
Xiao Tian telah membantu Sunlong mendapatkan sebuah tubuh baru. Kedekatan mereka pun semakin terlihat, akibat peristiwa tersebut. Meski Sunlong menganggap bahwa Xiao Tian telah memenuhi janjinya, Xiao Tian tak berpikir demikian. Dia masih beranggap bahwa dia belum sepenuhnya memenuhi janji lamanya karena Sunlong belum kembali ke wujud serta kultivasi aslinya.
"Dengan ini janjiku padamu untuk memberimu sebuah tubuh setengah terpenuhi," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Setengah terpenuhi?"
"Apa maksud ucapanmu?" tanya Sunlong sambil menatap mata Xiao Tian.
Sunlong tak berpikir bahwa Xiao Tian benar benar berniat untuk membantu dia mengembalikan kultivasi aslinya. Jadi tak mengerti maksud arah tujuan ucapan Xiao Tian. Karena di dalam pikirannya, Xiao Tian sudah benar benar memenuhi semua janjinya untuk membantunya mendapatkan sebuah tubuh.
Melihat Sunlong kebingungan, Xiao Tian oun berinisiatif memulai kembali pembicaraan dengan berkata,
"Berhenti berpura pura bodoh, kau tak akan bisa menjadi sekuat dulu di tubuh seorang manusia kan?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.
"Roh iblis yang terjebak dalam tubuh manusia hanya bisa bertahan hingga mencapai tingkat pendekar alam langit. Jika kau ingin kembali sekuat dulu, kau harus mendapatkan kembali tubuh aslimu, atau tubuh iblis yang cocok dengan rohmu," jelas Xiao Tian sambil menatap mata Sunlong.
"Dari mana kau mempelajari semua hal itu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Siapa lagi kalau bukan Dewa kera yang memberi tahuku segala hal," jawab Xiao Tian sambil menatap Dewa petir.
Setelah mendengar penjelasan Xiao Tian, Sunlong pun kembali merenung.
"Musuh musuh kita sangatlah banyak belakangan ini. Dan satu satunya tubuh iblis yang cocok dengan rohku hanyalah tubuh keturunan murni iblis naga merah seperti Kaibo. Aku tak mungkin merebut tubuh dari keturunanku. Sebagai seorang leluhur dari para iblis naga merah aku tak mungkin merampas tubuh dari keturunanku," jawab Sunlong sambil menatap ke bawah.
"Aku juga tak mungkin memberikan tubuh Kaibo, karena dia juga salah satu temanku. Aku bahkan sudah menggapnya sebagai keluargaku sendiri sama seperti aku menganggapmu," sambung Xiao Tian sambil menghela napas.
Melihat Xiao Tian seperti menemukan jalan buntu, Dewa petir pun berinisiatif untuk membantu dengan bertanya kepada Sunlong mengenai rencananya.
"Bukankah kau selalu berkata untuk mendapatkan kembali sebuah tubuh?"
"Apakah ada cara lain selain merebut tubuh orang lain?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Tentu saja ada. Dengan menemukan bangkai tubuhku dan memperbaikinya menggunakan kekuatan relik dari salah satu kaisar iblis," ucap Sunlong sambil menatap Dewa petir.
"Relik regenerasi," ucap Dewa petir sambil menatap mata Sunlong.
"Benar sekali," ucap Sunlong sambil memasang tampang serius.
"Mencari relik kaisar iblis tidaklah mudah, para Dewa sudah menyebarkannya ke tempat tempat berbahaya dan menyegel aura relik relik tersebut agar tak bisa ditemukan sembarang orang," sambung Xiao Tian sambil menatap ke arah Sunlong.
"Sama halnya ratu kerajaan Angin dan Tian Zhong yang terikat relik karena faktor tak sengaja, kau tak mungkin berharap bahwa kau menemukan relik regenerasi secara kebetulan bukan?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Xiao Tian dan Dewa petir, Sunlong pun menghela naoas begitu panjang lalu berkata,
"Tentu saja aku tak berpikir seperti itu, aku mengatakannya karena memang sudah tahu dimana letak relik tersebut. Berbeda dengan relik lainnya, relik tersebut tak akan bisa menyatu dengan sembarang orang. Dan hanya bisa menyatu dengan orang yang diakuinya."
"Sebenarnya ini adalah rahasia, tapi karena aku percaya pada kalian maka akan kuceritakan detailnya.
"Aku pernah mendengar bahwa lokasi relik regenerasi ada di daratan vampir. Tepatnya di daerah pegunungan keramat," jawab Sunlong dengan tampang serius.
