Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 412 : Bertarung dengan petinggi lama sekte iblis


Setelah tahu bahwa Dian Zheng diam diam mencuri inti iblis milik anak anak angkatnya, Dewa iblis Yong Heng pun menjadi sangat murka.


Bersama dengan keempat anak angkatnya, Dia pun pergi menuruni tangga.


"Ayo kita hukum penghianat itu!" Dewa iblis Yong Heng memimpin langkah semua anak anaknya. Dia berjalan menuruni tangga dengan tampang kesal dan penuh amarah.


Kreatttt


Kristal penghalang jalan menuju lantai atas bergeser begitu saja.


Tap tap tap


Suara langkah kaki Dewa iblis Yong Heng dan keempat anaknya terdengar semakin dekat.


Dian Zheng, Kaibo dan Xiao Tian mempersiapkan kuda kuda mereka untuk berjaga jaga.


Disaat menuruni tangga, Dewa iblis Yong Heng dan anak anaknya terlihat semakin kesal. Semua karena msreka melihat Dian Zheng telah membakar habis mayat raja iblis Lanbing dan yang lainnya.


Daisaat mereka semua melangkah masuk ke dalam ruangan, kristal pembatas kembali menutup ruangan.


Krakkk


"Inikah balasan atas kebaikanku selama ini, Zheng er?" tanya Dewa iblis Yong Heng sambil menghentikan langkahnya.


"Teganya kau menghancurkan inti iblis kami!" bentak ratu iblis Yin Ying dengan tampang kesalnya.


"Kau benar benar adik yang tak berbakti," sambung raja iblis Lau Hu dengan tampang kesal.


"Aku sangat membencimu, adik," ucap raja iblis Shayu sambil menatap tajam mata Dian Zheng.


"Sebelumnya aku tak tahu apa itu rasa marah, namun sekarang aku bisa memahaminya dengan jelas. Perasaan membara ingin menghabisi seseorang ini, akan kulampiaskan padamu!" bentak raja iblis Huo Yan sambil merubah rupanya menjadi manusia setengah gorila.


Dianzheng yang menyimpan dendam kepada mereka semua tersenyum dengan cukup lebar, setelah melihat ayah angkat, serta semua saudara lamanya muncul dengan penuh amarah.


"Harusnya kau berterimakasih kepadaku, bukannya malah berniat menghabisiku. Raja iblis Huo Yan, atau aku harus memanggilmu, kakak?" sambung Dian Zheng sambil menatap tajam mata Huo Yan.


"Berterimakasih katamu?"


"Atas dasar apa?" tanya raja iblis Huo Yan sambil mengepal erat kedua tangannya.


Melihat Huo Yan semakin kesal, Dian Zheng pun semakin senang.


"Karena berkat diriku, kau bisa merasakan apa itu emosi," jawab Dian Zheng sambil tersenyum lebar.


"Kau benar benar ingin merasakan kematian ya, adik sialan!" ucap raja iblis Huo Yan sambil mengeluarkan hawa membunuh.


"Memangnya kau mampu?" tanya Dian Zheng dengan maksud untuk memancing emosi targetnya.


Setelah napsunya memuncak, raja iblis Huo Yan masuk ke dalam lantai ruangan bagai menyelam ke dalam lautan air.


Lalu muncul sekejap tepat dari bawah lantai disekitar Dian Zheng berdiri. Dengan kecepatan yang penuh dia melesatkan pukulannya. Namun semua trik andalannya itu sudah dipahami oleh Dian Zheng sejak lama. Tak hanya paham saja, Dian Zheng juga sudah menguasai teknik andalannya tersebut.


"Teknik pemukul jiwa, kepalan naga!" teriak Huo Yan sambil melesat cepat keluar dari lantai ruangan.


"Kita hidup bersama selama puluhan tahun lamanya, kau pikir trik murahanmu ini akan berguna bagiku?" ucap Dian Zheng setelah menghindari serangan kejutan raja iblis Huo Yan.


