
Puluhan siluman harimau bergerak begitu cepat, melompat dari pohon ke pohon. Mereka memanfaatkan pepohonan sebagai pijakan dan melompat kesana kemari sambil melemparkan bebatuan ke arah Kaibo dan Xiao Tian. Xiao Tian menangkis semua bebatuan yang dilempar ke arahnya.
Kaibo menahan semua bebatuan dengan memanfaatkan ribuan pedang yang dia kendalikan. Selain untuk bertahan, Kaibo juga menyoba menggunakan sebagian pedang-pedangnya untuk menyerang ribuan siluman Harimau. Akan tetapi pedang-pedang tersebut berhasil di tangkap oleh para siluman Harimau dan dilempar kembali menuju ke arahnya. Untuk melindungi diri, Kaibo menghilangkan pedang-pedang itu dengan menjentikkan jarinya.
"Syukurlah aku bereaksi dengan cepat, kecepatan dan ketangkasan para siluman harimau itu bukanlah hal yang bisa diremehkan."
"Mereka sanggup menangkis semua seranganku tanpa merasa kesulitan sedikitpun, bahkan masih sempat memberikan serangan balik ke arahku." pikir Kaibo.
Xiao Tian hanya bisa menangkis serangan para siluman harimau tanpa bisa membalas serangan mereka karena gerakan mereka yang sulit di prediksi.
Naga hitam berdiam diri di punggung Xiao Tian menunggu perintah tuannya.
Setelah Xiao Tian memberikan kode kepada naga hitam dengan berkata "Sekarang!" melalui telepati.
Naga hitam melompat dari punggung Xiao Tian lalu terbang begitu tinggi sambil menghindari semua serangan siluman harimau. Naga hitam berubah menjadi ukuran raksasa ketika sudah jauh dari jangkauan serangan siluman harimau.
"Na ... naga raksasa!"
"Bagaimana bisa seorang manusia menaklukkan seekor naga raksasa!" para siluman harimau menjadi panik setelah melihat naga hitam dalam versi raksasanya.
"Hanguskan!" ucap Xiao Tian.
Naga hitam raksasa menyemburkan api biru yang begitu panas hingga menghanguskan semua pepohonan yang berada di sekitar Xiao Tian dan Kaibo. Para siluman harimau terpaksa melompat turun dari atas pohon karena pohon yang mereka gunakan sebagai pijakan telah terbakar habis.
Xiao Tian mengeluarkan pedang dari cincin ruangnya, lalu menggunakan teknik pedang surgawi untuk menebas semua pohon yang telah terbakar api. Xiao Tian juga mengeluarkan teknik pengendalian angin untuk menerbangkan semua batang pohon yang telah tertebas dan terbakar habis menjadi abu.
"Aku tak bermaksud merusak alam, tapi kalian yang memaksaku melakukan ini. Maaf karena telah meratakan hutan kalian." ucap Xiao Tian.
"Manusia sialan!"
"Kau pikir dengan meratakan semua pohon yang kami jadikan pijakan, bisa membuat kami menyerah?"
"Kau hanya membuat kami semakin marah." bentak para siluman harimau.
Mata para siluman harimau berubah merah menyala, pertanda bahwa mereka benar-benar marah. Mereka menghilang dari tempat mereka berdiri dalam sekejap mata, berlari begitu cepat hingga tak bisa diikuti oleh mata Xiao Tian dan Kaibo.
"Kemana mereka semua?"
"Aku mendengar suara jejak kaki, namun tak bisa melihat tubuh mereka." ucap Xiao Tian sambil melihat ke sekeliling.
"Kak Xiao Tian!" teriak Kaibo.
Xiao Tian menengok ke arah Kaibo, namun Kaibo menghilang tanpa jejak.
"Apa yang terjadi, kemana Kaibo pergi." pikir Xiao Tian.
"Lemah, manusia memang lemah."
"Setelah kehilangan temanmu, kau adalah yang berikutnya." terdengar suara siluman harimau tepat di telinga Xiao Tian.
"Berisik!" Xiao Tian mencoba menutup telinganya, namun suara tersebut masih terus terngiang di telinganya.
"Xiao Tian sadarlah, semua itu hanya ilusi!"
"Kau terjebak dalam ilusi para siluman harimau!" Dewa petir berusaha menyadarkan Xiao Tian. Namun Xiao Tian tak mendengar ucapannya sama sekali karena telah tenggelam dalam ilusi siluman manusia harimau.
"Apa yang terjadi dengan kak Xiao Tian kenapa dia berteriak sambil menutup telinganya sejak tadi?"
"Apa semua itu perbuatan dari para siluman harimau itu?" pikir Kaibo.
