
#Gerbang Kerajaan angin
Setelah ditakuti oleh Topeng bencana, ketiga jenderal yang pergi meninggalkan kerajaan angin, berlarian bersama puluhan ribu prajuritnya, dikarenakan terkena hujan darah yang disebabkan Topeng bencana, tubuh mereka berwarna merah darah hingga hampir tak dikenali, ketika sudah dalam jarak pandang menara pengawas kerajaan petir, prajurit yang bertugas mengawasi membunyikan terompet, karena mengira puluhan ribu prajurit itu adalah prajurit kerajaan musuh.
Toreeet....(suara terompet)
Setelah terompet di perbatasan kerajaan dibunyikan, pos pengawas yang lainnya ikut membunyikan terompet.
Torettt...(suara terompet)
Terompet terus dibunyikan di setiap pos, hingga terdengar ke pos paling dekat dengan istana.
#Istana kerajaan Angin
Prajurit yang bertugas menjaga wilayah istana berlarian menuju ke singgasana raja, mereka berlari untuk memberikan kabar bahwa terompet peringatan telah dibunyikan.
Melihat prajurit berlarian kedalam ruang singgasana, raja Feng juanyun bertanya.
"Kenapa kalian berlarian kemari?"
"(Hosh hosh hosh)Ampun yang mulia, hamba tak bermaksud mengganggu, hamba ingin melapor terompet peringatan telah dibunyikan." ucap salah satu prajurit dengan nafas terengah-engah
"Cih, apakah kerajaan kabut hitam menyerang lagi!"
"Setelah tahu bahwa kami diserang iblis setiap matahari terbenam, mereka selalu menyerang ketika matahari terbit, kerajaan kabut hitam benar benar membuatku naik darah, seandainya iblis tak menyerang setiap malam, sudah kuratakan kerajaan kecil itu!" bentak raja Feng Juanyun
"Jenderal Feng Long, ikut aku!" teriak raja Feng JuanYun
"Hanya aku?" jawab Jenderal Feng Long
"Bagaimana dengan kami? tanya Jenderal Feng Jiu
"Kalian harus bergantian tidur, kerajaan kabut hitam hanya mengirimkan ribuan prajurit, seharusnya aku dan Feng Long saja sudah cukup, ingat kita harus tetap menjaga stamina untuk melawan para iblis di malam hari." sambung raja Feng Juanyun
"Baik yang mulia." ucap ketiga Jenderal
Sama seperti kerajaan petir, kerajaan angin juga memiliki tujuh orang jenderal, yaitu
4 jenderal wilayah besar
Jenderal Feng Long(penguasa wilayah timur)
Jenderal Feng Chun (penguasa wilayah barat)
Jenderal Feng Yun (Penguasa wilayah utara)
Jenderal Feng zhu(penguasa wilayah selatan)
Dan 3 jenderal utama, mereka merupakan pelindung raja yang kesetiaannya tak perlu diragukan.
Jenderal Feng Jiu
Jenderal Feng Gui
Jenderal Feng Gong
Tugas dari ketiga jenderal itu adalah mematuhi perintah raja, perintah yang sering mereka dapat adalah, melindungi keluarga kerajaan, menjaga istana saat raja pergi, mengawasi gerak gerik keempat jenderal wilayah, mengawal raja ketika berperang melawan kerajaan lain, dan memberantas para pemberontak kerajaan.
Karena tak ingin berurusan dengan sekte iblis , ketiga jenderal wilayah memilih pergi meninggalkan raja, sedangkan ketiga jenderal utama dan jenderal wilayah timur, masih memilih untuk setia kepada raja.
Jika keadaan tak memaksa, biasanya pergi meninggalkan raja, dianggap penghianatan, dan akan dihukum mati, tapi karena tak ingin membuang tenaga, ketiga Jenderal itu dibiarkan pergi, dimasa kritis seperti ini dimana iblis sering menyerang dimalam hari, dan kerajaan kabut hitam yang kadang menyerang ketika matahari terbit, membuat raja tak ingin membuang tenaga, karena Jika para jenderal bertarung, sudah dipastikan kekuatan tempur akan berkurang, entah karena terluka atau karena kelelahan, untuk berjaga jaga dari serangan kerajaan kabut, kekuatan tempur sangatlah diperlukan.
