
#Istana Kerajaan petir
#Kamar Putri Jia Li
"Ayah, Apa yang ayah lakukan disini?" Ucap Putri Jia Li
"Ayah kemari untuk menjemputmu." Ucap Jia Xin
"Tapi bagaimana dengan rencana pernikahannya?" Ucap Putri Jia Li
"Kau membiarkan pangeran Xiao Tian pergi ke sekte Gunung Api, itu adalah kesalahan terbesarmu, Kau sudah kehilangan kesempatan terakhirmu untuk hidup bahagia."
"Kau harus kembali ke kerajaan, Dan menerima takdirmu." Ucap Jia Xin
"Ayah aku akan berusaha membuatnya mencintaiku, Tolong jangan bawa aku ke kerajaan lagi." Ucap Putri Jia Li
"Bukankah dulu kau pernah berencana membunuhnya?"
"kenapa sekarang kau tak mau meninggalkannya?"
"Apa kau mulai menyukai pangeran Xiao Tian?"
"Tugasmu adalah membuatnya menyukaimu, Tapi malah kau yang tergila-gila padanya, Sebenarnya ada apa denganmu?" Ucap Jia Xin
"Bagaimana ayah mengetahuinya?" Ucap Putri Jia Li
"Asal kau tahu, Aku selalu mengawasimu, Aku menyuruh kelompok bayangan untuk terus mengawasimu." Ucap Jia Xin
"Jadi ayah terus mengawasiku ya."
"Ayah tolong beri aku kesempatan satu tahun lagi, Aku akan menyusulnya ke Sekte Gunung api dengan mengikuti turnamen tahun depan. Ucap Putri Jia Li
"Sepertinya aku terlalu lembut belakangan ini ya, Hingga kau berani bernegosiasi denganku."
"Aku tak mau membuang waktuku, Tadinya aku berniat membuangmu dengan menikahkanmu dengan Pangeran Xiao Tian, Karena sampah hanya cocok dengan sampah, Tapi setelah kejadian waktu itu, Sepertinya pangeran Xiao Tian bukanlah sampah, Justrul putrikulah yang masih menjadi sampah." Ucap Jia Xin
"Ayah, Kenapa kau selalu tak adil padaku?"
"Kenapa kau dan kakak kakakku selalu menyiksaku setelah ibu tiada?" Ucap Putri Jia Li
"Kau berusaha menikahkanku dengan para pangeran yang tak punya moral dengan alasan politik, Tapi sialnya mereka selalu menolakku, Ketika Raja dari kerajaan petir melamarku untuk putranya, Kau punya kesempatan membuangku karena menurut rumor, pangeran kerajaan petir adalah pangeran sampah, Yang mesum, suka tidur dengan pelayannya, Tak bisa beladiri, Tak tertarik politik Dan hanya bisa bermalas-malasan."
"Dulu aku berusaha membunuhnya karena tak ingin menghabiskan hidupku dengan orang yang mesum dan tak berguna!" Ucap putri Jia Li
"Jadi itu alasanmu ya?"
"Kalau waktu itu pangeran sudah tewas karena ulahmu mungkin kau dan adikmu akan menanggung akibatnya."
"Entah apa yang dipikiranmu waktu itu, Hingga kau berani melawan perintahku dan malah berencana membunuh Xiao Tian."
" Apakah kau sudah tak perduli lagi dengan adikmu?" Ucap Jia Xin
"Ayah kau boleh menyiksaku, Kau boleh melakukan apapun padaku, Tapi tolong jangan siksa adikku, Biarkan dia bahagia." Ucap putri Jia Li
"Kalau begitu pulanglah dan terima hukumanmu, Perjodohan ini sudah kuanggap batal!" Ucap Jia Xin
"Ba..baik ayah." Ucap Putri Jia Li
Putri Jia Li mengemasi barang-barangnya dan berjalan keluar istana dengan ayahnya.
"Putri Jia Li apakah kau yakin ingin pergi?"
"Jia Xin, Apakah kau tak bisa memberi waktu sedikit lagi untuk perjodohan anak kita?" Ucap Xiao Zhaoye
"Maaf Raja Zhaoye, Anggap saja perjodohan itu tak pernah terjadi."
