Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 396 : Melaksanakan tugas


#Diluar gedung pusat sekte badai berduri


Taiwu bersiul untuk memanggil para naga biru. Dia mengumpulkan mereka ke tanah lapang untuk dijadikan tunggangan semua orang yang ingin pergi keluar sekte.


Taiwu hanya memanggil empat naga biru raksasa, satu diantaranya adalah pimpinan mereka. Sedangkan sisanya naga biasa yang hanya bisa menampung dua orang saja.


Selang beberapa menit ketika naga biru datang, Xiao Tian memanggil naga hitam untuk dijadikan tunggangannya.


"Roarr!" naga hitam meraung dalam versi raksasanya.


"Terimakasih karena telah memenuhi panggilanku, teman," ucap Xiao Tian sambil menatap naga hitam.


Ketika naga hitam versi raksasa mendarat tepat di hadapannya, Xiao Tian langsung menaikinya tanpa rasa ragu.


Wooshhh


Tap, Xiao Tian melompat menaiki punggung naga hitam.


Setelah berada di atas punggung naga, Xiao Tian menoleh ke bawah dan menyuruh para pendekar alam fana yang tak dapat misi khusus untuk ikut menaikinya.


"Bagi yang merasa berada di tingkatan pendekar alam fana dan tak punya urusan atau misi khusus, tolong naiklah!" ucap Xiao Tian dengan serius.


"Baik yang mulia," ucap Liang Su, Su Yan dan Huanran sambil memberi hormat.


"Dengan senang hati, guru," ucap si Gendut sambil memberi hormat.


"Ehm," Jingmi dan Kaibo melompat naik tanpa sepatah katapun.


Setelah didahului oleh Jingmi dan Kaibo, para pendekar alam fana yang lain ikut naik satu persatu.


Tap tap tap


Disaat semua orang sudah menaiki naga hitam, Xiao Tian melompat naik ke atas kepala sang naga seperti biasanya. Lalu menyuruh naga hitam untuk terbang memimpin menuju daratan vampir dengan menggunakan bahasa naga.


"Terbanglah!" ucap Xiao Tian dengan serius.


Roarr, naga hitam terbang mendahului naga naga lain.


Woooshhh


Setelah membiarkan Xiao Tian terbang lebih awal, Taiwu dan rombongannya ikut terbang menaiki pemimpin para naga biru.


"Terbanglah," ucap Taiwu sambil menyentuh leher sang naga.


Sebelum terbang meninggalkan para naga biru yang lain, Taiwu menyuruh pemimpin naga biru untuk memberi intruksi kepada tiga bawahannya agar mau melindungi penunggang mereka.


Dengan bahasa naga dia pun berkata,


"Ingatlah pesan dariku, roarrr!"


Naga biru sanggup berkomunikasi melalui insting dan telepati. Hanya dengan mendengar satu patah kata dari pemimpin mereka, para naga biru tersebut langsung memahami maksud pemimpinnya.


"Roarrr!" (Kami mengerti ketua dalam bahasa naga) tiga naga biru terbang ke arah timur menuju sekte duri naga. Mereka membawa Jia Li, jenderal Taifeng dan jenderal Taizhong.


Ketika para naga biru yang mengawal Jia Li sudah pergi, Xiao Tian dan Taiwu meminta naga mereka terbang menuju ke daratan vampir. Arah terbang mereka dengan Jia Li sangat bertolak belakang, sehingga harus berpisah.


Wooshhh


Setelah melihat naga hitam dan naga biru terbang menjauh, Xiao Hong dan yang lainnya mendoakan keselamatan serta kesuksesannya dalam misi mereka.


"Semoga berhasil, putraku," ucap Xiao Hong sambil menatap langit.


"Kembalilah dengan selamat, Xiao Tian," ucap Huang Li sambil menatap para naga yang menjauh.


Sementara itu, para alkemis dan petarung yang mendapat tugas bertukar ilmu pun memulai kegiatan mereka.


"Mohon bimbingannya, master," Huang Chu dan para penatua alkemis dari keluarga Huang sambil membungkukkan badan mereka.


"Latihan yang guru besar ajarkan pada kami sangatlah berat, apakah kalian siap akan hal ini?" tanya penatua Xianlun.