Setelah kabar tentang terompet peringatan dari para prajurit, raja Feng Juanyun dan Jenderal Feng Long pergi ke sumber suara untuk memeriksa kondisi.
#Gerbang wilayah timur
Ketika sampai diwilayah timur, raja melihat para penduduk bersiap di dalam gerbang, tak ada satupun prajurit di wilayah timur, karena para prajurit telah tewas di habisi kerajaan kabut hitam waktu kemarin.
Melihat raja dan Jenderal Feng Long sampai di dekat Gerbang, dia bertanya kepada prajurit yang bertugas berjaga di menara pengawas.
"Penjaga, katakan situasi apa yang membuatmu meniup terompet!" tanya raja Feng Juanyun
"Puluhan ribu prajurit merah menuju kemari yang mulia!" teriak prajurit di atas menara pengawas
"Prajurit merah?" raja Feng Juanyun bingung karena setahu dia prajurit kabut hitam memiliki jirah perak yang biasa dipakai prajurit pada umumnya
karena bingung, diapun naik ke atas menara pengawas.
"Sejak kapan prajurit dari kerajaan kabut hitam memakai jirah merah?" tanya raja Feng Juanyun
"Aku rasa mereka bukan dari kerajaan kabut hitam, mereka terlihat aneh , berlari tak karuan sambil menengok ke arah belakang , tapi sudah dipastikan mereka menuju kemari." jawab prajurit di menara pengawas
Karena penasaran, raja Feng Juanyun terus menatap ke arah para prajurit merah, setelah dia perhatikan, walau sedikit samar, dia mengetahui kalau para prajurit merah itu adalah prajurit kerajaan angin, itu terlihat jelas dari lambang angin di jirah mereka, dan bendera kerajaan angin yang terkena noda darah.
"Buka gerbangnya!" teriak raja Feng Juan Yun
"Kenapa raja malah menyuruh membuka gerbang?" pikir penjaga gerbang
"Kenapa kau diam, cepat buka!"
"Dan untuk semua penduduk kerajaan angin, silahkan kembali menjalankan aktivitas seperti biasa, para prajurit di luar gerbang adalah prajurit dari ketiga jenderal kerajaan angin." ucap raja Feng Juanyun
"Cepat, apa kau tak mendengar raja!" bentak Jenderal Feng Long
"Ba.. baik jenderal." ucap penjaga gerbang
Setelah gerbang terbuka, semua penduduk membubarkan diri , sedangkan Jenderal Feng Long dan raja Feng Juanyun, menunggu para prajurit yang dipenuhi darah itu mendekati gerbang.
Ketika sampai dihadapan raja dan Jenderal Feng Long, semua prajurit dengan tubuh bermandikan darah, menghentikan langkah mereka, ketiga Jenderal yang awalnya berada di tengah-tengan para prajuritnya, keluar menghadap raja Feng Juan Yun.
"Kenapa kalian kembali?"
"Dan ada apa dengan tubuh kalian?"
"Aku hampir tak mengenali kalian, untung kalian membawa bendera dan memakai jirah kerajaan angin, jika tidak mungkin aku akan menghujani kalian dengan panah." ucap raja Feng Juan Yun
Mendengar ucapan raja, ketiga Jenderal langsung bersujud, diikuti dengan semua prajuritnya.
"Mohon ampuni kami, kami tak akan pernah meninggalkan kerajaan angin lagi." ucap ketiga Jenderal sambil bersujud
Semua prajurit mereka pun ikut bersujud dan berkata, " mohon ampuni kami yang mulia, kami akan bersumpah setia kepada kerajaan angin, mohon ijinkan kami bergabung melawan sekte iblis!"
Mendengar ucapan para prajurit, raja Feng Juanyun tersenyum, dia sedikit bernafas lega, karena jika ketiga jenderal tak kunjung kembali, sudah dipastikan akan banyak wilayah kosong yang tak terlindungi, dan iblis akan mudah menerobos ke dalam kerajaan.
Karena alasan itu, raja menerima mereka kembali, setelah diterima para prajurit dan ketiga Jenderal mengucapkan terima kasih sambil bersujud.