Setelah mendengar penjelasan Sunlong, Dewa petir langsung memasang tampang serius dan berkata,
"Relik regenerasi merupakan satu satunya relik yang menghilang dari pengawasan para Dewa, saat kudeta ribuan tahun lalu."
"Dan menjadi satu satunya relik yang dicari hingga sekarang."
"Apakah kau tak takut aku mengadu ke kaisar langit?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Sunlong.
"Meski kau konyol, mesum, jorok, dan terkadang agak bodoh. Aku tahu kau bukanlah seorang penghianat. Tapi jika kau melakukan hal itu, berarti aku telah salah menilaimu," ucap Sunlong sambil menatap Dewa petir.
"Aku senang kau mempercayaiku, tapi bisakah kau tak menyebut hal hal buruk tentangku juga?" tanya Dewa petir sambil memasang wajah kesal.
"Kudeta para Dewa?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Ah, kau belum pernah mendengar itu ya?"
"apakah gurumu tak pernah menceritakannya?" tanya Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Tidak, dia tak pernah menceritakan hal itu kepadaku," jawab Xiao Tian sambil menyipitkan matanya.
Melihat rasa bingung di pandangan Xiao Tian, Dewa petir pun menjelaskan kepadanya bahwa kudeta para Dewa adalah sebutan lain untuk peristiwa penyerangan besar besaran terhadap bangsa iblis yang mengancam kehidupan manusia. Kejadian yang menjadi cikal bakal terciptanya relik.
Dia juga menjelaskan bahwa relik regenerasi adalah satu satunya relik yang cukup berbahaya dan paling dicari oleh para Dewa. Semua karena relik tersebut memiliki pemikirannya sendiri. Bahkan bisa merubah seorang Dewa bijaksana menjadi seorang iblis yang sadis ketika Dewa tersebut menyentuh reliknya. Wujud relik regenerasi adalah pedang hitam bercorak petir.
"Mengubah Dewa bijaksana menjadi seorang iblis yang sadis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Ya, itulah bahayanya relik tersebut," ucap Dewa petir sambil mengepalkan kedua tangannya.
Ketika Dewa petir sedang menjelaskan betapa berbahayanya relik regenerasi, Sunlong menarik perhatian Dewa petir dengan betkata,
"Aku sempat menonton kejadian itu, kejadian dimana para Dewa dibantai oleh Dewa Bumi yang kehilangan kendali, " sambung Sunlong sambil menatap Dewa petir.
Awrelah mendengar ucapan Sunlong, Dewa petir langsung menoleh ke arahnya dengan napas terengah engah.
"Apakah kau tak berbohong?" tanya Dewa petir sambil menatap tajam mata Sunlong.
"Aku sempat merasakan keberadaan sosok kuat yang memoerhatikan kami dari jauh, tadinya kupikir itu Kaisar langit," pikir Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Ternyata kau yang diam diam memperhatikan kami waktu itu?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Sunlong.
"Kami?"
"Maksudmu kau ada disana juga?"
"Aku benar benar tak menyadarinya," ucap Sunlong sambil mengerutkan dahi.
Sunlong memasang wajah bingung karena memang saat itu dia tak melihat wajah para Dewa dengan cukup jelas karena jarak mereka terbilang agak jauh.
Setelah melihat keraguan di mata Sunlong, Dewa petirpun menjelaskan kepadanya bahwa dia memang ada di dalam kelompok tersebut.
"Aku adalah satu satunya Dewa yang tertusuk pedang hitam tepat di bagian perut saat itu. Sedangkan yang lainnya tertebas pedang tepat dibagian leher sehingga tak bisa bertahan hidup lagi," jelas Dewa petir sambil mengepalkan kedua tangannya.
Setelah mendengar penjelasan dari Dewa petir Sunlong pun berkata,
"Apakah saat itu kau belum memiliki Dian Zheng?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Apa maksud pertanyaanmu ini?"
"Apa hubungannya hal ini dengan Dian Zheng?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
Dewa petir terlihat kebingungan karena arah pembicaraan Sunlong keluar dari jalur pembahasannya.
"Aku tegaskan sekali lagi, apakah saat itu kau belum memiliki Dian Zheng?" tanya Sunlong dengan tampang serius.
Melihat ekspresi serius Sunlong, Dewa petir akhirnya memutuskan untuk menjawab pertanyaan yang dia pikir tak ada hubungannya dengan arah pembicaraan itu.
Sambil menghela napas dia pun berkata, "Ya, saat itu istriku belum mengandung Dian Zheng."
Setelah mendengar jawaban Dewa petir, ekspresi Sunlong semakin serius hingga membuat Dewa petir semakin penasaran.
