Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 459 : Memahami semua simbol suci


"Apa apaan itu?"


"Dia menyatukan pedangnya?"


"Kupikir dia akan membuang salah satunya," pikir aura iblis dengan tampang terkejut.


Sambil menatap kagum ke arah Xiao Tian dia pun berkata, "Apakah kau akan merampas pedang aura milik dia juga?"


"Tentu saja," ucap Xiao Tian dengan senyum di wajahnya. Tubuhnya memudar dan kesadarannya pun kembali ke tubuh aslinya.


#Dimensi merah


Kelinci, ayam, kera, dan kambing. Keempat roh suci itu duduk mengelilingi tubuh Xiao Tian sambil menunggu dia sadar. Saat itu posisi roh kera suci berada menghadap tepat ke wajah Xiao Tian dan berjarak agak sedikit jauh dari tempat dia bersemedi. Sedangkan roh kambing dan roh kelinci duduk disamping kanan dan kiri menghadap ke samping Xiao Tian. Sementara itu, roh ayam suci duduk menghadap pundak Xiao Tian sambil bersemedi juga.


Disaat Xiao Tian masih belum membuka matanya, keempat roh suci merubah wujud mereka hingga menyerupai manusia. Meskipun tidak sesempurna para roh suci yang sebelumnya.


Roh kera memiliki wujud manusia sempurna, namun tak bisa menghilangkan ekornya.


Roh kambing suci, berubah menjadi seorang gadis cantik berambut hijau dengan tanduk kambing di dekat telinganya.


Roh kelinci suci berbentuk gadis cantik berambut merah muda dengan telinga yang masih menyerupai telinga kelinci.


Satu satunya yang terlihat sempurna saat itu ialah wujud sang ayam suci, dimana dia terlihat seperti seorang pria dengan rambut berdiri tegak layaknya seorang berandal. Namun karena posisinya berada di belakang punggung Xiao Tian, dia pun terabaikan.


"Siapa orang dihadapanku, apakah dia salah satu roh suci yang merubah wujud?"


"Dia terlihat persis seperti manusia, tapi ... ," pikir Xiao Tian sambil menatap ekor milik kera suci. Setelah melihat ekor sang kera suci, Xiao Tian melirik ke kanan dan ke kiri. Diapun dapat menyimpulkan siapa mereka.


"Kira kira simbol mereka berguna untuk apa ya?" pikir Xiao Tian sambil melirik ke kanan dan kiri.


Disaat Xiao Tian masih larut dalam lamunannya, roh kera suci menatapnya dan berkata, "Apakah kau berhasil. mendapatkan pedangnya?"


"Tentu saja," jawab Xiao Tian sambil tersenyum tipis.


"Kerja bagus," ucap roh kera suci sambil menempelkan telapak tangannya ke tanah. Ketigaroh suci yang lainnya pun ikut melakukan hal yang sama. Tak lama setelah itu, sebuah lingkaran sihir dengan pola kuno muncul memutari mereka dengan Xiao Tian sebagai pusat lingkarannya. Awalnya dia masih bingung dengan kejadian itu, namun setelah limgkaran sihirnya aktif. Tiba tiba saja semua simbol suci di tubuhnya aktif secara bersamaan, dan informasi yang mengenai simbol simbol itu pun ditransfer langsung ke otaknya.


Awaknya saat informadi informasi itu menyusup ke kepalanya, Xiao Tian merasakan sakit kepala yang cukup luar biasa. Namun rasa sakit itu hanya bertahan selama lima belas menit saja.


Setelah memberi tahu semua informasi tentang semua simbol, Xiao Tian langsung memahami kekuatan simbol yang telah bersatu dengan tubuhnya. Takhanya itu, dia bahkan mendapatkan pengetahuan untuk memindahkan letak simbol sucinya. Dengan menggunakan informasi itu, Xiao Tian pun langsung merubah letak beberapa simbol sucinya.


Simbol kerbau dia simpan di perut, simbol naga tetap ditempatkan di permukaan dahinya. Sedangkan simbol ular dan simbol harimau dia tempatkan di permukaan tangan kanan serta kirinya. Sementara itu simbol roh kuda dan simbol roh tikus dia tempatkan di punggung kakinya. untuk simbol a_jing suci dan simbol B_bi suci dia sandingkan dengan simbol naga suci. Tepatnya berada di permukaan dahi.


"Kau sudah memahami semua efek simbolnya kan?" tanya roh kera suci sambil tersenyum.


"Ehm," angguk Xiao Tian.


"Selain informasi tentang simbol di tubuhmu, kami juga telah mengirimkan informasi tentang simbol kami. Dengan memanfaatkan simbol simbol suci itu, kalahkanlah kami satu persatu," ucap roh kera suci dengan serius. Para roh suci bangkit dari tempat mereka bersemedi, dan Xiao Tian pun mengikuti mereka.


Sambil memasang tampang serius, dia pun berkata,


"Dengan senang hati,"