Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 304 : Trio sadis vs sisi gelap Xiao Tian


"Maaf membuatmu menunggu lama," ucap Chu Ming sambil melempar ribuan jarum yang dia selipkan di sela sela pakaiannya.


Jarum jarum tersebut terhubung oleh benang berlapis kekuatan jiwa yang mengendalikan jalur gerak jarum tersebut.


Shut shut shut


Kreattt


Benang benang tersebut mengelilingi tubuh tiruan Xian Juan, lalu mengencang hingga mengikat tubuh tersebut.


"Kenapa kau diam saja?"


"Apakah sakit?"


"Benang tersebut tak bisa dihancurkan bahkan oleh para master sekalipun, kau akan mati terlilit benang karena benang tersebut akan terus semakin kencang. Hahahaha," ucap Chu Ming sambil tertawa lebar.


"Hei hei hei, jangan mengambil mangsa kita seorang diri. Biarkan aku mengulitinya terlebih dulu," ucap Chu Lin sambil menjilati pisaunya.


"Ijinkan aku mencincang tubuhnya setelah kau selesai menguliti," ucap Chu Liang dengan tampang seramnya.


"Kalau begitu aku mulai secepat mungkin!" ucap Chu Lin sambil melesat cepat dengan hawa membunuh yang taramat kuat.


Srat srat sratt


Semua serangan Chu Lin tak menggores tubuh Xian Juan sama sekali. Hingga membuatnya begitu kesal.


"Kenapa kulitmu begitu keras?"


"Pisauku sama sekali tak menggoresmu, menyebalkan!" ucap Chu Lin sambil terus menyerang dari segala arah.


"Minggirlah, biar aku yang menghabisinya!" ucap Chu Liang sambil mengayunkan dua buah pedangnya untuk menebas kedua pundak Xian Juan. Namun pedang itu tak menggores tubuhnya sedikitpun bahkan pedang tersebut malah mengalami keretakan dan berakhir hancur setelah digunakan untuk mencoba menebasnya lagi.


Sratt


Krakk


"Apa hanya itu kemampuan kalian?" tanya Xian Juan dengan tampang kesal.


"Mu ... mustahil!"


"Pedangku adalah pusaka kelas tinggi yang ketajamannya diatas pusaka manapun. Bahkan benang sakti milik Chu Ming bisa aku putuskan dengan pedangku ini, bagaimana bisa tubuhmu jauh lebih keras dari pada pusakaku!"


"Ini pasti bohong!" ucap Chu Liang dengan mata yang terbelalak.


Ketika Chu Liang masih terkejut, Xian Juan kembali memunculkan ekor hitamnya untuk menusuk lawannya yang lengah lalu menyerap seluruh kekuatannya. Setelah dirasa cukup, dia pun menarik kembali ekornya.


Srattt


Brukkk


Tubuh Chu Liang terjatuh hingga menghantam daratan. Melihat saudaranya tertusuk hingga tewas, Chu Lin melempar pisaunya ke arah Xian Juan dengan tampang kesal. Namun Xian Juan menghilang dari pandangannya dan benang milik Chu Ming terputus dalam waktu bersamaan.


"Mu ... mustahil, dia bisa melepaskan diri dari benangku. Sebenarnya berapa tingkat kultivasinya?"


"Seorang master tingkat pendekar alam naga pun kesulitan melepaskan diri mereka dari jeratan benangku. Tapi dia memutusnya tanpa kesulitan sedikitpun. Sebenarnya siapa orang ini?" ucap Chu Ming dengan mata terbelalak.


Clebbb


Chu Lin bernasib seperti Chu Liang tepat setelah pisaunya terlempar. Dia tiba tiba muncul di tempat lain lalu ekor hitam menusuk punggungnya dari belakang.


"Saat menyadari saudaranya yang lain telah tewas menyusul Chu Liang, Mata Chu Ming memerah dan aura hitam muncul di sekujur tubuhnya. Secara tiba tiba kekuatannya melonjak tajam hingga sekuat pendekar alam naga lapisan pertama. Dengan kekuatan yang tak terkendali itu, dia bergerak semakin cepat dan semakin bertambah kuat hingga berhasil menggores tubuh keras Xian Juan yang terus menghindari serangannya.


Sratt sratt sratt


"Berserker mode, tak kusangka aku bisa melihat teknik ini lagi," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Lagi?"


"Apa maksud ucapanmu itu?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.


"Apa kau lupa tentang ayah Taiwu?"


"Dia juga memiliki teknik yang sama," ucap Dewa petir sambil menatap Sunlong dengan remeh.