"Karena tak ada urusan lagi, Kami undur diri." Ucap Jia Xin
Jia Xin dan putri Jia Li meninggalkan istana dan pergi menuju kerajaan mereka.
"Kenapa Putri Jia Li terlihat lebih murung?"
"Dia tak seceria waktu itu."
"Kenapa dia tak bilang kalau ingin menikah dengan Xiao Tian, Jika dia mencintainya?"
"Sebenarnya apa yang Jia Xin katakan kepada putrinya?"
"Sayangnya itu bukan urusanku, Sepertinya aku harus mencari jodoh lain untuk putraku." Pikir Xiao Zhaoye
#Sekte Gunung Api
Duarrr Duarrr Duarrr
Beberapa murid sekte yang melawan telah dibunuh, Dan beberapa bangunan telah dihancurkan dengan serangan yang begitu ganas, Seorang pendekar bertopeng menyerang sekte Gunung Api seorang diri.
"Tolong katakan pada kami apa yang sebenarnya anda cari tuan?" Ucap para penjaga Sekte Gunung Api
"Katakan dimana Xiao Tian!" Teriak pendekar itu
"Xiao Tian?"
"Siapa dia?" Ucap Para penjaga
Karena Xiao Tian masih baru para penjaga tak begitu mengenalnya. Tak puas dengan jawaban mereka, Para penjaga ditebas dengan pedang dan dia melanjutkan pembantaian di Sekte Gunung Api.
#Wilayah murid luar tingkat 5
"Ketua, Kita harus lari dari sini!"
"Tempat ini tidak aman, Kita harus memanggil para tetua!" Ucap Bawahan Chunku
"Kenapa aku harus lari dan meminta mohon kepada para tetua?" Ucap Chunku
"Seorang pendekar bertopeng sedang mencari Xiao Tian, Dan menebas semua orang yang dia lihat, Dia bertanya lalu membunuh mereka yang tak bisa menjawab." Ucap Bawahan Chunku
"Memangnya apa yang dilakukan para penjaga?"
"Kemana mereka pergi hingga membiarkan pendekar itu memasuki sekte dan berbuat onar disini?" Ucap Chunku
"Semua penjaga telah tewas ditebas pendekar itu." Ucap Bawahan Chunku
"Aku tak tahu apa yang dilakukan Xiao Tian sampai membuat seorang pendekar hebat membuat kekacauan hanya untuk mencarinya."
"Ayo kita pergi ke area murid dalam dan melapor ke ayahku dan para tetua." Ucap Chunku
"Baik ketua." Ucap Bawahan Chunku
#Wilayah murid dalam(Tempat para tetua)
"Ayah tolong kami, Ada pendekar bertopeng sedang mengobrak abrik area murid luar, Dia mencari orang bernama Xiao Tian dan menebas semua orang yang tak mengenalinya." Ucap Chunku
"Lancang sekali pendekar itu, Dia pikir berhadapan dengan Sekte Gunung Api adalah hal mudah!" Teriak Ayah Chunku
"Chunku katakan padaku berapa pasukan yang dia bawa?" Ucap Ayah Chunku
"Dia hanya seorang diri."
"Dan semua penjaga telah dibunuh." Ucap Chunku
"Apa?"
"Sebenarnya siapa pendekar ini?"
"Apa kalian dengar itu?"
"Ada yang sedang mengobrak-Abrik sekte kita, Tetua An tolong pergilah ke tetua besar di cabang Sekte Gunung Api, Panggil para Tetua besar dan Tetua pendiri sekte, Meski hanya satu orang, Aku mempunyai firasat buruk tentang pendekar ini." Ucap Ayah Chunku
"Baiklah." Ucap Tetua An
"Para tetua ayo kita basmi pengacau itu!" Ucap Ayah Chunku
"Dengan senang hati." Ucap Tetua Chi
"Ini pertama kalinya ada orang yang berani menyerang sekte kita." Ucap Tetua Chu
"Ayo kita basmi pengacau itu!" Ucap Tetua Yun
Para tetua menuju area murid luar untuk melawan pendekar itu.
