
Taiwu bertanya kepada beberapa prajurit hingga akhirnya mengetahui lokasi Xiao Tian, berdasarkan informasi yang dia dapatkan, Xiao Tian dan teman-temannya pergi ke kerajaan awan untuk menjemput putri Jia Li, Hanya bermodalkan dua buah pedang di punggungnya, Taiwu pergi keluar perbatasan kerajaan petir menuju kerajaan awan.
Ketika dia ingin keluar perbatasan, dia berpapasan dengan rombongan Jenderal Huang Cheng, melihat Jenderal Huang Cheng membawa banyak pasukan menuju keluar kerajaan, Taiwu merasa heran, karena menurut informasi, perang akan dilaksanakan ketika semua jenderal telah berkumpul, menurut pengamatannya Jenderal Huang Cheng pergi keluar kerajaan tanpa sepengetahuan raja. Karena merasa ada yang tak beres dia pun bertanya.
"Salam Jenderal Huang Cheng, kemana anda akan pergi?" tanya Taiwu
"Aku akan pergi keluar kerajaan." jawab Jenderal Huang Cheng dengan ketus
Mendengar jawaban jenderal Huang Cheng Taiwu menjadi semakin heran, karena biasanya Jenderal Huang Cheng tak pernah bicara kasar kepadanya.
Jenderal Huang Cheng biasanya selalu becara dengan sopan karena menghormati Taiwu, meski dia masih muda, Taiwu pernah diangkat menjadi seorang Jenderal, Jenderal Huang Cheng begitu mengagumi kejeniusan Taiwu dimasa lampau, bahkan pernah berpikir menjodohkan putrinya dengan Taiwu, namun dia mengurungkan niatnya karena kejadian buruk yang menimpa Taiwu.
Meski Taiwu telah kehilangan kultivasinya, dan diturunkan jabatannya, Jenderal Huang Cheng tak mengurangi rasa hormat terhadap Taiwu, dimatanya Taiwu masihlah seorang Jenderal, oleh karena itu saat Xiao Tian dan Taiwu pergi untuk mengobati penyakit iblis, dia masih mengenali Taiwu, dan memanggilnya sebagai Jenderal.
Melihat sikat Jenderal yang tak biasa, Taiwu semakin curiga, sambil menghela nafas Taiwu berkata
"kenapa anda membawa begitu banyak pasukan?"
"Bukankah perangnya belum dimulai?"
"Seharusnya kau menunggu jenderal yang lain hadir." ucap Taiwu
Mendengar ucapan Taiwu, Jenderal sedikit bingung, karena kenyataanya dia tak tahu tentang perang melawan sekte iblis, yang dia tahu putrinya dalam bahaya, dan sedang menuju kerajaan es, dia menghela nafas untuk mencoba menenangkan diri, sambil mengerutkan dahinya jenderal Huang Cheng bertanya.
"Perang?"
"Perang apa maksudmu?" tanya Jenderal Huang Cheng
Taiwu semakin heran, mendengar pertanyaan Jenderal Huang Cheng, jelas saja dia heran, karena jika Jenderal tak ingin berperang, lalu apa tujuannya membawa banyak pasukan, dengan rasa penasaran yang tinggi Taiwu bertanya.
"Tentu saja perang melawan sekte iblis, anda seharusnya tahu ini kan?"
"Kalau bukan untuk berperang melawan sekte iblis, untuk apa lagi anda membawa puluhan ribu pasukan." ucap Taiwu sambil mengerutkan dahi
"perang melawan sekte iblis?"
"Aku tak pernah mendengar tentang itu." ucap Jenderal Huang Cheng
"Lalu untuk apa kau membawa banyak pasukan?" tanya Taiwu
"Menghancurkan kerajaan es!" jawab jenderal Huang Cheng
Mendengar jawaban jenderal Huang Cheng, Taiwu semakin heran, karena kerajaan es adalah salah satu dari empat kerajaan terkuat, kekuatan penuh dari pasukan seorang Jenderal saja tak akan bisa menandingi seluruh kerajaan es, Taiwu semakin ingin tahu tentang alasan dibalik pernuatan Jenderal Huang Cheng, didalam pikirannya dia hanya ingin tahu apa yang membuat seorang Jenderal begitu nekad melawan salah satu kerajaan terkuat, tanpa memberi tahu raja.
