
Jantung Xiao Tian berdegup kencang setelah melihat dua belas roh suci muncul mengelilinginya. Selain roh ular dan roh naga, sepuluh roh suci yang lain memiliki ukuran dan bentuk layaknya hewan biasa.
Saat ini dihadapan Xiao Tian terdapat roh ular putih berukuran raksasa. Sedangkan di sebelah kanan roh ular terlihat roh naga hijau yang bertubuh panjang melingkar terbang seperti naga yang ada dalam mitologi orang cina.
Di samping kanan naga secara berurutan melingkari tubuh Xiao Tian terlihat kelinci, harimau, kerbau, tikus, bab*i, anjing, ayam, monyet, kambing, dan kuda yang berukuran normal.
Meski terlihat layaknya hewan biasa, sepuluh roh suci yang lain juga tak bisa diremehkan.
Tekanan roh yang keluar keluarkan benar benar diluar jangkauan Xiao Tian.
Karena tekanan roh yang terpancar dari dua belas roh suci tersebut pula, Xiao Tian terdiam membisu karena kehabisan kata kata. Matanya terbelalak, jantungnya berdegup kencang bahkan tubuhnya pun tak sanggup digerakkan karena besarnya perbedaan kekuatan.
Tatapan tajam yang dipancarkan dua belas roh suci juga tak kalah menakutkan hingga membuat Xiao Tian kesulitan bernapas.
Sambil menatap Xiao Tian kedua belas roh ruci berbicara melalui telepati.
"Inikah utusan Dewa Kera Wukong?" tanya roh kambing suci.
"Kenapa dia mengirimkan manusia yang belum mencapai keabadian datang kemari?" ucap roh anjing suci.
"Apa benar dia seorang calon Dewa Obat berikutnya?" tanya roh kelinci suci.
"Itu semua pasti hanya omong kosong belaka, dia baru menjadi seorang dewa petarung lapisan puncak."
"Seorang calon Dewa seharusnya tak selemah ini," ucap roh ular suci.
"Siapa yang ingin mengujinya terlebih dulu?" tanya roh naga suci."
Setelah mendengar ucapan roh naga suci, semua roh suci melirik ke arah roh tikus yang terlihat lebih lemah dari yang lainnya.
"Haih, baiklah. Aku akan menjadi penguji pertama," ucap roh tikus sambil menghela napas.
"Kalau begitu kita sudah sepakat, tikus akan menguji Xiao Tian terlebih dulu," ucap roh kerbau suci.
"Sebelum itu, kita singkirkan dulu tekanan roh kita. Jika tidak orang yang ingin kita uji akan tewas sebelum melakukan ujian," ucap roh ayam suci.
"Hmm." Sebelas roh suci menganggukkan kepalanya sambil menatap roh ayam suci.
Setelah para roh suci menyingkirkan tekanan roh mereka, Xiao Tian pun bisa bernapas normal kembali.
"Hosh hosh hosh,"
"Benar benar kekuatan yang mengerikan," pikir Xiao Tian dengan napas yang terengah engah.
Ketika Xiao Tian baru bernapas lega, sebuah lingkaran sihir bersimbol tikus di tengahnya muncul tepat di bawah kaki Xiao Tian.
Bersamaan dengan munculnya lingkaran suci tersebut, pemandangan wilayah luar lingkaran sihir di bawah kaki Xiao Tian berubah menjadi sebuah gua yang terbuat dari tanah dengan penerangan yang berasal dari kristal hijau di langit langit dan bagian dasar gua.
Bersamaan dengan berubahnya pemandangan di luar lingkaran sihir, dua belas roh suci menghilang dari pandangan Xiao Tian.
Karena jumlah kristal di atas langit langit dan dasar gua tidaklah merata, cahaya kristal tak dapat menerangi seluruh isi gua sehingga terdapat sisi gua yang minim penerangan.
