
Xiao Tian dan teman temannya telah menyelesaikan latihan mereka di dimensi kekosongan.
Setelah roh Dewa Petir kembali masuk ke dalam cincin ruang Xiao Tian. Wukong membawa mereka ke alam nyata dimana semua petualangannya akan dimulai kembali.
# Alam nyata
#Perbatasan laut barat
Xiao Tian dan kawan kawannya telah berteleportasi ke alam nyata berkat bantuan Wukong. Saat itu mereka muncul di atas awan yang lebat yang bisa mereka injak karena dilapisi oleh kekuatan qi yang mengalir melewati telapak kaki Wukong.
Hal pertama yang mereka lihat saat sampai di tempat tersebut yaitu, lautan yang telah mengering. Istana raja iblis Dian zheng yang muncul ke permukaan, dan permukaan tanah yang telah rata tanpa ada jurang bekas benturan meteorit.
Selain jurang tanpa dasar yang menghilang, daratan dipenuhi oleh mayat para Leviant yang telah kehilangan kekuatan penuh mereka.
Meski begitu masih ada beberapa leviant tingkat tinggi yang bertahan hidup dan cukup memyulitkan para pemburu iblis dan semua orang yang memiliki dendam terhadap sekte iblis.
#Beberapa jam yang lalu
Tetua Haocun dan tetua Gu Yan yang merupakan tetua agung dari sekte gunung api menyatukan kekuatan mereka untuk menutup kembali lubang hitam serta jurang tak berdasar. Mereka juga dibantu oleh topeng bencana serta para pemburu iblis yang terus berdatangan.
Sambil mengendalikan elemen tanah, mereka semua meratakan kembali daratan yang telah menjadi jurang hingga menciptakan jalan agar mereka bisa bertarung tanpa takut terjatuh ke dalam jurang.
Setelah tanah kembali rata, para pemburu iblis langsung maju di barisan paling awal untuk membasmi para leviant yang telah kehilangan banyak kekuatan mereka akibat keringnya lautan.
"Lihatlah aku dari surga, Sun!"
"Akan kubasmi sekte iblis dari muka bumi ini!" tetua Gu Yan melesat maju sambil mengeluarkan pedangnya untuk menebas para leviant.
"Dimana Xiao Zhaoye dan yang lainnya, Hong er?" tanya tetua Haocun melewati telepati.
"Mereka terlalu lambat, jadi aku tinggalkan saja. Apa kau takut melawan bangsa Leviant?" tanya Topeng bencana melewati telepati.
"Cih, tentu saja tidak. Berkat mengeringnya lautan, mereka tak semengerikan dulu," balas tetua Haocun melalui telepati.
"Kalau begitu ayo kita basmi mereka, kita lihat apakah kau masih sekuat dulu, Guru." Topeng bencana mencabut kedua pedangnya lalu melesat maju dengan kecepatan tinggi. Dalam hitungan detik dia terus membantai semua bangsa leviant yang terus berdatangan dari arah barat.
"Cih, akan kutunjukkan seberapa hebat kemampuanku ini," ucap tetua Haocun sambil tersenyum tipis.
Tetua Haocun mengeluarkan pedang berlapis kilatan kuning yang sanggup menyetrum puluhan leviant dalam sekali serang. Sedangkan Topeng bencana mengeluarkan tebasan angin dari pedang merahnya yang sanggup menebas ratusan leviant dalam sekali serang.
"Apa dia benar benar pernah menjadi muridku?" pikir tetua Haocun dengan tatapan frustasi.
Selama berjam jam mereka menghabisi ratusan ribu leviant yang terus berdatangan dari dalam istana raja iblis Dianzheng.
Topeng bencana beserta semua orang yang berada di medan tempur, terus menggempur bangsa leviant yang berdatangan sambil mempersempit jarak. Mereka terus melaju mendekati istana raja iblis Dianzheng yang berada jauh ditengah tengah lautan yang telah mengering.
Meski terlihat santai, sebenarnya Topeng bencana merasa sangat hawatir terhadap keadaan rombongan Xiao Tian. Bagaimana tidak, Laut barat merupakan tujuan utama Xiao Tian. Namun sejak dia sampai di tempat itu, dia tak melihat tanda tanda keberadaan Xiao Tian.