"Katakan padaku, kenapa anda ingin mencari masalah dengan kerajaan es!" ucap Taiwu
"Itu bukan urusanmu!" jawab jenderal Huang Cheng
Sret sret(Taiwu menarik kedua pedang dari punggungnya)
Sambil memegang dua buah pedang, dengan mengurangi rasa hormat Taiwu berkata.
"Apa kau tahu, perbuatanmu akan memicu peperangan antar dua kerajaan, sebelum kesabaranku habis, katakan padaku apa alasanmu memicu perang dengan kerajaan es!" ucap Taiwu dengan mengeluarkan hawa membunuh
"Dengan kekuatanmu yang sekarang, kau ingin menghadapiku?" tanya Jenderal Huang Cheng
Sret(Jenderal Huang Cheng menarik pedang di pinggang kirinya)
"Kau pikir aku akan takut padamu, jenderal muda Taiwu?"
"Dengan kekuatanmu yang sekarang kau akan mati dalam waktu singkat, jika kau sayang dengan nyawamu maka menyingkirlah dari jalanku! bentak Jenderal Huang Cheng
" Aku tak akan menyingkir sebelum kau mengatakan alasanmu." ucap Taiwu
"Aku tak bisa menunda banyak waktu lagi, menyingkir atau kutebas kau!" bentak jenderal Huang Cheng
"Majulah jika kau berani!" ucap Taiwu
Woosshhh (Jenderal Huang Cheng melesat dengan kecepatan tinggi)
Karena begitu menghawatirkan putrinya, emosi Jenderal Huang Cheng tak dapat dikendalikan, dia tak ingin membuang banyak waktu , melihat Taiwu yang tak ingin mengalah dia semakin merasa kesal, tanpa rasa ragu Jenderal Huang Cheng mengarahkan pedangnya kearah leher Taiwu.
Tringg Tring Tring (Suara pedang saling membentur)
Taiwu terus menangkis serangan Jenderal Huang Cheng dengan begitu mudah, meski kultivasi Taiwu jauh berada di bawah Jenderal Huang Cheng, dia masih memiliki keterampilan dalam menggunakan pedang, Taiwu adalah seorang jenius dimasa lalu, memahami teknik berpedang bukanlah hal sulit baginya, ditambah lagi dia sering melakukan latih tanding dengan Jenderal Huang Cheng, dia mengetahui semua teknik berpedang yang Jenderal Huang Cheng miliki.
Tring Tring
Jenderal Huang Cheng mulai merasa kesal, karena serangannya di tepis oleh Taiwu dengan begitu mudah.
Dia semakin kehilangan kendali, karena larut dalam amarah, serangannya mulai tak beraturan, dia mencoba menebas Taiwu dengan sekuat tenaga, tapi Taiwu terus menghindari serangannya, hingga akhirnya pedang yang Jenderal Huang Cheng pegang terlepas dari tangannya.
Tring
Woshh woshh
setelah pedang Jenderal Huang Cheng terlempar jauh, Taiwu mengarahkan pedangnya kearah Leher sang Jenderal, dengan mengeluarkan hawa membunuh, Taiwu berkata.
"Kau sudah tamat Jenderal, katakan alasanmu, jika jawabanmu tak dapat memuaskanku, maka kepalamu akan terlepas dari lehermu."
Keringat dingin mengalir di wajah Jenderal Huang Cheng, dia tak menyangka Taiwu bisa mengalahkannya dengan mudah, sambil mengepalkan tangannya dia berkata
"Ba.. bagaimana mungkin ini terjadi?"
"Kenapa kau bisa mengalahkanku?"
"Bukankah kau seharusnya lebih lemah dariku?" ucap Jenderal Huang Cheng
"Kau terlalu tenggelam dalam amarah, emosimu tak stabil, aku menguasai semua teknik pedang yang kau miliki, karena kita sering berlatih tanding dulu." jawab Taiwu
"Sudah lama ya kita tak latih tanding."
"Meski aku sekarang memiliki kultivasi lebih tinggi, aku selalu saja kalah saat melawanmu, maafkan kekasaranku Jenderal muda Taiwu." ucap Jemderal Huang Cheng
Melihat emosi Jenderal Huang Cheng perlahan mereda, Taiwu menjauhkan pedangnya dari leher Jenderal Huang Cheng.
"Kenapa kau menarik kembali pedangmu?"
"Aku bisa saja melawan balik saat kau lengah." ucap Jenderal Huang Cheng
"Dari awal aku tak berniat membunuhmu, aku hanya ingin tahu, apa alasanmu melakukan hal konyol ini."
