
#Area Luar gerbang kerajaan Angin
Topeng bencana , selama ini mengawasi Xiao Tian dengan teknik hawa kehidupan, dia bisa mengetahui kondisi Xiao Tian dalam jarak puluhan kilometer , hanya dengan menggunakan teknik ini, Topeng bencana bisa menjaga Xiao Tian sambil menjaga jarak darinya, dia meninggalkan Xiao Tian untuk menghancurkan sekte pedang bencana kemarin, setelah matahari kembali terbit dia baru sampai di wilayah kerajaan Angin.
Dia terkejut melihat banyak kawah yang tercipta di area luar gerbang.
"Apakah semalam terjadi pertempuran yang dasyat?"
"Kenapa banyak kawah yang tercipta, dan banyak bekas kobaran api di setiap tempat, sebenarnya iblis macam apa yang Xiao Tian lawan tadi malan?" pikir Topeng bencana
Topeng bencana menggunakan teknik hawa kehidupan miliknya, untuk mengetahui kondisi Xiao Tian, setelah beberapa lama menutup mata sambil mencari keberadaan Xiao Tian, akhirnya dia bisa bernafas lega, karena berhasil menemukan bahwa Xiao Tian masih baik-baik saja.
"Syukurlah kau masih baik-baik saja, Xiao Tian." pikir Topeng bencana
#Dibawah Gunung iblis
"Kak Taizong, bagaimana kalau kita mendaki gunung ini, kalau mendakinya kita bisa sampai lebih cepat." ucap Taifeng
"Kau ini, ingatlah kita sedang menggendong Taiwu dan Tailong!"
" Kita mungkin bisa melapisi hidung kita dengan energi ki, tapi kita tak bisa melapisi hidung mereka, dan kita mungkin bisa menahan nafas untuk melewati kabut beracun itu, tapi kita tak bisa menyuruh Taiwu dan Tailong menahan nafas, ditambah lagi mendaki gunung sambil menggendong orang itu, malah akan semakin memakan banyak waktu tahu!." sambung Taizong
"Iya iya, jadi mau tak mau kita harus memutari gunung ya." ucap TaiFeng
#Kediaman Jenderal Huang Cheng
"Apakah belum ada kabar?" tanya Jenderal Huang Cheng
"Belum yang mulia, mereka kan baru pergi kemarin , mohonlah bersabar." jawab prajurit
"Putriku, semoga kau baik-baik saja." ucap Jenderal Huang Cheng
#Kerajaan Petir
"Lapor yang mulia, ada surat yang diterima dari kerajaan api." ucap penjaga istana
"Berikan padaku." ucap Xiao Zhaoye
Xiao Zhaoye membaca surat yang diterimanya, dia semakin geram setelah membaca surat itu.
"Cih." ucap Xiao Zhaoye dengan kesal
Srek srek srek(Dia menyobek surat itu hingga menjadi beberapa bagian)
"Katakan pada para prajurit, ketiga jenderal kita akan segera pulang." ucap Xiao Zhaoye
"Siap yang mulia." jawab prajurit
#Sekte Gunung Api wilayah murid inti
"Hei Gu Yan apa kau ingat apa yang kukatakan ketika bertemu tetua Sun?" tanya Haocun
"Gila, dia sudah lupa, padahal baru satu hari." pikir tetua Gu Yan
"Kau memintanya mengembalikan Taiwu, karena takut Topeng bencana mengamuk." jawab tetua Gu Yan
"Kenapa aku bisa lupa, ayo kita kesana!" ucap tetua Haocun
"Tetua Pendiri, Taiwu sedang terluka tak perlu buru-buru." sambung tetua Gu Yan
"Aku tak bisa menunggu, keluarkan phoenix apimu!" bentak tetua Haocun
"Kau kan punya phoenix sendiri, kenapa selalu memintaku memanggil phoenix apiku?" tanya tetua Gu Yan
"Kan aku sudah bilang , kita tukar tunggangan saja." jawab tetua Haocun
"Kenapa kalau soal tunggangan dia tak pernah lupa ya, adeh.." pikir tetua Gu Yan
#Pegunungan Hewan buas
Tetua Gu Yan dan tetua Haocun pergi ke pegunungan hewan buas untuk membujuk tetua Sun lagi, tetapi sayangnya mereka telah terlambat, ketika sampai disana mereka tak bisa menemukan apapun, selain pakaian tetua Sun yang robek robek dan dipenuhi darah.
