
Kaisar Langit dan para Dewa Dewi menghilang dari pandangan Xiao Tian dan ketiga Dewa setelah menyelesaikan urusan mereka.
Bersamaan dengan menghilangnya mereka, efek dari teknik momentum para Dewa pun menghilang.
Xiao Zhaoye serta semua orang yang terdiam pun bisa kembali bergerak seperti biasa.
Saat itu Xiao Tian sudah menutup kembali tingkat kultivasi serta tingkat roh beladirinya agar tak membuat semua orang terkejut.
Ketika melihat Xiao Tian dan para Dewa ada di tengah tengah mereka, semua orang dari sekte badai berduri serta para prajurit dari kerajaan petir pun langsung menatap mereka. Dan tak lama setelah itu, mereka pun berjalan mendekati Xiao Tian dan para Dewa.
Sambil menunduk dan berlutut, semua orang memberi hormat kepada Xiao Tian dan para Dewa.
"Hormat kami, yang mulia maharaja Xiao Tian," ucap semua orang sambil memberi hormat.
"Hormat kami, Dewa petir."
"Hormat kami, Dewa kera," ucap para prajurit dan penghuni sekte sambil memberi hormat.
Ada alasan mengapa semua orang tak terkejut dengan kemunculan tiba tiba Xiao Tian dengan para Dewa. Dan semua itu semata mata karena mereka sudah terbiasa menyambut Xiao Tian saat datang menggunakan teknik teleportasi. Alasan mereka hanya menyapa Dewa petir dan Wu Kong adalah karena mereka tak dapat melihat Dewa Bumi yang masih dalam wujud roh.
Setelah menerima penghormatan dari semua orang, Xiao Tian pun menyuruh semuanya untuk berdiri.
"Bangunlah," ucap Xiao Tian dengan tpang yang serius.
Dan semua pun berdiri mengikuti perintah Xiao Tian.
Melihat semua orang dapat bergerak saat itu, Xiao Tian pun merasa lega. Namun masih terdapat hal mengganjal di dalam hatinya. Untuk menyingkirkan hal yang mengganjal di dalam hatinya, dia pun berkata, "Apakah diantara kalian ada yang melihat Dewa Dewi?"
Ketika mendengar pertanyaan Xiao Tian, Xia Hu yang merupakan murid pertama Xiao Tian di sekte badai berduri, langsung menjawab dengan berkata,
"Kalau Dewa kami melihatnya,"
"Benarkah?" tanya Xiao Tian untuk memastikan.
"Bukankan mereka ada di sampingmu sekarang?"
"Kami bahkan baru saja menyambutnya," jawab Xia Hu dengan serius.
Setelah mendengar jawaban Xia Hu, Xiao Tian beserta para Dewa memasang tampang datar mereka. Dan terdiam untuk sejenak.
Sambil menahan rasa kesal di hatinya, dengan memasang senyum palsu dan berkata,
"Ma ... maksudku bukan itu ... ,"
"Lalu apa?" tanya Xia Hu dengan polos.
"Yang ada di atas langit tadi loh," jawab Xiao Tian sambil menunjuk ke atas langit.
Ketika mendengar pertanyaan Xiao Tian, Xia Hu langsung memasang tampang serius dan menjawab dengan waktu yang cukup lama.
"Para Dewa di langit ya?"
"Hmmm ..... ," Xia Hu terlihat sedang berpikir dengan begitu serius.
Disaat semua orang mulai memperhatikannya, Xia Hu pun berkata, "Aku tak lihat,"
Seketika semua orang pun menepuk dahi mereka secara bersamaan.
"Kalau tak lihat, kenapa tak bilang dari tadi!" bentak Tian Zhong dengan kesal.
"Bocah ini ... ," pikir Xiao Tian sambil menahan amarahnya.
"Apakah diantara kalian ada yang melihatnya?" tanya Xiao Tian sambil menatap orang orang satu persatu. Namun semua orang langsung menggelengkan kepalanya untuk mengisyaratkan bahwa mereka juga tak melihatnya.
Ketika Xiao Tian sedang sibuk menanyai semua orang, Wu Kong menepuk pundak Xiao Tian dan berkata,
"Ayo kita pergi,"
"Kemana?" tanya Xiao Tian dengan heran.
Tanpa menjawab Xiao Tian, Wu Kong melangkah menuju pintu gedung pusat sekte badai berduri.
Dan para prajurit yang berdiri menutup jalan pun menyingkir agar Wu Kong bisa lewat.
"Jangan banyak tanya, cukup ikuti saja," sambung Dewa petir ketika melangkah mengikuti Wu Kong.
"Haih, baiklah," Xiao Tian pun berjalan menyusul Dewa petir dengan penuh rasa penasaran.
Disaat ingin masuk ke dalam gedung, Xiao Hong dan Xiao Zhaoye yang kebetulan berada di sekitar pintu masuk langsung menyapa mereka dengan berkata, "Salam Dewa Kera,"
Wu Kong hanya tersenyum kepada mereka, lalu melangkah masuk melewati mereka begitu juga. Dewa petir, Dewa Bumi serta Xiao Tian pun mengikuti apa yang Wu Kong lakukan.
Setelah berhasil masuk ke dalam gedung pusat sekte badai berduri, mereka pun berpapasan dengan Tainam Chun yang sudah bisa bergerak.
"Salam Dewa kera, salam Dewa Petir, salam yang mulia maharaja Xiao Tian," ucap Tainam Chun sambil memberi hormat.
"Bangunlah," ucap Wu Kong sambil menatap Tainam Chun.
"Ampun Dewa kera, bolehkah aku menanyakan sebuah pertanyaan?" tanya Tainam Chun sambil memberi hormat.
