Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 206 : Menyerap habis qi iblis Kaibo


Xiao Tian menaiki anak tangga dengan persiapan yang matang. Sedangkan Sunlong yang memiliki trauma mendalam terhadap api hitam melompat kepuggung Xiao Tian lalu memasuki pakaian Xiao Tian agar tak terkena api hitam lagi.


Karena terkejut dengan gerakan Sunlong yang tiba tiba masuk ke dalam pakaiannya, Xiao Tian pun merasa kegelian.


"Hei apa yang kau lakukan, kenapa kau masuk ke pakaianku!"


"Sudah abaikan saja aku, cepat lanjutkan langkahmu!" ucap Sunlong sambil menhumpat di balik punggung pakaian Xiao Tian.


"Kadal ini, berhentilah beimain-main dan keluarlah dari pakaianku!" ucap Xiao Tian dengan kesal.


Xiao Tian memasukkaan tangan kanannya ke dalam kerah belakangnya namun Sunlong menggigit tangannya sehingga Xiao Tian kesakitan karena teknik pengeras tubuh sudah lama tak dia kaktifkan sejak berhadapan dengan Kaibo yang berubah menjadi naga raksasa.


"Dasar kadal sialan!" bentak Xiao Tian sambil menarik keluar tangan kanannya.


Demi menghindari gigitan Sunlong, Xiao Tian pun memasukkan tangan kananya ke dalam punggung pakaian dari arah bawah. Dia terus masuk merogoh ke dalam punggung paklaiannya hingga berhasil meraih ekor Sunlong. Saat berhasil mencapai ekor Sunlong dia pun menariknya keluar dengan paksa.


"Le .. lepaskan aku!" Sunlong berpegangan kepada pakaian Xiao Tian agar mempertahankan posisinya. Karena tak tahan dengan tingkah Sunlong, Xiao Tian pun meremas ekor Sunlong dengan begitu keras sehingga dia berteriak kesakitan.


"Aaaa, aku tak akan keluar.


Kalau kau ingin main kasar maka terima ini!" Sunlong mencoba menggigit punggung Xiao Tian sebagai balasan perilaku kasarnya. Namun bukannya Xiao Tian yang merasa sakit, justrul dialah yang merasa kesakitan.


Giginya sampai rontok karena Xiao Tian mengaktifkan teknik pengeras tubuh tepat sebelum Sunlong menggigit punggungnya.


Krakk


"Aaa, gigiku!" teriak Sunlong kesakitan.


Karena teknik pengeras tubuh telah aktif, genggaman tangan Xiao


Tian pun ikut mengeras sehingga membuat Sunlong menjerit semakin keras akibat rasa sakit yang dia terima karena remasan tangan Xiao Tian.


"Ekorku!"


"Baik, baik aku akan keluar. Tapi lepaskan genggaman tanganmu lebih dulu!" teriak Sunlong.


Setelah Xiao Tian melepaskan ekornya, Sunlong langsung memanjat keluar dari pakaian Xiao Tian. Kemudian langsung duduk di samping pundak kanannya.


Saat ini ekornya terlihat lebam akibat remasan tangan Xiao Tian. Sedangkan semua giginya telah hancur karena menggigit tubuh keras Xiao Tian. Dia terlihat seperti seorang bayi yang ompong tanpa gigi sedikitpun.


Dengan mata yang berkaca kaca, Sunlong pun berkata, "Teganya Kau."


Setelah melihat ke arah Sunlong yang terlihat ompong bagai bayi baru lahir, Xiao Tian pun tertawa,


"Hahahah, ternyata roh sepertimu bisa ompong juga ya."


"Justrul karena aku sebuah roh makanya tubuhku begitu rapuh!"


"Karena kesalahanmu, aku jadi kehilangan semua gigiku!" bentak Sunlong melalui telepati.


