
Setelah Taiwu mendapatkan kembali kultivasinya, Dewa petir melakukan hal yang sama kepada si Gendut, Huanran, Kaibo, Jingmi, Huang Li dan putri Jia Li. Sedangkan Su Yan dan Liang Su tak dia sentuh sedikitpun justrul Dewa petir lebih tertarik pada Tainam Chun yang pernah diceritakan oleh istrinya tempo lalu.
"Namamu Tainam Chun, kan?"
"Kemarilah, aku akan membuka kemampuan terpendammu," ucap Xiao Tian yang masih dirasuki oleh Dewa petir.
"Apakah anda tak salah menilai orang, putra mahkota?"
"Aku hanyalah prajurit penjaga di hutan obat. Tak mungkin bagiku memiliki keahlian khusus seperti yang kau katakan," ucap Tainam Chun sambil menatap mata biru Xiao Tian.
"Kau mungkin lupa akan kemampuanmu, tapi tubuhmu tidaklah lupa," ucap Dewa petir sambil menunjuk ke atas langit.
"Anda pasti salah, putra mahkota. Mana mungkin aku memiliki kekuatan terpendam," ucap Tainam Chun sambil tersenyum tipis.
"Jerus petir, teknik sambaran penghancur tebing!" ucap Dewa petir sambil menunjuk ke arah Tainam Chun.
Sebuah awan hitam berkumpul tepat di atas kepala Tainam Chun, lalu sebuah sambaran petir tingkat tinggi menyambar ke arah Tainam Chub hingga mengagetkan semua orang.
"Jederrrr!" suara keras yang di akibatkan oleh sambaran petir.
Petir itu mendarat tepat ke atas kepala Tainam Chun, hingga membuat semuanya terkejut bukan main.
"Tainam Chun!" teriak Taizheng (ayah dari Tainam Chun) kakak ipar dari jenderal Tailong.
"Apa yang ... ," semua orang yang begitu mengenal dekat Tainam Chun langsung terjatuh lemas dengan lutut yang jatuh oertama kali, termasuk jenderal Tailong dan seluruh kerabat satu klan mereka.
Kreatt kreattt (Suara listrik yang menyambar keluar di sekitar tubuh Tainam Chun)
Saat asap putih akibat sambaran petir menghilang, semua orang dikejutkan oleh Tainam Chun yang masih bisa berdiri tegak tanpa luka bakar sedikitpun di tubuhnya.
"Apa yang terjadi dengan tubuhku?"
"Kenapa aku bisa menyerap petir sekuat itu?"
"Bukannya merasa sakit atau terbakar, aku malah merasa menjadi semakin kuat akibat tersambar petir tadi," pikir Tainam Chun sambil melihat kedua telapak tangan berlapis sambaran listriknya.
"Apa kau percaya padaku sekarang?"
"Tubuhmu jauh lebih berharga dari pada yang kau bayangkan sebelumnya. Kau memiliki tubuh langka yang hanya muncul ribuan tahun sekali. Dengan berlatih dibawah naunganku, kau pasti bisa menjadi salah satu orang yang ditakuti oleh seluruh pendekar di alam semesta ini," jelas Xiao Tian dengan mata birunya.
"Hamba memohon bimbingan anda, putra mahkota," ucap Tainam Chun sambil memberi hormat.
"Tolong bimbing kami agar bisa sekuat anda, putra mahkota," ucap semua prajurit keluarga Huang dan prajurit kerajaan sambil memberi hormat.
"Tolong ajarkan kami agar menjadi sekuat anda, putra mahkota," ucap para pasukan bayangan dari keluarga Huang dan pasukan bayangan milik ratu Xiao Hong.
"Tolong ajarkan kami agar menjadi sekuat anda, putra mahkota," ucap ketiga jenderal utama dan jenderal Huang Cheng sambil memberi hormat.
"Kenapa kau jyga tak memohon padanya, suamiku?" tanya Liang Su sambil mencubit pinggang Su Yan yang baru tersadar dari pingsannya.
"Apa Liang Su baru memanggilku dengan sebutan suami?" pikir Su Yan sambil mengerutkan dahi.
"Aku tak mengerti apa yang telah terjadi ketika aku pingsan, tapi jika kau ingin agar aku memohon kepada putra mahkota agar menjadi lebih kuat. Maka aku akan melakukannya demi dirimu," ucap Su Yan sambil menatap mata Liang Su.
