Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 67 : Hari kedua di kerajaan angin


Setelah matahari terbit, para iblis berhenti bermunculan, dan semua iblis yang tersisa berhasil di musnahkan, bangkai para iblis dibakar hingga menjadi abu.


Karena jumlah bangkai yang begitu banyak mereka tak menyadari kalau beberapa bangkai menghilang, Xiao Tian menyerap beberapa bangkai kera Demon Flame sebelum dia pergi, tak ada yang melihat aksinya itu, bahkan waktu di kendalikan Sun Long, Xiao Tian menyerap iblis saat tak ada yang memperhatikan dan membiarkan beberapa menjadi bangkai.


Setelah urusannya selesai Kaibo dan Jingmi pergi meninggalkan medan pertempuran bersama Xiao Tian, sebelum mereka pergi Jenderal Feng Long menghentikannya di depan gerbang, dengan senyum di wajahnya jenderal Feng Ling berkata.


"Maaf telah meragukanmu sebelumnya, kedua orang yang kau bawa benar-benar hebat, berkat bantuan mereka, kita bisa mempersingkat waktu, mereka mengalahkan ribuan iblis dalam waktu singkat, dan selama satu malam mereka menghabisi ratusan iblis sendirian, mereka jauh lebih kuat dibandingkan para pemburu iblis."


"Korban hari ini tidak ada, biasanya walau para iblis yang datang hanya iblis tingkat rendah, akan tetap ada korban, ini merupakan keajaiban, karena bantuan kedua orang yang kau bawa, tak ada satupun korban." ucap Jenderal Feng Long


"Kau tak perlu sungkan, kami melakukan ini, karena ini memang misi kami." sambung Xiao Tian


"Pertarungan sudah selesai, bisakah kalian buka topeng kalian?"


"Aku ingin lihat wajah kalian." ucap Jenderal Feng Long


"Jingmi, Kaibo, buka topeng kalian, tenang saja, Jenderal adalah orang baik." ucap Xiao Tian


Jingmi dan Kaibo membuka topengnya, begitu pula Xiao Tian, jenderal Feng Long terkejut dengan apa yang dia lihat, wajah Jingmi dan Kaibo benar-benar wajah seorang bocah, tak hanya ukuran tubuh wajah mereka memang masih seperti bocah berusia 5 tahun.


Dengan wajah yang terkejut dan bingung, Jenderal Feng Long berkata.


"Ini... apakah mereka benar-benar lebih tua dari ukuran tubuhnya?"


"Tapi wajah mereka seperti seorang bocah berusia 5 tahun." ucap Jenderal Feng Long


"Kau terkejut ya?"


"Ehm, begini sebenarnya mereka terkena penyakit yang membuat mereka tak bisa tumbuh,mereka tak ingin di anggap sebagai bocah, oleh karena itu mereka memakai topeng, karena dengan begitu tak akan ada yang mengganggu mereka, seperti yang kau tahu topeng ini sebenarnya topeng perubah suara, mereka bisa mengubah suara sesuka mereka." ucap Xiao Tian


"Begitu ya." sambung Jenderal Feng Long


"Ini hanya rahasia diantara kita, oke." ucap Xiao Tian


"Baiklah, aku akan merahasiakannya." ucap Jenderal Feng Long


Setelah Jenderal berkata begitu, Jingmi dan Kaibo memakai topengnya kembali, mereka berjaga-jaga takut ada pemburu iblis yang curiga, sebenarnya mereka tak perlu memakainya, asalkan tak mengeluarkan jurus, mereka tak akan mengeluarkan hawa iblis, mereka hanya perlu memakai topeng saat memakai jurus, tapi, karena mereka ingin mencari aman, mereka tetap memaksa memakainya, meski Xiao Tian meminta mereka membukanya.


Tak lama kemudian Feng Ling datang, dia menarik banyak perhatian, kecantikannya, mata dan rambut birunya yang indah, dan cara berjalannya yang begitu anggun, kemana pum dia pergi semua orang akan memandanginya, tapi Xiao Tian sama sekali tak tertarik dengannya, karena di dalam hatinya sudah ada putri Jia Li, ketika Feng Ling sedang berjalan mendekat, Xiao Tian malah pamit undur diri, dia meninggalkan Jenderal Feng Long dan pergi kembali ke penginapan.


Xiao Tian pikir, dengan bersikap dingin kepada Feng Ling, akan membuatnya jauh dari gadis itu, tapi Feng Ling malah menjadi tertarik karena sikap dingin Xiao Tian, karena selama ini dimatanya semua pria hanya memandangnya dengan cara mesum, tapi ini pertama kali baginya, ada seorang pria yang terang-terang mengabaikannya.


Saat berpapasan dengan Xiao Tian yang berjalan menuju ke dalam gerbang, Xiao Tian sama sekali tak melirik Feng Ling, melihat Xiao Tian sama sekali tak bereaksi saat melihatnya, jauh dilubuk hati Feng Ling berbikir.


"Apakah aku jadi kurang menarik?"


"Kenapa dia tak memandangku sama sekali?"


pikir Feng Ling sambil menengok kebelekang memperhatikan Xiao Tian berjalan menjauh


Dia pikir kalau Xiao Tian hanya jual mahal, dia pasti akan membalikkan wajah ketika sudah jauh, sayangnya sampai dia memasuki gerbang, Xiao Tian sama sekali tak membalikkan wajah atau berusaha mencuri kesempatan untuk memandangnya.


Dewa petir yang dari tadi berada di samping Xiao Tian terus menggoda Xiao Tian, dia berusaha membujuk Xiao Tian agar menyerah kepada putri Jia Li.


