Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 266 : Menyelamatkan kawan lama (bagian ke dua)


Sun Long terkejut setelah melihat wajah dibalik topeng tengkorak yang ada di hadapannya.


Xiao Tian menutup mulut Sun Long karena tak ingin Lin Zheng mendengar ucapan Sun Long.


"Akan kujelaskan semuanya setelah kita keluar dari sini. Untuk sekarang biarkan aku melepas rantai pengikat roh yang terikat di leher, kaki serta kedua tanganmu itu," bisik Xiao Tian sambil menatap Sunlong.


Krakk


Krakk


Xiao Tian melepaskan rantai yang mengikat Sun Long tanpaengeluarkan banyak tenaga. Melihat Sun Long di bebaskan oleh Xiao Tian, para roh iblis yang melihatnya mulai berisik meminta untuk di bebaskan.


"Lepaskan kami juga, tolonglah," ucap para roh iblis.


"Kami lebih berguna jika dibandingkan dengan kadal kecil lemah itu," ucap para roh iblis.


"Jika kau menolong kami, kami berjanji akan mengikutimu hingga roh kami menghilang dari dunia ini," ucap para roh iblis sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Kami berjanji tak akan menyusahkanmu. Kami akan menutup mulut kami rapat rapat agar orang di luar tak menyadari penyamaranmu. Tapi jika kau menolak melepaskan kami, maka jangan salahkan kami jika kau tertangkap," ancam salah satu roh iblis sambil menatap ke arah Xiao Tian.


"Setujui saja permintaan para roh iblis, memiliki ratusan roh iblis sebagai pengikut bisa membuatmu menjadi semakin tak terkalahkan. Setidaknya mereka jauh lebih berguna dari pada kadal jelek yang ada di hadapanmu," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Siapa yang kau panggil kadal jelek ha!" bentak Sunlong sambil menatap Dewa petir.


"Kau masih bisa melihatku?"


"Bukankah ikatanmu dengan Xiao Tian telah lama terputus?" tanya Dewa petir sambil menatap Sunlong.


"Cih, hanya karena aku tak terikat lagi dengan Xiao Tian. Bukan berarti aku tak bisa melihatmu lagi. Meski kultivasiku sangatlah lemah saat ini, aku tetaplah seorang kaisar iblis. Melihat roh dewa sepertimu bukanlah sesuatu hal yang aneh lagi," ucap Sunlong sambil menatap Dewa petir.


"Cih, jangan berbohong padaku. Saat di gunung iblis dulu, kau bahkan tak menyadari kehadiranku saat merasuki tubuh Xiao Tian untuk menundukkanmu."


"Katakan padaku, teknik macam apa yang sedang kau gunakan hingga bisa melihat rohku!" tegas Dewa petir sambil menatap Sun Long.


"Haih, ternyata kau lebih pintar dari pada penampilanmu," sambung Sun Long sambil menepuk kepalanya.


"Maksudmu!" ucap Dewa petir dengan tampang kesal.


"Sudah sudah, jangan ribut disini. Kita tak punya banyak waktu lagi. Dari pada ribut tak jelas lebih baik bantu aku melepaskan para roh iblis yang ada disini," ucap Xiao Tian sambil melerai Dewa petir dan Sun Long.


"Walau ucapanmu ada benarnya, tapi kami tetap tak bisa membantu loh. Rantai yang mengikat semua roh adalah rantai khusus yang bisa mengikat roh. Aku dan kadal jelek ini sama sama roh tanpa fisik. Kami tak akan bisa melepaskan rantai tersebut meski bukan kami yang terikat," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.


"Dewa busuk, berhenti memanggilku dengan sebutan kadal jelek!" bentak Sun Long.


"Sstttt,"


"Apa kau lupa kalau ada musuh yang berjaga diluar?" ucap Xiao Tian sambil menutup mulut Sun Long.


"Apakah semuanya baik baik saja?"


"Tuan Xian Yun?" tanya Lin Zheng sambil berjalan memasuki ruang penyekapan roh iblis.


"Semuanya baik baik saja kok, kau tak perlu khawatir. Aku bisa mengatasinya sendiri," ucap Xiao Tian dengan topeng tengkorak yang telah dia pakai kembali.


"Begitu ya, kalau begitu aku akan kembali berjaga di luar. Kalau memerlukan bantuanku, panggil saja namaku," ucap Lin Zheng sambil menatap Xiao Tian.


"Ya tenang saja, aku pasti akan memanggilmu jika terjadi masalah yang tak bisa aku atasi sendiri," ucap Xiao Tian sambil menutup mit Sun Long.


"Baiklah kalau begitu aku pamit keluar. Tapi ngomong ngomong bisakah kau jelaskan mengapa kau melepas rantai roh yang mengikat roh kadal iblis itu?" tanya Lin Zheng sambil menatap Xiao Tian.


