Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 114 : Kekacauan di kerajaan petir(bagian ke 4)


#Kerajaan petir


Tainam Chun melawan jenderal Tailong demi mengembalikan kesadarannya, sedangkan jenderal Tailong telah dikuasai oleh dna vampir yang mengalir dalam tubuhnya, meski tubuhnya dikendalikan oleh kekuatan vampirnya, jenderal Tailong masih berusaha melawan, itulah mengapa matanya terus mengeluarkan air mata.


Tainam Chun yang memiliki tubuh berlapis energi listrik, memusatkan ke seluruh kaki kanannya, ini pertama kalinya dia belajar memusatkan energi ke salah satu bagian tubuh, tapi entah kenapa setelah menyerap Petir yang begitu kuat dan banyak, diotaknya terlintas banyak sekali teknik beladiri yang sangat kuat, salah satunya adalah teknik pengendalian petir, ketika semua petir telah dipusatkan ke kaki kanannya, Tainam Chun menginjak tanah dengan begitu keras hingga membuat tanah yang dia injak menjadi retak dan teraliri listrik.


"Kenapa kau membuang tenagamu dengan menginjak tanah ha?"


"Apa kau sudah menyerah manusia?" ucap jenderal Tailong yang berada tepat dihadapan Tainam Chun


"Cih, berhenti bermimpi, aku tak akan menyerah hingga mengembalikan kesadaranmu!" ucap Tainam Chun


Woosshhh


Tainam Chun terus menendang jenderal Tailong dengan kaki kanannya yang diselimuti petir, tendangannya terus dilakukan kearah perut serta pinggang jenderal Tailong, seperti biasa, jenderal Tailong terus menghindari serangan Tainam Chun dengan mudah, dimata Tainam Chun dia terlihat seperti hologram yang terus menghilang tepat ketika kakinya hampir menyentuh badan jenderal Tailong, semua ini karena kecepatan jenderal Tailong jauh diatas kecepatannya.


Wooshhh


Tainam Chun menendang kearah pinggang kiri jenderal Tailong yang berada tepat di hadapannya.


Wooshh


Jenderal Tailong menghilang dari pandangan Tainam Chun, dan dia tiba-tiba berada tepat di belakang punggung Tainam Chun.


"Apa yang...?" ucap Tainam Chun yang kebingungan mencari dimana hilangnya jenderal Tailong


"Apa kau mencariku?" ucap jenderal Tailong yang berada tepat dibelakang punggung Tainam Chun


"Berhentilah menghindari seranganku!" teriak Tainam Chun


Wooshh


Tainam Chun mencoba memukul jenderal Tailong yang berada tepat dibelakangnya, dia membalikkan badan, dan mendaratkan pukulan kearah jenderal Tailong dengan sekuat tenaga.


Wooshh


Jenderal Tailong menghilang kembali dan berada tepat di belakang punggung Tainam Chun kembali.


"Hahahah."


"Apa hanya ini kemampuanmu?" tanya jenderal Tailong


"Berisik!" Tainam Chun meluruskan tangan kanannya dan berputar dengan kecepatan penuh untuk mengenai jenderal Tailong yang berada tepat dibelakangnya


Tap (Jenderal Tailong menahan


Tap (Jenderal Tailong menangkap tangan kanan Tainam Chun yang tak dilapisi petir)


Wooshh


Tangan Tainam Chun dipegang dengan erat, jenderal Tailong menariknya lalu melemparnya hingga terbang keatas udara.


Duakk


ketika Tainam Chun masih di udara, jenderal Tailong tiba tiba muncul tepat di atas tubuh Tainam Chun, dia menendang pinggang Tainam Chun dengan ujung kakinya hingga Tainam Chun terpental keatas langit, tubuhnya berputar putar diudara karena tendangan jenderal Tailong itu.


Duakkk


ketika sudah jauh diatas langit, jenderal Tailong tiba-tiba saja muncul jauh diatas langit dan memukul kepala Tainam Chun hingga membuatnya terjatuh menuju daratan dengan kepala yang jatuh terlebih dahulu,


Bukkk


ketika kepala Tainam Chun hampir menyentuh tanah, jenderal Tailong tiba-tiba saja muncul tepat di depan perut Tainam Chun, dia langsung memukulnya hingga terpental begitu jauh.


Duakkk


Bruakkkk


Tainam Chun menghantam reruntuhan istana.


"Hahaha." tawa jenderal Tailong


"Dengan kekuatan seperti itu kau ingin membungkamku?" ucap jenderal Tailong


Jenderal Tailong langsung melesat begitu cepat untuk mengecek keadaan Tainam Chun, namun ketika sampai di reruntuhan, tubuh Tainam Chun tak dapat ditemukan.


Kreatt kreattt (Suara setruman listrik)


"Suara apa itu?" ucap jenderal Tailong


Duakkk


Tainam Chun menendang punggung jenderal Tailong dengan kaki kanan yang telah dilapisi listrik.


Kreattt kreattt


Duarrr


kaki Tainam Chun yang telah mengumpulkan begitu banyak energi petir, menciptakan ledakan yang sangat luar biasa, ledakan itu menghasilkan gelombang udara yang begitu dasyat, gelombang itu membuat semua reruntuhan yang berada di sekitar mereka bertebaran keudara, asap yang begitu tebal membuat pandangan semua orang menjadi kabur, beberapa reruntuhan istana yang bertebaran diatas udara, hampir menghujani para prajurit kerajaan petir, namun Dewi petir menghancurkan semua reruntuhan itu untuk melindungi semua prajurit dengan petir yang keluar dari tangannya.


