Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 132 : Akhir dari perang


Taiwu melompat tepat ditengah-tengah ribuan Demon kong tipe listrik. Sambil menggenggam erat sebuah tombak besi, Taiwu berdiri dengan gagah menantang ribuan Demon kong tipe listrik sendirian.


Jenderal Huang Cheng membagi prajuritnya menjadi 3 kelompok. kelompok pertama bertugas mengalihkan perhatian para Demon kong. Kelompok kedua bertugas menyelamatkan para korban perang yang masih bisa diselamatkan. Dan kelompok ketiga bertugas membantu mengurangi gerakan para Demon kong disekitar Taiwu.


Jenderal Huang Cheng dan beberapa pasukannya pergi menyelamatkan semua orang yang terluka. Kaibo, Jingmi dan semua prajurit yang masih memiliki kesadaran di bawa pergi menaiki naga biru yang ditunggangi para prajurit keluarga Huang.


Jenderal Feng Long pun ikut naik ke atas punggung naga biru yang ditunggangi para prajurit keluarga Huang.


Saat para prajuritnya masih sibuk mengungsikan semua orang yang terluka di medan perang, Jenderal Huang Cheng melompat dari naganya mendekati Su Yan yang masih dalam keadaan setengah sadar.


Jenderal Huang Cheng menggendong Su Yan dan membawannya terbang keatas naga biru miliknya. Ketika sudah diatas naga biru, Su Yan memasang wajah penuh rasa bersalah.


Jenderal Huang Cheng awalnya tak memperhatikan itu, tapi karena Su Yan memanggilnya akhirnya dia pun melirik wajahnya.


"Jenderal.." ucap Su Yan yang sedang digendong Jenderal Huang Cheng.


"Maafkan aku jenderal." ucap Su Yan.


Su Yan terus meminta maaf kepada jenderal Huang Cheng sambil memasang wajah bersalah, karena merasa Su Yan tak seceria seperti waktu pertama kali dia melihatnya jenderal Huang Cheng pun berkata.


"Katakan apa yang terjadi?"


"Kenapa kau memasang wajah seperti itu?"


"Putrimu.." jawab Su Yan.


"Apa yang terjadi dengan putriku!" bentak jenderal Huang Cheng.


"Dia telah tiada." sambung Su Yan.


"Berhenti bercanda!" bentak Jenderal Huang Cheng.


Jenderal Huang Cheng mengangkat kerah Su Yan dan mengancam agar Su Yan menjelaskan ucapannya. Dengan wajah yang begitu kesal dia berkata.


"Su Yan, katakan padaku apa maksudmu!"


"Putriku tidak mungkin mati semudah itu."


"Berhenti berbohong, dan katakan yang sebenarnya!"


"Katakan padaku, dimana putriku!"


"Aku tak berbohong, semua orang telah tahu kebenaran ini. Kebenaran bahwa Huang Li telah tiada bukanlah sebuah rekayasa.


Semua orang kecuali Xiao Tian telah percaya kalau Huang Li telah tiada." jawab Su Yan.


"Berhenti berbohong, kalau tidak akan kujatuhkan tubuhmu kedaratan. Asal kau tahu saja kita berjarak 1000 kaki dari daratan, jika aku menjatuhkan tubuhmu yang sedang terluka parah, aku jamin kau akan tiada." ancam Jenderal Huang Cheng.


"Kalau membunuhku bisa membuatmu tenang, maka bunuh saja aku. Aku tak bisa merubah sebuah takdir, jangankan merubah takdir seseorang, aku bahkan tak bisa merubah takdirku sendiri."


"Bunuh saja aku, lempar saja aku, tapi perlu ketegaskan putrimu tak akan pernah bisa hidup kembali." ucap Su Yan.


Jenderal Huang Cheng terlihat begitu marah, kesal dan sangat sedih. Perasaanya begitu kacau karena mendengar kematian putrinya.


Sambil menahan kesedihannya yang sangat dalam Jenderal Huang Cheng berkata. "Jika putriku memang tiada, antarkan aku ketempat jasadnya, sebelum melihat mayatnya, aku tak akan percaya kalau putriku telah tiada."


"tubuh Huang Li ada di istana kerajaan angin, kau cukup terbang lurus saja kearah barat, aku akan memandumu hingga sampai tempat tubuh Huang Li dirawat." jawab Su Yan.


Jenderal Huang Cheng dan beberapa pasukannya pergi menuju arah istana kerajaan angin.


Sementara itu..


Taiwu tak bisa disentuh oleh para Demon Kong. Setiap para Demon Kong berada di jarak serangnya, Taiwu menusuk leher mereka dengan mudah hingga menjadi debu.


