Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 88: Rencana sekte iblis


Topeng bencana adalah sosok yang ditakuti oleh semua kerajaan, identitasnya tak pernah diketahui, yang semua orang tahu topeng bencana merupakan tetua pelindung sekte Gunung Api, dia terkenal dengan sikapnya yang tak kenal ampun, sekali merasa tersinggung dia bisa membantai sebuah kerajaan seorang diri, selama ini alasan dari 4 kerajaan terkuat, tak pernah bertarung adalah karena kehadiran Topeng bencana.


Topeng bencana tak pernah ikut campur dalam peperangan kerajaan kecil, tapi Jika ada peperangan antar kerajaan terkuat, dia pasti akan muncul dan mengobrak abrik dua kerajaan seorang diri, Kerajaan Angin dan kerajaan Magma pernah menjadi sasaran amukan Topeng bencana, oleh karena itu nama Topeng bencana begitu ditakuti di daratan elemen ini.


Tujuan Topeng bencana menghentikan peperangan antar kerajaan terkuat adalah, untuk membuat keseimbangan kekuasaan, dan menjaga kekuatan bangsa manusia, karena jika salah satu kerajaan terkuat runtuh, itu akan mempermudah para anggota sekte kegelapan dan sekte iblis menguasai daratan elemen, alasan sekte iblis tak pernah menyatakan perang secara langsung adalah untuk menghindari peperangan melawan semua kerajaan.


Sekte iblis dan sekte kegelapan merupakan sekte sesat yang diburu oleh semua kerajaan, selama ini mereka bersembunyi dan tak pernah muncul secara terang-terangan, tapi kali ini berbeda, ada sesuatu yang janggal yang membuat Topeng bencana tak bisa menahan diri untuk membongkar identitasnya di depan Xiao Tian.


Setelah Topeng bencana membongkar identitasnya, sontak semua orang yang melihat kejadian itu tak percaya akan yang mereka lihat, mereka begitu terkejut hingga tak bisa berkata apa-apa.


"Topeng bencana adalah wanita?" pikir raja Feng Juanyun dengan tubuh gemetar ketakutan


"Ibu?"


"Apa maksud semua ini?"


"Berhenti bercanda, kau pasti bukan ibuku, apa kau sedang melakukan penyamaran lagi, aku tak percaya ini." Xiao Tian masih tak percaya dengan apa yang dia lihat


"Apakah kau tak mengenali wajah ibumu ini?"


"Putraku?" ucap Xiao Hong


"Ratu Xiao Hong adalah Topeng bencana?"


"Dan Xiao Tian adalah putranya?"


"Orang yang paling ditakuti di daratan elemen ini, adalah seorang wanita?"


"Ya tuhan apa aku sedang bermimpi!" ucap Jenderal Feng Long


"Kupikir namanya saja yang kebetulan mirip, karena setahuku putra Xiao Hong adalah seorang yang tak bisa beladiri, tapi dengan melihat kejadian ini, aku semakin yakin kalau dia memang putranya, ibunya saja menyembunyikan kekuatan sebesar ini, ibu dan anak yang merahasiakan kekuatan mereka, benar-benar keluarga yang penuh rahasia." pikir raja Feng Juanyun


"Apakah salah jika aku seorang wanita?" ucap Xiao Hong


"Ampun tuan eh ratu Xiao Hong, hamba tak bermaksud menyinggungmu." jawab Jenderal Feng Long sambil bergetar ketakutan


"Xiao Tian, percayalah padaku, aku adalah ibumu, ada banyak alasan kenapa kau selalu dimanjakan di kerajaan petir, salah satunya yaitu, karena aku adalah ibumu." jawab Xiao Hong


"Lalu kenapa selama ini ibu menyembunyikan kekuatanmu?" tanya Xiao Tian


"Itu semua demi keselamatan orang-orang disekitarku, jika sekte iblis tahu siapa identitasku maka aku jamin mereka akan berusaha menyandera orang-orang disekitarku, mereka takut menyerang secara terang-terangan karena tak mau berurusan denganku."


"Menurut pengetahuan mereka, aku adalah pendekar kejam yang tak memiliki perasaan, dan tak berhubungan dengan siapapun."


