
Krak ... pintu raksasa yang menjadi pembatas antara dimensi kematian dan alam neraka terbuka secara perlahan . Kabut merah yang menyelimuti dimensi tersebut pun beterbangan keluar melalui celah pintu yang telah terbuka.
Sinar emas yang menyelimuti sabit draconicsudah lama kembali memerah karena berakhirnya efek tersembunyi sabit tersebut. Wujud senjatanya yang berevolusi pun perlahan sirna hingga membuatnya kembali ke wujud semula. Hanya saja simbol iblis merah bertanduk dua di setiap bilah besi sabitnya, tak kunjung kembali, dan malah tercipta sebuah simbol baru yang menyala memancarkan sinar kuning keemasan di setiap goresan simbolnya.
Matahari dan bulan! Simbol yang sempat tersematkan di punggung tangan xiao Tian.
Krakkk!! Xiao Tian kembali memisahkan kedua sabit itu, kemudian menempelkan kembali kedua senjata tersebut ke punggungnya. Seperti saat dia masuk ke dimensi kematian di waktu awal, kedua senjata itu menempel dengan sempurna di belakang punggung Xiao Tian meski tak ada pengait yang mencegah keduanya terjatuh. Semuanya terjadi berkat salah satu efek khusus sabit Dewa kematian yang bisa menempel sempurna di punggung setiap roh tanpa fisik.
"Jika semua senjata di dunia memiliki efek khusus seperti ini, semua orang tak perlu repot repot membawa pengait senjata di punggung atau pinggang lagi," gumam Xiao Tian sembari berjalan menuju pintu yang sedang terbuka secara perlahan.
"Kembalikan kedua sabitku!" Iblis merah bertanduk dua menyodorkan kedua tangannya setelah melihat Xiao Tian keluar dari pintu dimensi kematian.
"Baiklah!" Xiao Tian melemparkan kedua buah sabit dewa kematian yag sempat berada di punggungnya dengan niat untuk mengembalikan senjata tersebut. Sinar di simbol matahari dan bulan pun meredup saat senjatanyasudah berpindah tangan.
'Bulan dan matahari? bagaimana bisa simbol iblis bertandukku digantikan oleh simbol aneh ini? pantas saja aku merasakan bahwa koneksiku sudah terputus dengan kedua sabitku, ternyata dia sudah menghapus simbolku. Tapi bagaimana ini mungkin?' Iblis bertanduk dua terlihat heran saat menatap ke arah simbol matahari dan bulan yang telah menggantikan posisi simbolnya.
Demi mendapatkan kembali pengakuan dari kedua sabit dewa kematian tersebut, iblis bertanduk dua itu pun memusatkan tekanan rohnya dengan niat untuk menundukkan. Sayagnya kedua senjata itu malah menyerang balik dengan mengeluarkan gelombang kejut yang membuat keduanya terlepas dari tangan iblis itu.
Woooshh!!!! Bruakkkk!! Iblis bertanduk dua terpental mundur hingga menghantam pintu dimensi kematian yang berada jauh di seberang pintu yang sudah Xiao Tian masuk dan taklukkan. Sementara kedua sabit Dewa kematian yang menolak untuk ditundukkan, melesat kembali mendekati Xiao Tian dan berakhir menempel di punggungnya dengan kehendak sendiri.
"Ini ... ," Xiao Tian terlihat bingung.
"Apa yang kau lakukan terhadap kedua sabitku!"
"Perlu ratusan tahun bagiku untuk mendapatkan salah satu dari mereka!" Iblis bertanduk dua bertanya sembari mencoba menahan rasa sakit.
"Aku tak ada niatan untuk merebutnya sungguh! Jika kau ingin aku bisa ... ," Xiao Tian mencoba menenangkan lawan bicaranya, namun sang iblis merah bertanduk dua itu enggan mendengar penjelasannya dengan berkata, "Umumnya Sabit Dewa kematian, hanya akan mengakui tuan pertama yang sudah menundukkannya. Umumnya, sabit Dewa kematian tak akan pernah mengakui tuan lain sebelum tuan terakhirnya tiada." Iblis bertanduk dua dan berlengan empat, nampak memancarkan aura permusuhan sembari mengambil dua buah sabit yang menempel di punggungnya.
