
Taiwu dan beberapa prajurit keluarga Huang membantu jenderal Feng Long membawa para korban perang yang terluka ke ruang pengobatan di kediaman jenderal Feng Long.
Dengan bantuan naga biru para korban yang terluka bisa dibawa dengan cepat. Selain membawa korban yang masih bisa diselamatkan Taiwu beserta prajurit keluarga Huang juga membantu mengangkut semua mayat prajurit yang telah gugur dimedan perang.
Prajurit keluarga Huang juga membantu proses pencarian orang-orang yang telah hilang dimedan perang, mereka mencari diseluruh wilayah kerajaan angin dengan terbang menaiki naga biru.
Setelah beberapa korban perang yang terluka telah dibawa menuju ruang pengobatan, Jenderal Feng Long menyuruh prajuritnya untuk memanggil para warga dan tabib yang bersembunyi di tempat pengungsian.
Ada lebih dari satu tempat pengungsian rahasia di kerajaan angin, tepatnya ada delapan tempat pengungsian rahasia. Pengungsian rahasia kerajaan angin berupa ruang bawah tanah yang dibangun khusus jauh di dalam istana kerajaan dan kediaman para jenderal.
Untuk membangun kembali bangunan yang telah hancur berantakan, para pria dewasa yang telah selamat didalam ruang pengungsian di kumpulkan.
Semua tabib dan alkemis yang selamat di dalam ruang pengungsian dikumpulkan ke ruang pengobatan untuk membantu memeriksa luka semua korban perang yang masih selamat.
Anak-anak dan para manula beristirahat di ruang pengungsian sampai pembangunan selesai. Para wanita muda dan wanita dewasa bertugas untuk memasak makanan untuk para pria dewasa yang melakukan perbaikan bangunan. Selain menyiapkan makanan beberapa wanita dewasa juga membantu para tabib menyiapkan bahan-bahan obat yang diperlukan tabib kerajaan demi mempercepat proses pengobatan.
Setelah memberi perintah kepada para prajuritnya, Jenderal Feng Long pergi bersama prajurit keluarga Huang untuk mencari Raja dan para jenderal kerajaan angin.
Meski tahu istana dan semua wilayah jenderal yang lain telah menjadi sebuah reruntuhan, Jenderal Feng Long masih berharap kalau raja dan semua jenderal masih bisa diselamatkan.
Naasnya bukannya kabar baik yang dia terima, melainkan sebuah kabar yang sangat buruk. Dia harus menerima sebuah kenyataan pahit bahwa raja yang dia ikuti selama ini telah gugur dimedan perang.
Tak hanya itu, dia juga menemukan mayat para jenderal wilayah dan jenderal utama kerajaan Angin saat terbang berkeliling menaiki naga biru bersama prajurit keluarga Huang. Dengan kata lain kini dia merupakan satu-satunya jenderal Wilayah yang selamat di kerajaan Angin, dan merupakan satu-satunya pejabat di kerajaan Angin.
Meski sempat merasa begitu terkejut dan putus asa karena mengetahui rajanya telah gugur dimedan perang, Jenderal Feng Long tak menyerah begitu saja.
Dia masih bisa bersemangat karena masih memiliki secerca harapan, dia yakin kalau masih ada keluarga kerajaan yang masih selamat. Selagi jasad putri Feng Yin dan ratu Feng Ping belum ditemukan jenderal Feng Long tak akan pernah berhenti berusaha.
Sama seperti jenderal Huang Cheng yang tak menyerah mencari putrinya, jenderal Feng Long juga tak menyerah mencari putri Feng Yin dan ratu Feng Ping.
Baik jenderal Feng Long maupun jenderal Huang Cheng tak ada satupun yang mau berhenti mencari jasad orang yang mereka cari. Mereka bahkan tak memperdulikan kesehatan mereka, selama seharian penuh mereka terus mencari tanpa mau makan apapun.
Sayangnya semua usaha mereka tak menghasilkan apapun. Meski mereka menghabiskan waktu hingga seharian penuh mereka tak bisa menemukan orang yang mereka cari.
Meski tak kunjung menemukan petunjuk sedikitpun mereka tak mau berhenti mencari.
Matahari mulai tenggelam ditelan langit. Sinar hangat yang menyelimuti kerajaan angin telah digandikan oleh sinar rembulan yang menyejukkan hati.
Bintang-bintang bersinar terang menghiasi angkasa.
Akan tetapi cahaya-cahaya malam itu perlahan menghilang, baik cahaya rembulan maupun cahaya bintang-bintang di angkasa menghilang ditelan oleh awan-awan hitam yang menyelimuti langit.
kegelapan dan kesunyian malam kini telah menyelimuti kerajaan angin. Karena hari semakin gelap jenderal Huang Cheng dan Jenderal Feng Long semakin kesulitan melihat dengan jelas.
Meski penglihatan mereka sedikit berkurang ditelan kegelapan malam. Mereka terus melanjutkan pencarian bahkan mereka juga menyuruh prajurit mereka untuk membantu.
Waktu semakin larut malam, tapi mereka tak kunjung menemukan petunjuk sedikitpun.
para prajurit mulai merasa mengantuk karena tak tidur sejak kemarin. Begitu pula jenderal Huang Cheng dan jenderal Feng Long, mereka berdua terlihat begitu mengantuk dan kelelahan.