"Hei hei gadis itu memandangimu terus loh dari tadi..., balikkan wajahmu agar dia senang." ucap Dewa Petir dengan nada menggoda


"Bisakah kau berhenti menjodohkanku dengannya?"


"Aku bilang aku tak akan mencari wanita lain." ucap Xiao Tian di dalam hati


"Iya iya dasar keras kepala." sambung Dewa Petir


"Ayah Xiao Tian, Jingmi sudah boleh lepas topeng kan?" tanya Jingmi


"Ayah sudah membolehkannya kok, dari waktu Jingmi dan Kaibo menghadap Jenderal kan ayah sudah bilang." jawab Xiao Tian


"Yey akhirnya tak perlu memakainya lagi." ucap Jingmi


"Jingmi jangan buang topengnya ya, biar tidak hilang, pakai cincin ruang ini dan masukkan topengnya ke cincin ruang sini." ucap Xiao Tian sambil memberikan cincin ruang


"Ok" jawab Jingmi


******


(Istana kerajaan)


Jenderal Huang Cheng mengunjungi istana kerajaan, karena dia khawatir dengan putrinya, dia mengunjungi kerajaan untuk menanyakan kabar putrinya.


"Salam yang mulia." ucap Jenderal Huang Cheng


"Apakah ada yang bisa kubantu, jenderal Huang Cheng?" tanya Xiao Zhaoye


"Seperti yang anda ketahui, putriku pergi mendampingi pangeran Xiao Tian ke kerajaan awan."


"Saya kemari untuk menanyakan kabar mereka, aku sudah menyuruh putriku untuk memberi kabar lewat surat, tapi tak ada satupun surat yang hamba terima selama 4 hari ini."


jawab Jenderal Huang Cheng


"Jenderal Huang Cheng, seperti yang kau ketahui, untuk pergi ke kerajaan awan kita memerlukan waktu 4 hari sambil menaiki kereta kuda dengan mengambil jalan memutari lembah naga."


"Ini baru 4 hari, mereka mungkin baru sampai, jika belum ada kabar, mungkin putrimu lupa memberi kabar." sambung Xiao Zhaoye


"Itu memang benar, tapi hamba tak bisa menahan diri disini, mungkin saja mereka terkena masalah disana." sambung Jenderal Huang Cheng


"Tenang saja mereka dalam perlindungan orang yang kuat, di dunia ini tak ada yang bisa menyulitkan mereka, bahkan sekte Gunung Api pun bisa dia ratakan seorang diri." ucap Xiao Zhaoye


"Maksud anda, siapa?" tanya Jenderal Huang Cheng


"Topeng bencana." jawab Xiao Zhaoye


"Tapi, bukankah dia merupakan tetua pelindung sekte Gunung Api?"


"Kenapa dia malah menghancurkan sekte Gunung Api?" tanya Xiao Zhaoye


"Percayalah, dia akan melakukan apapun demi melindungi pangeran Xiao Tian, tak ada yang bisa menghentikannya di daratan elemen ini." jawab Xiao Zhaoye


"Kalau begitu hamba merasa lebih tenang." ucap Jenderal Huang Cheng


#Sekte Gunung Api


(Wilayah murid luar)


Semua bangunan yang telah dihancurkan topeng bencana telah diperbaiki, dan semua korban yang telah tewas, sudah dikuburkan, kini hanya ada 4 tetua di sekte Gunung api, tetua Gu Yan, Tetua Haocun, tetua an, dan tetua Sun, ketiga tetua(tetua Gu Yan, tetua Haocun, dan tetua An) berada di wilayah murid luar membantu perbaikan wilayah murid luar, sedangkan tetua Sun masih berada di wilayah murid inti, tetua Sun adalah salah satu tetua agung, kedudukannya sama dengan tetua Gu Yan, tetua Sun tak ikut pergi ke wilayah murid luar, karena dia fokus menjadi guru pribadi Taiwu di sekte Gunung api.


"Sepertinya topeng bencana menemukan pangeran Xiao Tian." ucap Tetua Gu Yan


"Syukurlah, sekte Gunung api masih bisa bangkit kembali." ucap Haocun


******"


#Sekte Gunung api


#Wilayah murid inti


Wilayah murid inti dibangun terpisah dengan wilayah murid dalam dan luar, letak nya berjarak 4 hari dengan berjalan kaki, Waktu itu tetua An menaiki elang raksasanya hingga bisa bolak balik dalam waktu singkat, dan bisa membawa tetua Gu Yan dan tetua pendiri sekte(Haocun) menuju ke wilayah murid luar.


Tetua Sun tak ikut kesana, karena mereka sedang berlatih jauh di pegunungan hewan buas, pegunungan dimana para murid jenius berlatih.


"Taiwu, kemampuanmu memang sudah hebat, tetapi aku heran kenapa kau tak menerobos juga hingga sekarang, sebenarnya ada apa dengan tubuhmu?" tanya tetua Sun


"Ini karena luka lama tuan, meski telah disembuhkan, itu hanya menyembuhkan luka di tubuh, roh beladiriku telah terluka, itu menghambat perkembanganku." jawab Taiwu


"Kalau memang begitu, bagaimana kau bisa naik tingkat secara drastis dari seorang petarung biasa, menjadi seorang Grand master petarung?"


"Katakan padaku alasannya!" ucap Tetua Sun


"Itu.. " ucap Taiwu dengan ragu-ragu


Taiwu Ragu karena jika dia mengatakan yang membantunya berkultivasi adalah Xiao Tian, mungkin tetua Sun tak akan percaya, ditambah lagi itu hanya akan menyulitkan Xiao Tian


"Kalau kau diam saja, kau tak boleh pergi dari sini, lanjutkan latihanmu!" bentak tetua Sun


"Baik guru." jawab Taiwu