Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 60 : Menuju kerajaan Angin


Setelah mendaratkan naga raksasanya, Xiao Tian dan rombongannya melanjutkan perjalanan sambil berjalan kaki.


Kaibo dan Jingmi berjalan di samping Xiao Tian, dengan wajah kesal karena harus berjalan kaibo berkata.


"Ah angin sialan mengganggu saja."


"Jingmi apa kau baik-baik saja berjalan jauh?" tanya Kaibo


"Asalkan bersama Kaibo dan ayah Xiao Tian, Jingmi akan baik-baik saja." jawab Jingmi dengan senyuman


Wajah Kaibo memerah karena terpesona dengan senyum manis Jingmi.


"Manisnya.." pikir Kaibo melihat senyuman Jingmi


Huang Li berjalan di tengah-tengah sambil menggendong naga hitam versi kadal imut,


"Wah aku rindu model kecil mu ini, kau sangat imut saat berada di pelukanku." ucap Huang Li sambil memeluk naga itu


Sedangkan prajurit keluarga Huang berada di belakang, mereka bertugas mengawasi bagian belakang, tentu saja Su Yan dan si Gendut juga berada di barisan belakang.


sambil memegang pundak si Gendut Su Yan berkata.


"Hei Gendut, aku ingin bicara padamu."


"Aku baru ingat, bukankah kita pernah dapat misi untuk pergi ke kerajaan angin?" ucap Su Yan


"Ya kalau tak salah misi tingkat S." jawab si Gendut


"Eh.." ucap si Gendut dan Su Yan sambil menghentikan langkahnya


"Kenapa kalian berhenti?" tanya para prajurit yang bingung melihat mereka berdua berhenti


"Mati aku... kenapa aku bisa lupa, harusnya ku meminta ketua memakai jalan memutar. pikir Su Yan


"Misi tingkat S ya , iblis macam apa yang bisa membuat salah satu dari 4 kerajaan terkuat meminta bantuan ke sekte Gunung Api ya?" pikir si Gendut


"Aku tak mau mati sebelum bertemu jodohku."pikir Su Yan dengan wajah yang frustasi


" Aku tak ingin mati sebelum menemukan petunjuk tentang Huanran, dan membalaskan dendamku kepada Kerajaan Es."


"Jika kerajaan angin menganggap misi ini sebagai peringkat S, maka bisa dipastikan yang mereka hadapi, lebih merepotkan dibandingkan melawan salah satu dari 4 kerajaan terkuat di dataran elemen."


"Jika kami melanjutkan perjalanan ini, kami bisa-bisa tak akan hidup lagi, dan tak bisa melanjutkan rencana kami." pikir si Gendut


Untuk pertama kalinya si Gendut dan Su Yan berpikiran sama, mereka saling menatap, dan menganggukkan kepala, seaakan tahu apa yang dipikirkan lawan bicaranya.


Para prajurit semakin bingung, karena mereka tak merespon pertanyaan dari salah satu prajurit, setelah menganggukkan kepala, mereka berdua lari begitu kencang menuju ke depan, mereka berlari hingga melewati Xiao Tian, saat mereka berada di depan semua orang, mereka merentangkan tangannya dan berteriak.


"Tolong berhenti!"


"Tak ada yang boleh melanjutkan perjalanan ini!" ucap Su Yan dan si Gendut dengan kompak


Terlihat jelas diwajah mereka, mereka sangat takut dan keringat mengalir deras di wajah mereka, nafas mereka tak beraturan, dan jantung berdetak begitu cepat.


Melihat tingkah mereka Xiao Tian merasa kesal, dengan wajah yang marah Xiao Tian berkata.


"Apa maksud kalian menghalangi kami?"


"Kenapa kalian bilang kami tak boleh melanjutkan perjalanan!" ucap Xiao Tian dengan wajah marah


"Gu..guru, ini tak seperti yang kau pikirkan, kami melakukan ini agar kau aman." ucap si Gendut


"Ya benar." ucap Su Yan


"Kami melakukan ini, karena kerajaan angin sangatlah berbahaya." ucap si Gendut


"Ya benar." ucap Su Yan sambil mengangguk


"Kami melakukan ini, karena jika kita melanjutkan perjalanannya, nyawa kita bisa dalam bahaya." ucap si Gendut


"Ya benar." ucap Su Yan


Pletakk


"Kau ini, dari tadi ya benar, ya benar melulu!"


"Bantu aku menjelaskan sesuatu dong!" bentak si Gendut sambil memukul kepala Su Yan


"Ehm..." wajah Su Yan menjadi serius, semua orang melihatnya dengan serius, dengan serius Su Yan berkata..


"Ya benar."