"Lawanmu adalah salah satu kerajaan terkuat, kau tak akan bisa mengatasi mereka sendirian, aku tahu karaktermu, kau tipe orang yang tahu kapan menyerah dan kapan melawan, kenapa kali ini kau begitu gegabah?" tanya Taiwu
"Karena aku ingin menyelamatkan putriku!"
"Putriku kali ini akan terliba perang dengan kerajaan es." ucap Jenderal Huang Cheng
"Apa maksudmu?" tanya Taiwu
"Putriku pergi menemani pangeran Xiao Tian untuk menjemput putri Jia Li, tapi saat mereka sampai putri Jia Li tak ada disana, Jia Xin telah mengirim putri Jia Li ke kerajaan es untuk dijadikan istri pangeran kerajaan es." jawab Jenderal Huang Cheng
"Kenapa Jia Xin melakukan itu?"
"Bukankah dia tahu kelakuan bejad dari pangeran kerajaan es?"
"Kenapa dia mengirim putrinya ke pangeran bejat itu?" tanya Taiwu
"Karena putri Jia Li bukan putri kandungnya, menurut informasi pasukan bayanganku, putri Jia Li bukanlah anak kandungnya, dia merupakan anak haram hasil hubungan gelap antara istri raja Jia Xin dengan adik kandungnya sendiri."
"Itulah sebabnya dia suka menyiksa putri Jia Li, dan menjualnya ke kerajaan es."
"Berdasarkan informasi, Xiao Tian pergi ke kerajaan es bersama putriku, seperti yang kau ketahui, pangeran kerajaan es paling tidak suka jika mainannya diambil orang lain, sudah dipastikan putri Jia Li akan dijadikan mainan oleh pangeran bejat itu, dan Xiao Tian pasti akan merebutnya tanpa memikirkan lawannya."
"Sebelum mereka terkena masalah, aku harus pergi secepatnya, jadi tolong ijinkan aku pergi, aku tak perduli dengan sekte iblis, aku hanya ingin menyelamatkan putriku, setelah semuanya selesai, aku akan menerima hukuman apapun, tolong ijinkan aku pergi." Jenderal Huang Cheng bersujud sambil memohon dengan air mata yang mengalir begitu deras
Mendengar ucapan jenderal Huang Cheng, Taiwu mengepalkan kedua tangannya, dia semakin khawatir dengan kondisi Xiao Tian.
dia menghela nafas sambil berusaha menenangkan diri, setelah sedikit tenang Taiwu berkata
"Berdirilah, anda tak perlu merendahkan diri anda terlalu jauh, tujuan kita sama, aku adalah pelindung pribadi pangeran, jika pangeran terlibat masalah maka aku harus menyelesaikan masalahnya, karena kini putrimu juga terlibat masalah yang sama, lmaka tujuan kita adalah satu, membasmi kerajaan es!" ucap Taiwu sambil mengeulurkan tangannya
Jenderal Huang Cheng memegang tangan Taiwu yang mencoba membantunya berdiri, dengan air mata yang masih membekas diwajahnya Jenderal Huang Cheng berkata.
"Apakah kau yakin mengijinkanku pergi tanpa ijin raja?"
"Masa bodo dengan raja, didunia ini tak ada yang lebih penting daripada keluarga, jadi ayo kita selamatkan putrimu." ucap Taiwu
"Begitu ya.., terima kasih jenderal muda." ucap Jenderal Huang Cheng
"Aku sudah bukan Jenderal lagi, panggil saja aku Taiwu." ucap Taiwu
"Baiklah, jenderal muda Taiwu." sambung Jenderal Huang Cheng
"Ah terserah kau saja." sambung Taiwu
Taiwu dan jenderal Huang Cheng pergi menuju kerajaan es tanpa ijin raja, disisi lain raja sedang menuju kediaman jenderal yang lain.
#**Note
Terimakasih yah untuk semua reader yang telah membantu menaikkan rating, bagi yang belum menekan bintang 5 mohon bantuannya ya.
Makasih juga buat semua reader yang telah meninggalkan like, serta komentar yang berupa dukungan kepada author, saya sangat terharu, jadi semangat nulis lagi.
tak lupa juga saya berterimakasih kepada beberapa reader yang menyisihkan vote dan menekan ucapan selamat tahun baru.
Author jadi terharu, terimakasih atas dukungan kalian, selamat tahun baru 2020**