Saat itu hanya ada dua jalan yang dapat Xiao Tian lewati, berjalan maju ke sisi yang terlihat gelap dan minim penerangan.
Atau berbalik arah ke jalan di belakang Xiao Tian yang terlihat terang benderang karena terdapat cukup banyak kristal hijau di belakang Xiao Tian.
Ketika Xiao Tian masih mencoba memahami apa yang terjadi, sebuah suara terdengar dari segala penjuru gua.
"Selamat datang di wilayah kekuasaanku manusia," ucap roh tikus suci.
Setelah mendengar suara yang cukup memekakkan telinga, Xiao Tian langsung mengepalkan kedua tangannya. Dengan jantung yang berdegup kencang, dalam benaknya Xiao Tian berkata, "Apakah ujiannya sudah dimulai?"
"Kira kira ujian macam apa yang akan roh suci berikan kepadaku," ucap Xiao Tian dalam hati.
"Ujian akan dimulai setelah kau melangkah maju hingga seluruh tubuhmu keluar dari lingkaran sihir yang berada di bawah kakimu."
"Melangkahlah maju jika kau ingin melanjutkan ujiannya."
ucap roh tikus suci dengan suara yang menggema ke seluruh isi gua.
Setelah mendengar penjelasan roh tikus suci, Xiao Tian langsung melihat lingkaran sihir di bawah kakinya. Awalnya dia tak mengetahui siapa penguji pertama yang saat ini sedang berbicara kepadanya. Tapi setelah melihat simbol tikus di bawah kakinya, dia akhirnya mengetahui roh mana yang sedang menjadi pengujinya saat ini.
Ketika Xiao Tian sedang menatap lingkaran sihir di bawah kakinya, roh tikus suci langsung melanjutkan penjelasannya.
Dengan suara yang menggema hingga keseluruh isi gua dia pun berkata,
"Kau juga bisa melangkah mundur untuk keluar dari ujian ini, berjalanlah ke sisi terang untuk membatalkan ujiannya."
roh tikus, lingkaran sihir tersebut pun langsung menghilang.
Ketika Xiao Tian baru melanjutkan langkah ketiga, roh tikus suci mencoba membujuk Xiao Tian dengan berkata, "Jika kau terus melangkah maju, jalan menuju ke alam nyata akan tertutup."
Xiao Tian tak mempedulikan ucapan roh tikus suci dan terus melanjutkan langkahnya karena tekadnya sudah sangat kuat.
Sadar bahwa usahanya dalam membujuk Xiao Tian hanyalah perbuatan sia sia, roh tikus pun menyerah.
Dengan berat hati dia pun berkata, "Semoga kau bisa lolos ujianku. Karena jika tidak, rohmu tak akan bisa kembali ke alam nyata."
"Terima kasih atas kemurahan hatimu, jangan khawatir aku pasti bisa menyelesaikan ujian ini. Karena di luar sana ada seorang teman yang sedang menunggu kepulanganku," ucap Xiao Tian sambil melangkah maju.
Setelah Xiao Tian melangkah mendekati ujung bagian gua yang terkena sinar kristal hijau, dia melihat sesuatu yang aneh dari sisi gelap gua.
Perasaan was was akan adanya bahaya muncul dalam benak Xiao Tian sehingga menghentikan langkahnya setelah mencapai ujung gua yang masih terkena sinar kristal hijau.
Ketika Xiao Tian menghentikan langkahnya, terdengar suara decitan tikus dari dalam sisi gelap gua. Bersamaan dengan terdengarnya suara tersebut, sinar sinar merah yang merupakan mata dari para pasukan tikus mulai bermunculan satu persatu.
Xiao Tian yang saat itu tak memiliki senjata sama sekali hanya bisa menyiapkan dua buah bola api merah di kedua telapak tangannya.
"Wahai roh tikus suci!"
"Bisakah kau beritahu ujian macam apa yang sedang kau ujikan padaku?" tanya Xiao Tian sambil menatap langit-langit gua.