"Mereka menganggapku lawan tanpa kelemahan, jika mereka tahu aku punya seorang anak, maka aku yakin mereka akan mengincar anakku untuk melemahkanku." ucap Xiao Hong


"Lalu kenapa ibu membongkar identitasmu disini?" ucap Xiao Tian


"Tenang saja, karena semua orang disini akan mati, kecuali kau tentunya, karena kau adalah putra kesayangan ibu." ucap Xiao Hong dengan senyuman


Mendengar ucapan Xiao Hong semua yang hadir disana merasa semakin ketakutan, keringat dingin mengalir di tubuh mereka.


"Ma.. mati?"


"Tolong ampuni kami jangan bunuh kami."


"Kami tak akan membongkar rahasiamu." para Jenderal dan raja kerajaan angin bersujud memohon ampunan


"Maaf aku tak mau mengambil resiko." ucap Xiao Hong sambil menarik kedua pedangnya


Sring


Sring(Suara pedang ditarik)


"Hentikan ini!"


"Ibu pikir dengan membunuh mereka masalah akan selesai?"


"Aku tak akan menyerah sebelum membasmi sekte iblis!" teriak Xiao Tian sambil merentangkan tangan menghalangi jalan Xiao Hong


"Aih anak ini, merepotkan sekali"


"Kau tak akan bisa menghalangiku dengan cara biasa, Xiao Tian." ucap Xiao Hong


Xiao Hong melewati Xiao Tian dengan mudah, perbedaan kekuatan dan kecepatan membuat gerakan Xiao Hong tak dapat terlihat, dalam sekejap dia berada tepat dibelakang punggung Xiao Tian.


"Ingin menghalangiku?"


"Masih terlalu cepat bagimu Xiao Tian." ucap Xiao Hong


Xiao Hong melesat ke arah raja kerajaan Angin, dan mengayunkan kedua pedangnya untuk menebas tubuh semua orang, tapi sebelum dia menebas semua orang, Xiao Tian mengeluarkan pedang dari cincin ruang, dan berteriak sambil mengarahkan pedang ketubuhnya.


"Ibu, Jika kau masih membunuh mereka, maka aku juga akan menusuk tubuhku sekarang juga!" teriak Xiao Tian


Xiao Hong menghentikan langkahnya, wajahnya tersenyum melihat Xiao Tian mencoba membujuknya, tapi dia masih tak percaya kalau Xiao Tian akan menusuk tubuhnya sendiri, oleh karena itu dia tersenyum, saat dia mencoba melihat kearah lain, Xiao Tian benar-benar menusuk tubuhnya hingga membuat orang yang menyayanginya menjerit.


"Ayah Xiao Tian!" teriak Jingmi dan Kaibo


"Xiao Tian!" teriak Feng Ling


"Guru!" teriak si Gendut


Melihat wajah mereka penuh air mata sambil menatap ke arah belakangnya, Xiao Hong membalikkan badan dan terkejut, melihat Xiao Tian benar benar menusukkan pedang ke tubuhnya sendiri.


Xiao Hong melepaskan kedua pedang ditangannya karena terkejut dengan apa yang terjadi.


Trang Trang(Kedua pedang milik Xiao Hong jatuh terlepas dari tangan)


Xiao Tian perlahan jatuh kearah belakang dengan pedang yang menusuk di perutnya.


"Xiao Tian!" teriak Xiao Hong dengan air mata diwajahnya


Dengan kecepatan tinggi Xiao Hong menangkap Xiao Tian yang hampir jatuh menyentuh karpet.


"Kenapa kau begitu keras kepala, dasar anak bodoh!" bentak Xiao Hong dengan air mata diwajahnya


"Karena aku adalah anakmu." jawab Xiao Tian


"Senang mengenalmu ibu."


"Semoga kita bisa bertemu di kehidupan berikutnya." ucap Xiao Tian yang terlihat seperti hampir kehilangan kesadaran


"Xiao Tian Jangan tinggalkan ibu, tetaplah hidup, ibu berjanji tak akan membunuh orang tanpa seijinmu lagi, tolong buka matamu!" teriak Xiao Hong


"Ibu janji ya" ucap Xiao Tian sambil perlahan mencoba membuka mata


"Iya ibu janji, jangan pejamkan matamu, ibu akan memanggilkan tabib." ucap Xiao Hong


"Itu tak perlu." ucap Xiao Tian


Xiao Tian menarik pedang di tubuhnya, dan menelan pil pemulih yang sudah dia siapkan sebelum menusuk badanya, secara ajaib luka ditubuhnya merapat.


