Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 513 : Melawan Dewa Iblis Mo Wang


Wooshh! Dewa iblis Mo Wang lenyap seketika dari posisinya, dan muncul di hadapan batas pelindung yang diciptakan Naga putih.


"Rrrrr!" Dewa iblis Mo Wang memukul mukul pelindungnya secara beruntun dengan kecepatan yang luar biasa hingga tangan raksasanya terlihat seperti berjumlah ribuan.


Seara dentuman pukulan yang cukup keras pun terdengar hingga ke dalam pelindung.


"..." Para Dewa Dewi termasuk Wu Kong terdiam kaku karena merasakan momentum pukulannya.


'Efek Pelumpuh?'


'Bahkan pelindung Naga putih tak dapat menembus efek serangannya?'


'Monster yang mengerikan!' Wu Kong terdiam kaku sembari melirik Dewa iblis Mo Wang dengan keringat dingin layaknya Dewa Dewi yang lain.


"Dewa Erlang, maukah kau meminjamkan kekuatanmu lagi?" Kaisar Langit melirik dengan tubuh yang kaku.


'Jika kau masih memiliki pil suci pembangkit jiwa, maka akan kulakukan,' Dewa Erlang membalas melalui telepati.


"So ... soal itu ... ," Kaisar Langit melirik ke arah istrinya dan bertanya melalui telepati. 'Sayangku, apakah kau masih memiliki pul suci pembangkit jiwa?'


'Aku hanya memiliki dua pil lagi, memangnya untuk apa?' Ratu Langit menjawab melalui telepati.


'Tentu saja untuk menghilangkan efek penggabungan raga, lagi,' Kaisar Langit menjawab dengan lembut.


'Pil suci itu adalah berkat dari Dewi alam atas karena konstribusiku bertapa atas namanya selama ribuan tahun. Dan kau ingin menyia nyiakan usahaku, sekali lagi?'


'Aku jadi menyesal karena memberitahukan berkat yang kuterima itu, ketika terbangkitkan oleh sihir sang naga agung.' Ratu Langit melirik dengan kesal.


"..." Kaisar Langit melirik ke arah Dewa Erlang, dan berkata, 'Ratu langit masih memiliki dua, tapi enggan memberikannya lagi.' Kaisar Langit nampak kecewa.


'Rayulah dia!' Dewa Erlang menatap dengan serius.


Kaisar Langit segera melirik kembali ke arah istrinya dan berkata, "Sayangku yang cantik jelita dan manis tiada duanya .... , bolehkah aku .... ," Kaisar Langit hendak merayu istrinya, namun naasnya pelindung sang naga putih telah tertembus dan gelombang angin yang berasal dari pukulan Dewa Iblis Mo Wang pun menerobos melalui pecahan pelindung hingga melesat cepat menghantam sang Kaisar Langit.


Duakkk


Sang Kaisar Langit menghantam tanah hingga meretakkan pijakan semua orang.


"Sialan!" Kaisar Langit nampak tergeletak penuh luka, namun lepas dari efek pelumpuh, hingga dapat menghindari bidikan lidah dari sang Dewa Iblis. Meskipun sebenarnya itu hanya kebetulan.


Wooshh Kaisar Langit melompat terbang seperti Dewa Dewi yang lain dan berhasil lolos dari serangan kejutan sang Dewa Iblis karena sebuah keberuntungan.


Duarrr!!! lidah hitam sang Dewa Iblis, menghancurkan pijakan semua orang yang sedang menapak di atas tanah.


Xiao Tian segera melompat tinggi dan melayang ke atas langit, sedangkan White Dragon memancarkan gelombang kekuatan yang membebaskan semua orang dari efek pelumpuh dan segera melompat bersamaan dengan Taiwu dan Dewa Dewi yang lain.


'phuahhh! hampir aja aku mati!' Kaisar Langit terbelalak kaget saat melihat lidah hitam sang Dewa Iblis nampak menghantam tanah dimana dia tergeletek sebelumnya.


'Pergilah sejauh mungkin!'


'Dan selamatkan makhluk fana sebanyak yang kalian bisa!' White Dragon bertelepati ke pikiran semua orang kecuali Xiao Tian dengan nada tegas.


"Baiklah naga agung!" Kaisar Langit beserta Dewa Dewi yang lain berteleportasi dan lenyap dari posisi terakhir mereka tanpa pertanyaan yang berarti.


Sedangkan Taiwu hanya diam dan menatap Xiao Tian dengan penuh rasa khawatir.


"Momentum para Dewa berdampak disegala macam dimensi dan alam semesta, dimana makhluk yang terhentikan oleh waktu tak dapat dibunuh dengan cara apapun. Tapi masih bisa dipindahkan."


"Jika kau ingin membantu rajamu, maka pergi dan selamatkan orang orang yang dilindungi olehnya!"


"Jika berkenan, selamatkan rakyat biasa juga agar mencegah kepunahan manusia!" White Dragon memperingatkan.


