
Sisi lain Su Yan telah diluar kendali. Dia tak bisa menahan diri lebih lama lagi. Demi mendapatkan apa yang dia mau. Dia membuat semua orang pingsan tak sadarkan diri.
Xiao Tian melirik ke arah kiri untuk melihat Dewa Petir. melalui telepati, dia pun berkata,
"Apa yang harus kulakukan, kau bilang aku harus menjauhinya. Gelang Dewa juga bereaksi terhadap kekuatannya, apakah kau tahu alasan mengapa dia tertarik dengan gelang Dewa dan Sunlong?"
Dengan wajah seriusnya, Dewa petir pun menjawab,
"Ada alasan khusus mengapa Su Yan menginginkan gelang Dewa. Gelang Dewa bisa membantunya bangkit secara penuh. Jika tak ada bola sinar hitam di dalam tubuhmu, aku juga pasti menyuruhmu memberikan gelang Dewa."
"Bagaimanapun serigala suci bukanlah ras jahat, mereka tak pernah membunuh tanpa sebuah alasan. Bahkan lebih cenderung sering menjadi korban manusia karena kebaikan hati mereka. Ini pertama kalinya aku melihat seorang keturunan serigala suci yang terbagi menjadi dua. Yang satu penakut dan yang satu lagi memiliki ego tinggi. Dari caranya menatap seseorang, sepertinya Su Yan yang kita hadapi sekarang adalah tipe orang yang akan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang dia mau," jelas Dewa Petir.
"Kenapa kau melirik terus ke sebelah kiri?"
"Apa kau sedang bicara dengan roh seorang Dewa?" tanya Su Yan dengan dahi yang dikerutkan.
"Sebenarnya siapa kau?"
"Kemana Su Yan yang ku kenal?" tanya Xiao Tian. Xiao Tian merasa heran karena ini merupakan pertama kalinya dia berhadapan dengan Su Yan yang telah hilang kendali.
"Akulah Su Yan yang sebenarnya, dia hanyalah sisi lainku yang penakut dan payah. Dia bahkan tak mengingat masa lalu sebagai seorang keturunan murni serigala suci," jelas Su Yan sambil menatap tajam mata Xiao Tian.
"Keturunan murni ya, aku tak mengerti dengan apa yang kau maksud. Jika saja tak ada bola sinar hitam dalam tubuhku, mungkin gelang ini sudah kuberikan padamu. Sayangnya aku membutuhkan gelang ini demi menjaga kewarasanku," jelas Xiao Tian sambil membalas tatapan Su Yan.
Su Yan menatapnya dengan tujuan menghipnotisnya, akan tetapi tatapannya tak berpengaruh sama sekali. Karena itu dia merasa kesal. Dengan nada kesal dia pun berkata,"
"Jadi kau tak ingin menyerahkan Gelang Dewa padaku?"
"Kalau kau terus menolak akan kubabisi kau sekarang juga," ucap Su Yan sambil menatap Xiao Tian.
"Coba saja kalau berani!" bentak Xiao Tian.
Su Yan tak langsung menyerang Xiao Tian karena menyadari bahwa seseorang yang memakai gelang Dewa pasti didampingi oleh seorang Dewa. Jika dia memaksa menyerang dia takut Dewa yang memberikan gelang tersebut akan ikut campur untuk menyerangnya.
Karena masih sayang nyawanya, Su Yan pun meminta hal lain yang sama berharganya seperti gelang Dewa, yaitu roh kaisar iblis yang sanggup meningkatkan kultivasi serta melemahkan segel pemisah jiwa yang ada di dalam tubuhnya. Dan roh Kaisar iblis yang dia incar saat itu adalah roh Sunlong yang sempat menarik perhatiannya.
"Aku tak ingin bertarung denganmu hanya untuk gelang Dewa, ada hal lain yang ku inginkan selain gelang Dewa," sambung Su Yan.
"Apa itu?" tanya Xiao Tian.
"Roh kaisar iblis yang menempel di punggungmu," jawab Su Yan.
"Apa yang kau inginkan dari Sunlong?" tanya Xiao Tian.
"Tak ada, aku hanya ingin mengembalikan kekuatannya," jelas Su Yan.
"Apakah kau benar-benar bisa mengembalikan kekuatannya?" tanya Xiao Tian.
"Tentu saja, itu sangat mudah. Hanya saja tak akan bertahan lama," jawab Su Yan.
"Berapa lama?" tanya Xiao Tian.
"Hanya bertahan selama satu menit," jawab Su Yan.
"Satu menitpun tak apa, Sunlong pasti mau merasakan kekuatannya kembali meski hanya satu menit," ucap Xiao Tian.
Jangan terpancing oleh rayuannya!"
Dia hanya ingin menyerap kekuatanku!"
Memang benar dalam satu menit kekuatanku akan kembali, tapi etelah itu aku akan menjadi kepingan roh yang tak bernyawa," teriak Sunlong sambil bergelantungan di punggung Xiao Tian.