Duarr Duarr Beberapa bangunan dihancurkan dan beberapa murid telah dibunuh, Pendekar bertopeng terus melanjutkan perjalanannya dan menghancurkan semua yang menghalanginya, Kini dia berada di wilayah murid luar tingkat 5.
"Hei kau hentikan ini!" Ucap Tetua Chi
Para tetua turun dan menemui pendekar itu.
"Katakan apa alasanmu melakukan ini?" Ucap Tetua Chu
"Apakah diantara kalian ada yang tahu dimana Xiao Tian?" Ucap Pendekar itu
"Xiao Tian?"
"Kami tak pernah mendengar nama itu." Ucap para tetua
"Kalau begitu mati saja dasar tak berguna!" Ucap pendekar itu
"Lancang sekali!" Ucap Tetua Yun
"Kau pikir bisa mengalahkan kami hanya seorang diri!" Ucap Ayah Chunku
"Berlututlah!" Ucap pendekar itu
Tekanan yang begitu kuat terpancar dari pendekar itu, Para tetua dibuat tak bergerak karena kekuatan yang pendekar itu keluarkan begitu dasyat dan membuat mereka tak bisa bergerak karena ketakutan.
Keringat dingin mengalir di tubuh mereka, Tanpa sadar mereka berlutut karena merasa takut.
"Siapa pendekar ini?"
"Kenapa kami begitu takut dengannya?" Pikir Ayah Chunku
"Apa yang terjadi, Kenapa pendekar ini memiliki aura yang menakutkan?" Pikir Tetua Yun
"Apa yang terjadi, Apa yang membuat pendekar dengan kekuatan Dewa petarung sepertimu merasa tersinggung?" Ucap salah satu tetua besar
12 tetua besar sampai di tempat kejadian dan mengucapkan salam kepada pendekar itu.
"Ti..tingkat dewa?" Ucap Tetua Chu
"Pantas saja kami tak berkutik dihadapannya." Ucap Tetua Chi
"Untung saja para tetua datang kalau tidak kami sudah mati." Ucap Tetua Yun
"Jadi dia tingkat dewa petarung, Pantas saja kekuatannya begitu dasyat." Ucap Ayah Chunku
"Apa ada yang pernah mendengar nama itu?" Ucap Salah satu tetua besar
Semua tetua besar yang ada disana tak mengenali nama itu, Karena yang mengetahui nama itu hanya tetua Gu Yan dan tetua pendiri sekte mereka adalah tetua yang memiliki tingkat kekuatan Dewa petarung bintang 3.
Mendengar jawaban itu Pendekar itu tak puas dan mengeluarkan tekanan yang lebih kuat, Hingga membuat para tetua sesak nafas dan para tetua besar berlutut karena kekuatan itu.
Srekkkk
Semua tetua ditebas dengan pedangnya, Kini tinggal para tetua besar yang masih hidup.
"To..tolong ampuni kami." Ucap Salah satu tetua besar
"Mu..mustahil semua tetua diperlakukan seperti mainan, Ini gila." Ucap Chunku
Pendekar itu melihat Chunku dan berjalan mendekatinya. Chunku merasa ketakutan hingga tak bisa bergerak. Pendekar itu menyeret pedangnya ke tanah sehingga membuat suara sayatan.
Sreeeeetttt Suara pedang menggores jalanan.
Tak lama kemudian tetua An datang sambil menaiki Elang miliknya, Bersama pendiri sekte dan Tetua Gu Yan yang datang sambil menaiki Phoenix milik tetua Gu Yan.
Mereka melompat dari ketinggian dan membuat tanah bergetar ketika menyentuh tanah.
Kretakk
"Apa yang anda lakukan disini Topeng Bencana?" Ucap Tetua Gu Yan
"To..topeng bencana?"
"Bukankah itu tetua penjaga sekte yang begitu misterius?" Ucap Chunku
"Gu Yan katakan padaku dimana Xiao Tian!" Ucap Pendekar itu
"Pangeran Xiao Tian?"
"Dia seharusnya berada disini."
"Kenapa kau mencarinya?"