"Maaf jika aku sedikit keterlaluan. Tapi kalau kau terus di dalam pakaianku, mungkin aku akan kehilangan konsentrasi saat melawan Kaibo. Asal kau tahu saja, aku merasa begitu geli saat kau berada di dalam pakaianku."


"Lalu bagaimana caranya


menggembalikan gigimu?" tanya Xiao Tian.


Sebelum Sunlong menjawab pertanyaan Xiao Tian, giginya tumbuh kembali begitu saja.


"Tenanglah, selagi berbetuk roh aku bisa menumbuhkan gigiku tanpa batas waktu."


"Syukurlah kalau begitu," ucap Xiao Tian dengan lega.


Setelah Sunlong terlihat agak tenang, Xiao Tian pun melanjutkan langkahnya hingga mencapai pagoda iblis tingkat empat. Sesuai dugaannya, Kaibo menyerangnya dengan api hitam tepat disaat dia baru memasuki pagoda iblis tingkat empat.


Namun karena dia telah mengerti cara mengatasi api hitam itu, Xiao Tian pun tak melarikan diri. Dengan penuh percaya diri dia lebarkan telapak tangannya ke arah semburan api Kaibo. Lalu menghisap semua serangan Kaibo yang diarahkan kepadanya.


Satu demi satu lapisan kekuatan dia lewati karena menghisap api tersebut.


Selagi tangan kanannya sedang sibuk menghisap api hitam yang disemburkan langsung dari mulut Kaibo, Xiao Tian mengarahkan tangan kirinya ke arah api hitam yang masih berkobar di lantai pagoda.


Sejak menyentuh api hitam yang berada di samping kirinya, semua api hitam di lantai pagoda yang memang terhubung dengan api tersebut perlahan lenyap karena dihisap habis oleh Xiao Tian.


Setelah semua api hitam di lantai berhasil diserap habis, Xiao Tian berjalan mendekati Kaibo sembari menyerap api hitam yang terus menyembur kearahnya.


Setelah Xiao Tian berjarak begitu dekat dengannya, Kaibo berhenti menyemburkan apinya. Dia langsung mendaratkan cakarnya ke arah Xiao Tian untuk mencabik tubuhnya, akan tetapi gerakan Xiao Tian jauh lebih lincah dari gerakan Kaibo yang sejak tadi tak berpindah tempat dari posisinya berdiri.


Karna kesal, Kaibo menyerang Xiao Tian dengan api hitamnya. Namun seperti biasa, api itu diserap Xiao Tian dengan begitu mudah.


"Ketika Xiao Tian telah mencapai bagian atas kepala Kaibo.


Dia menempelkan telapak tangan kanannya ke sisik kepala Kaibo sembari berkata,


"Teknik penelan iblis!"


Dalam sekejap aura merah yang di lapisi hawa iblis di sekujur tubuh Kaibo mulai memudar. Kaibo yang saat itu tak sadarkan diri bagaikan seekor hewan liar hanya bisa menggelengkan kepalanya kekanan dan kekiri sembari menyemburkan api hitam tanpa tujuan yang jelas. Semua itu dia lakukan hanya untuk menjatuhkan Xiao Tian yang saat itu berada di atas kepalanya.


Setelah seluruh aura merah Kaibo lenyap, Xiao Tian pun naik tingkat hingga ke tahap Dewa Petarung lapisan delapan. Melihat Xiao Tian naik tingkat dengan begitu cepat Sunlong pun merasa begitu takjub.


Tingkat Dewa Petarung bukanlah tingkat kultivasi untuk sembarang orang, hanya anak jenius dan tahan banting yang sanggup meningkatkan lapisan di tingkat tersebut. Semua itu karena setiap kali naik tingkat satu lapisan di tingkat tersebut seseorang akan mengalami rasa sakit yang amat luar biasa untuk mengalami kenaikan tingkat. Melihat Xiao Tian menerobos tanpa merasa sakit membuatnya merasa penasaran sekaligus khawatir.