"Apa yang terjadi kepada tetua Sun?"
"Apakah kita sudah terlambat?" tanya tetua Haocun yang masih berada di udara menaiki Phoenix api milik tetua Gu Yan
Tetua Gu Yan hanya berdiam diri sambil memegang pakaian yang robek dan dipenuhi darah itu, walau sifat tetua Sun sangat keras kepala, dan berusaha menjauhi tetua yang lain, tetua Gu Yan tak pernah mencoba menjauhinya, karena bagi tetua Gu Yan , dia adalah teman masa kecilnya, mereka pernah mengalami penderitaan bersama-sama.
Sekte iblis pernah membantai Desa mereka hingga semua keluarga mereka tewas tepat di depan mata, mereka begitu trauma akan kejadian waktu kecil itu, tepat sebelum tewas ditangan para iblis, tetua Haocun menyelamatkan mereka.
Meski terlihat masih muda umur dari tetua Haocun sudah melebihi 500 tahun waktu itu, kini tetua Gu Yan telah menjadi tetua agung karena bakatnya, sedangkan tetua Sun hanya menjadi salah satu tetua besar, karena sifatnya yang tak mau kalah, dia selalu mencoba melatih murid yang lebih hebat dari siapapun, ambisinya begitu tinggi hingga melatih semua muridnya di gunung hewan buas yang cukup berbahaya.
Karena ambisinya yang begitu besar, banyak murid yang menolak dibimbing olehnya, itulah sebabnya ketika Taiwu menerima bimbingannya, dia tak mau melepaskannya, dia terus mencoba membuat Taiwu menerobos, sayangnya Taiwu memiliki masalah tentang roh beladiri yang terluka, dia tak bisa menerobos tanpa bantuan Xiao Tian, itu membuat tetua Sun semakin menggila.
Sebenarnya niatnya baik, dia berambisi membuat Taiwu menerobos dan membuat muridnya itu menjadi lebih kuat darinya, hanya saja caranya salah, dia terlalu memaksakan muridnya hingga ketitik hampir tewas, ambisi besarnya bukan tak ada alasan, tapi, karena tetua Sun memiliki tujuan balas dendam, dia ingin muridnya membantu membasmi sekte iblis, karena dia yang sekarang tak bisa menerobos melebihi tetua Gu Yan dan tetua Haocun.
Melihat tetua Gu Yan tak menjawab pertanyaanya, tetua Haocun melompat dari phoenix api.
"Gu Yan kenapa kau diam sa.." tetua Haocun menghentikan ucapannya setelah melihat pakaian tetua Sun yang robek dan dipenuhi darah, melihat ekspresi Gu Yan dia bisa memahaminya, dia pun menepuk pundak Gu Yan sambil berkata." tak apa, menangislah jika kau mau, jangan mencoba menahan diri, aku tahu kau merasa sedih, menangislah dipundakku."
Tetua Gu Yan yang sejak awal menatap sambil meremas pakaian robek penuh darah tanpa berkata apapun, perlahan meneteskan air matanya dan menangis di pelukan tetua Haocun.
"Guru.. , maafkan aku karena tak bisa menahan tangis, aku telah berjanji sejak kecil agar tak pernah menangis lagi, tapi kali ini aku.. aku.. Sun telah tiada.. aku tak bisa menahanya.. maafkan aku guru. huhuhu." tetua Gu Yan menangis sambil lari kepelukan Haocun
"Sudah lama aku tak mendengarmu memanggilku Guru, dasar murid bodoh, aku mengerti perasaanmu, menangislah sepuasmu, aku akan selalu berada disisimu, Gu Yan." ucap Haoucun sambil memeluk tetua Gu Yan
"Entah siapa yang melakukan ini, mungkinkah kau mengamuk lagi, muridku?" ucap tetua Haocun di dalam hati
"Aku jadi merasa gagal menjadi seorang guru, aku tak bisa menahan emosinya yang meluap itu, setiap ada orang yang mengganggunya dia selalu menghabisi mereka tanpa ampun."
