Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 348 : Berhasil sampai di sekte singa perak


"Pergi dan kelilingi seluruh wilayah sekte singa perak. Tandai semua tempat agar bisa dijadikan sebagai titik teleportasi baru. Setelah selesai berkumpullah ke gedung utama sekte, karena aku dan medusa akan menunggu kedatangan kalian. Oh iya satu lagi, jika kalian menemukan penghuni sekte, bunuh saja!" ucap Xiao Tian dengan tampang serius.


"Baik tuan," ucap para roh iblis sambil memberi hormat. Mereka langsung berpencar ke segala arah untuk memenuhi perintah Xiao Tian.


Sedangkan Xiao Tian meminta Sunlong dan Medusa pergi bersamanya menuju ke gedung pusat sekte singa perak.


Ketika baru menginjakkan kaki mereka ke dalam gedung tersebut, sebuah tekanan qi yang teramat tinggi tiba tiba saja dirasakan oleh semua orang.


Kemudian terdengar suara seorang pria dewasa yang berkata dengan nada mencekam,


"Siapa kalian?"


"Dan apa tujuan kalian kemari?"


Mendengar suara tersebut Xiao Tian dan Sunlong langsung terdiam tanpa kata.


"Kenapa bisa ada pendekar alam fana lapisan puncak di tempat ini?" pikir Xiao Tian dengan mata yang terbelalak.


Tap tap tap


Seorang pria dewasa berusia sekitar empat puluh tahunan berjalan mendekati mereka. Disamping kanan dan kiri pria tersebut terdapat beberapa prajurit berjirah emas yang bersenjatakan tombak. Dan di bagian dada jirah mereka bertuliskan kerajaan Ning.


"Kenapa kalian malah diam saja?" tanya pria itu sambil mengeluarkan tekanan qi yang mencekam.


Badump badump


Xiao Tian dan Sunlong terdiam kaku dengan jantung yang berdetak semakin kencang. Mereka berdua sudah menyiapkan teknik teleportasi untuk kabur dari sana.


Ketika Xiao Tian dan Sunlong sedang dalam keadaan terkejut bukan main, Medusa yang menyamar menjadi Lian Ting tiba tiba saja mengeluarkan suara tangisan,


"Huaaaa!"


Xiao Tian dan Sunlong langsung menatap ke arah medusa. Mulut mereka menganga begitu lebar, dan dalam hati mereka berkata,


"Habis sudah, penyamaran kita pasti terbongkar," pikir Xiao Tian dan Sunlong sambil menepuk dahi mereka secara bersamaan.


"Ti ... Ting Ting, jangan menangis. Paman hanya bercanda," ucap pria itu dengan tampang khawatir.


"Ting Ting?" pikir Sunlong dan Xiao Tian sambil membatalkan teknik teleportasi mereka.


Medusa terus menangis bagaikan seorang anak kecil, sedangkan ekspresi serius pria itu tiba tiba saja menjadi lunak dan murah senyum.


"To ... tolong herhentilah menangis, paman akui paman salah karena datang tanpa memberi tahumu terlebih dulu," ucap Pria itu sambil mencoba menenangkan Lian Ting.


"Aku menangis bukan karena itu, tapi karena paman mengatakan kalau paman tak mengenaliku,"


"Huaa... ,"


"Pa ... paman kan tahu, kalau di dunia ini aku sudah tak punya keluarga yang sayang padaku lagi selain paman. Kenapa kau malah bersikap seolah tak mengenaliku tadi?"


"Kau kan tahu kalau aku sedang memakai wajah palsuku, Huaaa!" ucap medusa sambil berpura pura menangis.


"Melihatmu menangis dengan tampang wanita dewasa membuat paman merasa aneh, bisakah kau singkirkan topeng penyamaranmu itu untuk sebentar saja?" tanya pria itu sambil mencoba menenangkan Lian Ting.


"Cepat keluar dari sini!"


"Dan bawa prajuritmu pergi!" teriak Medua sambil menunjuk ke pintu keluar.


"Ta ... tapi Ting Ting, pamankan masih rindu kepadamu," ucap pria itu sambil memesang wajah memelas.


"Cepat pergi, atau aku akan menolak untuk bertemu denganmu selamanya!" teriak Medusa sambil memasang tamoang kesal.


"Ta ... tapi ... ," ucap pria itu sambil memasang wajah memelas.


"Sudah kubilang pergi!" teriak Medusa sambil menunjuk ke jalan keluar.


"Pft," beberapa prajurit mencoba menahan tawa mereka setiap kali melihat Lian Ho menggunakan wajah memelas. Sadar bahwa seseorang sedang mentertawakan dia, Lian Ho langsung memasang tampang serius dan berkata, "Apa yang kalian tertawakan?"


"Ti ... tidak ada," ucap para prajurit dengan keringat dingin yang terlatih.


"Cepat keluar dari sini!" teriak medusa samnbi menunjuk jalan keluar.


"Baiklah paman mengalah, tapi biarkan paman kembali besok ya," ucap lian Ho sambil memasang wajah memelas.


