Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 233 : Wukong dan tugasnya


Setelah mengetahui kultivasi Xiao Tian yang semakin jauh dari jangkauannya, Taiwu yang saat itu masih terjebak dalam tingkat Grand master petarung lapisan puncak merasa sangat gagal sebagai seorang pengawal.


Dia terlihat begitu frustasi sehingga menundukkan kepalanya begitu lama.


Meluhat mental Taiwu yang agak menciut, Dewa kera Sun Wukong tak bisa menahan diri untuk mengatakan hal yang mengganjal di hatinya.


Dengan nada kesal dia berkata, "Apakah itu sikap seorang pengawal?"


"Seorang pengawal harusnya bangga melihat tuannya menjadi semakin kuat. Jika seorang pengawal merasa gagal setelah melihat perkembangan tuannya, maka kau tak bisa disebut sebagai seorang pengawal."


"Tapi tak lebih dari seorang teman seperjalanan saja."


"Seorang pengawal harus memperkuat dirinya jika memiliki tuan yang lemah, bukan berarti seorang tuan tak boleh lebih kuat dari pengawalnya."


"Jika orang yang kita lindungi jauh lebih kuat dari kita, maka kita hanya perlu mengejarnya. Ingatlah itu baik baik."


"Memangnya apa yang kau ketahui sebagai seorang pengawal?"


"Pengawal yang dilindungi tuannya merupakan aib bagi seorang pengawal. Sedangkan aku terlalu sering dilindungi tuanku, sejak dia lemah hingga sekarang," sambung Taiwu sambil menatap ke tanah.


"Memangnya kau tahu apa tentang diriku, ha?" Wukong mendadak emosi hingga menarik kerah baju Taiwu hingga wajah mereka berdekatan.


"Meski kau masih lemah saat ini, setidaknya kau masih bisa bertemu dengan orang yang ingin kau lindungi. Dilindungi oleh seorang tuan merupakan aib katamu?"


"Kau salah besar, aib bagi seorang pengawal adalah kematian dari tuan yang harus mereka lindungi. Camkan itu baik-baik!" bentak Wukong sambil mendorong mundur Taiwu.


Setelah mendorong mundur Taiwu, Wukong membalikkan telapak tangannya sehingga menghadap ke atas langit. Lalu memunculkan pil yang dia racik dari intisari bunga kristal es dan kristal duri naga.


Sambil melemparnya ke tubuh Taiwu Wukong pun berkata, "Itu adalah pil yang akan menyembuhkanmu. Telan dan jadilah seorang pengawal yang sesungguhnya!"


Pil tersebut terjatuh ke daratan awan karena Taiwu tak langsung mengambilnya. Tempat pil itu terjatuh, tepat di depan ibu jari kaki kanan Taiwu.


Setelah melempar pil racikannya, dia langsung membalikkan badan sehingga menghadap ke arah Xiao Tian. Sambil menatapnya, Wukong pun berkata, "Ayo kita mulai latihannya."


"Tunggu, bukankah waktu di ruang kaisar langit bunga kristal es dan kristal duri naga masih belum berbentuk pil?" tanya Xiao Tian sambil menatap Wukong.


"Maksudmu yang ini?"


ucap Wukong sambil mengeluarkan tiga pasang bunga Kristal es dan tiga buah kristal duri naga di masing masing tangannya.


"Sebenarnya berapa banyak bunga kristal es dan kristal duri naga yang kau miliki?" tanya Xiao Tian dengan mata terbelalak.


"Aku memiliki lebih dari dua puluh pasang, naga putih memberikannya padaku setiap kali aku datang berkunjung. Kalau kau mau, kau boleh memilikinya," ucap Wukong sambil melempar bunga kristal es dan kristal duri naga kepada Xiao Tian.


"Apa kau serius?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Untuk apa aku berbohong, toh aku tinggal minta lagi saja pada naga putih jika memerlukannya lagi," jawab Wukong dengan santainya.


"Kaibo bahkan mempertaruhkan nyawanya demi mendapatkan bunga kristal es, dan sekarang dia memberikannya seperti membalikkan telapak tangan."