"Sekarang semuanya sudah jelas, aku sudah tahu alasan mengapa putramu memiliki aura iblis sedangkan dia adalah keturunan murni dari bangsa manusia yang menjadi Dewa," jawab Sunlong dengan tampang serius.
"Apa maksud ucapanmu?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
Dewa petir masih belum memahami maksud ucapan Sunlong hingga terus melontarkan pertanyaan kepadanya. Karena merasa penjelasannya kurang detail, akhirnya Sunlong memutuskan untuk menjelaskannya lebih rinci.
"Selain bisa meregenerasi sel makhluk hidup disekitarnya. Dia juga bisa menanamkan darahnya nya ke tubuh makhluk lain. Karena kau memiliki kultivasi yang tinggi, darah iblis tersebut tak berpengaruh kepadamu. Tapi berpengaruh besar bagi keturunanmu yang cenderung lemah karena belum terjun dalam dunia kultivator."
"Karena Dian Zheng merupakan putra pertamamu, maka dia mendapatkan pengaruh yang lebih besar. Sedangkan Dian Peng putra terkecilmu, mungkin mendapat efek darah iblis yang lebih sedikit. Meski begitu, kau harus tetap mengawasinya. Karena darah iblisnya bisa bangkit kapan saja," jelas Sunlong sambil menatap Dewa petir.
Mendengar hal tersebut membuat Dewa petir menjadi Syok bukan main. Ternyata selama ini semua masalah yang dialami Dian zheng adalah hasil dari ketidak sadarannya terhadap darah iblis yang mengalir di dalam tubuhnya.
Selain itu fakta bahwa Dian Peng mungkin akan bernasib sama seperti kakaknya membuat Dewa petir semakin Syok tidak karuan.
Dengan tampang syok berat, Dewa petir pun berkata, "Apakah kau tahu cara menghilangkan darah iblis dari tubuhku dan tubuh putra putraku?"
"Sayangnya tidak, kau harus mencari tahu itu sendiri," jawab Sunlong dengan tampang serius.
Mendengar jawaban Sunlong, Dewa petir pun menundukkan kepalanya karena tak tahu harus bagaimana lagi. Karena tak tega dengan Dewa petir, Xiao Tian oun menyuruhnya pergi ke istana langit untuk bertanya kepada Kaisar Langit dan Dewa Dewi lainnya mengenai masalah yang dia hadapi saat ini.
"Ngomong ngomong, turnamennya akan segera dimulai kembali. Aku harus pergi sekarang. Jika kau ingin pergi menemui kaisar langit, pergilah. Aku bisa menjaga diriku sendiri," jawab Xiao Tian sambil menepuk pundak Dewa petir.
"Ya, pergilah. Jangan hawatirkan Xiao Tian, aku dan para siluman akan menjamin keselamatanya," sambung Sunlong sambil menepuk pundak Dewa petir.
Karena paham betul bahwa tak akan ada yang bisa membahayakan Xiao Tian saat ini, Dewa petir pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke istana langit.
"Terimakasih atas pengertiannya, kalau begitu aku pergi," ucap Dewa petir sambil mengaktifkan teknik teleportasi.
Setelah Dewa petir menghilang dari pandangan mereka, Sunlong menepuk pundak Xiao Tian lalu berkata,
"Lalu apa yang harus kita lakukan terhadap tubuh penatua yang satunya?" tanya Sunlong sambil menatap ke arah Penatua Hu.
"Karena kau hanya memerlukan satu tubuh saja. Maka bantu aku mengosongkan tubuh tersebut agar bisa kusimpan ke dalam cincin ruangku," sambung Xiao Tian sambil melirik ke arah Sunlong.
"Baiklah, aku mengerti," Sunlong menelan roh beladiri penatua Hu, lalu mengeluarkan roh penatua Hu dari dalam tubuhnya sesuai permintaan Xiao Tian.
Ketika Sunlong sedang menjalankan tugasnya, Xiao Tian menghilangkan jejak pertarungan dengan mengubur semua tubuh dan bekas darah menggunakan teknik pengendalian tanahnya. Setelah itu, dia memanggil para siluman rusa untuk menyamar menjadi korban korbannya.
"Apakah kami juga harus menyamar menjadi penatua Feng?" tanya para siluman rusa.
"Tidak perlu, biar Sunlong yang menyamar menjadi dirinya," jelas Xiao Tian sambil menatap para siluman rusa.
Setelah melihat tubuh penatua Hu benar benar kosong, Xiao Tian pun langsung memasukkannya ke dalam cincin ruang.
"Kau tahu harus kemana bukan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Sunlong.
"Tentu saja," ucap Sunlong sambil menatap Xiao Tian.
"Kalau begitu, sampai jumpa," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teleportasi menuju lantai bawah gedung pusat cabang petarung.