"Baiklah, tapi paman tak boleh mengagetkanku seperti tadi lagi oke," ucap Medusa dalam rupa Lian Ting.


"Baiklah kalau begitu," ucap Lian Ho sambil tersenyum.


"Kalian semua, ayo kita kembali ke istana!" ucap Lian Ho dengan tampang serius.


"Baik, yang mulia," ucap para prajurit sambil memberi hormat.


Tepat sebelum keluar dari ruangan, Lian Ho menepuk pundak Xiao Tian dan Sunlong lalu berkata, "Kerja bagus, aku suka sikap kalian hari ini. Biasanya kalian selalu tertawa disaat melihat sisi lembutku."


"Sepertinya hukuman yang kuberikan pada kalian benar benar membuahkan sebuah hasil."


Ketika Lian Ho dan pasukannya pergi, Xiao Tian dam Sunlong langsung bisa bernapas lega.


"Medusa ... ," ucap Sunlong dan Xiao Tian dengan tampang kesal.


"Apa?" tanya medusa dengan dahi yang dikerutkan.


"Bisakah kau jelaskan apa yang baru saja terjadi?" tanya Sunlong dengan kesal.


"Pria berbahaya tadi bernama Ning Lian Huo. Paman Dari putri Ning Lian Ting. Meski sifatnya pemarah dan begitu serius, tapi akan berubah lembek saat berhadapan dengan Lian Ting," jawab Medusa dengan tampang santai.


"Lalu bisa kau jelaskan mengapa kau bertingkah seperti anak kecil?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.


"Itu memang sifat asli Lian Ting kalau bertemu pamannya, dibalik kesadisan dan keseriusannya. Dia bisa berubah menjadi seorang gadis kecil yang sangat manja setiap kali bertemu pamannya," jelas Medusa sambil menghela napas.


"Dari mana kau tahu semua itu?" tanya Xiao Tian dengan tampang kesal.


"Aku sering melihat mereka bersikap seperti itu setiap kali pergi ke Lembah roh iblis," jawab Medusa dengan santainya.


"Lembah roh iblis?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.


"Lembah roh iblis adalah tempat dimana para roh iblis sering berkumpul. Lembah tersebut hanya bisa dimasuki para iblis dan para manusia berhati busuk. Tempat teraman bagi para iblis dan roh iblis untuk berlindung dari kejaran sekte pembasmi iblis," jelas medusa sambil menatap Xiao Tian.


"Kalau tempat itu aman bagi para iblis, dan kau pernah ada disana. Kenapa kau bisa menjadi sebuah roh?" tanya Sunlong sambil mengerutkan dahi.


"Itu semua terjadi karena aku dikuasai oleh rasa ingin tahuku akan dunia luar," jawab medusa sambil menghela napas.


"Aku senang kau bisa menyelamatkan penyamaran kami, tapi lain kali. Tolong beri tahu kami lebih awal jika ada informasi yang sepenting ini, mengerti?" ucap Xiao Tian dengan tampang kesal.


"I ... iya," jawab Medusa sambil mengeluarkan keringat dingin.


Setelah Ning Lian Ho dan pasukannya pergi lebih dari dua piluh menit, para roh iblis yang sudah mendapatkan tubuh, serta para siluman harimau memasuki ruangan untuk menghadap kepada Xiao Tian.


Mereka melaporkan bahwa tak ada orang yang tersisa di sekte singa singa perak lagi. Mereka juga membawa beberapa tubuh kosong untuk digunakan para roh iblis yang belum mendapatkan sebuah tubuh.


Tak hanya itu, mereka juga membawa beberapa korban yang masih selamat, namun mereka dalam keadaan pingsan karena setengah jiwa mereka sudah terambil di dalam ritual pengorbanan.


Mendengar laporan bahwa mereka tak bertemu Ning Lian Ho dan pasukannya, Xiao Tian dan Sunlong pun akhirnya bernapas lega. Kini mereka hanya tinggal fokus mencari cara untuk mengelabui mereka disaat kembali esok hari.


"Maaf karena membawa tubuh beberapa korban sekte singa perak kemari, kami terpaksa membawa mereka karena yang mulia tak mungkin menyuruh kami menghabisi mereka. Benar kan?" tanya para siluman harimau sambil memberi hormat.


"Apa mereka melihat aksi heroik kalian melawan para anggota sekte singa perak?" tanya Xiao Tian dengan aura yang mendominasi.


"Iya yang mulia maharaja Xiao Tian," ucap para siluman harimau sambil menundukkan kepala mereka.


"Apakah kita harus menyingkirkan mereka karena itu?" tanya salah satu siluman harimau sambil mengerutkan dahi.


"Tidak, tidak perlu. Membawa mereka kemari adalah keputusan yang bagus. Aku akan merawat tubuh mereka dengan baik hingga sadar kembali. Sedangkan kalian menyebarlah keluar dan gantikan posisi para anggota sekte singa perak yang kalian bunuh agar orang luar tak curiga jika berkunjung," ucap Xiao Tian sambil melihat para siluman harimau.


"Baik yang mulia maha raja Xiao Tian," ucap para siluman harimau sambil memberi hormat.