
Sunlong keluar dari dalam cincin ruang Xiao Tian. Sambil menatap mata Xiao Tian dia pun berkata, "Bisakah kau singkirkan para roh iblis dari cincin ruangmu?"
"Mereka benar benar mengganggu," ucap Sunlong dengan tampang kesal.
Mendengar Sunlong menggerutu soal para roh iblis yang berbagi cincin ruang dengannya, Xiao Tian pun berkata,
"Ah, apakah mereka benar benar mengganggumu?"
"Kalau begitu kenapa kau tak keluar lagi saja?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Aku masuk ke dalam cincin ruang lagi untuk mengistirahatkan mataku, kau kan tahu kalau saat ini kultivasiku begitu rendah hingga memerlukan tidur untuk menjaga kewarasan."
"Awalnya mereka mungkin cuek padaku, tapi karena melihat iblis kecil dengan kultivasi sangat rendah sepertiku begitu dekat denganmu, akhirnya mereka pun bertanya berbagai macam hal kepadaku. Jika aku menolak untuk menjawab, mereka akan menjahiliku. Itu benar benar menggangu," jelas Sunlong dengan tampang kesal.
"Aih, kadal kecil yang malang," ucap Dewa petir sambil menutup mulutnya seakan menahan sebuah tawa.
Mendengar ledekan Dewa petir, Sunlong langsung memasang tampang kesal. Sejak dulu dia paling tak suka dipanggil dengan sebutan kadal. Mendengar Dewa petir meledeknya membuatnya begitu jengkel hingga ingin memukulnya.
"Sudah kubilang berhenti memanggilku dengan sebutan kadal kecil!"
"Aku ini berasal dari ras iblis naga tahu!" bentak Sunlong dengan kesal.
"Mana ada ras naga sekecil dan selemah dirimu," ledek Dewa petir sambil memasang wajah yang menjengkelkan.
"Dasar Dewa kampret!" ucap Sunlong sambil mencoba memukul Dewa petir.
"Mau apa kau?" ucap Dewa petir sambil mengeluarkan jurus sengatan listrik di tangan kanannya.
Sadar bahwa dia akan celaka jika melawan Dewa petir saat ini, seketika nyalinya pun menciut.
"Ti ... tidak ada," ucap Sunlong sambil mencoba menahan amarahnya.
"Sial, mentang mentang saat ini aku jauh lebih lemah. Dewa kampret ini benar benar meledekku," pikir Sunlong dengan tampang kesal.
Karena tak tahan dengan tingkah Dewa petir yang terlalu usil, Xiao Tian pun berinisiatif untuk menghentikan keusilannya dengan berkata,
"Bisakah kau berhenti mengganggunya?" tanya Xiao Tian sambil melirik ke arah Dewa petir dengan tampang kesal.
"Iya iya, maaf. Aku kan cuman bercanda," ucap Dewa petir sambil memasang muka cemberut.
"Sudahlah, abaikan saja Dewa kampret itu."
"Kau tak mungkin menyuruhku keluar tanpa adanya alasan penting kan?" tanya Sunlong sambil melirik ke arah Xiao Tian.
Setelah mendengar pertanyaan yang dilontarkan Sunlong, Xiao Tian pun kembali fokus ke tujuan utamannya memanggil Sunlong. amDia menyuruh Sunlong untuk menatap ke arah yang dia tunjuk.
"Lihatlah ke sana," ucap Xiao Tian sambil melirik ke tubuh penatua Feng yang ada tepat dihadapan ujung kakinya.
Melihat tubuh kosong yang sangat cicok dengan kriterianya, Sunlong pun dihujani banyak pikiran. Namun karena dia pikir Xiao Tian tak mungkin memberikan tubuh itu kepadanya, Dia pun memastikannya dentan berkata,
"I ... ini ... ?"
"Apa mereka kenalanmu?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.
Sunlong terlihat begitu terkejut saat melihat kedua tubuh penatua yang pingsan tak berdaya itu. Melihat kejadian tersebut sontak membuat Dewa petir semakin penasaran, sebenarnya apa yang membuat Sunlong terkejut.
