
Disaat para alkemis sibuk meracik pil, Xiao Tian menggambarkan susunan seratus jiwa dengan dia sebagai pusatnya. Seperti namanya, susunan tersebut hanya bisa diaktifkan jika terdapat seratus orang yang duduk bersila di setiap garis temu. Sama halnya dengan formasi susunan bintang enam, bagian terluar pola tersebut berbentuk lingkaran dengan pola bahasa kuno yang melingkar di dalam garis terluar. Hanya saja bedanya susunan tersebut tak hanya memiliki satu buah pusat. melainkan memiliki enam buah pusat lingkaran dengan Xiao Tian sebagai pusat utamanya.
Selain itu, terdapat perbedaan juga dalam jumlah orang yang dibutuhkan untuk mengaktifkan pola sihir tersebut. Yaitu harus diaktifkan oleh seratus orang petarung dengan tingkat terendah minimal seorang grand master petarung. Sama halnya formasi susunan bintang enam, susunan seratus jiwa juga dapat meningkatkan kekuatan dari orang yang berada di dalam pusat lingkaran susunan tersebut. Hanya saja terdapat perbedaan besar dalam hal manfaat. Kalau pusat dari formasi susunan enam bintang berfungsi menaikkan kekuatan jiwa orang di dalamnya, sedangkan pusat dari susunan seratus jiwa terbagi kedalam dua fungsi.
Lima pusat lingkaran yang terbungkus tulisan kuno berfungsi untuk menaikkan kultivasi seseorang dengan bayaran rasa sakit seperti terbakar magma panas.
Sedangkan satu buah lingkaran tengah yang menjadi pusat utama dari susunan tersebut berfungsi untuk memperbaiki luka dalam seseorang, dengan bayaran rasa sakit yang cukup luar biasa. Jika dibandingkan dengan kelima pusat yang lainnya, pusat utama susunan tersebut memberikan dampak rasa sakit sebesar sepuluh kali lipat dari apa yang dirasakan oleh pendekar di dalam lima lingkaran yang terbungkus tulisan kuno.
Selain memiliki fungsi yang berbeda, susunan seratus jiwa juga memiliki perbedaan jauh dengan formasi susunan bintang enam dalam hal dampak yang diterima oleh orang orang yang mengaktifkan susunan tersebut. Dimana kalau formasi susunan bintang enam hanya memberi dampak berkurangnya kekuatan jiwa para murid yang berada di dalam susunan itu, sedangkan susunan seratus jiwa tak hanya menguras habis kekuatan qi dan kekuatan jiwa para petarung di dalamnya, melainkan juga memberikan rasa sakit yang setara dengan terbakar bara api yang cukup panas.
Namun rasa sakit tersebut bisa dihilangkan asalkan mereka menelan cukup banyak pil pemulih jiwa, itulah alasan mengapa Xiao Tian menyuruh para alkemis membuat pil sebanyak mungkin. Meski terdengar seperti dimanfaatkan, namun para alkemis tak menggapnya demikian karena mereka tahu bahwa susunan tersebut bisa membantu mereka belajar mengontrol kekuatan jiwa. Kesimpulan tersebut bisa diambil oleh para tetua karena tanpa adanya keselarasan kekuatan jiwa yang tersalurkan, susunan tersebut tak akan bisa mengeluarkan potensi yang sebenarnya.
Dengan kata lain, dua belas murid alkemis yang berada di dalam susunan tersebut dituntut untuk menyelaraskan kekuatan jiwa mereka agar kekuatan jiwa yang mereka salurkan benar benar sama untuk mencapai hasil maksimal.
Sebelum mengaktifkan susunan seratus jiwa, Xiao Tian mengaktifkan gelang dewa untuk memilih lima petarung yang cocok untuk ditempatkan di dalam pusat lingkaran.
Berdasarkan pengamatannya saat itu, dia memilih Xia Hu dan keempat murid junior yang selama ini dipandang sebelah mata karena kurang berpotensi. Meski memang mereka lambat dalam berkultivasi sebelumnya bukan berarti bahwa mereka tak berbakat, namun semua karena metode yang mereka praktekkan tak sesuai dengan tipe tubuh dan roh beladiri mereka. Xiao Tian dapat mengetahui semua informasi tersebut berkat penilaian gelang dewa.