"..." Taiwu melirik sekejap ke arah White Dragon, lalu melirik kembali ke arah Xiao Tian dan berkata, "Maharaja ... ,"


"Apakah efek teriakan tadi juga memiliki cakupan seluas itu?" tanya Xiao Tian memastikan.


"Tidak!"


"Efek teriakan itu hanya berdampak besar pada makhluk di alam fana ini saja. Dampaknya hanya mencakup satu dimensi, dan akan berkurang tergantung jaraknya. Namun tak menutup kemungkinan, seluruh makhluk di planet ini akan tewas jika dibiarkan." White Dragon menjelaskan sembari mengaktifkan pelindung lain yang membungkus lubang di pelindung sebelumnya.


Xiao Tian seketika terdiam kaku dan nampak frustasi. Dengan tangan yang terkepal, dia pun berkata, "Pergilah ke kerajaan petir dan selamatkan rakyat kita!"


"Selamatkan juga kerajaan lain yang berada di aliansi kita, kumohon!"


"Ta ... tapi bagaimana denganmu?" Taiwu nampak panik.


"Aku akan baik baik saja, cepat lakukan sebelum efek dari momentumnya berakhir dan dia mulai berteriak lagi!" Xiao Tian membentak Taiwu dengan tampang putus asa.


"Ba ... baik yang mulia!" Taiwu lenyap dari pandangan Xiao Tian dengan teknik teleportasi.


Selang beberapa menit sejak para Dewa Dewi menghilang dan menyebar, efek momentum Dewa pun berakhir. Para undead berwujud tengkorak hidup pun mulai bergerak kembali. Dan terus menyebar keluar dari dalam gerbang alam bawah.


"Sekarang teriakannya akan berdampak lagi terhadap makhluk fana. Selagi aku mengumpulkan tenaga dan menyiapkan teknik penutup gerbang alam bawah, bisakah kau mengurus makhluk itu untukku?" White Dragon bertanya dengan serius.


"Bisakah anda menyelipkan kata kalian, tuan leluhur?"


"Manusia ini tak hanya sendiri loh!" Sunlong kembali bersikap angkuh dan menyombongkan kedudukannya sejak menyadari identitas aslinya.


Awalnya dia sedikit menghormati Xiao Tian karena berpikir statusnya sudah melewati status seorang Kaisar iblis, sedangkan sekarang status dia kembali berada di atas langit karena sejajar dengan makhluk alam atas, dan termasuk dalam kelompok naga suci.


'Manusia ini?' Xiao Tian melirik Sunlong dengan tampang tak percaya. Dia sedikit terkejut akan perubahan sikap Sunlong yang sebelumnya sudah agak dekat dengannya.


"Apa lihat lihat!"


"Cemburu ya dengan status naga suci ini?"


'Seperti yang diharapkan dari senior Red Dragon, sikap sombongnya sudah tak tertolong lagi,' Black Dragon di raga ular putih menghela napas sembari melirik ke arah Sunlong.


"Berhenti mentapku, atau kau akan jatuh hati pada naga suci ini, Black Dragon!" Sunlong terkekeh kencang.


"Jatuh hati?"


"Aku ini masih normal tahu!" Black Dragon berteriak kencang.


"Aku akan segera membuka pelindungnya, bisakah kalian berhenti berdebat!?" White Dragon memancarkan aura yang mendominasi.


"..." Sunlong dan Black Dragon terdiam sejenak dan berkata, "Ba ... baik tuan leluhur ...,"


White Dragon membuka pelindungnya dan berkata, "Sekarang!"


Wooshh!! Kedua kepalan tangan Dewa iblis Mo Wang meluncur mendekat menargetkan Xiao Tian secara bergantian. Namun berhasil ditahan oleh Sunlong dan Black Dragon yang memanjangkan tubuh mereka dan ukuran kepala yang berubah membesar.


Krakk!!! Setiap lengan sang Dewa iblis tergigit kencang oleh fisik ular Yin dan Yang.


"Kerja bagus, teman teman!" Xiao Tian mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah sang Dewa iblis, dan berkata, "Dragon Pulse!" gelombang naga emas berlapis aura Dewa muncul keluar dari dalam telapak tangan Xiao Tian.


Woooshhh


Duarrr!! Sang Dewa Iblis berteriak cukup kencang karna kesakitan, namun Xiao Tian memanjangkan ekor ekor bayangan hitam dibawah sayap naganya untuk membungkam teriakan Dewa Iblis Mo Wang.


Wooshh!!


Grabb!!! ekor ekor bayangan berjumlah ratusan, nampak menekan menyelimuti kepala sang Dewa iblis.


Krasshh!!! Sang Dewa iblis mencoba melepaskan diri dengan memutuskan kedua lengannya dan beregenerasi secara singkat.


