
"Kenapa kau tak ikut mendekati Xiao Tian?" tanya Sunlong yang berada di pelukan Huang Li sambil menatap naga hitam versi mini yang berada di pelukan putri Jia Li.
"Saat ini bukan tuanku yang mengendalikan tubuhnya, aku sangat yakin kalau Dewa setres itu sedang merasuki tubuh tuanku," jawab naga hitam dengan menggunakan bahasanya.
"Siapa yang kau panggil Dewa setres?" sambung Dewa petir melalui telepati.
"Sejak kapan kau memahami bahasaku?"
"Meski kau seorang dewa, kau kan bukan dewa binatang?"
"Dan juga tak memiliki hubungan dengan keturunan naga," sambung naga hitam dengan menggunakan bahasanya.
"Saat ini aku sedang menggunakan tubuh tuanmu. Dan keahlian tubuhmu untuk memahami bahasa semua binatang otomatis kukuasai untuk sementara. Selagi kendali tubuh tuanmu ada padaku, maka memahami bahasamu semudah membalikkan telapak tangan," jawab Dewa petir melalui telepati.
"Cih, menyebalkan. Cepat selesaikan urusanmu dan kembalikan tubuh tuanku," ucap naga hitam sambil memalingkan wajahnya.
"Aih, baik naga hitam maupun roh kadal iblis. Kenapa diantara mereka tak ada yang menyukaiku ya. Menyebalkan sekali, padahal aku lebih kuat dari pada Xiao Tian. Tapi mereka lebih menghormati Xiao Tian dari pada diriku, benar benar menyebalkan," pikir Dewa petir sambil menghela napas.
"Itu karena kau yang terlalu sering bertingkah konyol. Andai kau bersikap lebih berwibawa layaknya seorang Dewa, pasti mereka tak akan bersikap seperti itu," ucap Xiao Tian melalui telepati.
"Apa kau baru saja membaca pikiranku?" tanya Dewa petir melalui telepati.
"Saat ini kau telah menyatu dengan tubuhku, tentu saja aku juga bisa membaca pikiranmu. Lagipula aku kan saat ini sedang menetap di dalam alam pikiranku," jawab Xiao Tian melalui telepati.
"Cih, menyebalkan," ucap Dewa petir sambil menghela napas.
"Putra mahkota, apakah anda baik baik saja?"
"Kenapa matamu membiru?"
"Dan kenapa anda melamun sejak tadi?" tanya Taiwu sambil berjalan mendekati tubuh Xiao Tian yang sedang dirasuki oleh Dewa petir.
"Aku tak apa, Taiwu. Jika kau tak percaya kemarilah, aku ada hadiah untukmu," jawab Dewa petir sambil memanggil Taiwu.
"Baik putra mahkota," ucap Taiwu sambil berjalan mendekat.
"Tahan rasa sakitnya, maka kau akan mendapatkan hadiahmu. Jangan pingsan dan berusahalah untuk tetap tersadar," ucap Dewa petir melalui telepati sambil memukul perut Taiwu dengan tangan yang telah dilapisi kilatan petir berlapis mantra suci pembuka segel kultivasi.
"Aaaaaaaaaa!" Taiwu berteriak begitu kencang sambil mencoba menahan rasa sakit yang luar biasa.
"Singkirkan tangau dari jenderal muda Taiwu!" ucap para prajurit sambil menghunuskan pedang ke arah Xiao Tian.
"Singkirkan tanganmu dari putraku, aku sangat yakin kalau kau bukanlah putra mahkota sejak melihat warna matamu. Cepat singkirkan tanganmu atau aku akan ... ," belum sekpat jenderal Tailong menyelesaikan kaliamatnya, Dewa petir pun berkata,
"Kau akan apa?"
"Jika kau berani macam macam, maka putramu akan tiada. Percayalah padaku, putramu tak akan mati karenaku. Tapi jika kau memaksa mendekat maka aku tak bisa menjamin keselamatan putramu ini," ucap Dewa petir melalui telepati.
"Cih, sebenarnya siapa kau ini!"
"Putra mahkota tak mungkin melakan hal sekeji ini. Tak hanya memukul Su Yan, kau bahkan memukul Taiwu tanpa alasan. Sebenarnya apa tujuanmu ha!" ucap jenderal Tailong melalui telepati.
"Jika kau ingin tahu tujuanku, maka mundurlah dan suruh prajuritmu menyngkirkan tombak mereka. Karena jika kau tak melakukan hal itu, aku tak berani menjamin keselamatan putramu," jelas Dewa petir melalui telepati.
"Cih, aku tak tahu apa yang dilakukan orang ini. Tapi tatapannya begitu serius dan tak bisa di tolak. Aku hawatir dia melakukan hal buruk pada Taiwu jika aku tak menurutinya," pikir jenderal Tailong sambil mengepalkan tangannya.