"Pil apa yang kau makan?"


"Apa pendarahanmu berhenti?"


"Biar ibu periksa." ucap Xiao Hong


Xiao Hong terkejut karena luka di tubuh Xiao Tian benar benar menghilang tanpa bekas, tak ada luka gores sedikitpun, hanya terlihat sisa darah yang keluar sebelumnya.


Melihat ibunya keheranan, Xiao Tian pun berkata." Bukankah aku pernah bilang, aku adalah Dewa obat, luka kecil seperti tadi hanyalah hal kecil bagiku." ucap Xiao Tian


Pletakk


"Kalau kau melakukan hal bodoh seperti itu lagi, ibu tak akan memaafkanmu!" Xiao Hong memukul kepala Xiao Tian karena kesal dan khawatir


"Iya aku tak akan melakukannya lagi, tapi ibu harus berjanji, tak boleh membunuh orang-orang disini." sambung Xiao Tian


"Ibu mungkin bisa membiarkan mereka hidup, tapi ibu tak akan membiarkan mereka mengingat identitas ibu." ucap Xiao Hong


Xiao Hong menutup mata Xiao Tian dengan kedua tangannya, sambil menatap semua orang disana, dengan aura yang begitu kuat dia berkata." Aku akan menghilangkan ingatan kalian, kalian tak akan mengenali identitasku lagi, jadi, jika kalian ingin hidup tatap mataku sekarang!."


kedua mata Xiao Hong memancarkan cahaya,dan semua orang yang menatap matanya perlahan kehilangan kesadaran, semua orang disana kecuali Xiao Tian telah melupakan identitas Topeng bencana. setelah selesai menghilangkan ingatan semua orang, akhirnya semua orang pingsan.


"Ibu, kenapa ibu tak menghilangkan ingatanku?" tanya Xiao Tian


"Karena ibu percaya pada anak ibu, lagipula kalau kau tak mengenal ibu dan membentak ibu seperti sebelumnya, hati ibu terasa sakit, o iya bisakah kita pulang sekarang?" tanya Xiao Hong


"Ibu, aku sudah bilang kalau aku ingin melawan sekte iblis, jiwa Huang Li telah disegel oleh seseorang tadi malam."


"kalau aku tak membunuh orang yang menyegel jiwa Huang Li, aku tak akan pernah bisa menolongnya."


" Jadi tolong berhenti memaksaku pulang, ibu kan sudah janji akan mendengarku, dan ibu pernah bilang kalau aku boleh melakukan apapun yang kuinginkan." jawab Xiao Tian


"Kau ini benar-benar keras kepala, baiklah ibu ijinkan, tapi ingat jaga dirimu!"


"Jika lawanmu terlalu kuat larilah."


"Pokoknya sebelum ibu kembali, jangan macam-macam ya." ucap Xiao Hong sambil memegang kedua pundak Xiao Tian


"Apa maksud ucapanmu?"


"Ibu akan pergi memberi kabar ke kerajaan petir, untuk meminta ayahmu membawa semua pasukan, lawan kita adalah sekte iblis, satu kerajaan saja tak akan cukup, selain itu, ibu juga akan mencoba membujuk semua kerajaan membantu melawan para iblis."


"Sebelum ibu kembali, jangan melakukan hal berbahaya, ingat itu ya Xiao Tian." ucap Xiao Hong sambil tersenyum


"Baik bu, aku akan mengingatnya." jawab Xiao Tian


Xiao Hong memakai topengnya lagi, dan pergi meninggalkan istana kerajaan Angin. sedangkan semua orang disana masih belum sadarkan diri.


