
Xiao Tian terjebak dalam situasi yang sangat sulit, dia dikepung oleh 6 jenderal utama raja iblis Dianzeng, tingkatan mereka berada jauh diatas Xiao Tian, mereka merupakan iblis tingkat legenda lapisan puncak, sedangkan Xiao Tian masih berada di Grand master petarung lapisan puncak...
"Apa yang harus kulakukan?" pikir Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
"Aku hanya ditemani naga hitam, mereka ada berenam, apa diantara mereka ada yang bisa terbang?" pikir Xiao Tian.
"Gyu..." ucap naga hitam dalam versi mininya.
"Apa naga hitam mencoba bicara denganku?"
"Aku mana paham." pikir Xiao Tian.
Ketika larut dalam rasa bingung, Sunlong memberi Xiao Tian petunjuk, lewat telepati dia menyuruh Xiao Tian menjalankan rencana yang telah dia rancang.
#Pembicaraan lewat telepati(Para jenderal utama iblis tak bisa mendengar percakapan mereka)
"Hei kenapa kau tak pakai telepati untuk bicara pada naga hitam?" ucap Sunlong.
"Oh iya aku hampir lupa." sambung Xiao Tian.
"Dasar kau ini masih muda tapi pelupa." ucap Sunlong.
"Tunggu apa lagi?".
"Cepat lakukan telepati ke naga hitam!" ucap Sunlong dengan kesal karena Xiao Tian tak kunjung melakukan sarannya.
"Begini maksudku, kau kan bisa merasukiku, dan meningkatkan kekuatanku dalam sekejap, bisakah kau merasukiku sekarang?"
"Dari pada bicara dengan naga hitam, lebih baik aku meminta bantuanmu." jelas Xiao Tian.
"Ucapanmu memang masuk akal, tapi sejak aku memberikan kemampuan untuk mendeteksi hawa iblis sebelum waktunya, aku jadi terpaksa kehilangan banyak energi, energiku yang sekarang tak cukup untuk menolongmu." jawab Sunlong.
"Cih kau kan dari dulu emang tak berguna, melawan iblis dimensi saja kau kewalahan waktu dulu, sampai aku harus turun tangan, iblis dimensi juga iblis tingkat legenda, tapi iblis itu baru mencapai lapisan ke lima, sedangkan lawan yang sekarang berada pada lapisan kesepuluh."
"Mereka dua kali lipat lebih kuat kalau dibandingkan dengan lawanmu yang sebelumnya, jadi apa kau tetap yakin?" tanya Dewa petir.
"Haih, Dewa petir jadi kau juga masih ada dalam alam pikiranku?" tanya Xiao Tian.
"Kalau aku tak ada kau pasti akan dalam masalah yang lebih besar." jawab Dewa Petir.
"Benar juga, kalau begitu cepat rasuki aku!" sambung Xiao Tian.
"Aku tak keluar dan langsung menyapamu di dunia nyata, bukan karena aku ingin bermalas malasan di dalam alam pikiranmu, tapi aku sedang mengontrol hawa iblis yang dikeluarkan Sunlong, agar tak masuk ke relik dimensi milikmu." jelas Dewa Petir.
"Kenapa kau bicara begitu?".
"Aku tak bertanya tentang alasanmu, cepat rasuki aku karena aku dalam keadaan genting sekarang!" ucap Xiao Tian.
"Ya cepatlah dasar Dewa tak berguna!" sambung Sunlong.
"Dengar ya iblis kadal, kalau aku bisa merasuki Xiao Tian, aku sudah merasukinya sejak tadi, keadaanya tak semudah itu, kalau aku memilih merasuki Xiao Tian, maka aku tak bisa menahan hawa iblismu lagi, dan hawa iblismu pasti akan meresap masuk ke relik dimensi." sambung Dewa Petir.
"Memangnya kenapa?"
"Bukankah dari dulu juga begitu?" tanya Sunlong.
"Apa kau lupa, kali ini keadaannya berbeda, didalam ruangan yang diciptakan relik Dimensi, ada seorang manusia yang memiliki kontrak dengan relik kaisar iblis." ucap Dewa Petir.
"Kenapa aku bisa lupa soal itu, Xiao Tian lupakan bantuan dari Dewa yang tak berguna, ucapannya benar, dia tak akan bisa merasukimu, jika dia memaksa merasukimu ketika ratu Feng Ping masih herada dalam ruang hampa, maka aku jamin kaisar iblis akan bangkit." sambung Sunlong.
"Kalau kau dan Dewa petir tak bisa merasukiku, lalu apa yang harus kulakukan?" tanya Xiao Tian.
"Lakukan saja rencanaku." ucap Sunlong.
Sunlong menjelaskan semua rencanannya lewat telepati, Xiao Tian tak punya pilihan lain selain bergantung pada rencana Sunlong.
Selama ini Xiao Tian tak mendengar kejadian disekitarnya, dan fokus bertelepati dengan Sunlong dan Dewa petir, dimata para jenderal utama raja iblis Dianzeng, Xiao Tian terlihat sedang berdiri sambil menggendong naga hitam, dan mengerutkan dahinya seperti sedang berpikir, para jenderal utama raja iblis Dianzeng terus berteriak menannyakan hal yang sama, yaitu menanyakan dimana Huang Li, awalnya mereka bertanya dengan santai, lama lama mereka merasa kesal karena Xiao Tian tak merespon pertanyaan mereka.
"Hei manusia, cepat katakan dimana kau sembunyikan wanita bernama Huang Li!"
teriak Di Yi.
"Sudahlah, aku lelah membuang buang waktu, langsung hajar saja!" ucap Dier.