" Jika tak ada diriku, mungkin dia sudah membasmi seluruh sekte Gunung Api, karena sifatnya yang tak akan pernah puas sebelum membasmi musuhnya hingga semua yang berhubungan dengan musuhnya tiada."
"baik keluarga, teman, saudara atau siapapun yang memiliki hubungan dengan musuhnya, tak akan pernah diberi pengampunan."
"Aku bersyukur dia masih menghormatiku, karena masih menganggapku guru, dia tak membunuhku walau Chunku membuat masalah, bisakah kau mengurangi kekejamanmu itu Hong er." pikir tetua Haocun
#Kerajaan Angin
Si Gendut dan Kaibo telah menceritakan semua yang terjadi tadi malam, dia menceritakan bahwa alasan dibalik serangan jutaan iblis yang tak kunjung habis, sebenarnya hanya dikendalikan oleh beberapa iblis dibalik layar, sebenarnya jumlah iblis yang menyerang hanya beberapa, contoh jutaan demon kong tipe api di kendalikan oleh mogui, saat mogui tewas maka jutaan Demon Kong akan menghilang.
"Jadi begitu ya, yang menyerang hanyalah beberapa iblis dibalik layar, intinya jika kita bisa melihat sumbernya kita akan bisa memenangkan pertarungan ini." ucap Raja Feng Juanyun
"Lalu apa tujuan mereka sebenarnya?" tanya raja Feng Juanyun
"Kami juga belum tahu pasti." jawab si Gendut
Saat raja menatap kearah yang lain, Jenderal Feng Long dan putrinya hanya menggelengkan kepala, begitu pula Kaibo mereka menggelengkan kepala karena memang tak mengetahui tujuan para iblis.
Xiao Tian memasuki ruang singgasana raja bersama Jingmi, sambil berjalan mendekat dia berkata." Tujuan mereka pasti bukanlah hal kecil, katakan padaku raja kerajaan Angin, apakah kau memiliki sesuatu yang sangat kuat?" tanya Xiao Tian
"Apa maksudmu?" tanya raja Feng Juanyun
"Misalnya pusaka kuno para Dewa, atau mereka menyebutnya sebagai relik." ucap Xiao Tian dengan wajah serius
Setelah mendengar ucapan Xiao Tin, Raja mengepalkan tangannya, terlihat jelas dia berusaha menahan amarah.
"Aku tak tahu apa yang kau maksudkan." ucap Raja Feng Juanyun sambil menatap kearah lain karena takut rahasianya terbongkar
"Aku tak perduli tentang ucapanmu, tapi aku ingatkan padamu yang mulia."
"Kau tak bisa menyembunyikan semua hal dariku." ucap Xiao Tian
"Xiao Tian apa maksudmu?" tanya Jenderal Feng Long
"Tanyakan saja pada rajamu, lihatlah tubuhnya bergetar seakan mengetahui sesuatu." ucap Xiao Tian
"Yang mulia bisa kau jelaskan ini?" tanya Jenderal Feng Long
"Aku memang mengetahuinya, aku pura pura tak tahu agar kalian tak meninggalkanku, alasan dibalik penyerangan para iblis adalah untuk membunuh istriku!"
"Mereka ingin mengambil relik yang telah menyatu dengannya, alasan angin di negara kita begitu kencang adalah karena kekuatan relik dari istriku, setelah mendengar ini, apa kalian masih mau tetap mendukungku?" tanya raja Feng Juanyun
"Hei Xiao Tian bagaimana kau tahu kalau istrinya memiliki relik?" tanya Sun Long lewat telepati
"Sebenarnya aku hanya menebak." ucap Xiao Tian lewat telepati
"Menebak?"
"Ucapanmu begitu meyakinkan, hingga membuatnya membongkar semua rahasia."