"Roh kadal iblis katanya?"


"Rantai roh bisa memperlambat penyerapan roh iblis. Melepaskan rantai tersebut bisa mempercepat proses penyerapan. Itulah alasan aku melepas rantainya. Nun cara ini sangat beresiko, karena roh iblis bisa saja mengamuk disaat rantainya terlepas. Untuk melakukan metode ini, kau harus memastikan kultivasimu tak berada di bawah roh iblis yang ingin kau serap," jelas Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.


"Oh begitu ya, terimakasih karena telah menjelaskannya kepadaku. Aku akan mengingat hal ini. Oh iya ngomong ngomong ... ," belum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian menghentikan langkah Lin Zheng dengan lima jarum beracun yang telah dia rampas dari para pendekar putih disaat Lin Zheng sedang lengah. Dia melemparkan jarum jarum tersebut ke leher Lin Zheng di saat dia sedang menoleh ke arah lain karena ingin pergi meninggalkan ruangan.


"Tu ... tuan. Apa maksud semua ini?"


"Kenapa kau meracuniku?" tanya Lin Zheng sebelum menemui ajalnya.


"Satu jarum beracun bisa melumpuhkan seluruh tubuh seseorang. Apa jadinya jika aku menancapkan lima jarum beracun dalam tubuh seorang manusia secara bersamaan?" tanya Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.


"Tolong berhenti bercanda tuan, ini tidaklah lucu. Aku tak sanggup menahan rasa sakit ini. Tolong berikan aku penawarnya, jika tidak aku bisa mati karena racun ini," ucap Lin Zheng sambil menatap Xiao Tian.


"Penawar?"


"Racun dari jarum sakti tidak ada penawarnya. Bukankah kau juga mengetahui hal tersebut?" tanya Xiao Tian sambil mengeluarkan pedang hitam dari cincin ruangnya.


"Apa yang anda ingin lakukan dengan pedang itu?"


"Tolong singkirkan pedangnya," ucap Lin Zheng dengan tubuh yang terdiam kaku karena terkena efek jarum beracun.


Clebbb


"Maafkan aku Lin Zheng, keberadaanmu adalah ancaman bagiku. Tidurlah yang nyenyak dan sesalilah keputusan bodohmu karena terlalu setia kepadaku," ucap Xiao Tian sambil menusuk perut Lin Zheng.


"Kenapa kau menusukku?"


"Aku sangat setia kepadamu?"


"Bisakah kau jelaskan padaku, tuan Xian Yun?" tanya Lin Zheng dengan mata yang terbelalak.


"Kenapa aku menusukmu?"


"Tentu saja karena aku menganggapmu sebagai musuh yang cukup berbahaya," ucap Xiao Tian sambil mencabut kembali pedangnya dari perut Lin Zheng.


"Kenapa?"


"Kenapa kau melakukan ini tuan?"


"Aku sangat setia kepadamu, tapi kenapa kau menganggapku sebagai musuh yang berbahaya?" tanya Lin Zheng dengan air mata yang mengalir.


"Jawabannya sederhana, karena aku bukanlah tuanmu," ucap Xiao Tian sambil membuka topeng tengkoraknya.


"Si ... siapa kau?"


"Meski tuan Xian Yun menyembunyikan wajah aslinya di balik topemg tengkorak yang kau pakai, aku sangat yakin bahwa kau bukanlah tuan Xian Yun."


"Wajahnya memang tak pernah ditunjukkan kepada orang lain, aku pernah melihat wajah asli tuan Xian Yun disaat dia sedang makan.


" Siapa kau sebenarnya, bagaimana bisa topeng dan jubah milik tuan Xian Yun ada padamu?" tanya Lin Zheng sambil mencoba menghentikan pendarahan di perutnya.


"Maaf saja, aku tak akan menjawab pertanyaan dari seseorang yang telah tiada. Meski kau masih hidup untuk sekarang, dalam hitungan beberapa menit lagi kau pasti akan tewas," ucap Xiao Tian sambil menatap Lin Zheng.


Setelah menghabisi Lin Zheng, Xiao Tian melepaskan para roh iblis sesuai anjuran Dewa petir. Karena jumlah roh iblis yang dia selamatkan berjumlah ratusan, Xiao Tian terpaksa menyuruh mereka masuk ke dalam ruang hampa. Semua ini dia lakukan karena tak mungkin untuk menteleportasikan semuanya sekaligus.


Dewa petir juga disuruh masuk ke ruang hampa untuk mengawasi Dian Zheng agar tak menghabisi para roh iblis saat mereka memasuki ruang hampa.


Ketika sudah selesai dengan urusannya, Xiao Tian memakai kembali topeng tengkoraknya. Lalu pergi meninggalkan ruangan tepat setelah dia mengambil kembali lima jarum beracun dari leher Lin Zheng.