Pletak


"Dasar kau ini!"


"Membuang-buang waktu saja!" bentak si Gendut sambil memukul kepala Su Yan


Xiao Tian semakin kesal, karena mereka tak memberi penjelasan yang masuk akal, dengan wajah kesal Xiao Tian pun berkata.


"Woi hentikan tingkah konyol kalian!"


"Ehm sebenarnya di depan kita itu adalah kerajaan angin loh." ucap si Gendut


"Terus.. ?" tanya Xiao Tian dengan wajah kesal


"Anu... hehehe, masa guru lupa sih?" ucap si Gendut sambil memainkan jari di tangannya


"Katakan saja jangan bertele-tele!" bentak Xiao Tian


"Kau ini bagaimana sih, bukannya di jelaskan malah senyum senyum tidak jelas." ucap Su Yan sambil menatap si Gendut


"Kenapa bukan kau saja yang menjelaskanya, ha?" ucap si Gendut dengan wajah ketus


"Baiklah, ketua apa kau ingat misi yang kita ambil dari sekte Gunung Api?" tanya Su Yan


"Tentu saja aku ingat." jawab Xiao Tian


"Misi membasmi..." ucap Xiao Tian sambil berpikir


Xiao Tian tiba-tiba saja terdiam, melihat Xiao Tian berdiam diri, si Gendut berpikir


'Hahaha, sepertinya guru akan setuju dengan kami.'


Sedangkan dalam hati su yan yang paling dalam, su yan berpikir.


"Hehehe sepertinya ketua juga takut karena mengingat misi tingkat S."


Semua orang menatap Xiao Tian yang tiba-tiba saja terdiam. setelah beberapa saat Xiao Tian mulai tersenyum, di luar perkiraan si Gendut dan Su Yan, Xiao Tian malah terlihat semakin bersemangat.


"hhahahahaha, kita harus bergerak lebih cepat!" ucap Xiao Tian dengan wajah penuh semangat


"Apa!"


"Ke.. ketua apa kau yakin?" tanya Su Yan dengan wajah yang terkejut


"Sangat yakin, ayolah!' jawab Xiao Tian sambil menarik tangan Su Yan dan si Gendut."


"Gu.. guru, tolong ambil jalan memutar saja, jangan melawan maut, huhuhu..." ucap si Gendut


"Iya ketua, tolong hargai nyawa, kita sedang membicarakan misi tingkat S loh!" teriak Su Yan sambil menangis


"Misi tingkat S?" teriak para tentara keluarga Huang


"Wah ini jadi semakin menarik, hehehe." ucap Kaibo


" misi Es?"


"Misi mencari es?"


"Aku dengar es dingin ya?"


"Aku mau es!" ucap Jingmi


"Jingmi, kita sedang membicarakan sebuah tingkatan misi, bukan misi mencari es, tapi tingkat S." ucap Huang Li sambil menatap Jingmi


"Misi tingkat es?"


"Maksudnya, es nya bertingkat-tingkat ya, wah setinggi apa itu?" ucap Jingmi dengan wajah kagum


"I.. imut sekali." pikir semua orang melihat ekspresi Jingmi


"Aduh bagaimana menjelaskannya ya!" pikir Huang Li


Kaibo mendekati jingmi dan memegang kedua pundaknya, dengan wajah serius dia berkata


"Ehm, Jingmi, kau ini terlalu polos." ucap Kaibo


"Eh memangnya kaibo tahu sesuatu ya?" tanya Jingmi


"Akhirnya ada yang bisa menjelaskan." pikir Huang Li


Dengan wajah yang serius, Kaibo berkata


"Maksud dari misi tingkat es, adalah misi.."


" Mencari es di tempat bertingkat, bukan esnya yang bertingkat."


"Hahaha, aku terlalu berharap, walau bagaimanapun dia juga seorang bocah." pikir Huang Li sambil menepuk kepalanya


"Hei cepatlah, kalau tidak kalian akan kutinggal!" teriak Xiao Tian yang sudah berjalan menjauhi mereka


"Yah, ayah Xiao Tian sudah jauh, ayo cepat nanti tertinggal!" ucap Jingmi sambil berlari menarik tangan Kaibo


"Haha, akhirnya tak ada yang bisa menjelaskan semuanya kepada mereka." pikir Huang Li


"Nona, apa yang kau tunggu?"


"Cepat, kalau tidak kita akan tertinggal." ucap salah satu prajurit keluarga Huang


Akhirnya mereka berlari mengejar Xiao Tian, alasan dibalik semangat Xiao Tian adalah, misi ini berhubungan dengan iblis, karena dengan menyerap iblis, dia akan menjadi semakin kuat.