
"Kenapa kalian malah tertawa?"
"Sepertinya otak kalian sedikit geser ya?" ucap Dewa petir sambil menatap Xiao Tian dan Sunlong.
"Haih, sudahlah. Apa yang kami bicarakan bukanlah hal yang penting."
"Yang paling penting saat ini yaitu penjelasan tentang pikiran Patriach Bai, bisakah kau jelaskan sekarang?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Itu tergantung dengan jawabanmu atas permintaanku, apakah setuju atau tidak?" tanya Dewa petir sambil mengerutkan dahi.
"Iya aku setuju, tapi aku yang menentukan harinya ya?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Dewa petir.
"Oke sepakat," ucap Dewa petir sambil menjabat tangan Xiao Tian.
####
"Patriach Bai adalah adik dari pria tua misterius itu. Dan semalam adalah pertama kalinya mereka bertemu lagi sejak tiga puluh tahun terlewati."
"Sesuai dugaanku sebelumnya, dia pergi menjauhi sektenya karena terpaksa."
"Selama tiga puluh tahun lebih dia menghilang dan mengasingkan diri dari dunia. Semua hanya karena dia terikat oleh sebuah relik Kaisar iblis."
"Hanya itu yang terbesit di pikiran Patriach Bai, aku tak tahu bagaimana bisa pria tua yang bernama Tian Zong itu terikat dengan relik tersebut. Yang pasti saat ini dia tak bisa menunjukkan diri ke mata dunia. Semua karena dia tak ingin sekte pembasmi iblis, atau para pengincar relik kaisar iblis datang untuk merenggut nyawa dan orang orang disekitarnya apabila dia menolak untuk menyerahkan diri."
"Dia hidup dalam tiga pilihan sejak terikat dengan relik itu. Bersembunyi demi keselamatan semua orang, menunjukkan diri dan mengabaikan semua yang dia sayangi, atau menyerahkan diri kepada sekte pembasmi iblis yang bisa membuatnya tak bernyawa lagi," jelas Dewa petir sambil memasang wajah serius.
"Meski aku belum sempat melihat statusnya, tapi aku yakin kalau kekuatanya terlampau jauh di atasku. Tak kusangka, hanya karena terikat dengan sebuah relik bisa membuatnya mengalami hal tersebut," pikir Xiao Tian dengan tangan yang terkepal kencang.
"Apakah ada cara untuk memisahkan seseorang dengan sebuah relik tanpa harus membunuh orang tersebut?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Entahlah, tak ada yang mengetahui hal ini selain gurumu. Sayangnya saat ini dia terjebak dalam tidur yang sangat panjang dan hanya bisa dibangkitkan oleh lima puluh relik kaisar iblis yang telah disatukan," ucap Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Jika memang tak ada cara lain, bukankah berarti aku harus menjadi pembunuh demi membangkitkan guruku?" ucap Xiao Tian dengan lengan yang terkepal.
"Tepat sekali, itulah mengapa aku tak mau membicarakan hal ini sebelum mentalmu benar benar siap. Karena tak semua orang yang terikat dengan relik kaisar iblis merupakan orang yang jahat. Anak kecil bahkan bayi sekalipun bisa terikat kontrak dengan sebuah relik kaisar iblis hanya dengan menyentuh relik yang belum bertuan dengan tangan kosong," jelas Dewa petir sambil menatap tajam mata Xiao Tian.
"Aku bukanlah penjahat keji yang akan membunuh siapapun demi mencapai tujuanku, bahkan jika bisa aku sangat ingin mengubah semua musuhku menjadi teman baikku. Karena cara terbaik untuk mengurangi musuh adalah merubah musuh menjadi teman kita. Membunuh hanya akan mendatangkan musuh yang lain. Entah keluarga ataupun teman dari orang yang aku bunuh, mereka pasti akan berdatangan satu persatu untuk membalaskan dendam," ucap Xiao Tian sambil memasang wajah serius.
"Jadi apa keputusanmu saat ini?" tanya Sunlong sambil menatap ke arah Xiao Tian.
"Mengumpulkan relik kaisar iblis tanpa harus membunuh seseorang, itulah tujuanku saat ini," ucap Xiao Tian sambil membalas tatapan Sunlong.