"Bukan, mereka bukanlah teman atau kenalanku," uxap Xiao Tian sambil menatap Sunlong.
Setelah mendengar bahwa tubuh kosong itu tak ada hubjngannya dengan Xiao Tian, Sunlong pun memberikan diri untuk meminta salah satu tubuh tersebut.
"Jika mereka memang bukan keluarga atau kerabatmu, bolehkah aku memiliki salah satu dari tubuh itu?" tanya Sunlong sambil menatap mata Xiao Tian.
"Ambil saja, sejak awal aku memang berniat mencarikan tubuh untukmu," jawab Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.
"Aku hanya bisa merasuki salah satu tubuh, dan kau pun tahu akan hal itu.
"Lalu kenapa kau memberikan dua buah tubuh?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Awalnya aku berniat memberikan tubuh penatua Hu saja, karena kupikir hanya tubuhnya saja yang cocok dengan rohmu. Tapi setelah aku melihat penatua Feng menggunakan aura pedangnya, aku berubah pikiran," jawab Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.
"Aku mengerti sekarang, jadi kau mengincar tubuh yang terkontaminasi dengan roh iblis ya?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Begitulah," jawab Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Dari mana kau mengetahui kalau tubuh mereka telah terkontaminasi roh iblis?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi. Sunlong tak menyadari hal tersebut karena sebelum lautan jiwa mereka tertelan, para tetua itu tidak mengeluarkan aura iblis sama sekali. Sedangkan Xiao Tian memahami hal tersebut karena memiliki sebagian kecil ingatan Tian Bai.
"Sama halnya seperti tubuhku yang bisa kau rasuki selama mungkin karena aku pernah melakukan kontrak roh beladiri denganmu. Tubuh mereka juga memiliki kondisi yang sama dengan tubuhku," jelas Xiao Tian sambil menatap Sunlong.
"Kultivasi mereka sama, tubuh mereka semua juga telah terkontaminasi roh iblis. Tapi kenapa kau hanya menyisakan dua dan membunuh sisanya?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Meski tubuh mereka sama sama terkontaminasi roh iblis, tubuh mereka sama sekali tak berguna untuk Sunlong. Karena Sunlong hanya cocok dengan tubuh yang memiliki elemen api. Sedangkan ketiga tubuh tadi memiliki elemen air dalam tubuh mereka," jelas Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
"Aku tahu maksud ucapanmu, tapi bukankah saat ini kau memiliki begitu banyak roh iblis?"
"Maksudku, bukankah tubuh mereka masih bisa digunakan oleh para roh iblis lain?" tanya Dewa petir sambil menatap ke arah Xiao Tian.
"Benar juga ucapanmu, kenapa aku tak kepikiran hal itu ya?" ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Salahmu sendiri karena tak meminta saranku," sambung Dewa petir sambil melirik ke arah Xiao Tian.
"Oh iya, bisakah aku memilih tubuhnya sekarang?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Aku sarankan untuk merasuki tubuh penatua Feng. Tubuhnya telah terlatih menggungunakan aura pedang," ucap Xiao Tian sambil menatap ke tubuh penatua Feng.
"Terimakasih atas informasinya, tapi tanpa kau beritahupun aku akan tetap memilih tubuh dia. Karena sejak aku melihat tubuhnya aku sudah mencium aura iblis yang begitu pekat di dalamnya," sambung Sunlong sambil tersenyum tipis.
Ketika Sunlong ingin merasuki tubuh penatua Feng, tiba tiba saja matanya kembali terbuka. Matanya memerah, sedangkan aura iblisnya terus berubah semakin pekat.
"Apa yang ingin kau lakukan kadal kecil?" ucap roh beladiri penatua Feng melalui telepati.
"Kadal kecil katamu?" tanya Sunlong sambil menatap tajam mata penatua Feng.
"Sial, kenapa aku bisa merasa tertekan dihadapan roh kadal kecil yang kultivasinya masih begitu rendah," pikir roh beladiri penatua Feng dengan mata terbelalak.
