
"Aku memang ingin membebaskanmu, tapi tidak sekarang," Xiao Tian membalas ucapan naga putih dengan tatapan serius.
Karena merasa dipermainkan, Naga putih Memancarkan hawa membunuh yang di khususkan ke arah Xiao Tian. Namun Xiao Tian tak mendapatkan dampak apapun dari pancaran hawa membunuh tersebut. "Berhenti mempermainkanku manusia!"
"Simbol roh naga suci akan aktif secara otomatis setiap kali mentalku diserang."
"Semua serangan mental baik melalui tekanan kekuatan jiwa ataupun tekanan dari hawa membunuh tingkat atas, tidak akan pernah berefek padaku. Jadi, berhentilah mencoba menggertakku," Xiao Tian tersenyum dengan bangga dengan simbol roh naga suci yang aktif secara otomatis di tengah dahinya.
"Kalau serangan mental tak bisa, maka ... " sebelum naga putih menyelesaikan kalimatnya, sebuah gelombang kejut dari dalam tembok melintas melewati tubuh Xiao Tian dan naga hitan. Bersamaan dengan lewatnya gelombang kejut tersebut, tiba tiba saja Xiao Tian dan naga hitam berada di dalam dimensi ilusi sang naga putih.
Tempat tersebut begitu hampa dimana kegelapan menyelimuti semuanya. Hanya satu p enerangan dalam alam tersebut, yakni tubuh spiritual sang naga putih yang besarnya dua puluh kali lipat dari pada ukuran sang naga hitam versi raksasa. Karena itu Naga hitam nampak seperti semut dimatanya.
Tekanan jiwa yang keluar dari tubuh spiritualis sang naga putih sangatlah kuat sehingga membuat naga hitam menunduk ketakutan.
Sedangkan Xiao Tian masih sanggup menahan tekanan tersebut, berkat bantuan simbol roh naga suci.
Tak seperti saat berada di dalam tubuhnya, simbol roh naga suci di dahi Xiao Tian tetap terlihat menempel jelas di dahi Xiao Tian.
"Menarik, ini adalah pertama kalinya aku melihat seorang manusia yang berhasil menguasai simbol roh naga suci hingga ke tahap tiga. Kau benar benar berhasil melewati ekspektasiku terhadapmu, manusia," Naga putih menatap tajam ke arah Xiao Tian dengan menggunakan mata merah menyalanya.
"Jadi sekarang, apakah kau percaya kalau aku bisa mengeluarkanmu?" tanya Xiao Tian.
"Sejak awal aku sudah tahu bahwa kau bisa mengeluarkanku. Tepatnya aku mengetahui itu sejak kau mengeluarkan pedang draconic Auroramu. Makanya aku memintamu untuk mengeluarkanku segera. Tenang saja, aku pasti akan menepati janjiku untuk membantumu menolong para penghuni langit," Naga Putih menatap Xiao Tian sambil mengeluarkan suara yang menggema dan mendominasi.
Xiao Tian menghela napas dengan kedua mata agak tertutup, dan agak sedikit tersenyum. Dia juga menggaruk halus kepalanya sembari sesekali menghela napas.
"Aku memang ingin membebaskanmu dengan tujuan itu, namun Kaisar Langit memperingatkanku agar tak percaya pada ucapanmu begitu saja,"
"Kaisar Langit?"
"Apakah kau lebih percaya terhadap kaisar lemah itu dari pada Dewa yang maha perkasa ini?" Naga putih memelototi Xiao Tian, dengan raut wajah yang cukup kesal.
"Dulu sekali, Dewa petir pernah mewariskan berbagai macam teknik tingkat tinggi secara instan melalui kepalaku. Dan diantara teknik teknik tersebut, terdapat teknik legenda setingkat teknik para Dewa. Teknik itu dapat mengikat siapapun bahkan Dewa tingkat tinggi sepertimu, dan nama teknik tersebut ialah Teknik pengikat jiwa," Xiao Tian memasang tampang serius.
Naga putih seketika mendekatkan kepala besarnya dan berkata, "Apa maksudmu, aku harus mengikat jiwaku padamu agar bisa keluar!"
"Menurutmu?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum.
"Aku yang maha kuat ini, harus mengikat jiwaku padamu agar bisa keluar?"
"Apa kau bercanda!"
"Aku tak akan menyetujuinya!" Naga Putih membentak Xiao Tianz dengan kesal.
"Kalau begitu, negosiasinya batal." Xiao Tian langsung membalik badan, kemudian berjalan mendekati naga hitam sembari memunculkan pedang draconic Auroranya.
