Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 378 : Kabur selagi bisa


###


Duakkk


Duakk


Bruk


Sisi lain Xiao Tian dan Ning Zetao menyerang dan bertahan secara bergantian. Mereka benar benar terlihat seimbang dalam pertempuran fisik sehingga pertarungannya cukup memakan waktu.


Ning Zetao melompat cukup tinggi, mengangkat kapak yang telah kembali ke ukuran semula. Lalu memperbesar ukurannya lagi saat ingin mengampak sisi lain Xiao Tian dari atas udara.


"Heavy Axe!" teriak Ning Zetao sambil mengarahkan kapaknya ke atas kepala lawannya.


"Awalnya aku ingin mencoba mengalahkanya dengan pedang iblis, tapi karena waktuku terbatas maka sudah saatnya mengeluarkan kartu asku," pikir sisi lain Xiao Tian sambil tersenyum.


"Ekor kegelapan, muncullah!" sisi lain Xiao Tian memunculkan ekor hitamnya.


"Teknik pengendali kegelapan, bor penghancur!" sepuluh ekor hitam yang berukuran cukup besar menyatu dan berubah menjadi mata bor yang berukuran cukup besar. Ekor hitam tersebut berputar layaknya tornado dengan kecepatan yang luar biasa tinggi.


Wooshhh


Kreaatttt


Percikan listrik tercipta setelah serangan andalan sisi lain Xiao Tian berbenturan dengan relik buatan tipe kampak milik Ning Zetao.


"Se ... serangan macam apa ini?" pikir Ning Zetao yang mulai merasakan firasat buruk.


"Sebelumnya aku kabur karena tak dalam kondisi prima. Tapi sekarang aku sudah sangat siap melawan musuh sepertimu. Semua karena tubuhku tiruan yang kugunakan saat ini sudah bisa menampung setengah kekuatan asliku," ucap sisi lain Xiao Tian sambil mengendalikan bor hitam raksasanya.


Kretakkk


Krakkk


Kampak Ning Zetao yang berada di ukuran raksasa hancur berkeping keping setelah bertabrakan dengan serangan andalan sisi lain Xiao Tian dalam kurun waktu yang cukup lama. Setelah kampaknya berhasil di hancurkan, bor tersebut dirubah menjadi satu ekor raksasa.


"Teknik pengendali kegelapan, tusukan ekor raksasa!" teriak sisi lain Xiao Tian sambil mengendalikan ekor hitamnya ubtuk menusuk tubuh Ning Zetao.


Clebbbb


Srattt (Ekor hitam raksasa yang dikendalikan oleh sisi lain Xiao Tian dicabut keluar).


"Kekuatannya saat ini setara dengan kekuatan pendekar alam langit lapisan puncak. Dan dia bilang kalau semua itu hanya setengah dari kekuatan aslinya?"


"Bagaimana bisa sisi lainku jauh lebih kuat dari diriku?" pikir Xiao Tian sambil melihat dari kejauhan.


"Dia tercipta dari bola sinar hitam legendaris dari lembah kristal es. Kekuatan aslinya setara dengan setengah kekuatan asli Wu Kong. Walau bagaimanapun dia juga merupakan bagian kecil dari naga putih penjaga wilayah lembah kristal es."


"Jiwanya tak hanya terbuat dari jiwamu, tapi dari jiwa sang naga dan kebencian di alam semesta. Karena kau berhasil menghilangkan kebencian dalam dirinya dia pun bisa dikendalikan, jika tidak maka alam semesta pasti akan sangat kacau," jelas Dewa petir dengan tampang serius.


"Yah aku bisa membayangkan kalau aku tak bisa mengaturnya. Mungkin saat ini tubuhku bukan tubuhku lagi, karena dia akan menguasainya," sambung Xiao Tian sambil melihat telapak tangannya.


"Esensi bola sinar hitam yang mengendalikan tubuh roh beladiri ular yin dan yang. Sebelum situasi buruk itu benar benar terjadi, aku menyarankanmu agar bisa cepat melampaui kekuatan aslinya," sambung Dewa petir sambil menepuk pundak Xiao Tian.


"Ehm," Xiao Tian menganggukkan kepalanya.


Ketika selesai berbicara, Xiao Tian menyadari bahwa nyawa Jingmi sedang dalam bahaya. Dia bisa merasakan jal tersebut karena telah menandai roh Jingmi disaat mengelus kepalanya dulu.


