
Demi menjalankan rencana Taiwu jenderal Huang Cheng terbang berkeliling dengan naga yang dia tunggangi untuk mengumpulkan anak panah yang Taiwu minta.
Sambil terbang dan mengumpulkan anak panah, jenderal Huang Cheng berteriak dengan keras. " Semuanya dengarkan aku, yang memiliki anak panah simpan baik-baik dan tunggu aku datang untuk mengambilnya. Dan yang tak memiliki anak panah alihkan perhatian para Demon Kong dengan berpencar dan memanfaatkan semburan listrik dari naga biru!"
"Baik jenderal." jawab semua prajurit keluarga Huang.
Untuk mengalihkan perhatian ribuan Demon Kong tipe listrik, beberapa prajurit keluarga Huang yang tak membawa anak panah berpencar lalu menghujani ribuan Demon kong dengan semburan listrik berwarna biru yang keluar dari mulut naga biru.
Srattt
"Rasakan semburan nagaku kera sialan!" ucap salah satu prajurit.
Sratt
Jenderal Huang Cheng berkeliling sambil mengumpulkan anak panah dari para prajuritnya dan menyimpannya kedalam sebuah cincin ruang.
Setelah selesai berkeliling dia melempar cincin ruang tersebut dengan maksud memberikannya kepada Taiwu.
Taiwu menangkap lalu memakai cincin ruang tersebut dijari manisnya. Dia mengeluarkan satu set anak panah yang tersimpan di dalam cincin ruang tersebut.
"Seperti ada yang kurang?"
"Tapi apa ya?" pikir Taiwu.
"Taiwu Gunakan ini!" teriak jenderal Huang Cheng sambil melemparkan sebuah busur kearah Taiwu.
Tap , Taiwu menangkap busur yang dilempar kearahnya.
"Kau memang yang paling mengerti aku jenderal." ucap Taiwu.
"Apa yang ingin kau lakukan dengan anak panah itu?"
"Bukankah kau tahu anak panah tak akan bisa melukai mereka?" tanya Jenderal Huang Cheng.
"Cukup Lihat dan amati." jawab Taiwu.
Taiwu mengambil salah satu anak panah dari tempatnya, lalu menempelkan ujung anak panah yang tumpul dengan tali busur yang berfungsi melontarkan anak panahnya.
Dengan konsetrasi yang tinggi Taiwu membidik bagian kepala dari salah satu Demon Kong yang jauh berada di daratan.
Anak panah yang dia pegang memancarkan aura merah karena dilapisi oleh aura pedang.
Dengan fokus yang tinggi Taiwu menarik anak panahnya lalu melepaskan anak panah tersebut tanpa rasa ragu.
Shutttt
Anak panah yang telah dilapisi oleh sebuah aura pedang berhasil menembus kepala Demon Kong yang dia incar.
Jenderal Huang Cheng mulai mengerti dengan rencana Taiwu. Dia melirik kearah salah satu prajuritnya yang bersenjatakan sebuah tombak.
"Hei kau berikan tombakmu padaku!" ucap Jenderal Huang Cheng.
Mendengar ucapan jenderalnya, prajurit tersebut melemparkan tombak miliknya dengan maksud menyerahkannya kepada jenderal Huang Cheng.
Setelah menerima tombak tersebut, jenderal Huang Cheng melapisi tombak itu dengan aura pedang lalu membidik salah satu Demon Kong tipe listrik yang berada jauh di daratan.
Sebelum berhasil melemparkan tombak tersebut, Taiwu menghentikan jenderal Huang Cheng dengan berteriak.
"Berhenti!" teriak Taiwu.
"Kenapa kau menghentikanku!" bentak jenderal Huang Cheng.
"Tombak terlalu berharga untuk dilemparkan."
"Pakailah anak panah!" jawab Taiwu.
Taiwu melemparkan beberapa set anak panah kepada jenderal Huang Cheng.
"Untuk busurnya kau cari sendiri." sambung Taiwu.
"Jumlah tombak kita kan cukup kalau hanya untuk membunuh para Demon kong itu, kenapa kau meributkan soal tombak?" tanya jenderal Huang Cheng.
Jenderal Huang Cheng kaget melihat Demon Kong yang Taiwu tunjuk.
"Kalau mereka tak bisa mati, lalu apa yang harus kita lakukan?" tanya jenderal Huang Cheng.
