Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 453 : Latih tanding tiada ujung


Tringg


Pedang Xiao Tian di tahan oleh salah satu pisau pemotong daging emas di lengan kanan roh b_bi suci. Bersamaan dengan itu, roh suci tersebut melayangkan pisau yang lainnya ke arah perut Xiao Tian tanpa ragu.


Wooshh, Xiao Tian melangkah mundur dengan perut agak di tekuk untuk menghindari luka yang fatal.


Akan tetapi hembusan angin dari ayunan pisau tersebut, tetap bisa mengenainya meski hanya sedikit.


Sratt!!!


"Tak kusangka ternyata pisaumu benar benar tajam ya, tuan roh suci," ucap Xiao Tian sambil mengelap darah di sekitar goresan luka di bagian perutnya.


"Bukankah sudah kubilang kalau pisauku bukanlah pisau sembarangan?" tanya roh B_bi suci sambil memutar dan menghentikan kedua pisaunya.


"Maaf karena meremehkan anda sebelumnya," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan tubuh perak dan teknik tempurung naga. Dia juga mengaktifkan simbol kerbau suci disaat kedua teknik itu sudah diaktifkan.


Setelah merasa sudah cukup siap, Xiao Tian kembali melesat maju sambil berkata, "Teknik pedang surgawi, seribu tebasan cahaya!"


"Teknik pisau langit, tarian penelan jiwa!" Roh B_abi suci menahan setiap serangan Xiao Tian hanya dengan satu buah pisau. Dia nampak begitu santai, dan mengeluarkan begitu banyak gerakan.


Serangan cepat Xiao Tian benar benar ditahan hanya dengan satu buah tangan, hingga membuatnya kewalahan.


Setelah dia kehabisan tenaganya, roh b_bi suci menepis pedang Xiao Tian hingga terlempar cukup jauh.


Wooshh


Clebb, pedang tersebut menancap kedalam tanah merah yang terletak jauh dari tempat Xiao Tian berdiri.


"Hosh hosh hosh, tolongulangi lagi latihannya!" ucap Xiao Tian dengan napas terengah engah.


Setelah mendengar permohonan Xiqo Tian, roh B_bi suci mengabulkannya begitu saja. Dia berusaha begitu keras dalam latih tanding keduanya, namun tetap kalah dalam hitungan detik.


Detik telah berganti menit, dan menit telah berganti menjadi jam. Tak lama setelah itu jam berubah menjadi hari. Xiao Tian terus meminta tanding ulang setiap kali dikalahkan.


Semua teknik berpedang, serta teknik manipulasi aura pedang dia keluarkan demi mengalahkan sang roh suci. Namun tak ada satupun serangan yang dapat mengenainya. Dia selalu berakhir gagal meski sudah mencoba ribuan kali.


Hingga akhirnya Xiao Tian pun berpikir kalau roh suci benar benar tak memiliki celah.


"Kau cukup hebat setelah bertanding melawanku selama seminggu penuh. Sayangnya kau masih belum bisa membuatku mengeluarkan seluruh kemampuanku. Kalau tahu akan seperti ini, harusnya aku hanya mengeluarkan satu pisau saja," gumam roh suci sambil menghela napasnya.


"Inikah kesenjangan antara roh suci dengan diriku?"


"Aku bahkan tak dapat menggoresnya sedikitpun. Apakah roh suci yang lain sama kuatnya seperti dia?"


"Atau bahkan lebih kuat?" pikir Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Kita sudah melakukannya selama berhari hari, lebih baik kau makan dulu untuk mengisi perutmu. Aku tak ingin melawan orang yang sedang tak bertenaga," ucap roh B_abi suci sambil menghilangkan kedua pisaunya. Dia melemparkan kedua pisau tersebut ke udara, dan menghilang begitu saja seperti tak pernah ada.


Disaat Xiao Tian masih terengah engah dengan pandangan yang agak kabur, roh B_abi suci menendang tangan Xiao Tian hingga pedangnya terlontar tinggi ke udara. Di saat yang bersamaan dia pun melanjutkan serqngannya dengan memukul perut Xiao Tian hingga dia kesakitan. Dan disaat dia sedang memegang perutnya, roh B_bi suci menangkap pedang Xiao Tian sebelum jatuh di samping kanannya. Lalu langsung mengarahkan pedang tersebut ke pundak Xiao Tian dan berkata, "Jangan paksakan dirimu, kembalilah padaku saat energimu sudah pulih,"


"Ba .. baiklah," ucap Xiao Tian sambil menghela napasnya.