Meski begitu lelah mereka tak kunjung berhenti mencari orang yang mereka cari.
Baik jenderal Huang Cheng maupun jenderal Feng Long tak ada satupun yang mau berhenti mencari.
Para prajurit berhenti mencari atas perintah Taiwu dan Feng Ling putri dari jenderal Feng Long.
Setelah menyuruh prajurit beristirahat, Taiwu mencoba membujuk jenderal Huang Cheng agar berhenti mencari Huang Li untuk sementara sambil beristirahat.
"Jenderal Huang Cheng berhentilah keras kepala, aku tahu kau sangat menyayangi putrimu. tolong berhentilah sebentar saja, makanlah lalu tidur sebentar hingga matahari terbit kembali. Kau sudah mencarinya selama sehari semalam, tolong istirahatlah sebentar saja." bujuk Taiwu sambil memegang pundak Jenderal Huang Cheng.
"Kegelapan malam dan rasa kantuk tak akan bisa menghentikanku, aku harus menemukan putriku bagaimanapun caranya!" ucap Jenderal Huang Cheng sambil menepis tangan Taiwu dari pundaknya.
Jenderal Huang Cheng tak berhenti mencari putrinya keseluruh wilayah istana kerajaan angin meski Taiwu terus mencoba membujuknya. Karena tak sanggup membujul dengan kata-kata Taiwu terpaksa menggunakan cara kasar, dia memukul tengkuk jenderal Huang Cheng dengan begitu keras.
Jenderal Huang Cheng tak bisa merespon serangan mendadak dari Taiwu karena menahan rasa kantuk dan lapar yang sangat luar biasa. Karena tak bisa menghindari serangan Taiwu, dia pun pingsan tak berdaya.
Bukkk
"Maafkan aku jenderal, ini semua demi kebaikanmu." ucap Taiwu.
Taiwu menggendong tubuh jenderal Huang Cheng yang telah pingsan pergi ke kediaman jenderal Feng Long agar bisa beristirahat.
Sementara itu diwilayah selatan kerajaan Angin, Jenderal Feng Long masih berusaha mencari putri Feng Yin dan ratu Feng Ping.
Dia terus mencari orang yang dia cari tanpa henti. Meski semua prajuritnya kelelahan, dia terus memaksa prajuritnya agar terus mencari tubuh putri Feng Yin dan ratu Feng Ping. Tak hanya prajuritnya yang telah merasa lelah, dia juga merasakan hal yang sama.
melihat jenderal Feng Long yang terlihat begitu kelelahan dan sangat mengantuk tak kunjung berhenti mencari putri Feng Yin dan ratu Feng ping, Feng Ling merasa sangat sedih.
Karena tak tahan dengan perilaku ayahnya, Feng Ling menyuruh semua prajurit berhenti mencari dan pergi beristirahat. Selain menyuruh para prajurit istirahat, dia juga mencoba membujuk ayahnya agar beristirahat dan menghentikan pencarian untuk sementara waktu.
Akan tetapi bukannya persetujuan yang dia terima, dia malah menerima penolakan keras dari ayahnya. Jenderal Feng Long mengabaikan bujukan dari putrinya dan terus melanjutkan pencarian.
"Ayah tolong berhentilah keras kepala!" teriak Feng Ling.
"Berhenti mengatur ayah, kembalilah kerumah dan tidurlah. Ayah tak akan berhenti mencari sebelum menemukan jasad mereka." sambung jenderal Feng Long.
Karena tak bisa membujuk ayahnya, Feng Ling terpaksa menemani ayahnya semalaman dan membantu ayahnya mencari tubuh ratu Feng Ping dan putri Feng Yin.
Karena sekeras apapun mereka mencari orang yang mereka cari, mereka tak akan pernah berhasil menemukan orang yang mereka cari. Alasannya yaitu karena orang yang mereka cari berada di dalam ruang hampa milik Xiao Tian.
************
#Ruang pengobatan kerajaan Angin
Xiao Tian telah sadar dari tidur panjangnya, Su Yan tidur tepat di samping tempat tidurnya. Dia tidur sambil duduk disamping kasur Xiao Tian karena habis menjaga tubuh Xiao Tian seharian.
Dalam keadaan setengah sadar Xiao Tian berpikir.
"Su Yan?"
"Kenapa dia disini?"
"Dimana aku?"
"Apakah Su Yan menyelamatkanku?"
"Kepalaku tersa begitu sakit, dimana semua orang?"
"Apakah perangnya telah berakhir?" pikir Xiao Tian.
bersambung.....
# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini
jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..
O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.
A Little Desire of Anti-Hero
Ancient Realm Goddess
Are Not the same
Asmara Jajar Genjang
Cinta Anak Muda
The Secret Vampire
Good Bye My Honey
Kekasih Bayangan
Kita Sepupu?
Lost Princess
Mahluk Pemikat Hati
Miracle of Wish
Monalisa
My Insensitive Boy
Pembalasan si Kembar Wibowo
Rahim Pengganti
Sajak Sang Simpanan
Secret Love
Skenario pintar Jovi
Stranger From nowhere
Tales of Schaduw
Teman hidupku yang mengubah hidupku
The 7 Books of God
The Best Brother
The Dark Slayer
The Magic Shop
The Red Game
The Red String Of Fate