berdiri tegak sambil menatap ke depan.
"Selain Dewa petir, kalian juga penasaran dengan pria yang terlihat sangat mirip denganku kan?" tamya Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
Semua orang menganggukkan kepala sebagai tanda setuju dengan pernyataan Xiao Tian.
"Dia adalah bayanganku, dan juga bagian dari diriku. Percayalah bahwa aku yang asli, dan dia tak akan bertahan lama sebentar lagi," jelas Xiao Tian sambil memasang tampang serius.
"Maksudmu, sekarang kau sudah bisa membuat tubuh tiruan yang bergerak?" tanya Huanran sambil mengerutkan dahi.
"Anggap saja begitu," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
"Lupakan soal tubuh tiruan, apakah Jingmi dan Huan Li baik baik saja?" tanya putri Jia Li sambil mengerutkan dahi.
"Mereka hanya kehabisan energi qi dan kekuatan jiwa. Semuanya akan baik baik saja setelah mereka beristirahat," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
"Ngomong ngomong dimana yang lain?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Mereka sedang memulihkan diri di gedung alkemis Xianlun," jawab Patriach Tian Bai setelah melesat mendekat.
"Bisakah aku meminta bantuan padamu?" tanya Xiao Tian sambil menatap Tian Bai.
"Tentu saja bisa," jawab Tian Bai.
Xiao Tian menyuruh Tian Bai menggendong Jingmi lalu berkata,
"Bawa putri kesayanganku ini ke gedung alkemis Xianlun. Rawat luka di tubuhnya dan berikan obat obat ini saat dia tersadar dari pingsannya," Xiao Tian memberikan beberapa butir pil merah kepada Tian Bai.
"Lukanya tak terlalu parah, cukup suruh dia beristirahat di kamar tamu," jawab Xiao Tian sambil menatap Tian Bai.
"Biar aku saja yang membawa Huang Li ke kamar tamu, guru," ucap si gendut sambil memberi hormat.
"Ehm," gumam Huanran dengan kesal.
"Tak perlu, biar diriku yang lain yang membawanya pergi," jawab Xiao Tian sambil tersenyum.
"Baiklah, guru," jawab si Gendut sambil menundukkan kepala.
"Kalau begitu, aku pamit undur diri," Tian Bai melesat pergi menuju gedung alkemis Xianlun.
"Hmm," angguk Xiao Tian.
Setelah Tian Bai pergi, Xiao Tian menyuruh semuanya membubarkan diri dan memperketat pengawasan sekte. Sedangkan Dewa petir pergi bersamanya ke gedung pusat sekte badai berduri.
#Gedung pusat sekte badai berduri
Xiao Tian, Dewa petir, putri Jia Li, si Gendut, Huanran dan Kaibo berkumpul di aula pertemuan sambil menunggu Su Yan dan Liang Su datang.
Setelah menunggu selama beberapa menit, terdengarlah suara langkah kaki.
Tap tap tap
Sisi lain Xiao Tian yang telah selesai mengantar Huang Li datang ditemani Su Yan dan Liang Su.
"Tugas dan waktuku sudah berakhir, kuserahkan sisanya padamu," ucap sisi lain Xiao Tian sambil melangkah mendekat.
"Terimakasih atas bantuannya," sambung Xiao Tian sambil tersenyum.
Tak lama setelah Xiao Tian mengucapkan terimakasih, tubuh tiruan perlahan menghilang. Dan bola sinar hitam melesat masuk kembali ke tubuh Xiao Tian.
Wooshh
"Bola apa itu?"
"Bukankah tubuh tiruan hanya akan berubah kembali menjadi sehelai rambut setelah waktunya habis," pikir semua orang kecuali Su Yan sambil mengerutkan dahi.
"Apakah kau tahu bola apa itu?" tanya Su Yan melalui telepati.
"Aku tak tahu persis bola apa itu. Yang aku tahu, aku merasakan kesadaran lain dalam bola tersebut," jawab sisi lain Su Yan melalui telepati.
"Begitu ya," pikir Su Yan sambil mengerutkan dahi.
#Kerajaan petir
Sekte pembasmi iblis menguasai seluruh kerajaan. Semua yang menghuni kerajaan adalah anggota fanatik sekte yang sangat membenci eksistensi seorang iblis.
Sejak mereka tahu bahwa kerajaan tersebut telah dikosongkan, kerajaan tersebut telah dirubah menjadi pusat penjara iblis.
Keamanan disana sangatlah ketat. Hampir di setiap sudut wilayah perbatasan, terdapat penjaga yang berjaga di luar dan diatas tembok pembatas.
Jika sekte pembasmi iblis tak mengaktifkan Array penangkal perpindahan ruang, maka Taiwu dan yang lainnya pasti bisa menerobos masuk dengan teknik teleportasi. Sayangnya array tersebut benar benar diaktifkan di seluruh wilayah kerajaan, sehingga Taiwu dan rombongannya, terpaksa menerobos masuk menggunakan cara lain. Yaitu menerobos masuk melalui jalan rahasia kerajaan.
#Jalan rahasia ( Ruang bawah tanah)
"Apakah kau yakin kalau para naga biru itu masih ada di dalam kerajaan?" tanya jenderal Taifeng sambil berjalan mengikuti Taiwu.
"Apakah paman meragukan perintah pangeran?" tanya Taiwu sambil menoleh ke belakang.
"Bu ... bukan itu maksud paman," sambung jenderal Taifeng sambil memasang tampang panik.
"Pangeran telah menjadi seorang raja, perintahnya adalah mutlak. Apa salahnya kita cek terlebih dulu ke dalam kerajaan. Toh kita sudah lama tak kembali. Aku juga ingin tahu, seperti apa kerajaan kita sekarang," sambung jenderal Taizhong sambil menepuk pundak jenderal Taifeng.
"A .. aku mengerti kak," jawab jenderal Taifeng sambil terbata bata.