Awalnya semua sangatlah lancar, namun setelah berjarak ratusan kaki dari istana raja iblis Dianzheng petir kuning menyambar para pemburu iblis serta anggota sekte gunung api yang turut menyerbu menuju istana.
Seperempat pasukan pemburu iblis terluka parah sedangkan sisanya tewas secara mengenaskan. Sedangkan para anggota sekte gunung api masih bisa menahan ganasnya petir kuning dengan berlindung di dalam array pembatas yang diciptakan oleh tetua Haocun dan tetua Gu Yan.
Ketika para pemburu iblis dan sekte gunung api tak bisa melanjutkan langkah mereka karena sambaran petir kuning yang tiada henti, Topeng bencana tak terhentikan sama sekali.
Dia bisa menggunakan pedang merahnya untuk menangkis semua sambaran petir kuning semudah membalikkan telapak tangan. Dia bahkan bisa memanfaatkan sambaran petir tersebut untuk menghabisi para leviant yang berada di sekitarnya dengan cara memantulkan petir tersebut ke target yang dia incar.
"Apa dia masih manusia?"
"Aku berani bertaruh bahwa Topeng bencana sudah melewati tingkat Dewa Petarung karena kekuatannya jauh di atas kita," ucap para pemburu iblis.
Ketika topeng bencana terus berjalan mendekat, sebuah kapak merah menyala melesat dengan kecepatan penuh menghantam pedang topeng bencana hingga terpental mundur cukup jauh.
Setelah membuat Topeng bencana mundur cukup jauh, kapak merah tersebut kembali terpental mundur sambil berputar putar di udara hingga ditangkap oleh tangan seseorang yang melemparnya dari atap istana.
Semua orang terkejut bukan main setelah melihat siapa yang menangkap kapak merah itu. Kapak merah yang biasa dipakai raja iblis Lanbing, saat ini dipakai oleh jenderal Tailong yang memakai jirah serba hitam.
Warna matanya merah menyala dan hawa iblis yang begitu kuat terpancar dari tubuhnya. Tingkatannya saat ini telah mencapai pendekar alam ilusi lapisan ke lima. Satu tingkat lebih tinggi dari pada topeng bencana.
"Jenderal Tailong?"
"Apakah sekte iblis menghidupkannya kembali?" tanya topeng bencana dengan mata yang terbelalak.
Jenderal Tailong menghilang dari pandangan semua orang, lalu muncul di hadapan topeng bencana. Saat itu juga dia langsung berniat mengampak topeng bencana dengan segenap tenaga.
Benturan kekuatan antara kedua pendekar alam ilusi menciptakan tekanan qi yang membuat semua orang gemetar ketakutan.
"Apa itu benar benar jenderal Tailong?"
"Apa yang dilakukan para iblis terhadap dirinya?"
"Aku pikir tak ada yang bisa setara dengan topeng bencana, tapi saat ini topeng bencana benar benar sedang terpojok," ucap tetua Gu Yan.
"Hong er, mundurlah. Jenderal Tailong bukanlah mimpi buruk yang paling menakutkan. Di dalam istana itu terdapat lima kekuatan besar yang jauh lebih mengerikan dibandingkan jenderal Tailong."
"Ini benar benar buruk. Jika sekte iblis sekuat ini, kenapa mereka tak meratakan manusia sejak dahulu kala," pikir tetua Haocun sambil mencoba melakukan telepati. Namun usahanya sia sia karena konsentrasinya terbagi oleh petir kuning yang terus menyambar ke arah semua orang di sekitarnya. Demi melindungi hidup para murid sekte gunung api dia terpaksa menahan diri dan fokus terhadap array pelindung yang sedang dia kendalikan.
Setelah beradu kekuatan dalam waktu yang cukup lama, topeng yang dipakai Xiao Hong mulai mengalami keretakan.
Sadar bahwa jenderal Tailong tak dapat diremehkan, Xiao Hong berencana melompat mundur untuk mencegah hancurnya topeng yang dia pakai.
Sayangnya saat dia telah melompat mundur cukup jauh, topengnya tetap tak dapat diselamatkan.
Retakannya terus menyebar hingga terbelah menjadi dua. Bersamaan dengan hancurnya topeng tersebut, bentuk tubuh serta identitas aslinya pun mulai terungkap.