Xiao Tian menebaskan pedang tersebut ke udara, lalu muncullah sebuah robekan dimensi yang mengarah ke alam nyata. Setelah robekan dimensi itu muncul dengan sempurna, Xiao Tian mengajak naga hitam untuk masuk ke dalam portal tersebut. Naga putih yang sudah lama menginginkan kebebasan, akhirnya mengeluarkan suara dia tepat sebelum Xiao Tian melangkah masuk ke dalam sobekan dimensi.
"Tunggu dulu!"
"Baiklah, aku akan mengikat jiwaku padamu. Tapi ingat, kau harus melepaskan tekniknya saat aku sudah menunaikan tugasku!" Naga putih menatap Xiao Tian dengan tatapan angkuhnya.
"Tentu," Xiao Tian melenyapkan pedang draconic Auroranya. Lalu menggambar sebuah lingkaran dengan menggunakan Aura Dewa miliknya. Aura Dewa yang berwarna kuning ke emasan itu, melayang di atas udara dimana Xiao Tian menggambarnya. Setelah lingkaran aura berhiaskan bintang dan tulisan kuno telah berhasil dia lukis, Xiao Tian merapalkan mantra panjang di dalam hati, "Dengan mengorbankan sebagian aura Dewaku, pinjamkanlah kuasamu. Ikatlah makhluk dihadapanku, agar tak berbuat semaunya.,"
"Wahai pengatur seluruh jiwa, ikatlah mahkluk dihadapanku dengan belenggumu. Teknik Legenda, array pengikat Jiwa!"
"Aktifkan!" Seketika lingkaran aura tersebut melesat terbang mendekati kepala naga putih. Dan berhenti tepat disaat hampir mencapai dahinya.
"Wahali pengendali para jiwa, ikatlah diriku dengan belenggumu, aku menerima permintaan orang dihadapanku," Naga hitam memasang raut wajah yang serius karena telah membulatkan tekadnya. Tepat setelah dia mengucapkan sumpahnya, lingkaran Aura yang sempat berhenti langsung melesat masuk ke dalam dahi sang naga putih. Tak lama setelah itu, kedua pupil sang naga putih memancarkan simbol bintang dengan lingkaran emas sebagai tepinya. Pupil dari mata sang naga putih tersebut memancarkan sinar yang menyilaukan mata hingga membuat Xiao Tian dan naga hitam memejamkan mata mereka.
Namun, ketika mereka membuka mata kembali, Xiao Tian beserta naga hitam telah kembali di tubuh asli mereka. Dan kembali tersadar di hadapan tembok hijau yang menjulang tinggi.
Tanpa buang buang waktu, Xiao Tian yang telah mendapat ikatan dari jiwa sang naga putih, langsung memunculkan pedang Draconic Aurora miliknya. Kemudian menebas tembok keras dihadapannya hingga berhasil membuat lubang yang cukup besar.
Brukkkk ....!!!! Pecahan tembok hijau yang tertebas menghantam tanah setelah Xiao Tian potong hingga kecil kecil.
Tap tap tap, Xiao Tian dan naga hitam melangkah masuk ke dalam lubang di tembok untuk melihat sang naga. Namun tepat disaat mereka baru ingin masuk, seorang pria berwajah muda nan tampan berpapasan dengan mereka. Rambutnya nampak putih seperti pria tua. Memakai jirah berlapis sisik naga dengan warna putih keperakan yang cukup menyilaukan mata.
Tak hanya itu, bahkan celana dan sepatunya pun berwarna putih. Satu satunya yang tidak putih sempurna adalah kulit dan pupil matanya. Di belakang punggung pria itu pun terdapat sayap ****** yang dilapisi sisik naga.
Aura kuat disertai tekanan jiwa yang cukup familiar, membuat Xiao Tian dan Naga hitam yakin bahwa pria itu ialah perwujudan manusia dari sang Naga putih.
"Sepertinya kau sudah sangat siap sekarang, ayo kita pergi," Xiao Tian menyodorkan tanganya seakan ingin bersalaman. Sedangkan slalah satu lengannya dia tempelkan ke kaki sanh naga hitam.
"Apakah kau ingin menggunakan teknik teleportasi?" tanya naga putih sembari meraih lengan Xiao Tian.
"Sebelumnya aku menyimpan kekuatanku karena takut berselisih denganmu, tapi karena sekarang kau telah terikat dengan teknikku, maka tak ada gunanya menyimpan energiku lagi," Xiao Tian tersenyum tepat sebelum dia dan naga hitam menghilang dari tempat tersebut. Sedangkan naga putih yang sedang memeganginya, tentu saja ikut terbawa oleh teknik teleportasi jarak jauh milik Xiao Tian.