Dengan melapisi tombak ditangannya memakai aura pedang, Taiwu menghabisi ratusan Demon Kong dalam hitungan detik.


Demon kong tipe listrik tak berkutik dihadapan Taiwu karena mereka tak bisa berlari seperti biasa. Setiap kali mereka ingin menggunakan kamampuan untuk bergerak begitu cepat, para naga biru yang dinaiki oleh prajurit keluarga Huang menghentikan langkah mereka dengan menyemburkan sebuah semburan listrik.


Karena bantuan semburan listrik ribuan naga biru, Taiwu seperti berada diatas angin. Kecepatannya jauh diatas para Demon Kong, sehingga bisa menghabisi semua Demon kong tipe listrik dengan begitu mudah.


Sratt.. srat..


Melihat Semua Demon kong tingkat atas yang telah dia summon dikalahkan dengan begitu mudahnya, Mogui nomor satu keluar dari persembunyiannya. Dia keluar di tempat yang agak jauh hingga tak dapat dilihat para manusia.


Setelah dia keluar Mogui nomor dua dan nomor tiga keluar menyusulnya.


Mogui nomor satu memiliki wajah dan tubuh layaknya manusia, hanya saja dia memiliki sayap burung berwarna hitam.


Mogui nomor dua dan tiga memiliki wajah seperti seekor elang, hanya saja tubuh mereka berwarna merah dan berbentuk seperti tubuh manusia dan memiliki sayap berwarna merah dipunggung mereka.


"Manusia, beraninya kau menghancurkan semua rencanaku!" ucap Mogui nomor 1


"Kakak pertama, apa kau yakin ingin melawan manusia di bawah sinar matahari?" bisik Mogui nomor dua.


"Ini terlalu beresiko, kita hanya bertiga sedangkan lawan kita ribuan manusia yang menaiki ribuan naga biru, lebih baik kita mundur saja." bisik Mogui nomor 3.


"Dasar payah, melawan manusia saja kalian ketakutan." sambung Mogui nomor satu.


"Kalau kau berani, hadapi saja sendiri." ucap Mogui nomor dua.


"Hanya karena memiliki kekuatan diatas kami, jangan harap bisa mengatur hidup kami." sambung Mogui nomor tiga.


"Sepertinya kalian lupa, kalau yang mulia Dianzeng memberikan wewenang penuh kepadaku, saking percayanya padaku dia bahkan memberiku pil suci yang sangat berharga."


"Kekuatanku meningkat hingga bisa menjelma menyerupai manusia."


"Kalau kalian ingin pergi silahkan, melawan manusia seperti mereka aku saja sudah cukup." ucap Mogui nomor satu.


Mogui nomor satu terbang keatas udara dengan kecepatan tinggi, menghajar para prajurit yang berada diatas naga biru hingga terjatuh kebawah daratan.


Duakkk duakk duakkk


Setelah menghabisi semua Demon Kong tipe listrik, Taiwu dikejutkan oleh pemandangan yanh diluar dugaan. Satu persatu prajurit keluarga Huang jatuh menghantam daratan disusul oleh naga biru yang juga berjatuhan menghantam tanah.


Bruk bruk bruk...


Ketika melihat keatas udara, Taiwu melihat Mogui nomor satu sedang terbang sambil menghajar para prajurit keluarga Huang.


Melihat hal tersebut, Taiwu bersiul memanggil naga biru miliknya.


Naga biru yang ditunggangi Taiwu merupakan pemimpin dari semua naga biru, ukurannya dua kali lipat dari naga biru yang lain. kecepatanyapun bisa menandingi kecepatan naga hitam raksasa.


Taiwu menaiki naga birunya, lalu terbang menuju Mogui yang masih bergerak menghajar para prajurit keluarga Huang.


Walaupun memiliki kecepatan diatas Mogui nomor satu, para naga biru tak bisa melihat pergerakannya. Alasanya yaitu penglihatan mereka sedikit terganggu jika terbang disaat matahari terbit. Karena tak bisa melihat dengan jelas, Mogui nomor satu bisa mengalahkan para naga biru dengan begitu mudah.


Meski tak bisa bergerak secepat Mogui nomor satu. Berkat penglihatannya yang begitu tajam, Taiwu bisa membimbing naga biru miliknya untuk terbang mengejar Mogui nomor satu.


Mogui nomor satu yang menganggap remeh semua lawannya, membuka begitu banyak celah. Mogui nomor satu terus menyerang secara acak tanpa memperhatikan sekitarnya, karena berpikir tak ada yang bisa menyamai kecepatannya.


