
Setelah Xiao Tian selesai mempraktekkan semua teknik pengendalian pedang aura dengan begitu sempurna, sang perwujudan aura pedang langsung menghentikan latihannya dan berkata, "Kau telah melampaui ekspektasiku. Tak hanya berhasil mengontrol aliran kekuatan jiwa dalam waktu yang singkat, kau bahkan berhasil membuat pedang itu mengakuimu."
"Mengakuiku?"
"Maksudmu pedang ini hidup?"
"Bukankah pedang aura tercipta dari sekumpulan esensi aura saja?"
"Aku bahkan tak dapat mendeteksi hawa kehidupan darinya sama sekali," ucap Xiao Tian dengan heran.
"Di dunia ini terdapat berbagai macam jenis pedang aura, dan salah satunya ada di tanganmu. Dari semua jenis pedang aura apakah kau tahu persamaan mereka?" tanya perwujudan aura pedang.
"Tak bisa patah, dan bisa digunakan untuk memurnikan relik," jawab Xiao Tian.
"Lalu?" tanya perwujudan aura pedang.
"Tak bisa direbut kepemilikannya, dan otomatis muncul ditangan pengguna jika terpaut jarak lebih dari lima meter," jawab Xiao Tian.
"Selain itu?" tanya perwujudan aura lagi.
"Menguras kekuatan jiwa yang cukup banyak disaat memunculkannya, dan memiliki skill atau efek khusus," jawab Xiao Tian.
"Dan apakah kau tahu apa skill khusus dari pedang di tanganmu?" tanya perwujudan aura pedang dengan serius.
"Dapat digunakan untuk menebas apapun saat dilapisi oleh aura pedang tingkat tinggi," jawab Xiao Tian.
"Itu adalah kemampuan dari pedang demonic, pedangku tak setajam itu hingga bisa menebas segalanya," sambung perwujudan aura pedang.
"Pedang Demonic?"
"Apa itu sebutan dari pedang aura iblis?"
"Lalu apa nama pedang ini?" tanya Xiao Tian.
"Pedang aurora," jawab aura pedang.
"Kenapa tak disebut sebagai pedang naga?" tanya Xiao Tian.
"Maaf karena sempat membuatmu keluar pembahasan tadi. Tapi bisakah kau jelaskan apa kemampuan dari pedang ini?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Kau akan mengetahuinya sendiri nanti," jawab perwujudan aura pedang.
Setelah selesai membahas beberapa hal yang mengganjal dihatinya, Xiao Tian pun pergi melewati array pembatas.
Ketika sampai di sisi lain pembatas ruangan, perwujudan aura Dewa hanya menatapnya dari kejauhan.
Disaat sudah melewati array pembatas yang lain, dia pun berhadapan dengan sang perwujudan aura iblis. Tubuhnya nampak mirip seperti Xiao Tian, hanya saja tercium bau kematian yang cukup menyengat di sekitarnya.
Dengan tatapan tajam dan dinginnya, dia pun berkata, "Apa yang kau lakukan disini, Dewa muda?"
"Aku datang untuk menantangmu," jawab Xiao Tian sambil memunculkan pedang auranya.
Melihat Xiao Tian memegang pedang aura milik perwujudan aura pedang, sang perwujudan aura iblis pun tersenyum dan berkata, "Pedang aurora?"
"Apakah kau sudah berhasil mengalahkan si aura pedang?"
"Menurutmu?" tanya Xiao Tian dengan serius.
"Aku suka sikapmu, bocah!" perwujudan aura iblis seketika lenyap dari pandangan, lalu muncul tepat disamping kanan Xiao Tian. Bersamaan dengan kemunculannya, pedang aurora tiba tiba saja tertebas menjadi pecahan pecahan kecil. Dan hanya menyisakan gagangnya saja.Dia muncul sambil memegang pedang demonic yang dia tempelkan bagian tumpulnya ke pundak.
Melihat gerakan tiba tiba sang aura iblis, Xiao Tian pun terkejut bukan main. Dalam lamunannya dia pun berkata, "Gerakan apa itu?"
"Bagaimana caranya dia bisa muncul seketika dihadapanku?"
"Dan apa apaan pedangnya itu, aku memang tahu kalau pedangnya dapat menebas apapun. Tapi siapa sangka kalau pedangnya bisa digunakan untuk menebas pedang auroraku."
"Bukankah saat itu, pedangnya bahkan tak bisa digunakan untuk menebas tubuh aura Dewa sedikitpun?"
"Kenapa kau terdiam?"
"Apakah kau takut sekarang?" tanya perwujudan aura iblis dengan tatapan dinginnya.
"Dalam mimpimu!" ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan simbol roh B_bi suci.