Sambil melindungi Xiao Tian yang berteriak karena tenggelam dalam ilusi siluman harimau, Kaibo mengendalikan ribuan pedangnya untuk menyerang para siluman harimau. Akan tetapi semua serangannya sia-sia. Meski telah berdiri di daratan, kecepatan para siluman harimau tak melambat sedikitpun. Seperti biasa para siluman harimau melemparkan pedang-pedang yang mereka tangkap untuk menyerang balik Kaibo. Kaibo mencoba menghilangkan pedang-padangnya itu, namun dia sedikit terlambat hingga mengalami luka gores tepat di dahinya.
"Hampir saja." pikir Kaibo.
"Aku tak tahu bagaimana caramu terhindar dari ilusi kami, tapi kau bukanlah sebuah ancaman bagi kami."
"Serang!" ucap salah satu siluman harimau.
Ketika para siluman mendekat, ribuan cambuk hitam tiba-tiba saja muncul lalu mencambuk semua siluman harimau hingga terpental mundur.
"Benda hitam apa itu?" ucap Kaibo.
Kaibo menengok ke belekang untuk melihat sumber dari cambuk hitam tersebut. Dia terkejut setelah tahu bahwa cambuk-cambuk itu berasal dari aura hitam yang menyelimuti tubuh Xiao Tian.
"Kak Xiao Tian, apa yang terjadi denganmu?" tanya Kaibo.
Xiao Tian masih berteriak sambil menutup telinganya, matanya dalam keadaan terpejam dan tak menghiraukan pertanyaan kaibo.
Melihat ada yang aneh dengan Xiao Tian, Kaibo mencoba menenangkannya. Namun bukan sambutan hangat yang dia terima, aura hitam yang menyelimuti tubuh Xiao Tian malah mencambuk Kaibo hingga terpental mundur.
"Aku, bukan orang lemah."
"Kalianlah yang lemah, lenyaplah makhluk-makhluk lemah!" teriak Xiao Tian.
"Ilusi macam apa yang Xiao Tian lihat hingga menggila seperti ini?" pikir Dewa Petir.
"Apa yang terjadi dengan manusia itu?"
"Kenapa dia tiba-tiba saja menggila?"
"Dia bahkan menghajar kawan sendiri."
"Aku merasakan hawa iblis dari tubuhnya, ini pertama kalinya aku melihat seorang manusia bisa mengeluarkan hawa iblis." ucap para siluman harimau.
"Masa bodo, kita serang aja langsung!" ucap salah satu siluman harimau.
"Tunggu, lihat baik-baik!"
"Manusia itu mulai berjalan." ucap salah satu siluman harimau.
Xiao Tian berjalan mendekati Kaibo, dia mengendalikan lima buah cambuk hitam yang terlihat begitu runcing. cambuk tersebut dia arahkan ke tubuh Kaibo tanpa rasa ragu sedikitpun.
"Kak Xiao Tian sadarlah, ini adalah aku!" teriak Kaibo.
"Musnahkan semua orang lemah!" ucap Xiao Tian berulang-ulang.
Melihat tuannya di luar kendali, naga hitam menyemburkan api kuning ke arah Xiao Tian agar tak mendekati Kaibo. Aura hitam yang melapisi tubuh Xiao Tian membentuk sepasang tangan raksasa, lalu menangkis semburan bola api yang disemburkan naga hitam raksasa. Tak hanya itu, Xiao Tian menghilang dlm sekejap mata, lalu muncul secara tiba-tiba diatas punggung naga hitam raksasa. Kemudian dia memukul punggung naga hitam dengan begitu keras hingga terjatuh menghantam daratan salju.
Bruakkk
"Musnahkan semua orang lemah." ucap Xiao Tian berulang-ulang.
Melihat keganasan Xiao Tian, semua manusia harimau mencoba melarikan diri. Akan tetapi tak ada satupun dari mereka berhasil lolos dari genggaman Xiao Tian.
Aura hitam di tubuh Xiao Tian terus memanjang menjadi ribuan cambuk hitam, lalu melingkar ke tubuh para siluman harimau, hingga mereka tak bisa melarikan diri.
"Musnahkan semua orang lemah!" ucap Xiao Tian berulang kali.
"Ampuni kami!" ucap para siluman harimau yang telah terikat oleh cambuk hitam Xiao Tian.
"Xiao Tian sadarlah!"
"Kembalilah ke dalam dirimu!" teriak Dewa Petir.
"Semuanya matikan jurus ilusi kalian!"
"Manusia itu menggila karena terkena sihir ilusi kita!" ucap salah satu siluman harimau.
Setelah semua siluman harimau menghentikan jurus ilusi mereka. Xiao Tian kembali kepada dirinya sendiri, matanya kembali normal dan aura hitam di seluruh tubuhnya pun menghilang. Dengan menghilangnya aura hitam tersebut, semua siluman harimau yang tadinya telah di cengkram kuat oleh cambuk hitam itu, berjatuhan dari atas udara hingga menghantam daratan salju.
Bruk bruk bruk
Xiao Tian yang baru saja tersadar dari amukannya, kebingungan melihat para siluman harimau yang telah terluka parah hingga menghantam daratan salju.