Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Dikepung


"Haih mereka pingsan lama sekali, Sekarang waktu sudah sore, Apa aku harus tidur disini?" Ucap Xiao Tian


"Kau tak boleh tidur untuk sementara, Kalau ingin tidur harus bergantian." Ucap Dewa petir


"Kalau tak boleh tidur lebih baik aku pergi ke kerajaan sambil seret mereka aja deh." Ucap Xiao Tian


"Kau juga tak boleh turun gunung sekarang." Ucap Dewa petir


"Memangnya ada apa sih?"


"Kerajaanku kan tidak jauh dari sini." Ucap


Xiao Tian


"Justru karena itu makanya semakin berbahaya, Aku beri tahu ya, Kalau kau memaksa, Akan kujamin kau akan tewas." Ucap Dewa petir


"Memangnya ada apa sih di bawah gunung?"


"Berhenti bersikap sok misterius dewa sialan!" Ucap Xiao Tian


"Apa begitu cara bertanya kepada seseorang?" Ucap Dewa petir


"Iya iya, Tolong katakan ada apa sebenarnya." Ucap Xiao Tian


"Tambahkan kata Dewa tampan." Ucap Dewa petir


"Tolong katakan ada apa sebenarnya, Dewa tampan." Ucap Xiao Tian sambil mengepal tangan karena kesal


"Ehm bagus akhirnya kau mengakui kalau aku tampan." Ucap Dewa petir


"Woi langsung saja ke intinya!"


"Berhenti berbasa-basi!" Teriak Xiao Tian


"Jangan ngegas dong!" Teriak Dewa petir


"Kaisar langit, Tolong bantu aku." Ucap Xiao Tian


Duarrrrr Petir menyambar Dewa petir


"Kenapa kau menyambarku kaisar langit, Aku hanya bercanda dengan bocah ini, Aku akan ceritakan dengan benar." Ucap Dewa petir


"Sekarang sudah hampir malam kembalilah, Apa urusanmu dengan bocah itu masih lama!" Suara Istri Dewa Petir yang menggema di atas langit, Suara ini hanya bisa didengar Xiai Tian dan Dewa petir


"Sabar sayang aku akan pulang setelah urusanku selesai." Ucap Dewa petir


"Cepatlah jangan lama-lama!"


"Anakmu merengek terus!" Ucap Istri dewa petir


"Wew tak hanya membersihkan rumah dan pakaian, bahkan mengurus anak saja perlu bantuanmu, Kau benar-benar ayah super Dewa petir." Ucap Xiao Tian


"Diam kau!" Ucap Dewa petir


"Apa kau menyuruhku diam!" Teriak istri Dewa Petir


"Ah tidak sayang, Aku sedang membentak bocah ini. Sabar ya, Aku akan menyelesaikan urusanku dulu." Ucap Dewa petir


"Sudah cepat katakan, Jangan buang-buang waktu." Ucap Xiao Tian


"Cih kau jadi bertingkah, Mau tidak mau karena waktu mendesak. Aku akan mentranfer beberapa teknik lagi kepada mu lewat pikiran."


"Ajarkan teknik-teknik ini kepada Su Yan dan Si Gendut, Dan juga aku memberimu teknik untuk membuka sedikit kekuatan yang tersegel dari Kaibo dan Jingmi."


"Tutup matamu dan biarkan aku menyentuh kepalamu untuk mentranfer teknik ku, Ini mungkin sedikit sakit tapi tahan ya." Ucap Dewa Petir


"Baiklah." Ucap Xiao Tian


Cahaya muncul di dahi Xiao Tian yang disentuh oleh jari Dewa petir, Kaibo dan Jingmi sedang fokus menjaga tubuh Si Gendut dan Su Yan, Mereka tak menyadari hal ini. Tapi karena rasa sakit yang luar biasa, Xiao Tian pun menjerit.


"Aaaaaaa, Sialan ini menyakitkan!" Teriak Xiao Tian


"Apa yang terjadi kak Xiao Tian?" Ucap Kaibo


"Kenapa dahimu bersinar?" Ucap Jingmi


Xiao Tian tak dapat mendengar mereka karena rasa sakit yang dia rasakan. Setelah menjerit begitu lama, Keringat mengalir deras di wajah dan tubuh Xiao Tian, Dia kini telah berhasil menguasai beberapa teknik tinggi dari Dewa petir.


