Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 260 : Penyerangan


Xiao Tian membawa putri Jia Li ke ruang latihan untuk memastikan ingatan yang telah Wu Kong rubah. Setelah mengetahui ingatan buatan yang menutupi kenyataan tentang umur pendek putri Jia Li, Xiao Tian tak bisa berkata apa apa lagi. Dia hanya bisa terdiam sambil mengepalkan tangannya.


"Yan Yan?"


"Kenapa kau diam saja?"


"Bisakah kau jelaskan dari mana kau mengetahui soal penyakit lamaku?"


"Umurku hanya dalam hitungan hari lagi, menurut ingatanku seharusnya dalam lima hari aku akan ... ," belum sempat putri Jia Li menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian memegangi kedua pundaknya lalu berkata,


"Jangan katakan itu, umurmu tak sependek itu. Aku pasti akan membantumu memperpanjang umurmu," jawab Xiao Tian dengan tatapan serius.


"Yan Yan, penyakitku tidak sesimpel itu. Meski kau memiliki keterampilan medis yang begitu hebat hingga sanggup mengobati penyakit aneh yang menimpa Huang Li. Penyakitku jauh lebih mengerikan dari pada penyakitnya."


"Banyak ahli yang mencoba mengobatiku, namun mereka selalu bilang kalau aku tak bisa di tolong."


"Jadi tak perlu menghiburku lagi."


"Oh iya, Huang Li tak kalah cantik denganku."


"Umurku juga sudah ... ," belum sempat putri Jia Li menyelesaikan kalimatnya, Xiao Tian membungkamnya dengan menempelkan jari telunjuk kanannya ke bibir putri Jia Li.


"Bukankah aku sudah bilang padamu?"


"Berhenti berkata seolah olah aku tak dapat menyelamatkanmu. Tak akan kubiarkan siapapun merenggetmu dariku, meski Dewa kematian sekalipun," ucap Xiao Tian sambil menatap mata putri Jia Li.


Tak lama setelah Xiao Tian mencoba meyakinkan putri Jia Li, sebuah suara ketukan pintu mulai terdengar.


Tok tok tok


"Siapa itu?" tanya Xiao Tian sambil menoleh ke arah pintu.


"I ... ini aku pangeran," ucap Taiwu dari balik pintu ruang latihan.


"Masuklah!" ucap Xiao Tian sambil membelakangi putri Jia Li.


Mendengar ucapan Xiao Tian yang terdengar cukup jelas, Taiwu langsung membuka pintu ruangan kemudian memberi hormat kepadanya.


"Sa .... , salam putra mahkota."


"Maaf karena telah menganggumu, tapi orang oramg dari luar daratan elemen telah mengacau di luar istana. Saat ini raja sedang berhadapan dengan mereka, namun kekuatan mereka sangat tidak masuk akal."


"Kultivasi mereka berada di atas ranah alam ilusi, raja dibuat kesulitan akan hal tersebut."


"Karena orang orang tersebut datang dengan niat yang jahat, yang mulia memintaku untuk membawamu pergi dari sini."


"Jangan khawatir semua teman temanmu juga akan ikut bersama kita," ucap Taiwu sambil memberi hormat.


"Diatas pendekar alam ilusi?"


"Bukankah kau juga demikian?"


"Bukan hanya itu, Su Yan dan yang lainnya pun telah mencapai lapisan ke enam pendekar alam roh."


"Kenapa kalian malah mau lari dari para sekut itu?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Taiwu.


"Apakah pangeran sudah gila?"


"Dia saja baru mencapai pendekar alam roh bintang satu, bagaimana mungkin aku dan yang lainnya bisa melebihi jenius sepertinya."


"Sepertinya otak pangeran masih mengalami masalah sejak terjatuh di penobatannya kemarin," pikir Taiwu sambil mengerutkan dahi.


"Kenapa kau terdiam?" tanya Xiao Tian sambil menatap tajam mata Taiwu.


"Bagaimana caraku menjelaskannya ya, pangeran benar benar sudah kehilangan akal," pikir Taiwu sambil mengerutkan dahi.


"Sudahlah, jika kau tak mau bicara. Maka biar aku yang menghadapi mereka. Tunggulah disini dan jaga putri Jia Li untukku!" bentak Xiao Tian sambil melewati Taiwu.


"Tunggu pangeran, musuh kita saat ini terlalu berbahaya. Lebih baik kau ... ," belum sempat Taiwu menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian mengeluarkan tekanan qi setingkat pendekar alam roh lapisan puncak. Dalam sekejap Taiwu langsung mengerti bahwa Xiao Tian bisa menangani semuanya sendiri.


"I ... ini, sejak kapan pangeran menjadi pendekar alam roh lapisan puncak?"


"Bakayltnya terlalu luar biasa. Padahal kemarin dia masih satu lapis di atasku," pikir Taiwu dengan tubuh yang gemetaran.


"Yan Yan?"


"Dari mana kau mendapat kekuatan sebesar ini?"