Sambil mengucapkan hal tersebut, Dian Zheng menghajar perutnya dengan teknik yang sama.


Roh Huo Yan terpental keluar dari tubuhnya, lalu lenyap secara perlahan.


"Teknik pemukul jiwa adalah teknik rahasiaku, bagaimana kau ...," ucap roh Huo Yan sebelum rohnya menghilang.


"Cari tahu saja di neraka," ucap Dian Zheng sambil membakar habis tubuh Huo Yan dengan api biru.


Ketika semua masih terkejut dengan apa yang telah terjadi, Dian Zheng melesat masuk ke dalam bayangan menggunakan teknik yang sama dengan Huo Yan.


Melihat hal tersebut, ratu iblis Yin Ying dan yang lainnya langsung merasa was was akan serangan Dian Zheng. Selain terkejut dan takut akan Dian Zheng, ratu iblis Yin Ying juga takut kalau semua tekniknya juga telah dipelajari.


"Tak hanya teknik pemukul jiwa, dia bahkan meniru teknik langkah kegelapan,"


"Sejak kapan dia mempelajari teknik itu?" pikir ratu iblis Yin Ying sambil merubah wujudnya ke wujud manusia setengah elang.


"Dia bisa muncul dimana saja, waspadalah!" ucap raja iblis Lauhu sambil merubah wujudnya menjadi manusia setengah harimau.


"sial," raja iblis Shayu mengendalikan air disekitarnya untuk menciptakan dua buah pedang es bergerigi.


Demi membantu semua anak anaknya, Dewa iblis Yong Heng pun mengeluarkan teknik uniknya.


"Darkness!" Dewa iblis Yong Heng mengeluarkan gelombang kegelapan yang sanggup menelan semua cahaya di dalam ruangan untuk mengeluarkan Dian Zheng dari persembunyiannya.


Disaat ruangan telah menjadi gelap gulita, Dian Zheng muncul di dekat raja iblis Shayu dan hendak menyerangnya dengan teknik pemukul jiwa.


Karena tahu bahwa dia sedang di incar, raja iblis Shayu pun menghindar.


Disaat sedang melompat mundur, ribuan pedang melesat ke arahnya. Namun semua serangan pedang berhasil dia tangkis dengan mudah.


Trang trang trang


"Beraninya kau menyerangku secara diam diam, jenderal iblis Kaibo," ucap raja iblis Shayu sambil menatap tajam mata Kaibo.


Ketika raja iblis Shayu sedang terfokus ke arah Kaibo, Xiao Tian muncul seketika tepat di belakang punggungnya. Lalu menusukkan pedang es bergerigi ciptaannya secepat yang ia bisa.


Clebbb


"Bicara soal pedang es, aku juga bisa membuatnya dengan bantuan relikku," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.


Setelah sadar bahwa punggungnya telah tertusuk, raja iblis Shayu pun terkejut bukan main.


"Sejak kapan kau?" ucap raja iblis Shayu dengan mata merahnya.


Setelah mendengar pertanyaan raja iblis Shayu, Xiao Tian tersenyum sambil mendorong masuk pedang yang telah tertancap di punggung raja iblis Shayu.


"Bukan cuma para iblis yang bisa melihat dalam gelap," Xiao Tian menjawab dengan mata merahnya.


Melihat serangkaian serangan kejutan dari Kaibo dan Xiao Tian menghasilkan sebuah luka di punggung raja iblis Shayu, Dian Zheng pun tersenyum dengan oenuh semangat.


"Hahahahah, gerakan bagus Xiao Tian," ucap Dian Zheng sambil membatalkan teknik pemukul jiwanya.


"Awalnya kupikir kalau mereka akan menjadi beban dan akan menonton saja, ternyata mereka bisa membantu juga. Dengan begini menyingkirkan para raja iblis disaat Dewa iblis Yong Heng disini bukanlah sebuah masalah besar lagi.


Satu satunya yang harus kupikirkan adalah cara untuk mengalahkan Dewa iblis Ying Heng," pikir Dian Zheng sambil mengepalkan kedua tangannya.