#Ruang hampa


"Hai kaki, sudah berapa hari ya kita disini?" tanya Dewa petir


"kita disini sudah 15 hari lebih." jawab Dewa petir dengan suara melengking


"Huhuuhu, aku sudah mulai gila, sampai sampai bicara dengan kakiku sendiri." ucap Dewa Petir


"Xiao Tian tolong cepat kembali!" teriak Dewa Petir


#Alam para dewa


#Kediaman Dewa petir


"Ibu dimana ayah, kenapa dia begitu lama?." ucap Dian Peng


"Ayahmu kabur dari rumah, ibu juga pusing mencarinya, ibu tak menemukannya di wilayah para Dewi, jangan urusi ayahmu cepat makan." jawab istri Dewa Petir


"Aku tak mau makan kalau tak disuapi ayah!" teriak Dian Peng


"Cepat makan, kalau tak mau makan sendiri biar ibu yang suapi!" bentak istri Dewa petir


"Pokoknya aku tak mau makan!"


"Lebih baik aku mati kelaparan, dari pada tak disuapi ayah seumur hidup!" bentak Dian Peng


Pletakk(istri Dewa petir memukul kepala putranya karena kesal)


"Kau baru ditinggal ayahmu selama 16 jam, jangan manja, makanlah pekerjaan ibu masih banyak, rumah masih kotor pakaian belum ibu cuci, dan ibu harus menggantikan ayahmu menurunkan petir di dunia manusia."


"Cepat makan!" bentak istri Dewa petir


"Hua......., ibu jahat, ayah tak pernah memukulku, aku benci ibu, huaa..." Dian Peng menangis begitu keras


"Mengurus anak benar-benar menyebalkan, nangis saja terus, ibu tak perduli, ibu akan cari ayahmu, semua ini gara-gara dia pergi terlalu lama!" istri Dewa petir meninggalkan putranya yang masih menangis


#Diluar kediaman Dewa Petir


Melihat istri Dewa petir berjalan begitu kesal, Semua Dewi yang melihatnya keluar rumah mulai bergosip.


"Hei lihat sepertinya Dewa Petir tak pulang lagi, aku yakin Dewi petir akan menarik suaminya dengan kasar lagi." ucap Dewi A


"Aku kasihan kepada anaknya, setiap Dewa petir tak pulang, dia suka dimarahi Dewi petir, padahal umur anaknya baru 3 tahun, tapi ibunya suka membentak anaknya." ucap Dewi B


"Hei jangan bergosip, nanti Dewi petir dengar, dia sedang menuju kemari." ucap Dewi C


Dewi petir melangkah mendekati para Dewi di sekitar kediamannya, dengan wajah yang begitu kesal dia berkata. " Apa kalian melihat suamiku!"


"Tidak, kami tak melihatnya sejak kemarin, benar kan teman-teman?" ucap Dewi A


"Ya itu benar, bukankah kau bisa melacak keberadaan roh suamimu?" jawab Dewi B


"Kalian kan sudah terikat pernikahan." sambung Dewi C


"Aku juga tak tahu, aku tak bisa merasakan rohnya di manapun, rohnya seperti lenyap di telan sesuatu." jawab Dewi petir


"Cobalah tanyakan pada teman Dewa Petir, siapa tahu dia sedang mengunjungi teman-temannya." sambung Dewi A


"Baiklah aku akan pergi, kalian bantu urusi Dian Peng, dia tak mau berhenti menangis." ucap Dewi petir


"Iya iya, kami pasti membantumu mengurus Dian Peng." jawab Dewi C


Dewi petir meninggalkan mereka dengan wajah yang begitu kesal, didalam hatinya dia berkata." Suami tak tahu diri, sudah main mata dengan Dewi lain, sekarang malah menghilang tanpa kabar."


#Taman buah persik


Sun Wu Kong sedang memetik persik di temani Cu pat kai yang sedang menggoda Dewi Chang E


"Dewi Chang E, kau begitu cantik hari ini, aku jadi semakin menyukaimu." goda Cu pat kai sambil memegang tangan Chang E


"Pat Kai bisakah kau berhenti menggoda wanita, bantu aku mengumpulkan buah persik." ucap Sun Wu Kong


"Ayolah kak Wu kong, jangan ganggu aku, aku sedang berusaha." jawab Pat Kai


"Panglima Tian Feng, aku senang kau memujiku, tapi bisakah kau lepaskan tanganku?"


"Bantulah Wu Kong memetik buah persik, kau bilang ingin membantuku memetik persik, kenapa dari tadi kau malah terus menggodaku?"


