
Melihat pendekar bertopeng ingin membunuh Jia Xin, Xiao Tian berusaha menghentikannya, karena dia tahu, kalau Jia Xin dibunuh sekarang, dia tak akan bisa menemui putri Jia Li.
Dengan tubuh yang tak berdaya, Xiao Tian berteriak. "Hentikan! , jangan bunuh dia!"
Pendekar itu langsung berhenti,dan menoleh kearah Xiao Tian, dia pun bertanya.
"Kenapa aku tak boleh membunuhnya?"
Xiao Tian pun menjawab. "Dia satu-satunya orang yang mengetahui, dimana keberadaan orang yang kucari, kalau kau membunuhnya sekarang , aku tak akan bisa bertemu dengan orang yang kucari."
Mendengar jawaban Xiao Tian pendekar itu pun berkata. "Oh, aku mengerti."
Pendekar itu menoleh kembali ke arah Jia Xin, dia melanjutkan langkahnya sambil mengeluarkan aura yang mengintimidasi, dengan nada tinggi, pendekar itu berkata.
"Katakan padaku, dimana kau sembunyikan orang yang dicari olehnya!, kalau kau tak mau menjawab maka.. , aku berani menjamin, kerajaanmu akan rata sampai tanah!"
Mendengar ancaman dari pendekar itu, Jia Xin pun menjawab. "A... aku sudah mengirimnya keluar kerajaan, kalian lebih baik menyerah saja, karena kerajaan yang dituju, adalah salah satu dari 4 kerajaan terkuat."
Mendengar jawaban Jia Xin, pendekar itu pun berkata. " Ingat! , aku tak ingin mendengar kebohongan, katakan padaku kerajaan mana yang kau maksud, dan kenapa kau mengirimnya kesana!"
Pendekar itu menatapnya dengan begitu tajam, Jia Xin menyadari, bahwa dia tidak boleh menyinggung pendekar itu, untuk meyakinkannya dia pun berkata.
"A.. aku mengirimnya ke kerajaan Es, aku mengirimnya karena aku ingin membuatnya hidup tersiksa, dan jauh dari kata bahagia."
Mendengar jawaban Jia Xin, Xiao Tian tak bisa menahan amarahnya, meski dia terbaring tak berdaya, dia berusaha bangkit, dia berusaha berdiri dan berkata.
"Apa maksud ucapanmu?"
"Kenapa kau ingin membuatnya tersiksa?"
"Kenapa kau ingin membuatnya menderita?"
"Bukankah dia adalah putrimu sendiri?"
Mendengar pertanyaan Xiao Tian, Jia Xin pun menjawab. "Putriku sendiri?"
"Haahahhaahah." Jia Xin tertawa dengan keras
"Asal kau tahu ya, dia bukanlah putri kandungku, meski dia dilahirkan oleh salah satu istriku, aku bukanlah ayahnya, karena aku tak pernah menyentuh ibunya sama sekali!." teriak Jia Xin dengan penuh amarah
Melihat Jia Xin berani berteriak, pendekar itu memancarkan tekanan yang luar biasa, dan berkata. "Beraninya kau berteriak dengan kencang, apa kau sudah lupa kalau aku masih ada disini!"
Mendengar ucapan pendekar itu, Jia Xin mengeluarkan keringat dingin dan bersujud kepadanya, sambil bersujud dia berkata.
"Maafkan aku, aku tak bermaksud berteriak, hanya saja aku terbawa suasana, aku tak bermaksud untuk...."
Sebelum menyelesaikan ucapannya, pendekar itu menebas kepala Jia Xin, dengan wajah yang penuh amarah, pendekar itu berjalan menuju Xiao Tian, dia berkata.
"Lupakan saja semuanya, kau sudah tak punya harapan lagi, sekali berurusan dengan kerajaan Es, tak ada satupun wanita yang bisa selamat."
Mendengar ucapan pendekar itu, Xiao Tian pun berkata. "Aku tak perduli, meski melawan langit sekalipun, aku tak akan berhenti mencari putri Jia Li, karena aku telah berjanji pada diriku sendiri, kalau aku akan melindunginya, dan juga karena aku sangat mencintainya,Aku.. ."
Sebelum Xiao Tian menyelesaikan kalimatnya, si gendut tiba-tiba saja berlari menuju pendekar itu dan memegang kerahnya, dengan wajah yang begitu kesal dia pun berkata, "Apa maksudmu dengan mengatakan bahwa, tak ada satu pun wanita yang bisa kembali hidup-hidup setelah berurusan dengan kerajaan es, katakan padaku apa maksudmu!" teriak si gendut sambil mengeluarkan air mata
"Bisakah kau lepaskan tanganmu dariku?" ucap pendekar itu dengan nada tinggi
Si Gendut melepaskan tangannya, dan berkata. "Maaf, aku terlalu lancang, tapi jawaban darimu begitu penting bagiku."
Xiao Tian belum mengerti tentang apa yang baru saja terjadi, di dalam hatinya dia berpikir.
'Kenapa si Gendut terlihat begitu marah?'
Mendengar jawaban si Gendut, Pendekar itu pun berkata. "Setiap wanita yang dikirim ke kerajaan es, pasti akan diperlakukan dengan buruk, pangeran dari kerajaan es memiliki hobi berganti istri setiap bulan, dia memperistri wanita yang dia sukai, tak perduli wanita itu punya suami atau tidak, dia akan melakukan segala cara, hobinya menikahi wanita masih bisa dianggap wajar, karena dia adalah calon seorang raja."