"Tanyakan saja, aku belum terlalu terburu buru sekarang," sambung Wu Kong.
"Kemana saja kalian tadi?"
"Kenapa tiba tiba menghilang dari pandanganku?" tanya Tainam Chun dengan tampang heran.
Belum sempat Wu Kong menjawabmya, Tainam Chun kembali melontarkan sebuah pertanyaan yang membuat Xiao Tian menjadi semakin penasaran. Dan pertanyaan tersebut adalah,
"Oh iya, Apakah kalian sudah menemui para Dewa?"
"Kau masih mengingat mereka?" tanya Xiao Tian dengan penasaran.
"Tentu saja aku ingat, bagaimana aku bisa lupa. Aku ingat betul bagaimana mereka datang. Semua orang tiba tiba saja terdiam dan langit berubah menjadi begitu silau,"
"Diantara semua orang, hanya aku yang bergerak bebas hingga bisa melihat kedatangan para Dewa," ucap Tainam Chun dengan serius.
Ketika mendengar jawaban Tainam Chun, Wu Kong dan para Dewa langsung terkejut bukan main. Mereka nampak begitu terkejut karena awalnya berpikir bahwa Tainam Chun dapat bergerak karena Kaisar Langit telah membebaskannya dari efek momentum para Dewa secara bersyarat. Meskipun itu juga cukup membingungkan mereka karena normalnya kalau sudah dibebaskan dari momentum para Dewa, Tainam Chun harusnya dapat terus bergerak hingga momentum tersebut berakhir. Kenyataan bahwa dia Tainam Chun terdiam kaku secara mendadak itu saja sudah membuat mereka bingung.
Sambil menatap tajam mata Tainam Chun para Dewa pun memikirkan berbagai macam kemungkinan.
"Tunggu dulu!"
"Maksudmu kau bisa bergerak jauh sebelum Kaisar Langit dan para Dewa muncul?" tanya Wu Kong dengan serius.
Dewa petir dan Dewa Bumi pun menatap Tainam Chun dengan begitu serius saat itu, seakan mereka sedang menunggu jawaban darinya.
Melihat para Dewa begitu antusias terhadap Tainam Chun, Xiao Tian pun bertanya, "Kenapa kalian jadi begitu bersemangat setelah mendengar kalau dia bisa bergerak sebelum para Dewa muncul?"
"Nak, apakah kau tidak mengerti cara kerja momentum para Dewa?" tanya Dewa petir sambil menoleh ke arah Xiao Tian.
"Mana kutahu, aku saja baru dengar namanya ketika Tainam Chun terhenti," jawab Xiao Tian sambil memasang tampang datar.
"Momentum para Dewa dapat menghentikan gerak semua orang dibawah tingkat pendekar alam immortal .... , tepat satu menit sebelum para Dewa dalam jumlah besar muncul," jelas Dewa bumi dengan tampang serius.
"Fakta bahwa Tainam Chun dapat bergerak dari sebelum hingga sesudah kemunculan para Dewa menandakan bahwa aturan tersebut tak berlaku padanya," sambung Dewa petir dengan serius.
"Fakta?"
"Aturan?"
"Sebenarnya apa yang Dewa petir bahas?" Tainam Chun bingung karena dia tak dapat mendengar penjelasan Dewa Bumi yang berada dalam wujud roh.
Ketika Tainam Chun dan Xiao Tian masih dibuat bingung oleh pikiran masing masing, Wu Kong menyela penjelasan Dewa petir dengan berkata,
"Awalnya kami mengabaikannya karena berpikir kalau Tainam Chun juga telah terkena efek momentum para Dewa seperti yang lainnya. Dan berpikir kalau alasan dia bisa bergerak untuk mengirim pesan ke kita adalah karena Kaisar langit menyentuhnya. Yah meskipun kami juga masih merasa agak bingung tentang alasan mengapa dia terhenti tiba tiba,"
"Kenapa kau merasa bingung?" tanya Xiao Tian.
"Normalnya orang yang dibebaskan dari efek momentum para Dewa oleh Kaisar Langit dapat bergerak hingga momentum tersebut menghilang. Makanya kami menjadi begitu bingung akan hal itu. Tapi setelah dia menceritakan bahwa dia bergerak tanpa bantuan Kaisar Langit, semuanya jadi masuk akal," jelas Dewa Bumi dengan serius.
Ketika Dewa Bumi masih belum puas berbicara, Dewa petir kembali mengambil alih pembahasan dengan berkata, "Karena faktanya adalah Tainam Chun bergerak tanpa bantuan Kaisar langit, maka ...,"
Sebelum Dewa petir menyelesaikan kalimatnya, Dewa Bumi menyela ucapannya dengan berkata, "Kemungkinan besar, Tainam Chun adalah keturunan dari seorang Dewa,"
Mata Xiao Tian langsung terbelalak karena terkejut akan ucapan akhir dari Dewa Bumi. Dan dia pun menjadi semakin terkejut karena Wu Kong dan Dewa petir menganggukkan kepala mereka.
Setelah saling bertatapan, Dewa Petir, Dewa Bumi, Dewa Kera, serta Xiao Tian langsung menoleh ke arah Tainam Chun. Meraka terus menatap wajahnya dengan penuh rasa penasaran.
Ketika melihat semua orang kembali terfokus kepadanya dengan pandangan yang cukup mengganggu, Tainam Chun hanya bisa terdiam karena belum mengerti apa yang Xiao Tian dan para Dewa bicarakan.
Dengan tampang bingungnya, dia pun terdiam sambil berkata di dalam hati.
"Mereka ini kenapa sih?" pikir Tainam Chun dengan tampang herannya.