"Kalian tak perlu berterimakasih, aku memang memerlukan banyak bantuan sekarang ini , sekarang katakan padaku, apa alasan kalian kembali, dan kenapa tubuh kalian berwarna merah darah?" tanya raja Feng Juanyun
"Kami.. dihalangi Topeng bencana, dan darah yang membasahi tubuh kami, adalah darah dari prajurit kerajaan kabut hitam." jawab Feng Chu
"Kenapa Topeng bencana menghalangi kalian?" tanya raja Feng Juanyun
"Aku tak tahu alasannya, tapi ucapannya tak bisa kulupakan, dia bilang kalau mulai sekarang, kerajaan angin berada di bawah perlindungannya, dia juga bilang jika kami tak kembali ke kerajaan angin, kami akan dihabisi seperti kerajaan kabut hitam." jawab Jenderal Feng Chu
"Jadi alasan kerajaan kabut hitam tak menyerang hari ini karena hal itu ya, syukurlah, kalau Topeng bencana berada dipihak kita, aku jadi merasa lebih tenang." sambung raja Feng Juanyun
#Jauh Diluar wilayah daratan elemen
Dewa petir pergi keluar wilayah daratan elemen untuk menghilangkan rasa jenuh, karena dia hanya berwujud roh sekarang, dia bisa melewati perbatasan daratan elemen dengan mudah, tanpa disadari oleh para iblis penjaga lautan
Tujuan utama Dewa petir adalah menemui Dewa bumi yang bertugas menjaga keseimbangan alam di wilayah itu.
Setelah mencapai lokasi, dia menghantarkan listrik ke dalam tanah untuk memanggil roh Dewa Bumi.
Tak lama kemudian roh Dewa bumi muncul dari dalam tanah, menemui Dewa Petir dengan wajah kesal, karena merasa terganggu dengan sengatan listrik Dewa Petir.
"Hei Dewa Petir apa maksudmu melakukan ini!"
"Aku sedang sibuk menjaga keseimbangan alam, dan kau malah menggangguku dengan listrikmu itu!" bentak Dewa Petir
Disaat dibentak, bukannya merasa bersalah, Dewa petir malah tersenyum. "Hehehe."
"Kenapa kau malah tersenyum?" tanya Dewa Bumi
"Kok aku merasa terganggu dengan senyumannya ya?" pikir Dewa Bumi
"Peluk!" teriak Dewa petir
Dewa petir memeluk roh Dewa bumi dengan begitu kencang, dia melakukan ini karena sudah lama merasakan kesepian, dan tak bisa menyentuh apapun untuk dipeluk, dia telah mencoba memeluk banyak hal, memeluk hewan dia malah tembus, memeluk iblis dengan tubuh Fisik, dia masih tembus, mencoba memeluk roh manusia dan roh iblis dia malah membuat roh mereka hancur, dia semakin pusing karena tak bisa menyentuh roh dan tubuh fisik.
Dewa petir mencoba bicara pada manusia selain Xiao Tian untuk menghilangkan setresnya, tapi tak ada yang merespon, dia juga mencoba mengajak ngobrol para roh iblis dan roh manusia, tapi tak ada yang merespon,dan terakhir karena sudah pusing tujuh keliling dia mengajak bicara para hewan, tapi tak ada satupun yang mendengar ucapannya.
Ada alasan dibalik kesulitan Dewa petir berkomunikasi dengan makhluk selain Dewa, semua itu karena dunia ini ada 3 alam yang berbeda,
yang pertama alam para roh manusia atau makhluk selain Dewa, yang kedua alam para manusia atau semua makhluk yang memiliki fisik, dan ketiga alam para roh Dewa.
Disaat para Dewa dalam bentuk roh, mereka bisa melihat ,dan mendengar pembicaraan para makhluk dengan tubuh fisik atau pembicaraan para roh manusia dan makhluk selain Dewa
Sedangkan makhluk yang memiliki Fisik dan makhluk tanpa fisik, tak bisa melihat, atau mendengar suara dari roh para Dewa, jika mereka ingin mendengar ucapan para roh Dewa, mereka harus memiliki ijin Kaisar langit, atau para budha.