"Apakah dia membuatmu tersinggung?" Ucap Tetua Gu Yan
"Dia ada dibawah perlindunganku, Bagaimana mungkin dia membuatku tersinggung?"
"Hei Haocun, Katakan padaku apa kau mengetahui dimana Xiao Tian, Dan jelaskan apa maksud dari poster ini!" Ucap Pendekar itu
"Aku tak mengerti apapun, Ijinkan aku melihat poster itu." Ucap Haocun
"Dia memanggil tetua pendiri sekte dengan begitu kasar dan tetua pendiri sekte tak marah sedikitpun?"
"Orang ini melindungi Xiao Tian?"
"Mati aku." Ucap Chunku
Ketika melihat poster itu Haocun menjadi begitu murka, Dia mengeluarkan aura yang mengerikan.
"Chunku!"
"Katakan apa maksudmu!"
"Hanya karena kau anak dari seorang tetua, Kau berani menyebar poster tanpa seijinku?" Ucap Haocun
"Ampun tetua pendiri sekte, Aku tak bermaksud lancang, Aku tak tahu kalau Xiao Tian dilindungi Tetua penjaga sekte." Ucap Chunku
"Jadi kau dalang dibalik poster ini?" Ucap Pendekar itu
"Ampun aku akan menceritakan semuanya tolong jangan bunuh aku." Ucap Chunku
"Katakan dimana dia sekarang!" Ucap Pendekar itu
"Aku tak tahu pasti, Tapi kalau menurut peta dari misi yang dia ambil, Dia seharusnya menuju kerajaan Angin, Kalau tak salah menurut perhitunganku, Dia seharusnya baru sampai dikerajaan Petir." Ucap Chunku
Srekkkkk
Chunku ditebas setelah menceritakan semuanya.
"Ke..kenapa kau masih membunuhku?" Ucap Chunku
Chunku tewas dan terbaring tak berdaya.
Para bawahannya merasa takut dan hanya bersembunyi. Mereka terlibat dalam kasus pengejaran Xiao Tian oleh karena itu mereka bersembunyi.
"Haocun ingat baik-baik siapapun yang membuat Xiao Tian kesulitan pasti akan tewas, Dan jika aku tak melihat Xiao Tian setelah mencarinya, Aku akan kembali untuk meratakan Sekte Gunung Api, Baik murid luar, muri dalam ataupun murid inti, Aku akan membantai semuanya!"
"Inilah akibat dari berurusan dengan Xiao Tian." Ucap Pendekar itu
Pendekar itu terbang menuju kerajaan petir meninggalkan Sekte Gunung Api yang hancur.
"Sepertinya sekte kita sudah tak bisa bertahan lagi." Ucap tetua Gu Yan
"Semoga saja dia bisa menemukan Xiao Tian." Ucap Haocun
"Semoga saja begitu." Ucap Tetua Gu Yan
#Kerajaan petir
Jenderal Huang Cheng dan pasukannya sampai diistana sambil membawa Xiao Tian dan teman-temannya yang terluka diatas tandu.
"Apa yang terjadi?"
"Kenapa Xiao Tian bisa terluka?" Ucap Xiao Zhaoye
"Ini semua adalah perbuatan pria ini, Tanyakan saja pada dia." Ucap Jenderal Huang Cheng Sambil melempar Jenderal Xiao Fei Ji menghadap Raja Xiao Zhaoye
"Xiao Fei?"
"Apa yang telah terjadi?"
"Katakan kenapa kau diikat dan kenapa Anakku bisa terluka?" Ucap Xiao Zhaoye
"Anakmu hanya terluka, Tapi anakku telah tiada, Kau pikir siapa yang menderita!" Teriak Xiao Fei Ji
"Xiao Zhun tewas?"
"Siapa yang membunuhnya?" Ucap Xiao Zhaoye
"Ayah yang membunuhnya, Apa kau puas!"
"Dari dulu ayah hanya membelamu dan keluargamu, Meski membesarkan pangeran Xiao Tian sebagai sampah dan membiarkannya berperilaku sesukannya, Ayah tak pernah memarahimu dan diam saja."