"Akan tetapi, dia memiliki kebiasaan buruk yang sangat tak bermoral, setiap wanita yang dia nikahi, aku jamin akan mati dalam jangka waktu kurang dari satu bulan, tak perduli karena dibunuh atau bunuh diri, itulah kenyataanya."
" Kenapa tidak berencana kabur saja?" "Kenapa malah memilih bunuh diri?"
"Sebenarnya siksaan macam apa yang dilakukan pangeran bejad itu kepada istri-istrinya?"
Mendengar pertanyaan si Gendut, pendekar itu pun menjawab,
"Mereka tak berani melawan, karena mereka telah diancam, jika mereka melawan maka keluarga mereka akan dibasmi, semua orang yang mereka sayangi akan di eksekusi, dia bahkan pernah membumi hanguskan kerajaan kecil seorang diri, hanya karena wanita yang ingin dia nikahi menolak permintaanya, sekalipun mereka menuruti permintaanya, mereka tetap akan menderita dan memilih bunuh diri setiap pangeran kerajaan es menceraikan mereka, karena setelah menceraikan istrinya, pangeran kerajaan es selalu mengirim istrinya ke rumah bordir untuk mendapat uang, atau menjadikannya budak pemuas nafsu para prajuritnya, tak ada yang bisa bahagia setelah berurusan dengannya."
Mendengar jawaban pendekar itu, Si Gendut langsung jatuh dengan ekspresi terkejut, dia memegang kepalanya dan mengeluarkan air mata yang begitu banyak.
Xiao Tian masih belum percaya dengan apa yang dikatakan pendekar itu, dia pun berkata.
"Apa kau tak membohongi kami?"
Dengan nada rendah, pendekar itu menjawab.
"Aku jamin semua yang kukatakan adalah kebenarannya , lagi pula apa untungnya aku membohongi kalian?"
"Ingatlah, lupakan saja orang yang kalian cari itu, karena dia sudah tak bisa di selamatkan lagi, bahkan aku pun tak bisa membantumu, Kembalilah ke kerajaan kalian dan lupakan semuanya."
Mendengar jawaban pendekar itu, Xiao Tian terlihat kesal, dia pun berkata.
"Cih, siapa juga yang meminta bantuanmu, memangnya kau pikir kau siapa?"
" Aku sudah bilang kalau aku tak akan pernah menyerah, karena aku bukanlah seorang pria yang akan menjilat ucapannya sendiri, meskipun langit menentangku, aku akan tetap pergi ke kerajaan es, aku akan pastikan kalau aku akan membawa orang yang kucintai kembali ke sisiku!"
Pendekar itu memancarkan tekanan yang begitu dasyat, Semua orang di istana tunduk hingga terjatuh kebawah karena tekanan itu, sedangkan Xiao Tian dengan tekad yang dia miliki, dia berusaha keras melawan tekanan itu, dengan keringat yang mengalir di wajahnya, dia masih bisa berdiri meski terlihat kesulitan.
Melihat tekad Xiao Tian yang begitu kuat, Pendekar itu pun menghentikan tekanannya, dan berkata.
"Aku mohon padamu, lupakanlah gadis itu!"
Xiai Tian bersi keras menolak permintaan pendekar itu, dia berkata.
"Lebih baik aku mati, dari pada aku harus membiarkan orang yang kucintai hidup menderita."
Pendekar itu pun berhenti membujuknya,
Karena dia merasa, ucapannya tak akan bisa merubah keputusan Xiao Tian, melihat tekad Xiao Tian yang begitu kuat, dia pun berkata.
"Ingatlah aku akan terus mengawasimu, jika kau berada dalam bahaya, aku akan memaksamu pergi bersamaku, tak perduli apapun yang kau lakukan, aku akan melindungimu."
Mendengar jawaban pendekar itu, Xiao Tian tersenyum sinis, dia berkata.
"Aku tak perlu belas kasihan darimu, aku tak tahu kau siapa, dan datang dari mana, sambil memakai topeng aneh itu, kau bersikap seolah mengenalku, aku berterima kasih padamu karena menyelamatkanku hari ini, tapi perlu kuingatkan padamu, tak perduli seberapa keras pun kau mencoba, aku akan terus kembali ke kerajaan es untuk menjemput orang yang kucintai, Meski kau berkata mungkin dia tiada saat aku sampai disana, aku tak perduli, kalau benar dia sudah tiada, maka aku akan membalaskan dendamnya dengan menghancurkan kerajaan es!"
Pendekar itu pun tertawa dengan keras.
"Hahahahah."
"Melawan kerajaan kecil saja kau hampir mati, kau malah ingin menantang salah satu kerajaan besar?"
"Lucu sekali, anak muda, sadarilah batasan dari kekuatanmu!"
Pendekar itu perlahan menghilang dari pandangan Xiao Tian dan yang lainnya, dia menjadi debu tepat dihadapan mereka.
Siapakah sebenarnya pendekar bertopeng itu?
Apakah Xiao Tian bisa menyelamatkan putri Jia Li?
Apa penyebab si Gendut terlihat begitu terpukul?
bersambung....