"Kak apakah kau tak apa?" Ucap Kaibo


"Aku tak apa, Kau lebih tua dariku, Kenapa memanggilku kakak?"


"Meski tubuhmu seperti anak kecil berumur 5 tahun, Umurmu kan jauh diatasku." Ucap Xiao Tian


"Umur tak ada hubungannya, Bagiku kau adalah kakakku, Kau lebih kuat dariku dan mau melindungi kami meski ras kita berbeda, Bukankah kau bilang kita keluarga?"


"Kalau aku memanggilmu dengan sebutan nama, Dengan tubuh ini akan sangat tidak pantas." Ucap Kaibo


"Iya iya terserah kau saja." Ucap Xiao Tian


Xiao Tian kini telah mewarisi beberapa teknik tingkat tinggi dari Dewa Petir, Kepalanya penuh dengan informasi tentang teknik-teknik tinggi sekarang.


Setelah beberapa menit kemudian Si Gendut dan Su Yan sadar, Xiao Tian menyuruh mereka berkultivasi dengan bantuan pil yang dia miliki, Atas Saran Dewa Petir Xiao Tian membantu mereka berkultivasi untuk memperkuat diri, Dan mengajarkan beberapa teknik tinggi.


Kini Su Yan berada di tingkat petarung perunggu bintang 9, Dan Si gendut berada di tingkat petarung perunggu bintang 8.


Setelah membantu mereka berkultivasi, Xiao Tian mencoba untuk membuka segel yang mengurangi kekuatan Kaibo dan Jingmi, Meski dengan bantuan teknik dari Dewa petir segel itu tak hilang sepenuhnya, Mereka masih terjebak dalam bentuk anak kecil dan kekuatannya hanyalah setengah dari kekuatan mereka, Selagi segel itu masih ada, Mereka tak bisa berkultivasi.


"Maafkan aku, Aku hanya bisa membuka sedikit kekuatan kalian." Ucap Xiao Tian


"Tak apa, Ini lebih dari cukup, Kini kami bisa menjaga diri, Terimakasih kak Xiao Tian." Ucap Jingmi


"Hei Kaibo ucapkan terimakasih jangan diam saja!" Ucap Jingmi sambil mencubit badan Kaibo


"Te..terima kasih." Ucap Kaibo


"Boleh aku memanggilmu ayah?"


"Aku merasa nyaman berada didekatmu."


"Ibu dan Ayahku telah tiada setelah pembantaian kemarin, Tapi kalau kau tak mau, Aku tak memaksa."


Ucap Jingmi dengan wajah memerah


"Kemarilah, Kau boleh panggil aku sesukamu." Ucap Xiao Tian


"Ayah!" Teriak Jingmi sambil memeluk Xiao Tian


Xiao Tian memeluk Jingmi dengan sangat erat, Meski Jingmi berumur 35 tahunan, Dia telah terjebak di tubuh seorang bocah 5 tahun selama 30 tahun, Pikirannya pun masih polos, Begitu juga Kaibo, Meski tingkahnya nakal, Jauh di lubuk hatinya dia masih memiliki jiwa anak 5 tahun yang memerlukan kasih sayang.


Melihat Jingmi begitu bahagia Kaibo meneteskan air mata bahagia.


"Hei Kaibo kemarilah, Apa kau tidak mau kepeluk?" Ucap Xiao Tian


"A..aku sudah dewasa, Aku tak seperti Jingmi yang masih bersikap kekanak-kanakan." Ucap Kaibo sambil memalingkan wajah


Xiao Tian menariknya kepelukannya dengan paksa, Kaibo tak menolaknya dan untuk pertama kalinya dia merasakan kehangatan dari orang lain, Dia yang mendambakan kasih sayang orang tua, Dia yang menyaksikan kematian orang tuanya 30 tahun yang lalu ketika masih berusia 5 tahun, Tubuhnya yang mungil karena tak bisa menjadi dewasa kini berada di pelukan Xiao Tian.


