
Raja siluman rubah putih kembali ke wujud rubah berukuran manusia dewasanya setelah menghantam ujung dinding gua dengan cukup keras. Dia tidak takut terhadap Wu Kong yang telah memukul mundur dirinya karena tak tahu status aslinya. Wu Kong dan Dewa petir sengaja menyembunyikan kultivasi mereka agar tak memancing musuh kuat untuk datang.
"Bukankah aku memintamu agar datang sendiri?"
"Apa maksud semua ini?" tanya raja siluman rubah putih sambil melompat turun dari retakan dinding gua.
"Tolong selamatkan para siluman yang masih hidup selagi aku melawan rubah busuk itu," ucap Xiao Tian dengan tampang serius.
"Ehm," Jingmi dan Dewa petir menganggukkan kepala mereka.
Woosshhh
Shutt
Tongkat emas Wu Kong memendek kembali.
"Baiklah, kuberi kau waktu lima menit," ucap Wu Kong melalui telepati.
"Terimakasih atas waktunya, Dewa kera," sambung Xiao Tian melalui telepati.
Tap tap tap
Wooshh
Xiao Tian melesat maju mendekati raja siluman rubah putih.
"Rasakan ini, maharaja Xiao Tian!" raja siluman rubah putih mengendalikan ekor ekornya untuk melukai tubuh Xiao Tian.
Wooshh
"Lambat," Xiao Tian melesat maju dengan cepat sambil menghindari serangan ekor lawannya.
Ketika sudah berjarak cukup dekat dengan raja siluman rubah putih, Xiao Tian merapatkan jari jari tangan kanannya. Lalu menusukkannya tepat ke arah uluh hati.
Clebbb
Wooshh
Brakkk , inti siluman milik raja siluman rubah putih terpental keluar dari punggungnya. Dan menghantam dinding gua hingga hancur berkeping keping.
"Bagaimana kauuu ... ," tubuh Raja siluman rubah putih mulai memudar karena inti siluman miliknya telah terpental keluar dari tubuh.
"Dengan begini kau tak akan bisa menggangguku lagi," ucap Xiao Tian setelah raja siluman rubah putih menghilang tanpa bekas.
"Bisa kita pergi sekarang?" tanya Wu Kong sambil tersenyum.
"Tentu," ucap Xiao Tian sambil menoleh ke belakang.
#####
Liang Su berjalan mengikuti para iblis ular merah, hingga sampai di ujung gua.
Di ujung gua dia melihat sepuluh orang kaisar iblis, sedang menunduk di hadapan seseorang yang dia kenal.
"Jenderal iblis Disan?" ucap Liang Su dengan spontan.
Wooshhh
Krakkk
Ratu iblis ular merah mencekik leher Liang Su dengan tampang yang sangat kesal.
"Beraninya kau memanggil panglima dengan sebutan jenderal!" bentak ratu iblis ular merah dengan tampang kesal.
"Cukup, She Ying!"
"Lepaskan dia!" bentak Disan sambil mengeluarkan aura yang mendominasi.
"Baik, panglima," She Ying melepaskan tangannya dari leher Liang Su.
"Uhuk uhuk!" Liang Su batuk batuk setelah terlepas daei cekikkan She Ying.
Setelah Liang Su berhenti batuk batuk, Disan pun berkata, "Bagaimana kau tahu namaku?"
"A ... aku adalah ular iblis yang pernah disuruh menyelinap ke kerajaan Angin dulu," jawab Liang Su sambil menundukkan kepalanya.
"Oh, apakah kau sudah punya nama sekarang?" tanya Disan.
"Na ... namaku Liang Su," jawab Liang Su dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Dari mana kau dapatkan nama itu?" tanya Di san sambil tersenyum.
"Da ... dari pemilik tubuh manusia yang kutelan terakhir kali, panglima," jawab Liang Su sambil menundukkan kepalanya.
"Kenapa kau terlihat takut padaku?"
"Tenanglah aku tak akan menggigitmu," Disan berjalan mendekati Liang Su.
"Ti ... tidak ada apa apa, panglima," jawab Liang Su dengan tubuh gemetaran.
"Apa tujuanmu datang kemari?" tanya Disan.
"Dia ingin bergabung dengan sekte kita panglima," sambung She Ying sambil memberi hormat.
"Aku tak bertanya padamu," sambung Di San dengan tampang kesal.
"To ... tolong maafkan kelancangan hamba, Panglima," sambung She Ying sambil membungkukkan badannya.
"Pergilah, aku sedang tak mau berbicara denganmu," Disan mengusir She Ying dan seluruh ras iblis ular merah karena sedang tak ingin diganggu.
"Ba ... baik, panglima," angguk She Ying.
"Ayo kita pergi," She Ying mengajak semua bawahannya pergi meninggalkan ruangan.
"Baik, yang mulia," jawab para iblis ular merah sambil memberi hormat.
"Apa maksud ini, panglima?" tanya Liang Su sambil menundukkan kepalanya.
"Telan mayat manusia ini utuh utuh," jawab Disan dengan tampang serius.
"Baik, panglima," Liang Su merubah wujud ke bentuk ular raksasa.
Di San menendang tubuh mayat pria tua ke atas udara agar Liang Su bisa menelannya dengan utuh. Tanpa ragu ragu, Liang Su pun menelan mayat tersebut. Akan tetapi tiba tiba saja dia merasa mual hingga memuntahkannya kembali.
"Buweeee!"
Melihat Liang Su memuntahkan mayatnya, Disan langsung memasang tampang kesal.
"Apa maksud semua ini, Liang Su?"