Setelah mendapatkan apa yang dia butuhkan, dan pil yang tercipta sudah cukup untuk para petarung, Xiao Tianpun menyuruh para petarung duduk di posisi mereka dan membagikan dua buah pil level lima untuk masing masing murid. Sedangkan dia menelan empat buah pil untuk dirinya sendiri.
"Wah wah, kau tamak sekali ya," ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian.
"Kau kan tahu kalau kultivasiku sudah mencapai ranah pendekar alam Beast, pil level lima dengan efektifitas 150% hanya memberikan 50% efek saja terhadap tubuhku. Sedangkan untuk menekan rasa sakit agar tubuhku bisa menahannya, aku memerlukan 200% efektifitas yang bisa aku dapatkan dari empat buah pil," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Aku tahu itu, tapi susunan ini tetaplah berbahaya bagi dirimu yang masih mengalami luka dalam. Jika kau gagal menahan rasa sakit sebelum prosesnya selesai, maka tak hanya lukamu yang semakin parah, kau juga bisa mengalami kematian. Berbeda dengan murid murid barumu itu yang hanya akan mendapatkan efek terburuk berupa hancurnya meridian saja. Apakah kau yakin ingin menerapkan metode ini?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Meski murid murid cabang petarung dan cabang alkemis berhasil memenangkan turnamen sekte lain belum tentu menerimanya begitu saja. Aku harus memperkuat kultivasiku dan memperbaiki luka dalamku meski tanpa herbal milik Tian Bai. Semua ini kulakukan demi keselamatanku juga, tanpa sembuhnya luka dalamku para patriach dari sekte lain bisa saja menghabisiku kapanpun. Sedangkan Tian Zong belum tentu mereset kembali waktunya jika aku berakhir tewas nanti," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"kau kan bisa kabur dengan relik ruang hampa saat kekuatanku kembali besok dan kutukan relik pria tua itu kusingkirkan," ucap Dewa petir dengan santai.
"Benar juga, kenapa aku kepikiran," ucap Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
Disaat Xiao Tian menepuk dahi, para murid cabang petarung menganggapnya sebagai tanda untuk memulai proses pengaktifan susunan seratus jiwa.
Oleh karena itu, merekapun secara serentak mengalirkan kekuatan qi mereka ke dalam susunan yang mengakibatkan Xiao Tian terjebak dalam situasi yang tak diinginkan.
Sejak susunan sudah aktif, tak ada satupun yang boleh membatalkan susunan tersebut. Jika tikak semua orang di dalam susunan tersebut akan kehilangan nyawa mereka tanpa terkecuali.
Xiao Tian yang saat itu paham akan situasi tersebut, akhirnya terpaksa melanjutkan cara yang cukup menyakitkan itu hingga selesai.
"Kenapa kau baru membwri tahunya sekarang, Dewa sialan!" bentak Xiao Tian dengan kesal melalui telepati.
"Salahmu sendiri tak bertanya," ucap Dewa petir dengan santainya.
"Sial, kenapa aku bisa lupa kalau aku bisa kabur ke dalam ruang hampa jika hal bjruk terjadi," pikir Xiao Tian sambil menepuk dahinya.
"Berjuanglah dan lewati rasa sakitnya, karena nyawamu dan nyawa mereka semua kini bergantung padamu," ucap Dewa petir sambil tersenyum tipis.
"Maaf karena tak memberi tahumu lebih awal, tapi susunan ini sangat bermanfaat bagimu. Jika kau berhasil melewati ini, semuanya akan menjadi lebih mudah. Aku percaya kau pasti bisa, muridku," pikir Dewa petir sambil tersenyum tipis.
Tak lama setelah Dewa petir tersenyum, efek susunan tersebut mulai terasa. Para murid mulai berteriak kesakitan sedangkan Xiao Tian berusaha untuk tak berteriak. Semua karena dia mengalami luka dalam sebelumnya. Jika dia berteriak maka lukanya akan semakin buruk dan kematian akan menjemputnya setelah itu. Demi mempertahankan nyawanya Xiao Tian pun mengepalkan tangan dan menggertakkan giginya begitu kencang sambil berusaha agar tak mengeluarkan suara sedikitpun.