"Perkembanganmu ini benar benar tak masuk akal, mungkinkah dia belajar dari sorang master beladiri tersembunyi?" pikir putri Jia Li sambil menatap punggung Xiao Tian.


#Di luar ruangan latihan


"Hei Dewa petir, bisakah kau jelaskan maksud dari keraguan Taiwu?"


"Jangan bilang kalau Dewa kera telah membuat dia kehilangan kultivasinya lagi?" tanya Xiao Tian melalui telepati.


"Bukan kehilangan, tapi hanya menyegel kultivasinya saja. Ini kami lakukan demi untuk menutupi kebenaran bahwa Dewa kera telah melatih mereka hingga sekuat itu."


"Kau bisa mengembalikan kekuatan mereka lagi hanya dengan mengucapkan beberapa mantra, tapi ingatlah untuk tak membahas soal alam Dewa dengan orang lain."


"Cukup kau saja yang mengetahui hal ini, oke?" ucap Dewa petir melalui telepati.


"Baiklah, aku tak akan menyinggung hal itu lagi," sambung Xiao Tian sambil memasang wajah kesal.


Ketika Xiao Tian selesai bertanya pada Dewa petir, tercium bau darah serta hawa membunuh yang di targetkan kepadanya. Sadar akan hal tersebut, dia langsung mengeluarkan tekanan qi yang jauh lebih kuat untuk mengejutkan para pembunuh itu.


Sadar akan betapa berbahayanya kekuatan Xiao Tian, para pembunuh itu berniat kabur.


Namun karena kecepatan lari Xiao Tian berada di atas mereka, dia mampu menebas semua musuh tanpa meloloskan satu orang pun.


Demi menggali informasi, dia sengaja membiarkan salah satunya hidup dan menyiksanya hingga mengakui siapa yang menyuruh mereka.


"Katakan siapa pemimpin kalian, dan kenapa kalian ingin membunuhku!" ucap Xiao Tian sambil menebas salah satu tangan musuhnya.


"Siapa pemimpin kami?"


"Kau tak layaknmengetahuinya, yang pasti kau akan mati setelah jenderal kami kemari."


Setelah diperhatikan cukup lama, terdapat lambang pembasmi iblis di pakaian para penjahat. Sadar akan hal tersebut dia langsung tersenyum tipis dan memahami situasi saat ini.


"Oh, jadi kalian sudah mulai bergerak ya?" ucap Xiao Tian sambil menusuk perut penjahat itu.


"Su Yan dan yang lain berada di wilayah klan Huang, dan para pembasmi iblis hanya menargetkan istana. Mereka pasti akan aman. Tapi bagaimana dengan ibu?"


"Aku harus melihatnya terlebih dulu," pikir Xiao Tian sambil memasang wajah khawatir.


"Tenanglah, ibumu sedang berkunjung di wilayah klan Huang sejak kau pergi ke ruang latihan. Dia akan baik baik saja. Aku justrul lebih hawatir dengan keadaan ayahmu serta ketiga jenderal utama. Jika kau tak segera keluar, mereka pasti akan bernasib seperti para pelayan dan prajurit di sebelah kirimu," ucap Dewa petir melalui telepati.


Setelah menoleh ke kiri, Xiao Tian terkejut melihat pemandangan mengerikan dimana para pelayan dan prajurit yang telah di mutilasi hingga menjadi beberapa potongan.


"Bajing*an, bukankah mereka jauh lebih kejam dibandingkaj para iblis?"


"Mereka menebas orang biasa yang bukan merupakan seorang kultivator sampai seperti ini, benar benar tak berperasaan."


"Akan ku buat kalian membayar semua perbuatan keji ini," ucap Xiao Tian sambil mengepalkan tangan.


# Di luar istana


Raja Xiao Zhao Ye diperlakukan layaknya mainan oleh seorang pendekar berbaju serba kuning dengan lambang pembasmi iblis di punggungnya. Ratu Xiao Hong dilarang untuk ikut campur karena sedang hamil muda, sedangkan para prajurit tak diijinkan untuk ikut campur karena ini menyangkut harga diri raja.


#Beberapa menit sebelumnya


Seorang pria misterius berpakaian layaknya seorang jenderal pasukan elit pembasmi iblis, membawa begitu hanyak pasukan menuju istana kerajaan petir.


Karena mereka berjalan sambil dilengkapi berbagai macam senjata, para prajurit menghadang mereka di depan pintu gerbang menuju wilayah istana.


Namun mereka tak menyerah begitu saja, tanpa basa basi sekumpulan orang tersebut menebas para prajurit yang menghalangi jalan mereka.


Mendengar suara teriakan dan benturan pedang di luar istana, raja Xiao Zhao Ye pun keluar untuk melihat apa yang terjadi.


Sambil menghunuskan pedangnya, raja Xiao Zhaoye pun berkata,


"Siapa kalian, dan apa alasan kalian membuat keributan disini!"


"Apa kau tak bisa mengenali pakaian kami?" tanya orang berpakaian misterius yang memimpin penyerangan.


