Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 414 : Penyerangan tanpa henti


Xiao Tian telah kembali ke tempat dia menghilang sebelumnya. Waktu yang dia habiskan di dalam dimensi air tak berpengaruh dengan apa yang terjadi di dunia nyata. oleh sebab itu semua orang hanya melihat Xiao Tian menghilang bersama raja iblis Shayu dan muncul kembali seorang diri dalam hitungan detik.


Karen melihat hanya Xiao Tian yang kembali setelah lenyap dalam hitungan detik, para raja iblis langsung mengerti dengan apa yang telah terjadi terhadap raja iblis Shayu.


Mereka semua paham betul bahwa Shayu baru saja menggunakan relik andalannya. Dan kembalinya Xiao Tian meruokan pertanda bahwa dia telah dikalahkan. Semua karena mereka paham bahwa cara kerja dimensi es adalah hanya bisa mengembalikan satu orang yang masih hidup.


"Ba ... bagaimana mungkin ini bisa terjadi?"


"Shayu dikalahkan di dimensi andalannya sendiri?" ucap ratu iblis Yin Ying dengan tampang terkejut.


Ketika ratu iblis Yin Ying sedang menatap ke arah Xiao Tian, Kaibo mengandalikan pedang pedangnya untuk menebas kedua sayap sang ratu.


Srattt srrat


Wooshhh


Brukkk


Ratu iblis Yin Ying terjatuh menghantam daratan karena sayapnya terpotong. Meski kultivasinya berada di pendekar alam peri lapisan enam, ratu iblis Yin Ying tak bisa terbang menggunakan kekuatan jiwanya. Semua karena selama ini dia terlalu bergantung kepada sayapnya. Dan Kaibo sengaja menyerang sayap tersebut karena sudah mengenalnya cukup lama.


"Beraninya kau merusak sayapku!" ratu iblis Yin Ying berusaha meregenerasikan sayapnya, akan tetapi anehnya teknik regenerasi tak berguna sama sekali. Ketika ratu iblis masih dibuat bingung akan hal tersebut, Kaibo menghujaninya dengan ratusan pedang.


"Teknik pemusnah jiwa, hujan pedang surgawi!" teriak Kaibo sambil mengendalikan pedang pedangnya.


Cleb cleb cleb, ratusan pedang mengenai ratu iblis Yin Ying.


Seketika tubuh serta jiwa ratu iblis Yin Ying perlahan memudar karena terkena efek serangan Kaibo.


"Lain kali, perhatikanlah siapa musuhmu," ucap Kaibo sambil menatap mayat ratu iblis Yin Ying yang menghilang.


"Yin Ying!" raja iblis Lauhu berusaha untuk menolong teman seperjuangannya dengan melesat maju sekuat tenaga. Namun Dian Zheng menghalangi langkahnya dengan memukul perut raja iblis Lauhu.


"Teknik penghancur jiwa, pukulan besi!" Dian Zheng memukul dengan sekuat tenaga.


Duakkk


Seketika tubuh serta jiwa raja iblis Lauhu lenyap karena terkena serangan mematikan tersebut.


"Tidak, aku tak boleh kalah disini. Aku masih belum mau mati. Tolong aku, Ayah!" teriak raja iblis Lauhu sebelum jiwanya lenyap secara sempurna.


"Cih," Dian Zheng menatap raja iblis Lauhu dengan pandangan hina.


Dengan mengendalikan sebuah api hitam yang muncul dari kedua telapak tangannya, Dewa iblis Yong Heng berencana untuk menghabisi Xiao Tian dan yang lainnya.


"Beraninya kalian membunuh anak anakku!" Dewa iblis Yong Heng melepaskan api hitam dari telapak tangannya untuk mengenai Xiao Tian dan semuanya.


Wooshhh


Disaat api tersebut hampir mengenai Xiao Tian dan yang lain, Wu Kong dan kedua kloningnya muncul menghalangi ketiga serangan tersebut.


Duar duar duarr


Wu Kong mengarahkan api hitam tersebut ke arah Dewa iblis Yong Heng dengan tongkat saktinya.


"Bagaimana rasanya menerima serangan sendiri, Dewa iblis Yong Heng?" tanya Wu Kong sambil memanggul tongkatnya.


"Sial, lagi lagi kera sialan ini menggangguku," Dewa iblis Ying Heng mengaktifkan teleportasi untuk menjauh dari Wu Kong.


Namun anehnya dia malah kembali muncul di tempat yang sama setelah menghilang dalam hitungan detik.


"Apa yang ... ," Dewa iblis Yong Heng mencoba untuk berteleportasi berulang kali, namun hasil yang sama selalu terjadi kepadanya.


"Percuma saja, kau telah kutandai dengan segel jiwaku," ucap Wu Kong sambil menjentikkan jarinya.


Ketika Wu Kong selesai menjentikkan jarinya, sebuah lambang kepala naga emas muncul di perut Dewa iblis Yong Heng dan bersinar cukup terang hingga menyilaukan mata semua orang.


"Sejak kapan kau ... ," ucap Dewa iblis Yong Heng dengan tampang terkejut.


"Aku menandaimu lewat api api hitammu. Sebagian jiwaku kusalurkan melewati api," jelas Wu Kong dengan mata yang mulai memancarkan sinar emas. Tak hanya matanya saja yang saat itu terlihat berwarna emas, aura yang mengelilingi seluruh tubuhnya pun berwarna emas dan tentunya sanggup menerangi seluruh ruangan. Yang bersinar saat itu tak hanya tubuh asli saja, bahkan tubuh kloningnya pun mengalami perubahan yang sama.


"Teknik macam apa ini?"


"Sejak kapan kau mempelajari teknik aneh ini?" tanya Dewa iblis Yong Heng dengan napas terengah engah.


"Bakar!" ucap Wu Kong sambil menatap tajam mata Dewa iblis Yong Heng.


Seketika lambang naga di perutnya mengeluarkan api emas yang melahap jiwa serta raganya.


"Aaaaa, panas!" teriak Dewa iblis Yong Heng dengan tubuh yang mulai lenyap menjadi debu.