"Benar benar sulit dipercaya," pikir Xiao Tian sambil menepuk dahinya.


Setelah menerima tiga pasang bunga kristal es dan kristal duri naga, Xiao Tian langaung menyimpan benda benda langka tersebut ke dalam cincin ruangnya.


"Apa kau sudah siap berlatih sekarang?" tanya Wukong sambil menatap Xiao Tian.


"Tentu saja," jawab Xiao Tian dengan senyum tipis di wajahnya.


"Apa Jingmi boleh ikut berlatih?" tanya Jingmi sambil menarik pakaian Xiao Tian.


Xiao Tian menatap ke arah Wukong karena tak tahu jawaban apa yang harus dia ungkapkan. Melihat Xiao Tian kehabisan kata kata, Wukong langsung menganggukkan kepalanya sambil mengedipkan kedua matanya. Dia mengisyaratkan bahwa Jingmi juga bolwh ikut berlatih.


"Tentu saja kau boleh ikut, tapi jangan membuat repot paman wukong ya," ucap Xiao Tian sambil mengelus kepala Jingmi.


"Ehm," ucap Jingmi sambil menganggukkan kepalanya.


Ketika Wukong berjalan mendekati Xiao Tian, Taiwu berkata, "Bisakah kau ajarkan aku juga?"


Mendengar suara Taiwu membuat Wukong tersenyum tipis, dengan senyum di wajahnya dia pun berkata, "Tentu saja, kau juga boleh berlatih."


"Perlu kuingatkan, waktu disini berbeda dengan waktu di alam nyata. Satu hari disini sama dengan satu hari di alam nyata. Kalau dari penjelasanku tadi, kalian pasti langung berpikir bahwa dimensi kekosongan tak jauh berbeda dengan ruang hampa bukan?"


Xiao Tian, Taiwu dan Jingmi menganggukkan kepala mereka karena memikirkan hal yang sama.


"Kalau kalian pikir latihan disini akan saka seperti latihan diruang hampa, maka kalian salah besar. Di dimensi kekosongan aku bisa mengatur suhu, gravitasi hingga tekanan roh yang bisa membuat bulu kuduk kalian merinding."


"Tak perlu basa basi lagi, cepat latih kami agar menjadi lebih kuat," ucap Taiwu sambil menatap Wukong.


"Tubuh tiruan?" ucap Xiao Tian dalam hati.


"Jadi ini caramu melatih kami secara bersamaan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Wukong.


"Benar sekali, seperti yang kujelaskan di awal pertemuan kita di dimensi ini. Kalian harus dilatih secara terpisah agar lwbih fokua berlatih," ucap Wukong sambil tersenyum tipis.


######


Belum sempat Kaisar Langit dan Dewa Petir memanggil Dewi Quan Im, terdengar suara ketukan pintu disertai teriakan para prajurit dari luar kamarnya.


Tok tok tok


"Kaisar Langit, tolong bukalah pintunya!"


"Wukong membuat keributan diluar perbatasan istana Langit!" teriak prajurit surga sambil mengetuk pintu kamar rahasia.


Setelah mendengar kabar tentang Wukong yang membuat ulah, Kaisar langit langsung membuka pintu dan keluar dari kamar rahasianya. Diikuti oleh Dewa Petir yang ikut berjalan di belakangnya.


"Keributan apalagi yang dilakukan kera itu?" tanya Kaisar Langit sambil menatap para prajurit surga.


"Dia menghajar semua Dewa Dewi yang ingin mengunjungi istana Langit. Bahkan Dewa Erlang pun tak dia ijinkan lewat."


"Para prajurit surga yang berani ikut campur juga ikut menjadi bulan bulanan Dewa Kera!" teriak prajurit surga sambil menundukkan kepala mereka.


Setelah mendengar ucapan para prajurit surga, Kaisar Langit menutup pintu kamar rahasianya lalu berkata, "Jaga kamar ini dan jangan biarkan siapapun masuk!"


"Baik yang mulia," ucap para prajurit sambil memberi hormat.


"Ayo kita pergi ke perbatasan istana Langit," ucap Kaisar Langit melalui telepati.


