
Saat semua orang terfokus pada urusan masing masing. Black Dragon berjalan mendekati White Dragon dan berkata, "Tuanku sudah sadar saat ini, bisakah tuan Leluhur mengajarkanku cara berubah ke fisik naga?"
"Tentu!" White Dragon menjawab tanpa ragu.
Sunlong yang tak sengaja mendengar hal tersebut, tentu saja langsung tertarik untuk ikut andil dalam latihan itu, namu White Dragon menolak keikut sertaannya dengan berkata, "Sejak awal kau sudah tak memiliki fisik naga, dan tubuhmu saat ini bukanlah tubuh aslimu, melainkan fisik seorang manusia yang kau rasuki. Sebelum memiliki fisik seorang naga, atau membuat fisikmu sendiri, jangan berani mengikuti latihan kami!" tegas White Dragon saat melihat Sunlong menatap ke arahnya.
"Ikuti aku, Black Dragon!" White Dragon keluar ruangan dengan sikap tegas dan mendominasi, Black Dragon yang sudah lama merindukan fisik seorang naga, tentunya segera mengikuti White Dragon tanpa ragu. "Uhm!"
"Cih!"
"Kalian berdua juga ikuti aku!"
"Ada beberapa hal yang ingin ku ceritakan!" Sunlong nampak kesal namun tak dapat protes karena yang menegurnya adalah leluhurnya sendiri.
"Baik, tuan leluhur," Kaibo dan Jigmi menjawab tanpa ragu.
Saat hendak keluar kamar, Jingmi menatap Xiao Tian sejenak lalu berkata, "Kau benar benar luar biasa, ayah Xiao Tian!"
"Uhmm." Xiao Tian merasa lega melihat Jingmi baik baik saja. Hingga akhirnya pertanyaan yang merepotkan pun berdatangan disaat tak ada kehadiran yang mencolok lagi. Meskipun Dewa Petir ada disana, Xiao Tian dan para naga suci jelas lebih menonjol dari pada dirinya, itulah yang membuatnya terabaikan meski masih terkapar di dekat tembok ruangan.
'Kenapa Dewa Obat harus mewariskan roh beladiri sekuat itu pada manusia sih, bukannya akan hebat kalau dia menggunakannya sendiri?' Dewa petir terlihat penasaran akan keputusan dewa obat sebelumnya. Dan teringat akan kata kata yang sering dia ucapkan, 'Dalam waktu dekat, aku pasti akan tiada, namun aku dapat bereinkarnasi kembali, itupun bukan hasil dari bantuan makhluk alam langit, alam atas maupun alam bawah, tetapi berasal dari makhluk alam fana yang akan kuangkat sebagai muridku.'
'Jika masanya tiba, tolong bimbing muridku hingga melampaui semua Dewa di istana Langit.'
'Karena jika hal itu sudah tercapai, maka tak lama aku akan bangkit, bahkan meski fisikku hancur, rohku tanpa fisikku akan tetap ada.'
Dewa petir mengingat ingat ucapan Dewa Obat dimasa lalu, dan mendapatkan sebuah pencerahan di kalimat akhirnya. Dengan tampang serius dan sedikit tersentak dia pun bergumam, "Bahkan jika fisiknya hancur, roh tanpa fisiknya akan tetap ada ... ,mungkinkah maksudnya kesadaran di dalam relik buatannya?"
"Tidak, bukan itu. Jelas jelas relik memiliki sebuah fisik!"
"Satu satunya roh yang terkait dengannya, dan tak memiliki sebuah fisik sendiri adalah, Roh Ular Yin dan Yang!"
"Akhirnya kau menyadari keberadaanku, Dewa petir!" Suara Dewa Obat sebelumnya terdengar jelas dipikiran Dewa Petir. Mengejutkan dirinya hingga tak sanggup berkata kata.
Dalam benak Dewa Petir hanya terlintas sebuah pikiran, Yaitu, Roh ular Yin dan Yang terkait dengan Reinkarnasi sang Dewa Obat! Dan takdir dari perjalanan Xiao Tian dalam membangkitkan Reinkarnasi Sang Dewa Obat, ternyata sudah di atur oleh sang Dewa Obat itu sendiri. Dewa Petir memikirkan hal tersebut, karena sang Dewa Obat pernah memberi tahunya, bahwa dia dapat membaca aliran Waktu dan mengubahnya sesukanya.
"Jadi ... , selama ini, kami menari di dalam aliran waktu yang sudah kau atur agar dapat bereinkarnasi kembali?" tanya Dewa petir dalam hatinya. "Kenapa kau menyembunyikan fakta ini begitu lama, dan apa sebenarnya tujuanmu akan hal itu?"
Krakkk!!!!
Aliran waktu tiba tiba saja berhenti, berbeda dengan saat momentum para Dewa, kali ini semuanya nampak hitam putih. Dan satu satunya makhluk hidup yang dapat bergerak saat ini ialah, Dewa petir.