Di er melesat kearah Xiao Tian mencoba menghajar tubuh Xiao Tian, Xiao Tian tak menghindari pukulan Di Er, bukannya menghindar, Xiao Tian malah melempar naga hitam kecil jauh keatas udara...
Wooshhhhh
Duakkk
Duarrr(Xiao Tian menghantam reruntuhan istana)
"Dasar manusia bodoh, sudah tahu nyawamu dalam keadaan terancam, masih saja perduli dengan peliharaan yang tak berguna." ucap Di Er.
Debu dan asap yang muncul dari reruntuhan yang Xiao Tian hantam, membuat posisinya tak dapat dilihat Di Er dan teman temannya.
Di dalam kabut itu, Xiao Tian mencoba masuk kedalam tanah dengan mengendalikan elemen tanah, selagi asap dan debu masih menutupi posisinya, dia pikir dia bisa kabur dengan mudah.
Di Er tak langsung mengecek Xiao Tian, karena dia pikir Xiao Tian pasti terluka parah karena pukulannya yang telah dia atur sedemikian rupa.
"Sepertinya kau beruntung, nampaknya iblis itu masih meremehkanmu, dengan teknik tempurung naga, kamu memang bisa menahan serangannya itu, dan tak memiliki luka sedikitpun, tapi perlu kuingatkan, pukulannya yang tadi baru 25% dari kekuatannya." ucap Sunlong lewat telepati
"Jadi kekuatan aslinya empat kali lipat dari yang tadi?" tanya Xiao Tian
"Begitulah." jawab Sunlong
"Syukurlah aku beruntung." ucap Xiao Tian
Xiao Tian mencoba mengendalikan tanah disekitarnya, tapi anehnya dia tak bisa mengendalikan tanah satupun, tapi anehnya dia tak bisa masuk menembus tanah, ataupun mengendalikan bentuk tanah.
Xiao Tian kebingungan, karena salah satu rencana Sunlong telah gagal, rencana awal untuk kabur dari bawah tanah hancur karena dia tak bisa menembus tanah, ataupun mengendalikan tanah.
"Bagaimana ini?"
"Coba buka portal ke ruang hampa, mereka kan tak bisa melihatmu sekarang." sambung Sunlong.
Xiao Tian mencoba membuka portal menuju ruang hampa, tapi portal tersebut tak kunjung muncul, ini semakin mempersulit keadaanya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" pikir Xiao Tian
"Sepertinya tak ada cara lain selain melawan, atau gunakan saja 1000 langkah cahaya." sambung Sunlong.
"Aku akan menggunakannya, ketika benar benar diambang kematian, sekarang aku masih bisa melawan. Sebelum aku kabur, aku harus membunuh salah satu dari enam iblis tingkat legenda ini, jika tidak teman temanku akan kerepotan." jawab Xiao Tian.
Di Er berjalan begitu santai menuju lokasi Xiao Tian terhempas. Para jenderal utama raja iblis Dianzeng yang lain tak ikut campur urusan Di Er, karena mereka tahu, Di Er bisa mengontrol kekuatannya, mereka berpikir kalau soal mengintrogasi atau menyiksa manusia tanpa membunuhnya, memang Di Er jagonya.
Di Er berjalan begitu santai bukan karena tanpa alasan, dia tak merasakan hawa keberadaan Xiao Tian sejak terpental hingga menghantam reruntuhan, menurut pikirannya, kemungkinan besar Xiao Tian sudah terluka parah, hingga berusaha menyembunyikan hawa kehidupannya.
Di Er memiliki penciuman yang tajam, jadi walau Xiao Tian tertutup kabut atau debu dari reruntuhan, Di Er masih bisa mengetahui posisinya.
Tepat ketika Di Er memasuki asap reruntuhan, Xiao Tian melakukan serangan kejutan. Dia memukul perut Di Er dan melontarkan serangan bola api biru ke arahnya.
Serangan terkuatnya itu bisa melukai iblis tingkat Dewa, sedangkan Dier hanya iblis tingkat legenda, sekali terkena serangan bola api biru, dia akan hancur menjadi debu.
Bukkk
Duarrrrrr(Ledakan bola api biru yang mengenai Di Er tepat sebelum kabut menghilang)
Wooshhh
Brakkkk(Di Er menghantam reruntuhan dengan luka yang begitu parah)
kelima jenderal utama raja iblis Dianzeng yang tadinya hanya duduk dan menonton, terkejut akan hal yang dialami Di Er, Di Er tewas tepat dihadapan mereka.
"Di.. Er?" ucap Di Yi
"Kak Di Yi, Di San dan semuanya, maafkan aku karena tak bisa terus berjuang bersama kalian, demi yang mulia Dianzeng, tolong lanjutkan perjuanganku." ucap Di Er
Di Er perlahan lenyap, dia menghilang menjadi butiran butiran cahaya yang terlihat seperti cahaya kunang kunang.
Asap mulai menghilang, dan posisi Xiao Tian telah terlihat, dia sedang berdiri menatap kelima jenderal utama yang tersisa, dengan nada sombong dia berkata...
"Siapa lagi yang ingin bernasib sepertinya, majulah!"
Bersambung....
# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini
jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..
O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.
A Little Desire of Anti-Hero
Ancient Realm Goddess
Asmara Jajar Genjang
Cinta Anak Muda
Good Bye My Honey
Kekasih Bayangan
Kita Sepupu?
Lost Princess
Mahluk Pemikat Hati
Miracle of Wish
Monalisa
My Insensitive Boy
My stupidity
Our Love
Pasukan kegelapan
Pembalasan si Kembar Wibowo
Rahim Pengganti
Sajak Sang Simpanan
Secret Love
Semua Untuk Cinta
Stranger From nowhere
The 7 Books of God
The Best Brother
The Dark Slayer
The Magic Shop
The Red Game
The Red String Of Fate