
#Sekte singa perak
#Kamar Xiao Tian
Naga hitam masih duduk diatas punggung kanan Xiao Tian yang saat itu sedang menatap wajah Jia Li sembari memegangi pundaknya.
Jantung Jia Li berdebar begitu kencang saat itu, wajah terlihat memerah dan tersipu malu. Melihat istrinya terlihat begitu gugup dan tak berkata apa apa, Xiao Tian memberanikan diri untuk mendekatkan bibirnya ke bibir Jia Li.
Jia Li yang masih belum cukup siap dengan situasi tersebut hanya bisa menutup mata sambil mengerutkan bibirnya. Namun disaat kedua bibir hampir bersentuhan, terdengarlah suara ketukan pintu.
Tok tok tok
Xiao Tian langsung membalikkan wajahnya ke arah pintu masuk sambil berkata, "Siapa itu?"
"I ... ini aku putra mahkota," ucap Taiwu dari balik pintu kamar.
"Haih," ucap Jia Li dan Xiao Tian sembari menghela napas.
Setelah mendengar jawaban Taiwu, Xiao Tian langsung berjalan menuju pintu lalu membuka pintu tersebut. Dengan tampang yang sedikit kesal sambil berpura pura tersenyum, dia pun berkata,
"Kenapa kau mengetuk pintu sepagi ini?"
"Apakah ada masalah?" tanya Xiao Tian sambil tersenyum menatap Taiwu.
"Maafkan hamba karena telah mengganggu waktumu putra mahkota. Hamba terpaksa kemari karena Ning Lian Ho telah sampai diperbatasan sekte. Saat ini Medusa sedang menyambutnya dengan rupa Lian Ting," ucap Taiwu sambil memberi hormat.
"Haih, siapa sangka kalau dia akan datang sepagi ini. Untunglah aku sudah memberikan rincian rencana kepada ayahku tepat sebelum aku kembali ke kamar," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.
"Yan Yan, apakah ini baik baik saja?" tanya putri Jia Li dengan tampang hawatir.
"Tenang saja Lily. Rencanaku telah disusun matang sejak kemarin. Meski Ning Lian Ho datang sedikit lebih cepat dari perkiraan, tak akan mempengaruhi kesuksesan rencana yang aku rancang.
"Apakah jamuannya sudah siap?" tanya Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Bagus, kau boleh pergi ke posmu sekarang. Aku akan menyusulmu nanti," ucap Xiao Tian sambil menatap Taiwu.
"Baik putra mahkota," ucap Taiwu sambil mengaktifkan teknik teleportasi.
"Lagi lagi memanggilku dengan sebutan putra mahkota, dia benar benar menjengkelkan. Takbisakah memanggilku hanya dengan sebutan nama saja?" gumam Xiao Tian dengan kesal.
Setelah Taiwu menghilang, Xiao Tian kembali menoleh ke arah putri Jia Li, lalu berkata, "Jangan pernah berpikir untuk keluar dari kamar ini, kau memiliki tubuh suci yang sangat dicari cari oleh Ning Lian Ho. Jika Ning Lian Ho menyadari kehadiranmu, aku takut dia menjadi diluar kendali. Meski pertaruhan kali ini cukup beresiko, tolong jangan kecewakan kepercayaanku ya, Lily," ucap Xiao Tian sambil melangkah keluar lalu menutup pintu kamar rapat rapat.
Brukk
"Tunggu, apa maksud semua ini. Kau bilang kalau aku boleh membantumu, kenapa kau malah mengurungku disini. To ... tolong buka pintunya!" ucap putri Jia Li sambil mengetuk ngetuk pintu kamar dari dalam.
Putri Jia Li mencoba mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membuka paksa pintu yang telah Xiao Tian tutup, namun semuanya menjadi tak berguna. Pintu itu tak bergeser atau tergores sedikitpun, sekua berkat perlindungan array tingkat tinggi yang Xiao Tian ciptakan.
"Aku tak bermaksud untuk bersikap tak adil padamu, tapi Ning Lian Ho bukanlah orang yang sederhana. Dia merupakan ahli pedang sekaligus master jalan iblis yang cukup berbahaya. Master jalan iblis sangat mendambakan tubuh suci dengan kultivasi tinggi sepertimu untuk dijadikan tumbalnya."
"Jika sampai dia menyadari kehadiranmu, aku takut rencanaku akan berantakan. Jadi mohon jangan bertindak gegabah," ucap Xiao Tian sambil menatap ke ara pintu kamar.
"Jika aku tak bisa membantumu bertarung saat ini, lalu kenapa kau membiarkanku keluar dari ruang hampa? "
"Jika masalahnya ada pada tubuh suciku, maka kau harus menghilangkan kesucian tubuhku dengan mengambil keperawananku. Bukannya malah mengurungku seperti ini!"
"Bisakah kau jelaskan apa alasanmu melakukan ini kepadaku, Yan Yan?" tanya Jia Li sambil mencoba mendobrak pintu dengan memukulnya sekuat tenaga.
"Jika umurmu tidaklah terbatas, aku pasti akan membiarkanmu menetap bersama Dian Zheng di dalam ruang hampa. Sayangnya karena insiden dimasa lalu, sisa umurmu bisa dihitung hanya dengan hitungan jari. Sedangkan pil peninggalan Xian Yun hanya tersisa delapan pil lagi. Jika ditotalkan umurmu hanya tinggal 13 hari lagi. Meninggalkanmu di ruang hampa sama saja mengurangi waktuku untuk mendapatkan pil penambah umur untukmu. Untuk kali ini saja aku memohon kepadamu, Lily. Jangan pernah mencoba untuk menerobos keluar apalagi mencoba ikut campur dalam pertarungan kali ini. Tunggulah disini sampai aku bisa mendapatkan api suci dari kediaman Ning Lian Ho."
"Setelah semua ini berakhir aku berjanji akan menghilangkan keperawananmu, dan menghapus kutukan tubuh suci milikmu," ucap Xiao Tian tepat sebelum dia pergi menjauh.
"Jika saja Lily tak pernah menjadi wadah untuk produksi masal pil suci sebelumnya, aku tak akan ragu ragu untuk mengakhiri keperawanannya saat malam pernikahan tadi. Sayangnya hal buruk itu telah menimpanya tempo lalu, sehingga aku harus menahan napsuku terhadap Lily. Meski kultivasinya sudah cukup tinggi, energi Yin di dalam tubuhnya saat ini belum cukup stabil. Melakukan hubungan suami istri dengannya sama saja dengan mempercepat ajalnya. Aku harus mencari cara untuk menstabilkan aliran Yin dalam tubuh Lily agar bisa menjamin keselamatanya sebelum melakukan hubungan suami istri. Untuk saat ini aku harus menahan diri," pikir Xiao Tian sambil berjalan menuju aula pertemuan.