"Kalau begitu aku tak akan menyerahkannya!" "Bagaimanapun dia sudah kuanggap keluarga sendiri, aku tak akan membiarkannya menjadi kepingan roh!" bentak Xiao Tian.
"Ayolah, berhenti membuat lelucon. Yang kau pelihara adalah seorang Kaisar iblis. Meski dia terlihat tak berdaya untuk sekarang, ada kemungkinan dia akan memberontak setelah memperoleh kesempurnaan."
"Aku sangat membutuhkan kepingan roh Kaisar iblis untuk menyatukan kembali rohku,"
jelas Su Yan.
"Menyatukan rohmu?" tanya Xiao Tian.
"Aku tak tahu apa yang terjadi antara kau dan kerajaan Api, tapi yang kuketahui adalah semua yang kau butuhkan merupakan hal.terpenting bagiku. Jika kau ingin memiliki semua itu, maka kau harus melangkahi mayatku terlebih dulu. Mendengar ucapan Xiao Tian, Su Yan lamgsung mengeluarkan aura emas yang membut Xiao Tian terpental keluar kereta.
Bruakkk
Xiao Tian terpental keluar hingga menabrak beberapa bandit dan menembus pepohonan. Lebih dari sepuluh pohon berukuran raksasa tumbang akibat tertabrak tubuh keras Xiao Tian.
Taiwu yang sedang bertarung dengan pemimpin para bandit terkejut melihat Xiao Tian terlempar keluar dari dalam kereta kuda. Dia menjdai semakin terkejut setelah melihat Su Yan adalah dalang dibalik terlemparnya Xiao Tian.
"Kau sendiri yang meminta semua ini, karena aku membutuhkan dua buah benda yang terikat denganmu. Maka memang tak ada pilihan lain selain membunuhmu," Su Yan melompat keluar dari kereta kuda, lalu berjalan mendekati Xiao Tian yang telah terlempar begitu jauh.
Beraninya kau menyerang anggota kami secara tiba-tiba!" para anggota bandit yang lain mengepung Su Yan karena tak terima melihat beberapa temannya tewas akibat tertabrak tubuh keras Xiao Tian.
"Bisakah kalian minggir?"
"Aku tak punya waktu untuk melayani para cecunguk seperti kalian," ucap Su Yan sambil menghentikan langkahnya.
Ketika semua orang mulai mendekati Su Yan untuk menebasnya, sebuah ekor emas muncul dari bagian belakang Su Yan. Ekor tersebut menebas para anggota bandit hingga terbelah menjadi dua.
Melihat kekuatan Su Yan yang luar biasa membuat semua kelompok bandit lari ketakutan.
"Tunggu, kenapa kalian malah berlari meninggalkanku!"
"Kelompok taring naga tak pernah berlari dari mangsanya!" ucap pemimpin bandit.
Ketika sedang teralihkan oleh anak buahnya yang telah kabur, Taiwu menebas pemimpin bandit tersebut dengan pedang tajamnya.
Srattt
Ketika Su Yan melangkah mendekati Xiao Tian yang masih belum bergerak dari tempatnya, Taiwu menghentikan langkah Su Yan dengan berkata,
"Tunggu!"
"Sebenarnya siapa kau!"
"Apa yang kau lakukan terhadap pangeran!"
"Itu bukan urusanmu," Su Yan menatap Taiwu dengan mata emasnya. Karena tak tahu kalau mata emas Su Yan bisa menghipnotis seseorang, Taiwu pun terdiam kaku karena terpengaruh tatapan Su Yan.
Belum sempat Su Yan melanjutkan langkahnya, Sepuluh orang pasukan bayangan yang berpakaian seperti seorang ninja mengepungnya secara tiba-tiba. Mereka muncul dari persembunyian mereka diantara rimbunnya pepohonan.
"Menjauhlah dari pangeran, dan serahkan dirimu!" para pasukan bayangan menghunuskan pedang mereka ke arah Su Yan.
"Keroco macam apa lagi ini?" ucap Su Yan sambil memiringkan kepalanya.
Melihat Su Yan dikepung para pasukan bayangan milik ibunya, Xiao Tian langsung menatap Dewa Petir.
"Apa yang harus kulakukan sekarang?"
"Apakah aku harus ikut melawannya?" tanya Xiao Tian.
Xiao Tian bertanya pada Dewa Petir karena takut diluar kendali seperti sebelumnya.
"Tak ada pilihan lain, kita harus melawannya."
"Para pasukan bayangan milik ibumu tak akan bertahan lama melawan seorang keturunan serigala suci," jelas Dewa Petir.
Chapter 191 sudah diedit. silahkan baca 😂😂😂😌
#####
Terimakasih karena sudah menyempatkan diri untuk membaca novel sederhanaku ini.
Jangan lupa like, komen dan vote ya biar author makin semangat update.
Komentar dan like kalian adalah penyemangatku.
Maaf kalau belum bisa nulis dengan terjadwal.
Karena author punya dunia nyata yang harus diurus.😁😁