Dengan kedua tangan yang terbebas, Dewa Iblis Mo Wang pun mencabik cabik ekor bayangan Xiao Tian hingga terlepas dari kepalanya.


"Rrrrr!" dia menggeram dan menatap tajam ke arah Xiao Tian. 'Siapa kau sebenarnya, Manusia?' Dewa iblis Mo Wang bertelepati dengan aura yang mendominasi.


"Ternyata kau bisa bicara juga ya?"


"Kupikir kau hanya bisa meraung bagai hewan liar!" Sunlong terkekeh sombong setelah menelan utuh tangan sang Dewa iblis yang telah terlepas sebelumnya.


'Begitu ya, jadi ular ular itu juga memiliki kesadaran sendiri.' pikir Dewa Iblis Mo Wang sembari melihat ke arah Sunlong.


'Bisakah kau kembali ke gerbang alam bawah dengan damai!?' Xiao Tian bertanya melalui telepati.


'Alamku terlalu gersang dan membosankan, meskipun kami tak memerlukan makanan, sensasi mengunyah dan menelan makhluk hidup itu luar biasa loh!' Dewa Iblis Mo Wang menjawab melalui telepati, lalu langsung menembakkan bola energi merah yang berukuran raksasa.


Xiao Tian memunculkan pedang Draconic Auroranya lalu menebaskan pedang tersebut saat masih jauh dari bola energinya.


"Draconic Slash!" gelombang angin yang meluncur keluar dari pedang Xiao Tian, melesat melebar ke arah bola energi. Dan membuatnya terbelah dua tepat sebelum menghantam Xiao Tian.


Wooshhh!


Bola energi itu terbagi menjadi dua dan melewati tubuh Xiao Tian begitu saja.


"Adsorbtion!" pedang Draconic Aurora menyerap utuh bola energi yang terbelah, tepat disaat Xiao Tian berada di tengah tengah bola energi raksasa tersebut.


"Sssss" Pedang Draconic Aurora menyalurkan energi yang dia serap ke lengan Xiao Tian hingga meningkatkan kekuatan Black Dragon yang menyatu dengan fisik ular putih, lalu merambat ke arah Xiao Tian dan kemudian dirasakan oleh Sunlong. Ketiganya mendapatkan energi tambahan secara merata hingga merasakan sensasi yang luar biasa.


"Pedang yang bagus, efek penyerapannya hampir sama dengan teknik penelan iblis milik naga suci ini," Sunlong tersenyum sombong.


"Teknik penelan iblis hanya bisa digunakan pada iblis tipe api, jika dilakukan pada iblis diluar tipe itu tak akan mendapat manfaat apapun. Apanya yang mirip dengan pedang tuan Xiao Tian?"


"Sudah jelas pedangnya jauh lebih baik." Black Dragon menyela ucapan Sunlong.


"Keh keh keh!" Sunlong terkekeh pelan.


"Ternyata tak hanya cara bicaramu yang berubah seperti perempuan, kau bahkan mengakui seorang manusia sebagai tuanmu. Benar benar tak layak disetarakan dengan makhluk alam atas."


"Naga suci ini benar benar kecewa terhadapmu, junior."


"Semoga saja kau tak terus menjadi naga tulang lunak," Sunlong tersenyum sinis.


"Naga tulang lunak katamu!"


"Biar kutunjukkan apa itu kekuatan seorang naga suci!" Black dragon memunculkan bola api ungu bertekanan tinggi dari di sekitar mulutnya yang ternganga.


"Kau pikir aku tak bisa menahan seranganmu?" Sunlong memunculkan api ungu berlapis aura iblis bertekanan tinggi di dalam mulutnya yang ternganga.


Kedua naga suci itu sedang dalam wujud ular kecil, sehingga bola apinya nampak sangat mini, namun tekanan yang terpancar dari bola bola api tersebut tak dapat diremehkan.


'Beraninya kalian berdebat saat berada dihadapan Dewa ini!' Dewa Iblis Mo Wang bertelepati dan segera melancarkan pukulan penuh berlapis aura kematian.


Sunlong dan Black Dragon langsung menoleh ke arahnya, lalu melontarkan bola api mereka dan berkata, "Jangan mengganggu kami!"


Wooshh! Duarrr!!!! bola api ungu kecil yang terlihat seperti setitik api bagi sang Dewa Iblis, meledakkan tubuhnya hingga menderita luka bakar yang cukup parah. Dia bahkan kehilangan saah satu lengannya karena itu.


'Serangan macam apa itu?'


'Regenerasiku bahkan diperlambat!' Dewa Iblis Mo Wang melirik ke arah lengan kanannya yang beregenarasi begitu lambat.


'Ahh ... nampaknya aku tak perlu campur tangan.' Xiao Tian menghela napas begitu panjang.


'Jangan lengah!'


'Ingatlah, makhluk itu abadi dan tak bisa terbunuh meski kau lenyapkan hingga menjadi debu.' White Dragon mengingatkan melalui telepati.