"Dengan dua buah sabit yang masih mengakui diriku sebagai tuan mereka, akan kuhabisi kau agar dapat merebut kembali senjataku!" Iblis bertanduk melesat maju dengan emosi, berniat menebas Xiao Tian dengan dua buah sabitnya. Sementara Xiao Tian segera menghindari serangan demi serangan tanpa mencabut satu sabit dewa kematian pun yang masih menempel di belakang punggungnya.
"Kecepatan macam apa ini? bagaimana bisa manusia tanpa kultivasi roh sepertimubergerak secepat ini!" tanya iblis bertanduk dua dengan tampang kewalahan.
"Tanpa kultivasi kau bilang?" tanya Xiao Tian sembari menunjukkan tingkat kultivasinya untuk menghindari pertarungan yang sia sia.
"Kalau aku mau, aku bisa saja menghabisimu. Tapi karena ada konsekuensi melakukan pertarungan dengan peserta turnamen kematian di luar arena maka ... , kau paham kan maksudku?" tanya Xiao Tian dengan tekanan roh yang mendominasi.
"I .. iya ," Iblis bertanduk dua itu mengangguk dengan takut.
"Kalau begitu, aku permisi dulu. Ada sesuatu yang harus kusampaikan kepada sang raja neraka alam ini," ucap Xiao Tian sembari menjauhkan tangannya dari atas kepala lawan bicaranya.
"A ... apa yang ingin kau bicarakan dengan yang mulia?" tanya iblis bertanduk dua tanpa bergerak dari posisinya saat ini.
"Tentu saja untuk melaporkan kesuksesanku dalam ujiannya," jawab Xiao Tian sembari tersenyum sebelum pergi meninggalkan iblis merah bertanduk dua.
'Aku sangat yakin bahwa dia bukanlah sosok berbahaya saat baru bertemu hingga dia masuk ke pintu dimensi kematian itu. Sebenarnya apa yang terjadi di dalam sana hingga hasilnya menjadi seperti sekarang?' pikir iblis merah bertanduk dua sembari menatap ke arah pintu dimensi yang mulai menutup kembali secara perlahan.
'Dengan kultivasi rohku yang sekarang, menghadapi raja neraka alam ini, bukan lagi hal yang harus kuhawatirkan. Satu satunya yang perlu kuperhatikan saat ini, ialah mencari informasi mengenai sosok seperti apa saja yang harus kuhadapi di gerbang alam bawah kelak.' Xiao Tian berpikir keras sembari melangkah maju melewati pintu pintu dimensi kematian yang berjajar di samping kanan dan kirinya.
Sementara itu, di dimensi terdalam di dalam gerbang alam bawah, terdapat sosok Dewa iblis dengan wujud kepala menyerupai wajah mayat manusia yang kehilangan kulit wajah, kelopak mata, serta daun telinganya. Dialah dewa iblis sekaligus raja neraka terdalam serta peringkat pertama dari turnamen kematian yang terus berjalan selama puluhan ribu tahun lamanya. Sosok yang pernah keluar di alam fana semesta pertama dan sempat meniadakan jutaan jiwa di sana.
Dewa Iblis Mo Wang! Salah satu makhluk akhir jaman yang sengaja diciptakan untuk mengakhiri banyak kehidupan.
"Kutunggu kedatanganmu, manusia!" Dewa iblis Mo Wang tersenyum jahat sembari melihat Xiao Tian yang sedang berjalan dengan serius melewati pintu pintu dimensi kematian melalui bola sihir besar yang dia miliki.
Di sisi lain, Xiao Tian yang sedang di awasi oleh sosok menakutkan, merasakan rasa ngeri sekaligus merinding yang tidak tertahankan.
"Entah kenapa, rasanya aku sedang di awasi oleh sosok yang mengerikan," gumam Xiao Tian dengan perasaan ngeri.
"Apa maksudmu itu aku?" tanya Wu Kong degan nada tak senang.
"Tidak! Bukan kau Dewa kera! Rasanya seperti diawasi oleh sosok yang dicintai oleh aura kematian, aku tidak begitu yakin dengan ini, tapi sepertinya aku tahu siapa yang sedang mengawasiku sekarang!" ucap Xiao Tian dengan pandangan serius.
"Siapa itu?" tanya Wu Kong penasaran.
"Dewa iblis Mo Wang!" jawab Xiao Tian sembari mengepal erat kedua tangannya. Dia mengingat dengan begitu jelas betapa menakutkannya teriakan kematian sosok tersebut.