"Apa apaan pandanganmu itu, ngajak ribut?" ucap Sunlong dengan tampang kesal sambil melesatkan sebuah pukulan penuh.


"Kau tak sebanding dengan Dewa ini, kadal lemah," ucap Dewa petir sambil menahan pukulan Sunlong. Benturan kekuatan mereka terasa hingga ke seluruh arena.


"Kenapa tak ada yang menyuruh kita pergi ya?" ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Entahlah, akupun tidak mengerti. Sepertinya mereka terlalu fokus terhadap sisi gelapmu,"


"Mereka bahkan mengabaikanku saat menendang keras salah satu peserta," ucap Dewa petir sambil menghela napas.


"Aku hampir tak merasakan hawa keberadaan mereka. Berdasarkan seragamnya, sepertinya mereka adalah rekan satu tim Xian Juan," pikir Chu Ming sambil tersenyum jahat.


Karena hanya mampu menggores tubuh Xian Juan, Xian Ming beralih ke arah Xiao Tian dan kawan kawan untuk membalas kematian saudara saudaranya.


Namun dia ditendang mundur oleh Dewa petir dan Sun Long yang terlihat kesal.


"Fokuslah pada pertarunganmu sendiri!" bentak mereka berdua sambil menendang mundur dengan kekuatan penuh.


Duakkkk


Duarrrr


Chu Ming menghantam tembok pembatas hingga menciptakan kawah besar di dinding tersebut.


"Hei, kalian apakan mangsaku!"


"Bukankah kalian berjanji tak akan ikut campur" ucap Xian Juan dengan tampang kesal.


"Hehe, maaf kelepasan," ucap Dewa petir dan Sunlong sambil menggaruk kepala mereka.


"Cih," ucap Xian Juan sambil menusuk Chu Ming dengan ekor hitamnya.


Clebb


"Sialan, beraninya kau menghabisi muridku!" bentak patriach Sun ye sambil melompat menyerang ke arah Xian Juan.


Patriach Bai ingin menghalangi serangan tersebut dengan ikut terjun ke arahnya, tapi dia dihalangi oleh Patriach Jian Su yang juga menyimpan dendam terhadap Xian Juan karena telah menghabisi murid murid dari sektenya.


Sedangkan Patriach Liang Ting hanya diam dan menonton kejadian tersebut. Dia menikmati keributan yang terjadi sembari menunggu hasil akhirnya.


"Cukup liat dan amati, biarkan semua sekte saling berselisih. Hingga hanya sekteku yang tersisa disini," bisik Patriach Liang Ting sambil menatap para tetua di sektenya.



Patriach Sun Yu melemparkan bola kekuatannya, untuk menghabisi Xian Juan. Namun serangan tersebut di pukul balik dengan begitu mudah. Saat bola kekuatan tersebut kembali ke arahnya, Sun Yu pun menepisnya ke atas hingga meledak di atas udara.


Duarrr


Ketika Patriach Sun Yu menatap kembali ke arah Xian Juan, dia tak melihat apapun di tempat tersebut.


"Mencariku?" ucap Xian Juan sambil melubangi punggung dan meremas jantungnya dalam sekejap mata.


"Se ... sejak kapan kau ada di belakangku?" ucap Patriach Sun Yu dengan mata yang terbelalak.


"Sejak kau menepis serangan tadi," ucap Xian Juan sambil menghancurkan jantung Sun Yu.



"Kenapa dia tak menyerap kekuatan jiwanya seperti yang lain?" tanya Patriach Bai dengan dahi yang dikerutkan.


"Ternyata dia tidak bodoh dan serakah seperti yang kubayangkan," ucap Dewa petir sambil tersenyum tipis.


Sisi gelap Xiao Tian sadar bahwa tubuh yang dia rasuki belumlah sempurna, dan paham betul tentang kondisi tubuh tersebut. Jika dia memaksa untuk menyerap kekuatan jiwa seseorang lagi, maka dia akan mengalami kesulitan dalam mengendalikan tubuh yang dia rasuki saat ini. Efek terburuknya dia akan terus menggila hingga Xiao Tian menariknya kembali ke dalam alam pikiran.


"Bocah sialan!"


"Singkirkan tangan kotormu dari punggung Patriach!" ucap Tetua Dong sambil menendang mundur tubuh tiruan Xian Juan.


Duakkk


"Anda tak apa apa?"


"Patriach?" tanya tetua Dong sambil menangkap tubuh Patriach Sun Yu.


"Percuma saja, dia tak akan merespon panggilanmu. Karena jantungnya saat ini ada ditanganku," ucap Xian Juan sambil menghancurkan jantung yang ada di tangannya.


"Keparat!" bentak tetua Dong sambil melesat maju ke arahnya.