"Selain naga biru tak ada yang bisa menyamai kecepatanku yang sekarang, sayangnya naga biru tak memiliki mata disaat pagi hari, mereka hanya bisa melihat dimalam hari."


"Kalau tahu begini seharusnya aku menghabisi mereka sejak awal." pikir Mogui nomor satu.


"Hahahahah." tawa Mogui nomor satu.


Duarrrr


"Siapa yang berani menyerangku!" teriak Mogui nomor satu sambil melirik kebelakang.


"Aku!" Ucap Taiwu yang tiba-tiba muncul tepat dibelakang Mogui nomor satu sambil menusukkan tombak ke punggungnya.


Cleb..


"Ka.. kau.." ucap Mogui nomor satu.


Ketika Mogui nomor satu terjatuh menuju daratan karena sayapnya rusak dan mengalami luka yang parah, Taiwu menjadikan tubuh Mogui tersebut sebagai bantalan agar tak menghantam daratan secara langsung.


Ketika menghantam tanah, posisi kaki Taiwu berada di punggung Mogui nomor satu. Dia terlihat sedang berdiri dengan begitu gagahnya, tanpa mengalami luka sedikitpun.


Semua prajurit keluarga Huang bersorak gembira memuji kehebatan Taiwu.


"Hidup jenderal muda Taiwu!"


"Hidup jenderal muda Taiwu!"


********


#Jauh dari lokasi Taiwu dan semua prajurit keluarga Huang


Setelah melihat Mogui nomor satu dikalahkan dengan mudah, Mogui nomor dua dan Mogui nomor tiga meninggalkan medan perang dan pergi untuk menghadap raja iblis Dianzeng.


Sebelum mereka mencapai Tempat yang dituju, mereka bertemu dengan raja iblis Shayu bersama lima raja iblis lainnya.


Mereka menjadi kesal karena dihalangi oleh para raja iblis.


"Kenapa kalian tak mengijinkan kami lewat?"


"Kami ingin pergi menemui raja iblis Dianzeng."


"Bisakah kalian minggir?" ucap Mogui nomor dua dengan kesal.


"Kami tahu seharusnya kami tetap dimedan perang, tetapi bukankah tujuan kita hanyalah membangkitkan kaisar iblis?"


"Seharusnya kita tak perlu melanjutkan perang lagi bukan?" tanya Mogui nomor tiga.


"Perang memang sudah berakhir, oleh karena itu kalian tak perlu kembali ke medan perang" ucap Raja iblis Shayu.


"Lalu kenapa kalian menghalangi kami saat ingin melapor ke raja iblis Dianzeng?" tanya Mogui nomor dua.


"Dianzeng tak ada di sektenya, kalau kalian ingin menemuinya ikutlah bersama kami."


"Kemarin Dianzeng dan Lanbing mendapat misi rahasia dari guru besar. Mungkin sekarang mereka berada di markas pusat sekte iblis ."


"Jika kalian ingin melapor kepada Dianzeng, ikutlah bersama kami menuju markas pusat, atau tunggu saja dimarkas cabang milik kalian." jawab Shayu.


Setelah mendengar ucapan raja iblis Shayu, kedua Mogui mengikuti Shayu dan kelima raja iblis lainnya menuju markas pusat sekte iblis.


*********


Jauh dari perbatasan kerajaan angin di sebelah barat, Topeng bencana terbang menuju kerajaan angin dengan kecepatan tinggi.


"Dasar iblis sialan, setelah membuang banyak waktuku, mereka kabur meninggalkan pertarungan begitu saja, sebenarnya apa yang mereka rencanakan." ucap Topeng bencana.


bersambung.....


# terima kasih untuk semua yang masih setia membaca novel ini


jangan lupa like, dan kirim komentar, agar author tetap semangat, jangan lupa pula kirim vote jika berkenan..


O iya mampir ke novel teman temanku jika berkenan, siapa tahu karya mereka cocok.


A Little Desire of Anti-Hero


Ancient Realm Goddess


Are Not the same


Asmara Jajar Genjang


Cinta Anak Muda


The Secret Vampire


Good Bye My Honey


Kekasih Bayangan


Kita Sepupu?


Lost Princess


Mahluk Pemikat Hati


Miracle of Wish


Monalisa


My Insensitive Boy


Pembalasan si Kembar Wibowo


Rahim Pengganti


Sajak Sang Simpanan


Secret Love


Skenario pintar Jovi


Stranger From nowhere


Tales of Schaduw


Teman hidupku yang mengubah hidupku


The 7 Books of God


The Best Brother


The Dark Slayer


The Magic Shop


The Red Game


The Red String Of Fate