"Baik yang mulia." jawab Dewa Petir melalui telepati.


Kaisar Langit mengaktifkan teknik teleportasi sehingga menghilang dari pandangan semua orang. Dewa Petir juga menggunakan teknik yang sama untuk mengikuti Kaisar Langit menuju perbatasan istana Langit.


#Perbatasan istana Langit


Kaisar Langit terkejut bukan main, melihat ratusan Wukong menghadang para Dewa di perbatasan dan menyerang setiap Dewa yang memaksa menerobos.


Ketika ingin turun tangan melawan Wukong, Terdengar suara Dewi Quan Im di dalam pikiran mereka, "Jangan ikut campur, Wukong melakukan ini atas permintaanku. Kera itu memang agak nakal, tapi dia telah berubah sejak melakukan perjalanan ke barat."


"Apa alasanmu melakukan semua ini, Dewi?"


"Jika kau ingin menghentikan para Dewa, kau cukup menampakkan diri dan menjelaskan maksud dan tujuanmu," tanya Kaisar Langit sambil menatap ke atas langit.


"Aku sedang memiliki urusan di alam semesta pertama. Tak bisa datang kesana karena keadaan yang mmendesak. Para budha juga sedang memiliki urusan mereka sendiri," jawab Dewi Quan Im melalui telepati.


"Lalu apa tujuanmu melakukan ini, Dewi?" tanya Kaisar Langit.


"Apa kau tak aneh melihat para Dewa berdatangan satu persatu?" tanya Dewi Quan Im.


"Bukankah mereka datang untuk melaporkan rincian tugas mereka?" jawab Kaisar Langit sambil menatap ke atas Langit.


"Kau salah, mereka datang karena merasakan hawa keberadaan ular Yin dan Yang. Pusat dari badai dan cuaca buruk di seluruh alam semesta terlihat jelas ketika roh beladiri ular Yin dan Yang masih menampakkan potensi maksimalnya. Deki menghalangi para Dewa aku menyuruh Wukong menghadang dan menghajar semua Dewa yang mencoba menerobos. Tenanglah, dia tak akan membunuh satupun penduduk langit karena aku yang telah membuatnya berjanji akan hal itu."


Setelah mendengar penjelasan Dewi Quan Im, Kaisar Langit tak jadi marah akan tingkah Wukong. Dia malah ikut turun tangan menghajar para Dewa Dewi hingga tak sadarkan diri.


Setelah membuat mereka tak sadarkan diri, Kaisar Langit mengaktifkan sebuah lingkaran sihir yang bisa menghapus ingatan para Dewa Dewi. Semua itu dia lakukan agar mereka melupakan tentang pertanda kemunculan roh beladiri legendaris ular Yin dan Yang.


Setelah Kaisar Langit menghapus ingatan mereka, Dewa Petir menyembuhkan luka para Dewa Dewi satu persatu dengan hidung yang mimisan.


Tepat setelah para Dewa Dewi telah disembuhkan, tubuh tiruan Wukong mengembalikan tubuh mereka ke kediaman masing masing agar mereka tak curiga saat sadarkan diri.


"Kenapa hidungmu mimisan?" tanya Kaisar Langit sambil menatap Dewa Petir.


"Apa kau tak melihat pemandangan segar dari pakaian dalam para Dewi?" tanya Dewa Petir sambil menatap Kaisar Langit.


Setelah mendengar jawaban Dewa Petir, Kaisar Langit langsung memberi penghormatan ala prajurit modern. Tangan kanannya di tempelkan ke dahi dengan siku yang ditekukkan. Punggung tangan kanannya menghadap ke atas langit, sedangkan telapak tangannya menghadap ke daratan.


Tak lama setelah itu, pundak Dewa Petir terasa begitu berat karena ada tangan wanita yang tiba tiba memegang pundaknya dari belakang.


"Bisa kau ulangi ucapanmu?" tanya Dewi petir sambil menepuk pundak Dewa Petir.


"Berjuanglah saudaraku," ucap Kaisar langit melalui telepati.


"Berjuang matamu!" pikir Dewa Petir dengan wajah yang membiru.