"Jangan terlalu naif, bahkan Dewa petir tak tahu cara memisahkan relik kaisar iblis dari seseorang selain membunuhnya," ucap Sunlong sambil mengerutkan dahi.
"Siapa bilang kalau demi membangkitkan guruku, aku harus memisahkan relik dari seseorang?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Maksudmu?" tanya Sunlong dengan tampang bingung.
"Cara lain untuk mengumpulkan relik kaisar iblis tanpa membunuh yaitu, mencari dan mengumpulkan relik relik kaisar iblis yang belum terikat dengan seseorang," ucap Xiao Tian dengan begitu optimis.
"Kau terlalu optimis, tapi aku suka dengan keyakinanmu itu. Hanya saja, kau melupakan sesuatu. Mengumpulkan relik kaisar iblis mungkin akan membahayakanmu dan semua orang disekitarmu."
"Apakah kau sudah siap diburu oleh orang orang hebat seperti pria tua itu?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Bukankah saat ini akupun sudah menjadi buronan?"
"Lagipula orang orangku selalu ada bersamaku. Selagi relik ruang hampa berada bersamaku, aku bisa membawa mereka kemanapun aku pergi. jadi aku tak perlu khawatir tentang keselamatan mereka, karena tak ada yang bisa mencapai ruang hampa tanpa persetujuanku bahkan para Dewa sekalipun," ucap Xiao Tian sambil tersenyum tipis.
"Aku mengerti, tapi bagaimana dengan makanan mereka?"
"Satu hari di dunia nyata sama dengan dua puluh empat hari di dunia nyata. Apakah kau bisa memberi makan puluhan ribu orang itu?" tanya Dewa petir sambil menatap mata Xiao Tian.
"Tentu saja aku tak akan membuat mereka disana selamanya. Tempat perlindungan yang akan menjadi tujuan terakhirku adalah dimensi es. Namun untuk saat ini aku tak bisa mengumpulkan semua orang disana. Semua karena tempat itu belum cukup aman saat ini. Semua karena rubah kampret yang telah merampas begitu banyak gulungan teleportasi," jelas Xiao Tian sambil mengepalkan tangannya begitu erat.
Setelah berbincang cukup lama mengenai tujuan hidup yang Xiao Tian pilih, Patriach Bai mengetuk pintu ruangan lalu berkata, "Ini aku, master,"
"Masuklah!" ucap Xiao Tian sambil menoleh ke arah pintu.
Patriach Bai membuka pintu tanpa rasa ragu, lalu berjalan mendekati Xiao Tian dan berkata,
"Bisakah kau ikut denganku, master?" tanya Patriach Bai sambil memberi hormat.
"Apakah turnamennya sudah dimulai?" tanya Xiao Tian sambil menatap mata Patriach Bai.
"Belum, master. Turnamen akan dilakukan di siang hari, sedangkan sekarang masih pagi."
"Tujuanku kemari yaitu untuk memperkenalkanmu sekaligus mendaftarkanmu sebagai peserta turnamen," ucap Patriach Bai sambil memberi hormat.
"Begitu ya, dimana tempatnya?" tanya Xiao Tian sambil menatap ke arah Patriach Bai.
"Gedung cabang petarung, semua yang ingin mewakili sekte ini akan berkumpul di tempat itu," ucap Patriach Bai sambil memberi hormat.
"Begitu ya?"
"Berpeganganlah padaku, kita akan kesena sekarang juga," ucap Xiao Tian sambil menyodorkan tangannya.
Patriach Bai menjabat tangan Xiao Tian tanpa rasa ragu sedikitpun, dan saat tangan mereka bersentuhan, tiba tiba saja suasana sekitar berubah. Semua karena Xiao Tian mengaktifkan teknik teleportasinya yang saat ini telah berhasil membuat Xiao Tian dan Patriach Bai sampai ke tujuan dalam sekejap mata.
"Lu ... , luar biasa. Apakah ini teknik legendaris yang disebut teleportasi?"
"Kami benar benar sampai di tempat tujuan hanya dalam hitungan detik," pikir Patriach Bai sambil menatap mata Xiao Tian.