"Karena kau merasa asing dengan kami, maka biar kuperjelas tujuan kami datang krmari. Membasmi para iblis dan semua sekutunya."


"Kerajaan petir telah menjadi musuh kami karena mendukung putra mahkota menyembunyikan sepasang iblis di dalam istana."


"Kerajaan bahkan menghabisi seluruh pasukan elit dari wilayah utara hanya demi melindungi mereka. Para pelindung iblis harus mati, itulah hukum mutlak dari sekte kami!"


"Aku tak tahu iblis mana yang kalian maksud, tapi karena kalian membuat onar di wilayahku maka akan kubuat kalian membayarnya dengan nyawa kalian!" bentak raja Xiao Zhaoye sambil memancarkan hawa membunuh.


"Ho, kau ingin melawanku dengan kultivasi lemahmu saat ini?"


"Sepertinya organisasi kami terlalu lama menyembunyikan diri sehingga membuatmu lupa betapa mengerikannya sekte pembasmi iblis."


"Seorang Dewa petarung sepertimu tidak lain hanyalah seekor semut dimataku," ucap orang misterius itu.


"Beraninya kau menghina raja!" ucap ketiga jenderal utama sambil menghjnuskan tombak mereka.


"Tailong, Taizeng dan Taifeng, kalian tak perlu ikut campur dalam hal ini!"


"Kultivasinya jauh di atas kalian semua, aku akan menahan mereka disini. Kalian pergilah untuk temui putraku, bawa juga istriku pergi dari istana sebelum dia menyadari keributan ini," ucap Xiao Zhaoye melalui telepati.


"Ta ... tapi yang mulia ... ," belum sempat melanjutkan ucapan mereka, raja Xiao Zhaoye memotong ucapan para jenderal dengan berkata, "Ini adalah perintah dari raja, lindungi keturunan kerajaan dan biarkan aku menahan mereka seorang diri!"


"Menahan kami seorang diri katamu?"


"Hahahah!"


"Melawanku saja kau tak akan mampu, kalian semua cincang seluruh penghuni istana dan biarkan aku bersenang senang dengan raja Xiao Zhaoye," ucap jenderal pembasmi iblis sambil mengeluarkan tekanan qi yang dahsyat.


"Baik tuan Xin!" ucap para pembasmi iblis sambil memberi hormat.


Para pembasmi iblis menyebar mengelilingi istana, mereka menebas semua yang mereka temui. Kekuatan mereka berada di tingkat Dewa petarung lapisan lima. Karena kekuatan mereka setara dengan para jenderal utama, maka jenderal Taizeng dan jenderal Taifeng kesulitan menghadapi mereka semua.


Karena suasana semakin rumit, jenderal Tailong memberi tahu Taiwu keadaan diluar dengan menyuruh salah satu prajurit masuk ke istana menuju ruang latihan untuk menemui Taiwu yang berjaga di luar ruangan tersebut.


"Apa hanya ini saja kekuatan dari seorang raja dari kerajaan besar?" tanya pria salah satu pembasmi iblis.


"Uhuk uhuk," raja Xiao Zhaoye menderita batuk darah disertai luka dalam akibat serangan yang dilancarkan musuhnya.


"Si ... siapa kau sebenarnya?"


"Apa yang kau inginkan dari kerajaanku!" tanya Xiao Zhaoye sambil mencoba menghapus darah di mulutnya.


"Namaku adalah Xin Ye, salah satu jenderal pasukan elit pembasmi iblis. Seperti yang ku bilang sehelumnya, kami kemari untuk menghapus kerajaan ini karena telah melindungi sepasang iblis," jawab Xin Ye sambil menatap menginjak tangan raja Xiao Zhaoye.


"Singkirkan kaki kotormu dari tangan ayahku!" bentak Xiao Tian sambil melangkah ke luar istana.


"Hoo , akhirnya yang kita tunggu tunggu telah mun ... , belum sempat menyelesaikan ucapannya, Xiao Tian mengeluarkan hawa membunuh yang sanggup membuat Xin Ye gemetar ketakutan.


Saking takutnya, dia bahkan tak sadar bahwa kakinya terus melangkah mundur menjauhi tubuh raja Xiao Zhaoye hingga beberapa langkah.


"Ka ... kau, sejak kapan seorang dari daratan elemen bisa mencapai ranah pendekar alam roh!"


"Dari mana asalmu?"


"Siapa kau sebenarnya?"


"Kau tak mungkin pangeran Xiao Tian, karena kudengar dia hanyalah sampah. Bahkan topeng bencana sekalipun tak pernah membuatku takut, siapa kau sebenarnya!" bentak Xin Ye sambil mengeluarkan keringat dingin.


"Apa kau bodoh?"


"Ingin membunuhku, tapi tak tahu wajahku?"


"Inilah aku, orang yang paling kau cari. Orang yang telah menghabisi orang orang sekte pembasmi iblis."


"Kau juga bisa memamnggilku sebagai malaikat mautku, karena saat ini juga akaj kuhabisi nyawamu!" ucap Xiao Tian sambil mengeluarkan hawa membunuh.