
Setelah membuat semua orang tak sadarkan diri, Xiao Tian membuka portal ruang hampa tepat dibawah semua orang agar tak perlu repot repot memindahkan mereka satu persatu.
Setelah semua berhasil ditelan masuk ke dalam portal, Xiao Tian pun melompat ke salah satu portal yang paling dekat dengannya.
#Ruang hampa
Ratusan portal yang berukuran orang dewasa muncul di atas langit langit, para murid dari cabang alkemis serta cabang petarung berjatuhan dari portal tersebut. Diikuti oleh Xiao Tian dan para tetua cabang alkemis yang masih tak sadarkan diri.
Bruk bruk bruk
Semua berjatuhan ke daratan, tapi tak ada yang terluka karena Xiao Tian sudah mengatur ketinggian portal hingga ke titik yang tak dapat meninggalkan luka.
Tap
Xiao Tian menginjakkan kaki dengan tubuh tegak dan tampang yang serius.
Saat baru menyentuh daratan, Taiwu dan semua orang yang ada di dalam ruang hampa memberi hormat kepadanya. Kecuali ayah dan ibunya yang tetap berdiri tegak dan tersenyum senang.
"Putraku, akhirnya kau kembali," ucap Xiao Hong yang langsung berlari memeluk putranya.
"Maaf karena membuatmu menunggu lama bu," ucap Xiao Tian sambil memeluk ibunya.
"Ngomong ngomong siapa yang kau bawa?"
"Kenapa mereka semua tak sadarkan diri?" tanya Xiao Hong sambil mengerutkan dahi.
"Ada alasan mengapa aku membuat mereka tak sadarkan diri, semua demi menutupi identitasku dan menyembunyikan teknik ruang hampa milikku," ucap Xiao Tian sambil menatap wajah ibunya.
"Bisakah kau jelaskan lebih detail?"
"Siapa mereka, dan kenapa kau membawa mereka kemari?" tanya Xiao Zhaoye sambil mengerutkan dahi.
"Ceritanya cukup panjang ayah, aku tak mungkin menjelaskannya sekarang. Karena aku perlu istirahat," ucap Xiao Tian sabil mengeluarkan keringat dingin dan tubuh yang mulai goyah.
"Nak, kau tak apa?"
"Kau terlihat begitu lelah," ucap Xiao Hong sambil memegang tubuh Xiao Tian.
"Tak apa bu, aku hanya kekurangan tidur," ucap Xiao Tian sambil memegang dahinya.
"Tidurlah, biar ayah yang mengurus orang orang yang kau bawa," ucap Xiao Zhaoye sambil berjalan mendekati Xiao Tian.
"Aku tahu ayah berniat membantu, tapi hanya para siluman rubah merah yang bisa membantuku saat ini."
"Jadi, ayah fokus saja pada latihan ayah. Ngomong ngomong, selamat karena telah menjadi pendekar alam mortal," ucap Xiao Tian sambil tersenyum menatap ayahnya.
"Wah wah wah, padahal ayah sudah berusaha menyembunyikannya dan ingin memberimu kejutan. Tapi kau malah mengetahuinya hanya dalam sekali lihat, bisakah kau pura pura tidak tahu lain kali?"
"Huft," ucap Xiao Zhaoye sambil menghela napas.
"Kemarilah!" ucap Xiao Tian melalui telepati sambil menatap raja siluman rubah merah.
"Ada apa tuan?" tanya raja siluman rubah merah yang langsung bergerak cepat kehadapan Xiao Tian.
"Bawa mereka sejauh mungkin, dan buatlah ruang ilusi untuk menutup mata mereka. Pastikan saat mereka membuka mata yang mereka lihat adalah tempat terakhir aku berlatih bersama mereka. Oh iya, bawa Taiwu bersamamu dan suruh dia mengaktifkan array ini," ucap Xiao Tian sambil memberikan gulungan dari dalam cincin ruangnya.
"Baik yang mulia," ucap raja siluman rubah merah sambil memberi hormat.
Setelah memberi hormat, raja siluman rubah merah langsung mengerahkan seluruh bawahannya untuk memindahkan tubuh para alkemis dan petarung yang tak sadarkan diri.
"Ah, mereka sedang berlatih di tempat yang terpisah. Sejak kau pergi tak ada satupun dari mereka yang terlihat disekitar sini," ucap raja Xiao Zhaoye sambil menatap mata Xiao Tian.
"Begitu ya, sayang sekali padahal aku ingin melihat sejauh mana perkembangan mereka saat ini," ucap Xiao Tian sambil menghela napas.
"Metode latihan yang kau ajarkan terlalu mengerikan. Kalau berdasarkan bakat teman temanmu, ayah yakin mereka telah jauh melampaui ayah. Ngomong ngomong apa ktivasi terakhirmu?" tanya Xiao Zhaoye sambil mengerutkan dahi.