Itulah alasan kenapa hanya Xiao Tian yang bisa melihat Dewa Petir, sedangkan SunLong meski dia merupakan roh iblis, dia bisa melihat roh Dewa petir karena telah menjadi roh beladiri Xiao Tian, sebelum menjadi roh beladiri Xiao Tian, dia tak bisa melihat roh Dewa petir.
Dengan menjalin kontrak dengan manusia, para roh bisa berbagi penglihatan dengan tuannya dan bisa berbagi kemampuan, Karena Xiao Tian memiliki kemampuan melihat roh Dewa, SunLong pun ikut memiliki kemampuan tuannya, begitu juga sebaliknya, karena SunLong memiliki kemampuan menyerap iblis maka Xiao Tian juga memiliki kemampuan tersebut.
"Woi aku bukan bantal guling, yang bisa kau peluk seenaknya!" bentak Dewa Bumi
"Ayolah, biarkan aku peluk lebih lama, kalau tidak... kusetrum kau dengan listrik yang lebih kuat, atau bagaimana kalau kau kusambar dengan petir?" ucap Dewa Petir
Dewa Bumi pasrah dipeluk Dewa Petir karena tak ingin tersambar petir.
"Sampai kapan aku harus pasrah dipeluk oleh seorang pria?" pikir Dewa Bumi
"Ah walau hanya memeluk seorang pria, aku merasa damai karena bisa menyentuh makhluk lain." ucap Dewa petir
"Kalau kau mau memeluk makhluk lain, kau kan bisa kembali ke tubuh fisikmu!" bentak Dewa Bumi
"Tubuhku disembunyikan disuatu tempat, dan hanya aku dan orang yang menyembunyikannya yang tahu lokasi tubuhku."
"Dan setahuku tubuhku dikurung di tempat yang kedap suara, pria itu benar-benar menjengkelkan, aku berteriak dan menunggu lama, tapi tak kunjung membuka pintu, karena merasa bosan, akhirnya aku memutuskan meninggalkan tubuh fisikku." ucap Dewa Petir
"Kenapa kau menyembunyikan tubuhmu?"
"Apa kau sedang terlibat masalah?"
"Katakan dimana tubuhmu disembunyikan, akan kubantu mengeluarkan tubuhmu." ucap Dewa Bumi
"Aku dan dia terikat perjanjian Dewa, tak boleh memberi tahu makhluk lain tentang lokasi tubuhku, jadi maaf aku tak bisa memberitahumu." sambung Dewa Petir
"Haih kalau begitu kau akan menjadi roh sampai kapan?" ucap Dewa Petir
"Sampai istriku menjemputku, aku yakin dia tak akan sanggup menahan rindu, saat aku tak pulang-pulang." sambung Dewa Petir
"Begitu ya, bisakah kau beritahu, sampai kapan kau memelukku?" tanya Dewa Bumi
"Diam dan terima nasibmu, penderitaanmu kali ini jauh lebih ringan dari pada derita yang kualami, aku telah menunggu hingga 15 hari lebih di ruang hampa, bayangkan saja selama 15 hari lebih, hidup seorang diri, tanpa ada orang yang bisa diajak ngobrol, rasanya begitu sepi tahu!"
"Andai kau merasakan apa yang kurasakan, aku jamin kau sudah gila." ucap Dewa Petir
"Aku tak perlu merasakan itu, dipeluk olehmu selama berjam-jam saja, sudah bisa membuatku gila tahu!" bentak Dewa Bumi
"Nikmati penderitaanmu, heheheh." ucap Dewa petir
"Huhuhu, di dunia para Dewa aku suka dijahili Wu Kong, satu satunya tempatku bersantai hanyalah di alam ini, kupikir hari ini juga bisa bersantai, tapi malah harus menemani seorang pria mengobrol sambil membiarkannya memelukku selama berjam-jam, kenapa takdir begitu kejam padaku, huhuhu." pikir Dewa Bumi
Jangan Lupa Klik Like dan tinggalkan komentar ya, dan jika belum memberi bintang 5, tolong bantu klik bintang 5 ya, agar rating tidak turun, dan author semangat menulis cerita