Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 484 : Melawan Kaisar iblis Jian


Liang Su, Su Yan dan Kaibo berpencar untuk melindungi penduduk biasa dari para siluman.


Taiwu, Jenderal Tailong dan yang lainnya juga disibukkan oleh para siluman yang bertebaran dimana mana.


Hal yang paling membuat semua orang kerepotan adalah, menghindari cakar mereka yang tajam agar tak terpengaruh oleh dna Kaisar iblis Jian lagi.


Sementara itu, Xiao Tian menghadapi Dian Peng versi dewasa seorang diri. Pertarungan diantara mereka terlihat berat sebelah karena hanya Xiao Tian yang tak dapat mengenai lawannya itu. Awalnya Xiao Tian dibuat bingung akan hal tersebut, namun semua kebingungan itu lenyap seketika setelah Dewa petir menjelaskan kondisinya.


Dia langsung menjaga jarak, lalu mencabut beberapa helai rambut untuk memperbanyak diri. Tentu saja Kaisar iblis Jian tak hanya diam dan menonton, dia juga melakukan hal yang sama dengan tubuh Dian Peng yang sedang dia kuasai.


Bersamaan dengan munculnya semua kloning mereka, Xiao Tian mengaktifkan roh beladirinya dengan kekuatan maksimal hingga membuat Kaisar iblis tersenyum sejenak karena merasa terpacu akan lawannya.


"Bagus, kerahkanlah semua kekuatanmu. Manusia!" ucap Kaisar iblis Jian sambil memunculkan sabit panjang Dewa kematian di tangan kanannya.


Dalam sekali lihat Xiao Tian dapat mengenal bahwa sabit yang berada di tangan Dian Peng, merupakan salah satu pusaka langit yang telah dicuri. Tanpa peduli seberapa kuat pusaka langit itu, Xiao Tian melesat maju sambil menyuruh kloningnya menyebar. Kemudian menyuruh semua kloningnya menyebarkan debu untuk menghalangi pandangan para siluman lain.


Ini adalah kali pertamanya Xiao Tian menciptakan ratusan kloning yang bisa bergerak tanpa dirasuki, dan sangat terorganisir. Semua itu terjadi berkat kegigihannya dalam berlatih saat berada di dimensi merah.


Woooshhh


"Teknik pedang Draconic Aurora, Tebasan pelenyap jiwa!" Xiao Tian mengayunkan pedangnya dengan kecepatan tinggi, sambil menyelam dalam selimut debu yang cukup tebal.


Dengan menggunakan kekuatan salah satu simbol roh suci, Xiao Tian dapat melihat musuh dalam kabut atau debu yang tebal. Baik penglihatan maupun pendengaran, semuanya dapat mendeteksi lokasi Kaisar iblis Jian berada.


Meski masih bingung akan hal tersebut, Xiao Tian menarik dan menebaskan kembali pedangnya berkali kali hanya untuk memastikan apakah pedangya benar benar tak mampu menebas pusaka tersebut.


"Percuma saja kau terus menyerangku, Manusia.


"Apakah kau tahu, dari sekian banyak pusaka langit. Sabit Dewa kematian merupakan satu dari tiga pusaka langit yang tak bisa dihancurkan oleh kekuatan apapun."


"Kau tak akan bisa menebasku seperti saat aku menguasai Taiwu sebelumnya!" Kaisar iblis Jian menyalurkan aura kematian ke dalam sabitnya, lalu berniat untuk menyerang Xiao Tian dengan mengayunkan sabit tersebut ke arahnya.


Karena sadar betapa berbahayanya sabit tersebut, Xiao Tian pun melompat mundur sambil berusaha keras menghindarinya.


Sayangnya, meski dia berhasil menghindar. Tiba tiba saja dia tertarik maju oleh hembusan angin pusaka tersebut. Tubuh Xiao Tian terseret mundur mendekati celah lubang hitam yang muncul setiap kali sabitnya di ayunkan.


Disaat tubuh Xiao Tian ditarik paksa mendekatnya, Kaisar iblis Jian langsung mengarahkan kuku kuku tajamnya ke arah Xiao Tian untuk mengenai dirinya.


Akan tetapi untungnya Xiao Tian berhasil menghindar dari serangan tiba tiba itu. Dia menteleportasikan dirinya tepat sebelum cakar tajam Dian Peng mengenai perutnya.


Dan tepat disaat dia baru menghindari serangan lawannya itu, Xiao Tian langsung mendaratkan tebasan pedangnya ke leher Dian Peng dengan tampang serius.


Akan tetapi diluar dugaan Dian Peng tak menghindarinya sama sekali. Bahkan menerima serangan Xiao Tian tanpa bergerak sedikitpun.