"Kakiku sakit sehingga tak bisa memanjat." ucap Dewi Chang E


"Ah maafkan aku Dewi, aku lupa karena kecantikanmu begitu mempesona." ucap Cu Pat Kai


"Hei bab* gendut, cepat bantu aku!" teriak Wu Kong


"Kak Wu Kong, panggil aku panglima Tian Feng, aku tak memiliki rupa seekor bab* lagi, hukumanku telah habis, berhenti memanggilku bab* gendut." sambung Cu Pat Kai


"Aku terbiasa memanggilmu begitu, cepatlah bantu aku patkai!" teriak Wu Kong


"Iya iya, setidaknya nama Pat kai lebih baik daripada bab* gendut."


" ingat ya jangan panggil aku bab* lagi." ucap Cu Pat Kai


"Kau ini cerewet sekali, cepat lepaskan tangan Dewi Chang E dan bantu aku." ucap Sun Wu Kong


"Andai sihir bisa dipakai disini , aku tak perlu memanjat, Kaisar langit begitu pelit sampai memasang segel energi untuk mencegah pemetikan buah persik secara masal." ucap Cu Pat Kai


Cu Pat Kai melepaskan tangan Dewi Chang E, dan mendekati salah satu pohon buah persik untuk memanjat, sebelum dia memanjat Dewi Chang E melihat Dewi Petir mendekat.


"Dewi petir, apa yang kau lakukan disini?" tanya Dewi Chang E


"Aku sedang mencari suamiku, apa kau melihatnya?" tanya Dewi Petir


"Aku tak melihatnya, Panglima Tian Feng apa kau melihat Dewa Petir?" ucap Dewi Chang E


"Aku tak melihatnya, tanyakan saja pada kak Wu Kong." jawab Cu Pat Kai


"Memangnya dimana Wu Kong?" tanya Dewi Petir


"Dia ada diatas pohon itu." ucap Cu pat kai sambil menunjuk kearah pohon persik yang paling tinggi


"Hei Wu kong apa kau melihat Dewa Petir!" teriak Dewi Petir


"Aku tak bisa mendengarnya, katakan dengan jelas!" teriak Wu Kong


"Wu kong apa kau melihat Dewa Petir!" teriak Dewi Petir


"Aku tak bisa mendengarnya, tolong katakan lagi lebih keras!" teriak Wu Kong


"Dasar kera sialan, setidaknya turun dulu kalau tak dengar, aku tak mau berteriak terus." teriak Dewi Petir


Sun Wu Kong pun turun dan berkata" Siapa yang kau panggil kera sialan!"


"Buset, giliran di ledek malah denger." pikir Dewi Petir


"Kau mungkin salah dengar hehe, aku mau tanya apa kau tahu dimana Dewa Petir?" tanya Dewi petir


"Tak tahu, coba tanyakan saja kepada Kaisar langit, mungkin dia tahu, Kaisar langit kan suka menyuruh Dewa Petir dan Dewa lainnya." jawab Wu Kong


"Benar juga, terimakasih Wu Kong, aku pergi dulu." ucap Dewi Petir meninggalkan Taman Buah Persik


Dewi petir pergi menuju istana Langit, untuk menemui Kaisar Langit.


#Sekte iblis


"Chenzhong apa kau ingat apa kesalahanmu!" teriak raja iblis petir


"Iya hamba tahu yang mulia." ucap Chenzhong


"Kau telah melanggar aturan, aku memerintahkanmu untuk mengawasi para jenderal iblis, kau malah ikut menggila bersama jenderal iblis."


"Ingat tujuan kita bukan untuk mengambil relik, tapi untuk membangkitkan kaisar iblis Angin yang tersegel di dalam relik Angin!."


"Dengan membiarkan ratusan ribu manusia dimakan oleh tentara bayangan, maka kita bisa membangkitkan Kaisar iblis."


"Jadi jangan bertindak diluar rencana!" bentak Raja iblis petir


"Baik yang mulia, hamba paham." jawab ChenZhong


"Untuk sekarang, perintahkan iblis ular untuk menyusup ke kerajaan angin, kita harus meyakinkan mereka agar tak meninggalkan kerajaan Angin." sambung raja iblis petir