"Aku hanyalah seorang pendekar alam naga lapisan puncak," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Ini baru 30 hari lebih di dalam ruang hampa. Berarti Xiao Tian baru tiga puluh jam di alam nyata. Latihan macam apa yang dia gunakan hingga melewati puluhan lapisan hanya dalam satu hari. Apa dia benar benar putraku?"
"Bakatnya benar benar seperti monster," pikir Xiao Zhaoye sambil menelan ludah dalam dalam.
"Ayahnya begitu bangga saat menjadi pendekar alam mortal, sedangkan Xiao Tian mengatakan kekuatan pendekar alam naga lapisan puncak seperti bukan apa apa. Dia benar benar menjatuhkan kesenangan ayahnya," pikir Xiao Hong sambil menepuk dahinya.
"Maaf karena tak bisa menjelaskannya hari ini, aku terlalu lelah dan ingin tidur lebih dulu.
Jika Jia Li dan yang lainnya telah kembali beritahu mereka agar tak mengganggu tidurku karena aku benar benar lelah saat ini," ucap Xiao Tian sambil menatap ayahnya.
"Sudahlah, berhenti bicara. Ibu dan ayahmu mengerti akan kondisimu," ucap Xiao Hong sambil menepuk pundak Xiao Tian.
Sadar bahwa putranya terlihat begitu lelah, Xiao Hong membiarkan Xiao Tian tertidur dipangkuannya. Sedangkan Dewa petir memilih untuk meninggalkan Xiao Tian dan mencari tahu apa yang dilakukan putranya saat itu.
####
Keesokan harinya di dalam ruang hampa.
Xiao Tian membuka matanya dengan begitu lebar, sadar karena tertidur begitu lama di atas pangkuan ibunya Xiao Tian tersenyum senang.
"Terimakasih karena telah membiarkanku tidur dipangkuanmu, Ibu," ucap Xiao Tian sambil tersenyum.
"Kau ini bicara apa, kenapa berterimakasih segala?" ucap Xiao Hong sambil menyentuh kepala Xiao Tian.
"Sudah lama aku tak merasa senyaman ini. Meski hanya sebentar, momen kebersamaan ini sangatlah menenangkan hatiku," ucap Xiao Tian sambil bernapas lega.
"Kalau kau masih merindukan momen ini, lanjutkan saja tidurmu," ucap Xiao Hong sambil mengelus kepala putranya.
"Inginku sih seperti itu, hanya saja aku masih memiliki kewajiban saat ini. Orang orang yang kubawa pasti sudah sadarkan diri saat ini, aku tak boleh menunda waktu lebih lama. Ngomong ngomong, bekal yang tersisa di cincin ruang semua orang tersisa untuk berapa hari lagi?" tanya Xiao Tian sambil mengerutkan dahi.
"Kira kira sekitar dua sampai tiga minggu lagi," jawab Xiao Hong sambil menatap mata Xiao Tian.
"Sepertinya aku harus mencari bekal lagi, agar kalian tak kelaparan di ruang hampa. Tapi sebelum itu aku ingin pergi menemui orang orang yang kubawa terlebih dulu dan menyelesaikan urusanku dengan mereka," ucap Xiao Tian sambil bangkit dari pangkuan ibunya.
"Bisakah kau istirahat di pangkuan ibu lebih lama lagi?"
"Ibu masih merindukanmu," ucap Xiao Hong sambil menatap punggung Xiao Tian.
Mendengar ucapan ibunya, Xiao Tian pun menjadi tidak tega. Namun karena dia mengingat relik pembalik waktu milik Tian Zhong yang bisa membuat semua hasil usahanya saat ini kembali ke titik nol lagi. Dia pun kembali membulatkan tekadnya untuk pergi.
"Untuk sampai ketitik saat ini aku harus melewati rasa sakit yang luar biasa. Kalau Tian Zong mengulanginya lagi, aku takut aku gagal mencapai titik ini lagi. Maaf karena tak bisa menghabiskan waktu lebih lama denganmu ibu, tapi ini harus kulakukan demi kelangsungan hidup semua orang," pikir Xiao Tian sambil menghela napas.
"Maaf bu, meski aku ingin aku tak bisa melakukannya," ucap Xiao Tian sambil mengaktifkan teknik teleportasi.
"Ibu mengerti, semoga beruntung putraku,"
"Dan jagalah dirimu baik baik," ucap Xiao Hong sambil menatap punggung Xiao Tian.
"Sampai jumpa ibu," ucap Xiao Tian sambil meneteskan air mata sebelum menghilang dari pandangan Xiao Hong.