Karena merasa terancam dengan tatapan Sunlong, roh iblis yang terikat kontrak beladiri dengan Penatua Feng menembakkan lautan jiwanya demi untuk menjatuhkan mental Sunlong. Namun karena Sunlong pernah menjadi seorang Kaisar iblis yang setara dengan para Dewa, roh iblis itu pun kalah dalam melawan Sunlong.
"Beradu kekuatan mental denganku, sama saja dengan mencari kematian," ucap Sunlong sambil tersenyum.
Berbeda dengan manusia yang memiliki tubuh, roh iblis akan lenyap jika kalah dalam beradu kekuatan mental. Sedangkan pemenangnya akan merebut seluruh kultivasi dari roh yang lenyap.
Berkat hal tersebut, Kultivasi Sunlong melesat tajam hingga menjadi seorang pendekar alam roh lapisan kelima.
"Cih, ternyata roh iblis itu hanya pendekar alam roh bintang lima. Padahal aku pikir kultivasinya bisa lebih tinggi dari itu," ucap Sunlong sambil menghela napas.
Setelah menyingkirkan roh iblis dari tubuh Penatua Feng, Sunlong langsung menarik keluar roh penatua Feng dari tubuhnya. Dan seketika roh tersebut lenyap saat baru ditarik keluar dari tubuh tersebut.
"Sejak kapan Sunlong bisa menarik roh manusia keluar dari tubuhnya?"
"Dan anehnya lagi, kenapa roh tersebut menghilang ketika baru saja ditarik keluar?" gumam Xiao Tian sambil menatap punggung Sunlong.
"Semua roh iblis seperti Sunlong bisa melakukan itu. Menarik roh dari tubuh tanpa lautan jiwa adalah hal lumrah bagi para iblis. Tentunya dengan catatan tubuh tersebut harus terkontaminasi roh iblis terlebih dulu. Itulah mengapa aku menyuruhmu untuk berhati hati terhadap Sunlong dulu. Dia punya berbagai trik untuk menyingkirkan rohmu," jelas Dewa petir melalui telepati.
"Aku mengerti, terimakasih atas bantuanmu yang dulu," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Oh iya, bagaimana menurutmu soal Sunlojg yang sekarang?"
"Kenapa kau tak memperingatkanku saat terlalu dekat dengannya lagi?" tanya Xiao Tian melalui telepati.
"Dia sudah tak seperti dulu, sepertinya keputusanmu untuk melepaskan ikatan kontrak dan penyelamatanmu saat di tempat Xian Yun dulu membuatnya benar benar mengganggapmu sebagai seorang teman. Aku berani berkata seperti itu, karena berdasarkan pengamatanku belakangan ini tak ada satupun niat jahat atau rasa benci lagi yang terpancar dari sorotan matanya," jelas Dewa petir melalui telepati.
Seletelah tubuh penatua Feng benar benar bersih dari roh manusia, Sunlong langsung masuk dalam tubuh tersebut dengan ekspresi yang bahagia.
"Kupikir aku perlu menghabiskan ribuan tahun lagi untuk mendapatkan sebuah tubuh baru, meski ini hanyalah tubuh seorang manusia setidaknya ini lebih baik dari pada tanpa tubuh sama sekali," pikir Sunlong sambil menatap telapak tangan tubuh barunya.
"Aku begitu membenci manusia karena awal kematianku disebabkan oleh seorang manusia. Namun siapa sangka kalau rasa benciku itu juga dihilangkan oleh seorang manusia. Sungguh ironis tapi itulah kenyataanya," pikir Sunlong sambil tersenyum menatap mata Xiao Tian.
"Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Xiao Tian sambil membalas tatapan Sunlong.
"Terimakasih atas segalanya," ucap Sunlong sambil tersenyum.
"Senang bisa membantumu teman," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Teman ya?"
"Sudah lama aku tak mengucapkan hal itu.
"Kalau dipikir pikir, menjadikan manusia sebagai seorang teman lagi bukanlah ide yang buruk," pikir Sunlong di dalam hati sambil tersenyum.
Sejak saat itu tak ada lagi jarak antara Sunokng dan Xiao Tian. Mereka benar benar menjadi teman yang saling mengakui dan saling percaya satu sama lain.