"Dia malah memilih mengasingkan diri dari istana dan menetap di kediamanku, Entah apa yang membuatnya keras kepala, Aku selalu membujuknya untuk membencimu, Tapi dia selalu membelamu."
"Mungkin karena aku adalah putra dari seorang pembantu." Ucap Xiao Fei Ji
"Xiao Fei kenapa kau jadi seperti ini?"
"Aku tak tahu kalau kau begitu menderita." Ucap Xiao Zhaoye
"Jangan termakan kata-kata manisnya ayah!"
"Dia tak hanya berencana membunuhku, Dia juga berencana menghabisi kalian dengan bantuan kerajaan lain, Bahkan Kakek mati ditangannya karena racun yang dia berikan."
"Kakek membunuh Xiao Zhun karena dia bersama para tetua menghalangi kakek untuk datang menolongku." Ucap Xiao Tian
"Xiao Fei dasar binatang!"
"Pengawal bawa dia ke penjara bawah tanah, Dan siksa dia terus, Aku ingin dia merasakan hal yang lebih buruk dari oada kematian." Ucap Xiao Zhaoye
"Hahaha, Melihatmu bahagia saja sudah merupakan hal terburuk bagiku!" ucap Xiao Fei Ji
Tak lama setelah itu Xiao Hong muncul dan langsung memeluk Xiao Tian.
"Xiao Tian anakku, Kau tidak apa-apa?"
"Aku begitu hawatir padamu, Aku tak menyangka kau diburu pamanmu sendiri." Ucap Xiao Hong sambil memeluk Xiao Tian
Air mata mengalir begitu deras dimata Xiao Hong, Dia memeluk Xiao Tian begitu erat.
"Ibu kenapa kau begitu khawatir, Aku tak apa-apa, Aku kemari bersama teman-temanku, mereka sedang terluka parah, bisakah kau sembuhkan mereka lebih dulu?" Ucap Xiao Tian
"Pengawal bawa teman-teman Xiao Tian ke kamar tamu dan panggil tabib untuk mengobati luka mereka!" Ucap Xiao Zhaoye
"Lihat ayahmu sudah mengurus semuanya, Ijinkan ibu memelukmu lebih lama, Kau satu-satunya putra kesayangan ibu." Ucap Xiao Hong
"Baik bu." Ucap Xiao Tian
"Jenderal Huang Cheng, Terima kasih atas bantuanmu, Aku tak akan melupakan semua kebaikanmu ini, Kalau kau tak membantu aku tak tahu apa yang akan terjadi dengan anakku." Ucap Xiao Zhaoye
"Santai saja, Karena urusan kami sudah selesai kami pamit undur diri." Ucap Jenderal Huang Cheng
"Ayah bolehkah aku main di istana dulu?" Ucap Huang Li
"Itu tergantung Raja Xiao Zhaoye." Ucap Jenderal Huang Cheng
"Tentu saja kau boleh main di istana, Bagaimanapun kau juga membantu Xiao Tian." Ucap Xiao Zhaoye
"Terima kasih ayah mertua." Ucap Huang Li
"Ayah mertua?"
"Berani juga putriku mengatakannya." Pikir Jenderal Huang Cheng
"hahaha apa kau menyukai putraku?"
"Kalau begitu menikahlah dengan putraku."
"Kebetulan aku sedang mencari jodoh untuknya." Ucap Xiao Zhaoye
"Lalu bagaimana dengan perjodohannya dengan putri Jia Li?" Ucap Jenderal Huang Cheng
"Perjodohannya dibatalkan, Ayahnya membawanya pulang tepat sebelum kalian sampai." Ucap Xiao Zhaoye
"Bagus." Ucap Huang Li
"Kau ini bersikaplah lebih sopan didepan raja." Ucap Jenderal Huang Cheng
"Tak apa santai saja, Aku menyukai sikapnya yang terus terang." Ucap Xiao Zhaoye
"Kalau begitu aku pamit dulu." Ucap Jenderal Huang Cheng
"Baiklah." Ucap Xiao Zhaoye
Jenderal Huang Cheng meninggalkan istana, Sedangkan Huang Li menetap di istana untuk menemui Xiao Tian, Dia berusaha mendapatkan hati Xiao Tian.