Semua orang yang berada disana terkejut bukan main, mata mereka terbelalak begitu lebar karena merasa tak percaya akan apa yang mereka lihat. Mereka merasa malu sekaligus kaget bukan main ternyata selama ini orang yang begitu mereka takuti adalah seorang wanita yang tak pernah terlihat mengikuti perang sama sekali.
"Ra ... ratu Xiao Hong?" ucap semua orang secara bersamaan.
Tepat setelah identitasnya telah terungkap, jenderal Feng Long kembali menghilang dari pandangan semua orang dan muncul kembali tepat dihadapan ratu Xiao Hong. Seperti biasa dia langsung mencoba mengampak ratu Xiao Hong tanpa peringatan sedikitpun.
Akan tetapi tepat sebelum kampak tersebut ditangkis oleh ratu Xiao Hong, Xiao Tian tiba tiba muncul dihadapannya dan langsung memukul mundur jenderal Tailong hingga menghantam tembok istana.
Bukkk
"Maaf karena telah membuatmu menunggu lama, ibu." Xiao Tian muncul dengan pakaian serba putihnya sambil menggendong dua buah pedang bergerigi yang menempel di belakang punggungnya.
Setelah melihat kemunculan Xiao Tian yang begitu tiba tiba, semua orang langsung mengepalkan tangan mereka dengan tubuh yang gemetar. Semua itu terjadi karena Xiao Tian muncul dengan kekuatan besar yang tak pernah bisa dibayangkan oleh semuanya.
"Apakah itu pangeran Xiao Tian?"
"Sejak kapan dia bisa melewati tingkat Dewa Petarung?"
"Kerajaan petir benar benar kerajaan yang mengerikan, ternyata selama ini mereka menyembunyikan monster seperti ratu Xiao Hong dan pangeran Xiao Tian," ucap para pemburu iblis yang mengalami luka parah.
"Bukankah waktu itu dia hanya petarung tingkat emas?"
"Makanya dia kabur dari sekte gunung api saat terlibat masalah, bagaimana bisa kultivasinya melonjak begitu tajam hingga melewati kultivasi topeng bencana?" pikir para murid sekte gunung api.
Tepat ketika semua orang masih terkejut bukan main, Kaibo versi dewasa dan Liang Su melompat turun dari rongga ruangan di atas menara istana. Diikuti oleh satu orang berjubah merah yang melompat turun tepat di belakang mereka.
Berbeda dengan perjumpaan terakhir Xiao Tian dengan Kaibo dan Liang Su, mereka saat ini benar benar terlihat berbeda karena memancarkan hawa iblis yang kuat dan memiliki pandangan yang begitu kosong bagai orang yang sedang dikendalikan.
#Di atas awan
Wukong dan teman teman Xiao Tian masih berada di atas awan sambil menatap ke bawah daratan.
Setelah melihat Kaibo dan Liang Su muncul, Wukong berkata, "Saatnya kalian beraksi telah tiba."
"Turunlah dan bantu Xiao Tian, meski aku ada disini jangan terlalu berharap kalau aku akaj ikut campur. Aku hanya akan turun tangan jika teman Dewa Pemalas muncul. Karena tugasku adalah menangkap lima Dewa Sesat yang melarikan diri dari alam neraka."
"Ehm," semua orang memganggukkan kepala mereka dan secara bersamaan menghilang dari hadapan Wukong dengan bantuan sihir teleportasi jarak dekat yang telah dia ajarkan.
Mereka pergi meninggalkan naga hitam dan naga biru yang duduk diatas pundak Wukong.
Tepat ketika teman teman Xiao Tian muncul disamping kanan dan kirinya, semua orang sudah kehabisan kata kata.
Bagaimana tidak, orang orang yang tak pernah muncul sebagai pendekar tingkat tinggi tiba tiba saja muncul dengan kekuatan yang jauh diluar jangkauan mereka.
"Taiwu, putri Jia Li, si Gendut, dan entah siapa gadis kecil itu, berapa banyak lagi kejutan yang harus kita terima?"
"Kenapa para generasi muda seperti mereka bisa melampaui para tetua bahkan topeng bencana dalam waktu singkat?"
"Apakah mereka semua selama ini menyembunyikan kekuatan mereka?" pikir para murid sekte gunung api.