"Prajurit, turunkan senjata kalian!" ucap jenderal Tailong dengan nada tinggi.
"Tapi jenderal, tuan Taiwu sedang ... ," ucap para prajurit.
"Percaya atau tidak, tindakan kalian hanya akan mempersulitku untukenyelamatkan nyawa putraku. Jika kalian masih menganggapku sebagai jenderal kalian, maka cepat turunkan senjata kalian!" bentak jenderal Tailong dengan nada tinggi.
Krang krang krang, semua tombak dijatuhkan oleh para prajurit.
"Sekarang mundurlah beberapa langkah," ucap jenderal Tailong sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Baik jenderal," ucap para prajurit sambil berjalan mundur menjauhi Taiwu dan Xiao Tian.
"Aku sudah menyuruh mereka mundur, sekarang lepaskan Taiwu!" bentak jenderal Tailong sambil menatap Xiao Tian.
Bukannya melepaskan Taiwu, Dewa petir terus menyambar Taiwu tanpa ampun. Melihat putranya begitu tersiksa, jenderal Tailong tak bisa menahan diri hingga berniat untuk menyerang Xiao Tian.
Namun belum sempat dia melesat dari tempatnya berdiri, Taiwu menghentikannya dengan berkata, "Jangan mendekat ayah!"
"Putra mahkota tak melakukan hal buruk padaku, dia sedang menaikkan kultivasiku secara paksa. Aku merasakan begitu banyak energi qi yang mengalir ke dalam dantianku sejak putra mahkota memukul perutku."
"Per ... caya atau tidak, kekuatan yang putra mahkota berikan benar benar diluar ekpektasiku," ucap Taiwu sambil menahan rasa sakit.
"Ininadalah gelombang terakhir, rasanya akan lebih sakit dibandingkan dengan tahap tahap sebelumnya. Apakah kau siap untuk menahannya?" tanya Dewa petur melalui telepati.
"Berikan saja, aku sangat yakin kalau aku bisa menahannya," ucap Taiwu sambil mencoba menahan rasa sakit.
"Baiklah kalau begitu, terimalah gelombang kejut terakhirku!" ucap Dewa petir sambil mengeluarkan gelombang listrik dari tangan kanan yang masih menempel di perut Taiwu hingga membuat tubuh Taiwu genetaran.
Kreaakkkkk
"Aaaaaaaa!" Taiwu berteriak begitu kencang saat gelombang listrik bertegangan tinggi terpancar ke dalam dantiannya.
Matanya memerah lalu kembali menghitam dan ketika tangan Xiao Tian terlepas dari perutnya, dia pun langsung tumbang karena sudah tak memiliki tenaga lagi untuk berdiri.
"Sayang sekali, sepertinya dia telah gagal menahan tekanannya," ucap Dewa petir sambil menatap ke arah Taiwu yang terbaring lemas.
"Taiwu!" jenderal Tailong langsung berlari mendekati putranya, namun belum sempat dia mendekat, sebuah gelombang kejut terpancar keluar dari tubuh Taiwu hingga membuat jenderal Tailong terpental mundur begitu jauh.
Tak lama setelah itu, luka di tubuh Taiwu langsung menghilang dan kultivasinya meningkat tajam tepat ketika dia baru membuka matanya.
Wooshhh
"Pendekar alam ilusi lapisan puncak, putraku baru saja menjadi pendekar alam ilusi lapisan puncak. Apa aku sedang bermimpi?" pikir jenderal Tailong sambil mencoba berdiri dari tempatnya terjatuh akibat terkena gelombangnkejut dari kekuatan Taiwu.
"Kau berikutnya, gendut," ucap Xiao Tian sambil menatap ke arah si gendut.
"A ... anu, apakah ada cara lain selain cara yang tadi?" tanya si Gendut sambil menelen ludah karena merasa begitu takut.
"Tak ada cara lain selain ini, jika kau tak mau maka aku akan melakukannya pada yang lain terlebih dulu," ucap Dewa petir sambil menatap Huanran.
"Aku akan melakukannya, jangan libatkan yang lain terlebih dulu. Biarkan mereka menyiapkan mental mereka," ucap si Gendut dengan tubuh yang gemetar.
"Sial, apa yang baru saja ku katakan. Bagaimana jika aku gagal menahan rasa sakitnya dan berakhir tewas?"
"Bisa bisa Huanran menjadi seorang janda," pikir si Gendut sambil menelan ludahnya.
"Semangat mas Endut, kau pasti bisa menyusul Taiwu," ucap Huanran sambil menepuk pundak si Gendut.
"Terimakasih dukungannya, istriku," ucap si Gendut sambil pura pura tak takut.