"Kau ini, berhentilah menggodaku, cepatlah katakan apa yang aku minta," cubit Liang Su sambil menatap tersipu malu.
"Tolong ajarkan kami agar menjadi sekuat anda, mahaguru," ucap para siluman sambil memberi hormat kepada Dewa petir yang sedang merasuki Xiao Tian.
"Bagus, aku senang kalian menjadi begitu antusias. Akan kulatih kalian hingga melampaui ekspektasi kalian sendiri!" ucap Dewa petir sambil menatap mata semua orang.
#Alam pikiran Su Yan
"Menyebalkan sekali, kenapa sisi lainku begitu mudah menyembah seseorang."
"Padahal tanpa bantuan orang lainpun, aku pasti bisa mengembalikan kultavasi tubuhku," ucap sisi lain Su Yan dengan tampang kesal.
"Bagaimana rasanya tak berdaya, tuan serigala suci?" tanya sisi gelap Xiao Tian yang muncul tiba tiba tepat di hadapan sisi lain Su Yan.
"Siapa kau?"
"Bagaiman caramu masuk kemari?"
"Ini adalah ruang pribadiku dan sisi lemahku saat tak berada di dalam tubuh asli," ucap sisi lain Su Yan sambil menatap tajam mata sisi gelap Xiao Tian.
Su Yan mengeluarkan sembilan buah ekor emasnya untuk menyerang sisi gelap Xiao Tian. Akan tetapi serangannya ditangkis dengan mudah oleh sisi gelap Xiao Tian dengan menggunakan dua puluh ekor hitamnya.
Whoshhh shut shut shut
"Siapa kau sebenarnya, dan apa yang kau mau dariku!" bentak sisi lain Su Yan sambil memegang luka di dadanya.
"Kau tak perlu tahu tentang bagaimana caraku datang kemari. Tapi ingatlah hal ini baik baik, jangan pernah berani macam macam dengan tubuh utamaku dengan membocorkan tentang keberadaan Dewa petir kepada orang lain. Jika kau memaksa melakukan hal konyol seperti sebelumnya, maka aku yang akan menyingkirkanmu dari alam pikiranmu sendiri," ucap sisi gelap Xiao Tian, kemudian menghilang dari pandangan sisi lain Su Yan.
"Sisi lemahku, ini pasti karena dia menatap mata Xiao Tian tanpa berkedip. Hingga membuat sisi gelapnya berhasil menyelinap masuk ke dalam alam pikiranku. Aku harus memperingatkan sisi lemahku agar menjaga tatapannya dari pangeran Xiao Tian. Jika tidak sisi gelapnya bisa menyelinap masuk lagi dan kemungkinan terburuknya adalah mengambil alih kesadaran tubuhku, dan menyingkirkanku dari alam pikiranku sendiri," pikir sisi lain Su Yan dengan napas terengah engah.
#Alam pikiran Xiao Tian
"Apa kau sudah memperingatkan siluman nakal itu?" tanya Xiao Tian sambil menatap sisi lainnya.
"Ya, aku sudah melakukan sesuai apa yang kau perintahkan. Kau puas sekarang?" tanya sisi gelap Xiao Tian.
"Sangat puas, karena dengan ini. Dia tak akan berani mengacaukan rencanaku untuk menutupi keberadaan dewa petir lagi," jawab Xiao Tian sambil bernapas lega.
"Bagaimana dengan para siluman yang mengetahui identitas dewa petir?"
"Apakah aku harus mengancam mereka juga?" tanya sisi gelap Xiao Tian.
"Tidak perlu, aku tahu bagaimana sifat mereka. Meraka tak seperti Su Yan yang suka bertindak sesukanya, dan tahu apa arti dari balas budi,"
"Jadi kau tak perlu memperingati mereka," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Jangan lupakan janjimu untuk membiarkanku lepas kendali saat masanya tiba nanti. Jika tidak aku tak akan pernah mau menurutimu lagi," sambung sisi gelap Xiao Tian sambil menatap mata Xiao Tian.
"Tenanglah, aku pasti akan menepati janjiku itu. Aku berjanji akan membiarkanmu membantai habis beberapa pembasmi iblis setelah Dewa petir selesai mengajari semua orang," jawab Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Tapi dengan satu syarat, kau harus mau memakai pakaian Xian Yun agar identitas tubuhku tak diketahui. Kau mengerti?" tanya Xiao Tian sambil menatap sisi gelapnya.
"Cih, aku mengerti," jawab sisi gelap Xiao Tian sambil memalingkan wajahnya.