"Benar-benar orang yang sulit ditebak." ucap Sun Long Lewat telepati
"Kalau soal bersandiwara akulah ahlinya, heheh." ucap Xiao Tian lewat telepati
"Katakan padaku, apakah kalian akan tetap dipihakku?" tanya raja Feng Juanyun
Semua Jenderal yang duduk mendengarkan, berdiri dari tempat duduknya dan mengacungkan senjata.
"Sudah kuduga kalian ingin melawanku agar bisa hidup damai ya?" ucap raja Feng Juanyun
"Biar kuberi tahu, meski kalian menghabisiku dan putriku, kalian akan tetap mati, karena kalian tak mengetahui dimana istriku disembunyikan, dia ada di tempat yang tak bisa kalian gapai, sekarang kalian harus memilih bekerjasama denganku melawan iblis, atau mati bersama denganku di kerajaan ini." ucap raja Juanyun
"Maaf raja, kami masih sayang nyawa, masih ada satu jalan lagi, yaitu meninggalkan kerajaan angin." ucap salah satu Jenderal
"Kalau begitu bagi yang tak setuju berjuang bersamaku, dipersilahkan untuk meninggalkan kerajaan angin." ucap raja Feng Juanyun
"Dengan senang hati." ucap para jenderal
Ketiga jenderal kerajaan Angin telah meninggalkan pertemuan, yang tersisa di dalam ruangan itu adalah 3 jenderal yang dibawah kekuasaan raja Feng Juanyun, jenderal Feng Long dan rombongan Xiao Tian.
"Kenapa kalian masih disini?" tanya raja Feng Juanyun
Ketiga Jenderal yang tadinya hanya berdiri dari tempat duduk, berjalan mendekati raja, lalu memberi hormat dan berkata" kami bersumpah setia kepada raja, tak perduli apapun yang terjadi, kami dan pasukan kami akan terus dibawah perintahmu."
"Lawan kita kali ini adalah sekte iblis, apa kalian masih mau menolongku?" tanya raja Feng Juanyun
"Nyawa kami adalah pemberianmu, kami telah bersumpah setia akan terus mendukung segala keputusanmu, yang mulia." ucap para Jenderal
"Bagus." sambung jenderal Feng Juanyun
"Aku juga akan ikut bergabung." sambung Xiao Tian
"Kupikir kau akan.." tanya raja Juanyun
"Aku memiliki alasan sendiri untuk melawan mereka, kau tak perlu hawatir, lagi pula aku yang membuatmu kehilangan banyak orang." ucap Xiao Tian
Ketika suasana sedang tenang tiba-tiba terasa mencekam, hawa membunuh mulai terasa begitu kuat.
"Kekuatan siapa ini.., kenapa aku merasa begitu sesak napas." ucap raja Feng Juanyun
Semua orang di aula raja kecuali Xiao Tian merasakan hal yang sama, tak lama kemudian dari balik pintu menuju singgasana raja, keluar pendekar dengan pakaian serba putih, topeng aneh berbentuk wajah iblis, dia bergerak mendekat sambil menyeret kedua pedangnya. Semua orang mulai gemetar karena tahu siapa identitas pendekar itu, pendekar tanpa ampun yang sanggup menghancurkan kerajaan seorang diri, Topeng bencana.
"Apa maksud perbuatanmu ini, Topeng bencana!" teriak Xiao Tian
"Kau benar-benar pencari masalah ya, lawanmu kali ini adalah sekte iblis, bisakah kau menyerah saja!"
"Aku lelah mengurusi semua musuhmu."
"Aku lelah menghawatirkanmu!" ucap Topeng bencana
"Memangnya kau pikir kau siapa!"
"Aku tak pernah meminta bantuanmu, Berhenti mengaturku!" ucap Xiao Tian
"Aku siapa?" ucap Topeng bencana sambil menancapkan kedua pedangnya kebawah
Topeng bencana melepaskan topengnya dan berkata.
"Aku adalah ibumu!"
Ketika topengnya terlepas, bentuk tubuhnya berubah, dadanya membesar, awalnya dia terlihat seperti seorang pria , kini terlihat jelas dia adalah seorang wanita