"Terus melangkah maju, hingga kau sampai di gua yang berhiaskan kristal emas," jelas roh timus suci dengan suara yang menggema di atas langit langit gua.
"Apakah aku boleh menghabisi semua tikus disini?" tanya Xiao Tian sambil menatap langit langit.
"Lakukan saja sesukamu."
"Waktumu hanya tiga jam dari sekarang. Jika melebihi waktu yang telah ditentukan maka roh mu akan terjebak dalam gua untuk selamanya," jelas roh tikus suci dengan suara yang menggema ke seluruh langit langit gua.
"Begitu ya," ucap Xiao Tian sambil mengerutkan dahinya.
Ketika Xiao Tian masih memikirkan langkah berikutnya, roh tikus suci kembali mencoba membujuk Xiao Tian dengan berkata,
"Karena Wukong yang mengirimmu kemari, aku memberimu satu kesempatan lagi untuk mundur. Jika kau menolak kesempatan terakhirmu ini, maka tak akan ada kesempatan yang lainnya," tegas roh tikus suci dengan suara yang menggema di seluruh langit langit gua.
Ketika mendengar suara decitan tikus yang semakin dekat, Xiao Tian mundur dua langkah ke belakang untuk berjaga jaga.
Tak lama setelah itu, lautan tikus hitam keluar secara bergerombol dari dalam sisi gelap gua. Mereka terus bergerombol sambil mencoba mendekati Xiao Tian.
Demi menjaga jarak dengan ribuan tikus di hadapannya, Xiao Tian pun melemparkan dua bola apai yang telah lama ia siapkan.
Akan tetapi bola bola api tersebut malah ditelan oleh dua tikus yang berada di antara sekumpulan tikus tikus itu.
Setelah menelan api merah Xiao Tian, dua tikus kecil itu menyemburkannya kembali ke arah Xiao Tian dengan warna api yang berubah menjadi putih.
Ketika Xiao Tian menghindari serangan balik tikus tikus itu, dua bola api putih yang berhadil Xiao Tian hindari menabrak langit langit gua hingga menghancurkan kristal kristal hijau yang menggantung disana.
Setelah terkena api putih, kristal kristal hijau tersebut langsung menguap tanpa sisa.
Dengan hancurnya kristal hijau di atas atap, penerangan dalam gua pun mulai meredup.
"Jika api tak mempan, maka airlah jawabannya!" Xiao Tian menghentakkan kakinya ke lantai gua, lalu dari bawah gua keluar lusinan gumpalan air yang melayang ke atas udara.
Setelah gumpalan air melayang ke atas udara, Xiao Tian menarik napas begitu dalam dengan telapak tangan yang menghadap ke atas langit langit gua. Kedua jari tengahnya saling bersentuhan dengan pusat pertemuan jari yang lurus dengan pusar Xiao Tian.
Sedangkan kedua jari kelingkingnya menempel ke perut Xiao Tian dengan
Siku yang di tekukkan.
Sambil mengangkat telapak tangannya hingga sejajar dengan dada,
Xiao Tian pun berkata, "Jurus pengendali air ... ,"
"Teknik bola air!" ucap Xiao Tian sambil mengarahkan telapak tangannya hingga menghadap ke ribuan tikus hitam.
Bersamaan dengan diluruskannya tangan Xiao Tian, gumpalan gumpalan air yang telah membentuk sebuah bola air langsung melesat menyerang para tikus hitam.
Akan tetapi hal yang terjadi diluar dari ekspektasi Xiao Tian, para tikus menelan bola bola air yang melesat kearah mereka tanpa kesulitan sedikitpun.
Setelah menelan bola air secara utuh, pipi para tikus hitam mulai menggembung seperti ingin menyemburkan sesuatu.
Sadar bahwa para tikus hitam yang menelan bola air akan menyerang balik dengan kekuatan yang berlipat ganda, Xiao Tian pun langsung mempersiapkan diri untuk menghindari serangan balik mereka.