Dalam pikiran Sunlong, Xiao Tian mungkin seorang jenius jika memang tak merasa sakit saat naik tingkat. Selain itu dia juga berpikir bahwa ada kemungkinan dimana Xiao Tian berpura-pura tak merasa sakit setiap kali dia naik tingkat.


"Cukup!"


"Berhentilah menyerap kekuatan Kaibo, jika kau terus menyerapnya kau mungkin akan mengalami luka dalam!" teriak Sunlong sambil mencoba membujuk Xiao Tian. Dia khawatir kalau Xiao Tian berpura pura tak merasa sakit saat mengalami kenaikan tingkat, namun semua rasa ragunya menghilang saat Xiao Tian menatapnya dengan senyuman tipis.


Setelah cukup lama menghisap kekuatan Kaibo, Xiao Tian telah berhasil mencapai tingkat Dewa Petarung lapisan puncak.


Ketika hawa iblisnya mulai melemah, Kaibo pun kehabisan tenaga untuk berdiri.


Dia terjatuh hingga menghantam lantai pagoda iblis, sedangkan Xiao Tian langsung melompat turun tepat setelah tubuh Kaibo baru terbaring di lantai pagoda.


Ketika Xiao Tian menyentuh lantai pagoda, Sinar merah yang menyilaukan mata kembali muncul menyelimuti tubuh Kaibo. Sinar tersebut mengecil hingga ke ukuran Kaibo versi kecil. Setelah sinar itu menghilang, Xiao Tian oun melihat Kaibo dalam versi anak kecilnya.


"Kak, Xiao ... Tian. Kenapa ... kau disini?"


"Dan apa yang terjadi dengan tubuhku?"


"Kenapa aku merasa begitu lemas?" tanya Kaibo dengan terbata bata.


"Ceritanya panjang, untuk saat ini telanlah pil pemulih energi agar kau bisa kembali normal," jawab Xiao Tian sambil melemparkan satu pil pemulih energi ke arah Kaibo.


Kaibo menerima pil tersebut, lalu menelannya secara utuh. Perlahan luka di tubuhnya mulai sembuh. Akan tetapi sebelum dia berdiri dengan tegak, pria berjubah serba hitam dengan punggung bertuliskan angka empat tiba tiba saja muncul di belakang Kaibo. Dia menotok punggung leher Kaibo sehingga membuatnya pingsan, lalu membawa Kaibo pergi dengan menghilang entah kemana.


Kejadiannya begitu cepat sehingga Xiao Tian tak sempat bereaksi.


"Tungggu!"


"Sial, siapa lagi dia?"


"Pakaiannya sangat mirip dengan pakaian orang yang menyerangku ketika di lembah naga. Tapi, tubuhnya sedikit lebih tinggi jika dibandingkan dengan pria yang waktu itu,"


"Dan hanya ada satu hal yang mengganjal di pikiranku, kenapa angka di punggung mereka tidak seperti angka orang cina di jaman kuno. Aku sangat yakin angka tersebut adalah angka modern yang seharusnya belum ada di jamanku yang saat ini. Aku sangat yakin karena angka tersebut sangat mirip dengan angka yang dipakai di alam semesta lain dimana aku pernah terlahir sebagai seorang dokter jenius," pikir Xiao Tian dengan tampang serius.


"Apa yang kau pikirkan?"


"Cepat kita naik ke tingkat lima, kemungkinan Kaibo dan Dewa Petir bisa kita temui di sana,"


ucap Sunlong yang merasa heran sekaligus kesal karena Xiao Tian bisa berkembang begitu cepat, sedangkan dia tak merasakan sedikitpun esensi qi dari tubuh Xiao Tian.


"Kenapa aku masih berbentuk kadal?"


"Dia baru saja menyerap begitu banyak hawa iblis, bahkan berhasil menerobos hingga sembilan lapisan kekuatan. Kenapa bisa terjadi seperti ini?"


"Ini pasti ulah Dewa Petir sialan itu," guman Sunlong dengan tampang kesal.


#####


Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.


Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.


Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.


Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.


Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