Duar duarr duarr


"Apa dia baru saja melindungi kami?" pikir semua prajurit


"Jangan salah sangka, aku hanya melindungi janjiku." ucap Dewi petir


"Lagi pula kalian tak bisa menghindar karena hawa membunuhku yang terus mengekang kalian." ucap Dewi petir


Ketika asap yang menghalangi pandangan semua orang mulai menghilang, Tainam Chun terkejut melihat jenderal Tailong sama sekali tak terluka walau terkena serangan petir terkuatnya. kakinya masih menempel di punggung jenderal Tailong.


"Hahahaahha."


"Hahahhaha." tawa jenderal Tailong


Tainam Chun melompat kebelakang untuk menjaga jarak dengan jenderal Tailong.


"Ada yang aneh dengan tubuhnya, aku yakin kalau aku berhasil melukainya dengan tendangan petirku tadi, tapi kenapa hanya pakaiannya yang berlubang?"


"Apakah dia juga bisa beregenerasi seperti para makhluk penghisap darah yang lain?" ucap Tainam Chun


"Serangan petirmu tak akan mempengaruhi tubuh seorang vampir, petir yang dikeluarkan wanita itu jauh terlihat lebih kuat dari seranganmu." ucap jenderal Tailong


"Aku lebih tertarik dengan teknikmu yang lain, bagaimana caramu muncul di belakangku tanpa aku sadari!"


"Aku yakin aku melihatmu menghantam reruntuhan tadi, jelaskan bagaimana caramu melakukannya."


"Dan jelaskan kenapa tak ada luka sama sekali ditubuhmu!" ucap jenderal Tailong


"Cih, kalau kau mau tahu, kalahkan aku dulu." ucap Tainam Chun


#Kerajaan Angin


Bantuan dari prajurit Kerajaan awan meringankan beban jenderal Feng Long dan si Gendut teman, karena ribuan panah mereka mengalihkan perhatian para Demon kong tipe Api.


Meski begitu mereka masih kesulitan melawan para Demon kong tipe tanah.


Shut shut shut


Kaibo dan Jingmi berhasil melepaskan diri dari terkaman Demon Kong tipe tanah karena hujan panah dari prajurit kerajaan awan.


"Hosh hosh hosh(nafas terengah engah), benar benar merepotkan." ucap Kaibo


"Aku harus bisa bertahan, aku tak boleh mati disini demi ayah Xiao Tian." ucap Jingmi


********


Su Yan dihadang oleh raja neraka saat ingin menghabisi para Summoner.


"Menyingkirlah, vampir!" ucap Su Yan


"Kau pikir bola kuningmu itu bisa melukaiku?"


"Tak kusangka, aku bisa bertemu dengan ras Serigala suci sepertimu, kupikir kalian telah punah." ucap Raja neraka


"Se.. serigala suci.. , jadi kau bukan manusia?" tanya Liang Su


"Anggap saja seperti itu." jawab Su Yan sambil tersenyum


"ngomong ngomong kita ubah posisi ya, peluk aku dengan kencang kalau kau tak ingin jatuh." ucap Su Yan


"Jangan bermimpi!"


" Aku tak akan memelukmu!" ucap Liang Su


"Tak kusangka seorang serigala suci bisa berhubungan baik dengan manusia." ucap Raja neraka


"Kalau kau begitu keras kepala, baiklah kalau kau tak mau memelukku, kalau begitu sampai jumpa." ucap Su Yan sambil melepas tubuh Liang Su yang tadinya dia gendong dengan dua tangan yang melingkar di kaki dan punggungnya


Karena dilepaskan saat Su Yan sedang terbang begitu tinggi, Liang Su terjatuh menuju daratan


"Ehhh."


"Kenapa kau menjatuhkanku!" teriak Liang Su


"Hooo akhirnya kau menunjukkan wajah aslimu, ras serigala suci memang begini, begitu dingin dan tak berperasaan." ucap Raja neraka


Su Yan mengarahkan tangan kanannya ke arah Raja neraka, dia mengeluarkan ribuan bola cahaya kuning dari telapak tangannya.


Shut shut shut


Raja neraka menghindari semua bola cahaya yang menuju kearahnya, tapi semua bola cahaya yang berhasil dia hindari, akan terus berbalik arah menyerangnya terus, bola bola cahaya itu terus mencoba mengenai raja neraka.


Ketika Raja neraka disibukkan oleh ribuan bola cahaya, Su Yan melesat ke bawah, untuk menangkap Liang Su yang telah dia jatuhkan.


"Sialan, aku tak menyangka akan mati seperti ini, aku sangat membencimu!"


"Su Yan!" teriak Liang Su


Shettttt


Wooshhh


Su Yan menangkap Liang Su ketika masih belum menyentuh tanah.


"Apa aku mati?" ucap Liang Su


"Apa kau sangat ingin mati?" ucap Su Yan


Bukkkk (Liang Su memukul Su Yan karena merasa kesal)


"Kenapa kau melemparku!" teriak Liang Su


"Apa kau mau kujatuhkan lagi?" ucap Su Yan sambil terbang ke atas langit


"Ja.. jangan!" ucap Liang Su


Karena takut dilepas Su Yan, akhirnya Liang Su memeluk Su Yan dengan erat.