"Panah seluhur tubuhnya, dan cari letak kelemahannya. Di dunia ini tak ada yang namanya kekuatan mutlak, dibalik kekuatan dahsyat pasti ada kelemahan yang tersembunyi." jelas Taiwu.
Dengan bantuan jenderal Huang Cheng, akhirnya Taiwu berhasil menemukan kelemahan para Demon Kong tipe listrik.
Tubuh para Demon Kong tipe listrik akan hancur menjadi debu saat bagian leher mereka tertusuk anak panah.
Taiwu mengetahui kelemahan itu setelah memanah seluruh bagian tubuh dari salah satu Demon kong.
Meski tahu leher bagian depan merupakan kelemahan dari para Demon Kong tipe listrik, membidik bagian tersebut tidaklah mudah, karena tangan selalu menghalangi anak panah yang dilontarkan kearahnya.
Telapak tangan para Demon Kong tipe listrik sangatlah keras, lebih keras dari bagian lain. Karena itu meski sudah dilapisi oleh aura pedang, tak ada satupun anak panah yang bisa menembus telapak tangan mereka.
Selain dari leher bagian depan Demon kong tersebut tak memiliki kelemahan lain. Jadi mau tidak mau Taiwu dan jenderal Huang Cheng harus mencari cara agar tangan para Demon Kong tak menghalangi bidikan mereka saat mingincar leher para Demon kong.
Karena memanah leher bagian depan agak sulit Taiwu mencoba memanah Tengkuk dari Demon Kong tersebut.
Tengkuk merupakan bagian yang sejajar dengan leher bagian depan, jika anak panah miliknya bisa menembus tengkuk tersebut maka otomatis anak panah tersebut akan menembus leher bagian depan.
Dengan fokus yang tinggi Taiwu memanah tengkuk salah satu Demon Kong tipe listrik. Tengkuk merupakan bagian yang paling mudah di incar karena selalu terbuka. Oleh karena itu dengan sekali lirik Taiwu berhasil membidik dan menghujani tengkuk dari Demon kong yang dia incar memakai anak panah dengan mudah.
Shut shut shut
Bukannya menembus tengkuk, anak panah yang dia lepaskan malah hancur menjadi debu karena tengkuk mereka dilindungi oleh energi panas dan memiliki ketebalan dan kekerasan yang sangat luar biasa.
Karena gagal mengincar tengkuk, Taiwu tak punya pilihan lain selain mengenai leher bahian depan para Demon kong.
"Cih, merepotkan." ucap Taiwu.
Ketika Taiwu masih sibuk mengeluh sambil berpikir tentang cara mengenai leher depan para Demon Kong, sebuah tombak berlapiskan aura pedang berwarna merah melesat dengan cepat kearah bagian tengkuk dari Demon kong yang Taiwu tangani.
Shutt Clebbb
Tombak tersebut menembus tengkuk dari Demon kong tersebut hingga tertancap ketanah.
"Apa yang.. ?" ucap Taiwu keheranan.
"Maaf aku memakai tombaknya, aku tak punya banyak waktu lagi, aku harus segera menghabisi semua Demon kong lalu mencari tahu dimana putriku" ucap Jenderal Huang Cheng.
"Tak apa jenderal, kau telah mempermudah pekerjaanku, terus incar tengkuk mereka menggunakan tombak." ucap Taiwu sambil berdiri diatas naga biru.
"Kenapa kau berdiri?"
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya jenderal Huang Cheng.
"serahkan sisanya padaku, kau pergilah bersama semua pasukanmu tolong semua orang yang terluka, dan cari anakmu hingga ketemu." ucap Taiwu.
"Apa kau yakin?" tanya Jenderal Huang Cheng.
Tanpa menjawab pertanyaan jenderal Huang Cheng Taiwu meloncat dari atas naganya.
Wooshh
Tap
Dia mendarat tepat di dekat tombak yang telah jenderal Huang Cheng lempar hingga menancap ditanah. Dia kini berada tepat di tengah ribuan Demon kong.
Dengan kepercayaan diri yang tinggi Taiwu mengambil tombak yang menancap di tanah itu, lalu bersiap memasang kuda-kuda.
Ketika melihat Taiwu berada didaratan, lima ekor Demon kong berlari mendekat dengan kecepatan tinggi yang tak bisa dilihat oleh semua orang.
Taiwu memasang kuda-kuda sambil menggenggam tombak di tangan kanannya.
"Majulah kera sialan!" teriak Taiwu.