Setelah menasehati Xiao Tian, roh B_abi suci langsung mengembalikan pedang tersebut. Dan pergi mendekati para roh suci.


Ketika sedang istirahat sambil memakan beberapa makanan dari dalam cincin ruangnya, roh ular suci mendekati Xiao Tian dan berkata, "Kenapa kau tak menggunakan rune sihir dan ekor hitammu?"


"Kau bahkan tak mengaktifkan roh beladirimu saat berlatih dengannya,"


"Apakah kau berpikir kalau roh B_bi suci tak akan dapat menahan serangan kombinasimu?"


Ketika mendengar pertanyaan roh ular suci, Xiao Tian langsung tersenyum dan berkata, "Aku sedang melatih ilmu berpedangku, bukan sedang pamer. Lagi pula, kalau aku mengerahkan segalanya pun hasilnya tetap akan sama. Bukankah begitu?" tanya Xiao Tian dengan napas terengah engah.


"Bocah yang menarik, aku jadi semakin menyukaimu," ucap roh ular suci sambil menyentuh dahi Xiao Tian dengan ekornya. Bersamaan dengan hal tersebut, dia mewariskan simbol sucinya dengan percuma.


Terkejut dengan apa yang dilakukan roh ular suci, Xiao Tian langsung berkata, "Bukankah tubuhku belum bisa menahan beban dari simbol yang berlebih?"


"Jangan khawatir, itu hanya akal akalan kami agar kau serius berlatih. Tak ada konsekuensi dari memiliki lebih dari empat simbol dalam satu tubuh. Sebelum memahami arti dari simbol suci, jangan mencobanya secara gegabah lagi ya," ucap roh ular suci dengan tubuh yang memudar.


"Agar aku tak melakukan hal bodoh, bisakah kau beri sedikit petunjuk mengenai simbolmu?" tanya Xiao Tian dengan serius.


"Simbolku berkaitan dengan racun," ucap roh ular suci tepqt sebelum dia menghilang sepenuhnya.


Ketika roh ular suci menghilang, roh kelinci suci memasang tampang kesal dan berkata, "Lihatlah apa yang dia lakukan, ular itu membongkar masalah simbol tanpa meminta persetuan dari kita.


"Sudahlah, hal yang terjadi biarlah terjadi," sambung roh kambing suci sambil menghela napasnya.


"Karena rahasianya sudah terbongkar, kuserahkan sisanya pada kalian," sambung roh kuda suci sambil bangkit dari tempatnya bersantai. Dia merubah wujudnya ke wujud manusia lalu berjalan mendekati Xiao Tian dengan tampang malasnya.


Sadar bahwa roh kuda suci ingin pergi meninggalkan tanggung jawabnya, roh A_jing suci ikut merubah wujudnya ke wujud manusia lalu berkata, "Karena simbolku tak begitu berpengaruh terhadap kekuatan fisik, kusisakan sisanya pada kalian,"


"Tunggu dulu, aku juga ingin ikut," roh kelinci suci berjalan mendekati Xiao Tian menggunakan wujud manusianya.


Melihat para roh suci berubah wujud menjadi manusia, Xiao Tian pun terdiam takjub. Dengan spontan dia pun berkata, "Jadi roh suci bisa merubah wujud juga ya?"


Setelah menyapa para roh suci yang mendekat, Xiao Tian menerima simbol lain begitu saja. Roh kelinci mewariskan simbol suci ke pupil mata Xiao Tian hanya dengan menatapnya. Sedangkan roh kuda dan roh a_jing mewariskan simbol mereka di tempat yang sama dengan roh naga.


Simbol simbol itu hanya muncul jika diaktifkan, oleh sebab itu meski ditempatkan di tempat yang sama sekalipun tidaklah masalah.


Hal yang disayangkan dari ketiga simbol yang baru saja dia terima adalah, tidak adanya informasi yang mereka berikan. Tepat sebelum menghilang ketiga roh suci itu hanya berkata, "Kalahkanlah guru berpedangmu, maka kau akan mendapatkan jawabannya."


Setelah menerima simbol baru, dan makan hingga kenyang. Xiao Tian melanjutkan rutinitasnya dari berkultivasi hingga berlatih pedang untuk meningkatkan aura pedangnya.