"Demi mengembangkan pengetahuan akan ilmu alkemis, kami siap melakukan apapun," jawab Huang Chu sambil memberi hormat.


"Kultivasi mereka jauh di atas kami, tapi mereka tak memandang rendah kami sama sekali. Orang orang dari kerajaan petir memang menarik," pikir penatua Xia Ning sambil tersenyum.


Xianlun dan kedua penatua alkemis sepakat untuk mengajar secara terpisah di gedung alkemis mereka. Sehingga para penatua serta murid alkemis dari keluarga Huang dibagi menjadi tiga orang kelompok. Tentunya kelompok Xianlun jauh lebih sedikit karena jumlah muridnya tidak sebanyak murid penatua yang lain. Saat ini muridnya hanyalah berjumlah enam orang saja. Dan


kelimanya adalah pemula yang baru masuk setelah Tian Ling.


Ketika para alkemis berlatih, para prajurit keluarga Huang diperintahkan untuk mengumpulkan bahan bahan herbal sebanyak mungkin untuk memperlancar latihan para alkemis.


Sedangkan jenderal Huang Cheng dan sisanya bertugas melatih para petarung di sekte badai berduri untuk meningkatkan teknik serta kultivasi mereka.


"Sampai yang mulia Xiao Tian tiba, kalian akan kulatih hingga menjadi orang yang lebih kuat. Latihanku cukup keras hingga bisa membuat kalian merasa ingin mati. Bagi yang bernyali kecil, kusarankan untuk mundur dari latihan ini. Jadi kutanyakan pada kalian sekali lagi. Apakah kalian akan maju atau mundur?" tegas jenderal Huang Feng dengan posisi tegak.


"Kami siap untuk maju!" ucap para petarung dari sekte badai berduri.


"Kutanyakan sekali lagi, apakah kalian siap untuk maju atau mundur dari latihan!"


"Kami siap untuk maju!" teriak para petarung dari sekte badai berduri.


####


"Pelatihan setan ya?"


"Aku jadi penasaran dengan cara orang dari kerajaan petir itu melatih orang orangku," ucap patriach Bai sambil menatap dari jauh.


"Ehm," angguk para penatua dari cabang petarung sekte badai berduri.


"Dari pada hanya menonton, bukankah lebih baik kalau kalian juga berlatih?" Tian Zhong muncul seketika di belakang punggung mereka.


"Kau benar juga. Kalau begitu, mohon bimbingannya kakak," ucap patriach Bai sambil memberi hormat.


"Mohon bimbingannya, patriach Tian Zhong," sambung para penatua sambil memberi hormat.


## Diluar sekte badai berduri


Para siluman rusa dan siluman harimau pergi keluar sekte bersama para roh iblis untuk mengumpulkan bahan makanan. Sedangkan Huang Li dan Tainam Chun dibawa paksa oleh Wu Kong keluar sekte setelah mereka meminta saran untuk menaikkan kultivasi mereka dengan cepat.


Wu Kong membawa mereka ke tempat tak dikenal yang hanya dipenuhi oleh pasir belaka untuk melatih mereka berdua dengan teknik teleportasi.


"Dimana ini?" tanya Huang Li.


"Daratan kosong yang panas dan gersang, mungkinkah kau ingin melatih kami di tempat ini?"


"Dewa kera?" tanya Tainam Chun sambil mengerutkan dahi.


"Itu tergantung kemampuan kalian," Wu Kong mencabut satu helai bulunya lalu merubahnya menjadi sebuah kloning.


"Aku telah mengatur kloningku hingga memiliki kekuatan setara dengan pendekar alam fana lapisan puncak. Tugas kalian adalah mengalahkannya dengan segala cara. Jika kalian berhasil aku akan memberikan satu teknik baru pada kalian. Dan jika gagal, kalian tak akan mendapat apa apa selain rasa sakit dan luka," jelas Wu Kong.


"Bisakah kita mulai latih tandingnya sekarang?" tanya Tainam Chun sambil memasang kuda kuda.


"Dasar tidak sabaran," kloning Wu Kong mengeluarkan tongkat emas dari telinganya lalu berkata, "Kalian berdua, majulah!"