Di dalam kesunyian warna hitam dan putih, muncullah sosok yang menyilaukan dari dalam tubuh Xiao Tian. Sosok itu awalnya menyerupai ular hitam dan putih, namun setelah menari nari di atas udara dan bertabrakan satu sama lain hingga menjadi satu kesatuan, wujud seorang pria berambut putih lurus panjang, berpakaian serba putih dengan beberapa corak akar berwarna emas. Kulitnya seputih mayat, dan pupil putih berselimut selaput hitam menambah kengerian sosoknya.
Aura yang terpancar darinya pun terasa cukup kuat bahkan mendekati kekuatan seorang Budha. Sangat jelas bahwa makhluk itu sudah melampaui nalar para Dewa. Setelah melihat sosok itu, barulah Dewa petir menyadari siapa makhluk dihadapannya itu.
Mitos hidup yang telah lama dimusnahkan dari alam teratas di alam suci. Transenden superior dari segala jenis transenden, Eternal God Yin Yang master!
"Ssshhh!!"
"Jangan takut, aku tak akan membunuhmu. Lagipula, aku masih membutuhkan bantuanmu untuk membimbing Xiao Tian mengumpulkan semua pecahan jiwaku."
"Tepat setelah semua relik Kaisar iblis terkumpul berdekatan dengan pewaris roh beladiriku, disanalah kebangkitanku akan sempurna!"
"Aku tak perlu lagi menyamarkan diri sebagai seorang Dewa biasa di alam langit lagi." Makhluk itu berjalan mendekati Dewa petir.
"Aku masih belum mengerti, meski kau reinkarnasi makhluk keji itu, bukankah kau terlahir sebagai bayi tak berdosa dari klan Dewa Obat!?"
"Kudengar kedua orang tuamu di masa lalu, mengurusmu begitu baik hingga layak menyandang gelar Dewa Obat."
"Meskipun disayangkan, karena klan Dewa Obat hancur oleh sebuah bencana aneh, tapi bukankah kasih sayang klan itu sudah membekas di hatimu?" Dewa Petir bertanya dengan heran.
"Bencana aneh katamu?"
"Dasar bodoh!"
"Badai petir dan lautan api itu bukanlah bencana!"
"Tapi hasil dari mahakaryaku yang kugunakan untuk menghabisi klan itu!" tegas makhluk itu dengan senyum jahatnya.
Grabbb!!! Lengan makhluk itu meraih wajah Dewa petir, mencengkram, lalu mengangkatnya tinggi tinggi. Bersamaan dengan itu, dia pun berkata. "Kau dan Xiao Tian adalah pion untuk kebangkitanku di masa depan, jadi berhentilah mengatakan sebuah omong kosong!"
"Menarilah di dalam aliran waktu yang sudah ku atur, dan bersikaplah seperti biasanya!"
Woooshhhh, Ingatan Dewa petir terserap satu demi satu, hingga kenangan tentang sang Dewa Obat di masa lalupun lenyap begitu saja. Sedangkan ingatan yang lainnya tidak terganggu.
Brukkkk!!! Dewa petir terjatuh menghantam lantai dan mengalami perubahan fisik hingga menjadi seorang anak anak.
"Dengan ini, rencanaku tak akan terganggu!" makhluk itu kembali berubah menjadi roh ular Yin dan Yang, lalu meresap masuk ke dalam tubuh Xiao Tian. Kemudian, waktupun kembali mengalir dan semuanya dikejutkan oleh teriakan Dewa Petir yang terkejut akan penampilannya.
"A ... apa apaan ini!!!!" Dewa Petir berteriak kaget saat menyadari penampilannya. "Bagaimana bisa Dewa hebat sepertiku tiba tiba menjadi sosok anak kecil yang bisa ngompol kapan saja!" Dewa Petir meratapi nasibnya karena memiliki fisik seorang anak lima tahun. "Dari semua bentuk anak anak, kenapa aku mesti terlihat lebih muda dari kedua bocah iblis itu!!!"
"Sejak kapan di tempat ini ada anak kecil se imut dia!?" Semua orang tertegun saat melihat wujud Dewa petir. Awalnya bingung akan identitasnya, namun setelah melihat pakaian Dewa petir yang nampak kebesaran di tubuhnya, serta cara bicaranya yang khas, semua orang pun segera menyadari dan berkata dengan heran, "Dewa Petir?"
Sementara itu, jauh di dalam dimensi lain di tubuh Xiao Tian. Makhluk mitos yang memiliki ikatan denan roh ular Yin dan Yang mengawasi Xiao Tian secara diam diam.
"Memberikan pil yang mengandung pecahan mustika ularku, memang sebuah rencana yang cemerlang!"
"Tembok kultivasi yang tak bisa ditembus oleh tubuh Dewa Obat, tak lama lagi akan kucapai!"
"Teruslah kuatkan kultivasimu, dan kumpulkan semua relik kaisar iblis. Meskipun beberapa relik dan pecahan jiwaku telah dihancurkan, semuanya masih berada dalam prediksiku."
"Teruslah menari dalam takdir yang kuatur, muridku!"