"Ternyata pelukan kak Xiao Tian sangat hangat." Pikir Kaibo


Tanpa sadar Kaibo meneteskan air mata, Dan memeluk erat tubuh Xiao Tian.


"Wah lihatlah mereka begitu manja kepada boss, Aku jadi iri, Meski kutahu jiwa mereka bukan seorang bocah, Tapi wajah mereka begitu imut." Ucap Si Gendut


"Jingmi sini peluk kakak, Kakak juga bisa memelukmu, Kau juga boleh memanggilku ayah." Ucap Su Yan


Duakkk kretakk


Kaibo menendang bagian istimewa dari Su Yan.


"Aduh pecah telurku!"


"Hancur masa depanku!"


"Kenapa kau begitu kejam bocah nakal!" Ucap Su Yan sambil menggeliat kesakitan


"Tak akan kubiarkan pria mesum sepertimu menyentuh Jingmi!" Ucap Kaibo


"Hahahha ini kedua kalinya kau merasakan itu, Kau tak kapok juga ya Su Yan." Ucap Si Gendut


"Kalau sudah bercandanya, Semuanya tidurlah, Kita harus tidur disini." Ucap Xiao Tian


"Kenapa?"


"Bukankah kerajaanmu tidak jauh lagi?" Ucap Si Gendut


"Aku punya firasat malam ini sangat berbahaya jika kita turun gunung, Jadi tidurlah dan lanjutkan besok." Ucap Xiao Tian


Mereka pun Tidur dan satu orang bergiliran berjaga, Agar tak terjadi sesuatu yang tak diinginkan.


Keesokan harinya mereka bersiap menuruni gunung setelah menyantap sarapan.


Setelah semua persiapan selesai Xiao Tian dan kawan-kawannya pergi menuruni Gunung Iblis.


"Ada apa sebenarnya?"


"Disini tak ada apa-apa." Ucap Si Gendut


"Berhati-hatilah, Aku merasakan firasat buruk." Ucap Xiao Tian


"Aku mencium bau banyak manusia disekitar sini, Sepertinya kita telah terkepung." Ucap Kaibo


"Iya benar, Aku juga mencium bau manusia." Ucap Jingmi


"Perhatikan langkah kalian, Dan awasi sekitar!" Ucap Xiao Tian


Setelah mereka berjalan jauh dari kaki Gunung, Mereka disambut oleh ribuan prajurit yang mengepung dari segala penjuru.


Satu persatu prajurit muncul dari semak-semak, Yang terlintas dari pikiran mereka sekarang adalah situasi ini terlalu berbahaya.


"Sialan kita terkepung!" Ucap Si Gendut


"Wah bendera itu dari kerajaan petir, Ada apa ini?"


"Ketua, Kenapa kerajaanmu mengepung kita?" Ucap Su Yan


"Mereka kemari untuk membunuhku, Maaf karena melibatkan kalian." Ucap Xiao Tian


"Diburu di kerajaan sendiri ya, Kehidupan seorang pangeran begitu rumit ya." Ucap Si gendut


"Katakan apa maksud semua ini, Paman!" Ucap Xiao Tian


"Hahahah akhirnya kau muncul juga pangeran Xiao Tian."


"Aku mengumpulkan mereka untuk menghabisimu!" Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Tak kusangka demi membunuhku seorang Jenderal membawa ribuan pasukan, Aku merasa sangat terhormat." Ucap Xiao Tian


"Aku hanya melakukan persiapan, Karena kau adalah orang yang penuh dengan misteri." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Begitu ya, Sepertinya orang dibalik semua perencanaan pembunuhanku adalah kau ya paman." Ucap Xiao Tian


"Setelah membunuhmu, Berikutnya ayah dan ibumu." Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Hahahha berhenti bermimpi paman, Meski kau seorang Jenderal kau tak akan bisa membunuhku!" Ucap Xiao Tian


"Aku tak tahu dari mana rasa percaya dirimu, Tapi kita sudahi saja basa-basinya,Prajurit Serang!" Ucap Jenderal Xiao Fei Ji


"Serang..!" Ucap para prajurit