"To ... tolong beri aku kesempatan lagi," Liang Su menelan kembali mayat pria tua yang telah dia muntahkan. Namun kejadian awal kembali terulang.
Sepuluh kaisar iblis bangkit dari tempat duduk mereka.
"Biar aku yang mengurusnya, panglima," salah satu kaisar iblis bertato kalajengking
Setelah muntah beberapa kali, Liang Su kembali ke wujud manusianya dan tak berhenti merasa mual.
"Sialan, apa yang terjadi denganku. Kenapa aku tak bisa memakan seorang manusia?"
"Jangan jangan karena anak ini ... ," pikir Liang Su sambil meremas perutnya.
Ketika para kaisar iblis berjalan mendekat untuk menghabisi Liang Su, Disan mengangkat tangannya dan berkata, "Berhenti!"
"Jika diantara kalian ada yang berani melangkah mendekat lagi, maka akan kuhabisi kalian semua saat ini juga," bentak Disan sambil mengeluarkan tekanan yang mendominasi.
Para kaisar iblis melangkah mundur menjauhi Liang Su karena takut akan ancaman Disan.
"Cih, apa spesialnya iblis ular ini," pikir para kaisar iblis dengan tampang sinis.
"Kenapa kau membelaku, panglima?" tanya liang Su dengan tampang heran.
"Karena kita pernah satu sekte dulu. Lagi pula Kultivasimu juga cukup tinggi. Oh iya, ngomong ngomong apa alasanmu mual mual seperti ini?"
"Bukankah dulu kau sangat menyukai mayat manusia?"tanya Disan dengan tampang serius.
" Itu karena aku sedang hamil sekarang?" jawab Liang Su sambil menundukkan kepalanya.
"Hamil?"
"Iblis mana yang berhasil menghamilimu?" tanya Disan sambil mengeluarkan tekanan qi yang sangat kuat.
"Di ... dia dari ras siluman," jawab Liang Su dengan tubuh gemetar.
Setelah mendengar jawaban Liang Su, Disan tiba tiba saja mengeluarkan hawa membunuh. Liang Su yang sadar bahwa nyawanya sedang di incar, langsung mundur menjauh.
"Sayang sekali, padahal kultivasimu cukup tinggi. Kenapa kau harus tercemar oleh ras siluman," bayangan hitam muncul dan berubah menjadi pedang disaat Disan berjalan mendekati Liang Su.
"Jika kau tak suka kehamilanku, aku bisa menggugurkannya. Tapi tolong jangan bunuh aku, panglima," Liang Su berjalan mundur menjauhi Disan.
"Sekali ternoda tetaplah ternoda. Di tempat ini ras siluman dan ras vampir setara dengan para budak. Karena kau telah dinodai oleh salah satu ras itu, maka kau harus dihabisi," jelas Disan sambil memegang pedang yang terwujud dari teknik pengendali bayangannya.
"Gila, sepertinya dia benar benar ingin membunuhku. Semua ini gara gara serigala busuk itu. Andai aku tak mengandung anaknya, aku pasti bisa kembali ke kehidupan iblisku," pikir Liang Su sambil melangkah mundur dengan lebih cepat.
Saat Disan ikut mempercepat langkahnya, Liang Su membalikkan badan lalu lari menjauh secepat yang iya bisa.
"Larilah Liang Su, larilah sekencang yang kau bisa. Jika melambat sedikit, aku potong lehermu," Di San sengaja memainkan Liang Su dengan menakut nakutinya terlebih dulu sebelum dibunuh. Dia membiarkan Liang Su berlari kesana kemari, karena beepikir bahwa Liang Su tak akan bisa keluar dari array kuno yang menutup mulut gua.
Lian Su berlari begitu cepat lalu berakhir menabrak Wu Kong.
Duakkk
"De ... Dewa kera?" Liang Su langsung berlindung di belakang Wu Kong dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Siapa kau?" tanya Disan, dengan tampang kesal.
Tanpa peringatan, Wu Kong langsung menyerang Disan dengan tongkat saktinya. Dia memanjangkan tongkat tersebut dengan kecepatan ekstrim, sehingga bisa mendorong mundur Di San dalam sekali serang.
Duakkk
Wuuuusshhh
Duarrrr
Disan menghantam ujung gua dengan tubuh penuh luka.
Setelah menghantam Disan, Wu Kong memendekkan kembali tongkatnya, lalu memanggulnya di atas pundak.
"Serahkan mereka kepadaku," ucap Wu Kong sambil memanggul tongkat saktinya.
"Te ... terimakasih Dewa kera," angguk Liang Su.
Ketika menoleh ke belakang, Liang Su melihat Dewa petir, Jingmi, dan Xiao Tian sedang berdiri bersama Su Yan.
Su Yan terlihat sehat karena telah menerima perawatan dari Dewa petir, namun dia memakai pakaian iblis ular merah karena pakaian yang biasa dia pakai telah robek akibat wujud raksasanya.
"Su Yan, kau ... ," tanya Liang Su dengan tampang heran.
"Ada cerita dibalik ini semua," ucap Su Yan dengan tampang malu karena memakai pakaian wanita.
"Para siluman telah dibebaskan, ayo kita pergi!" ucap Dewa petir melalui telepati.
"Ehm," semua orang menganggukkan kepala mereka. Lalu meninggalkan sisanya kepada Wu Kong.
"Gagal sudah rencanaku untuk bercampur dengan ras iblis," pikir Liang Su dengan tampang kesal.
###
Wu Kong membagi dirinya menjadi puluhan kloning, lalu berkata, "Ayo habisi para cecunguk itu,"