Sambil melirik sisi lainnya dia pun berkata, "Ikuti aku!"


"Hmm," sisi lain Xiao Tian menoleh ke arah Xiao Tian.


Xiao Tian berteleportasi ke gedung senjata kerajaan. Ditemani oleh sisi lainnya yang juga ikut berteleportasi.


Tentunya Dewa petir pun pergi ke sana juga.


#Gedung senjata


Tap tap tap


"Ayah Xiao Tian, tolong kami. Jingmi tak mau mati!" teriak Jingmi sambil menutup mata.


"Sampai jumpa di neraka!" ucap Raja Ning Lian Ji sambil menebaskan kerisnya.


Tring ...


Xiao Tian tiba tiba muncul dihadapannya dan menahan tebasan sang raja dengan menggunakan pedang perak bergeriginya.


"Siapa kau?"


"Seharusnya teknik teleportasi tak berguna disini,"


"Bagaimana caramu bisa," ucap Ning Lian Ji dengan mata terbelalak.


"Roh beladiri ular Yin dan Yang aktifkan!"


ucap Xiao Tian di dalam hati.


Wooshhh


Duakkk


Raja Ning Lian Ji terpental mundur oleh tekanan roh beladiri yang baru saja keluar dari tubuh Xiao Tian.


"Teknik pengekang ruang dan waktumu tak akan berguna di hadapanku," ucap Dewa petir sambil memegang pundak Xiao Tian dan sisi lainnya.


Saat melihat Xiao Tian dia tak terlalu gemetar karena kultivasinya selangkah lebih tinggi darinya. Namun saat menoleh ke arah Dewa petir dan sisi lain Xiao Tian. Seketika nyalinya menciut.


"Apa mereka masih manusia?"


"Kekuatannya benar benar mengerikan. Aku harus pergi dari sini," pikir raja Ning Lian Ji sambil mencoba mengaktifkan gulungan teleportasi.


"Batalkan!" ucap Dewa petir sambil mengeluarkan aura Dewa.


Gulungan teleportasi yang telah aktif dan hampir berhasil membawa pergi Ning Lian Ji, tiba tiba saja berhenti bekerja. Alhasil Ning Lian Ji tetap berada di tempatnya.


"Ada apa ini?"


"Kenapa gulungannya tak bekerja?" pikir Ning Lian Ji dengan tubuh gemetar.


"Bisa kau akhiri dia untukku?" tanya Xiao Tian sambil melirik ke sisi lainnya.


"Dengan senang hati," sisi lain Xiao Tian mengeluarkan satu ekor hitam raksasa di belakang tubuhnya, lalu menggunakannya untuk menusuk tubuh Ning Lian Ji.


"Ja ... jangan bunuh aku, kumohohon!" ucap Ning Lian Ji dengan tampang panik.


Clebbb!!!


Ning Lian Ji tewas tertusuk ekor hitam raksasa.


"Masih ada satu pilar yang masih hidup, apakah kau ingin menghabisinya juga?" tanya Dewa petir sambil menepuk pundak Xiao Tian.


"Tidak perlu, urusan kita dengan kerajaan ini telah selesai. Berdiam lebih lama hanya akan membawa petaka kepada kita," jawab Xiao Tian dengan tampang serius.


"Baiklah jika itu maumu," sambung Dewa petir sambil mengaktifkan teknik teleportasi.


"Mengalahkan pilar bukanlah masalah besar. Tapi orang orang dibalik pilar itulah yang harus diwaspadai. Dengan terbunuhnya para pilar, orang orang hebat dari kekaisaran Ning pasti sedang menuju kemari. Pergi dari sini secepat mungkin adalah cara tercepat untuk menyelamatkan diri," pikir Xiao Tian sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Haih, sepertinya kau benar benar meragukan kekuatanku ya," ucap Dewa petir sambil menghela napas.


Xiao Tian tahu kalau Dewa petir memang kuat, tapi dia tak sekuat Wu Kong. Dia teringat soal kejadian Dewa iblis Yong Heng yang mengalahkan para Dewa kecuali Wu Kong dengan begitu mudah. Karena itu dia tak berani memancing musuh yang jauh lebih kuat tersebut.


Alasan terbesar mengapa Xiao Tian begitu takut untuk berlama lama disana adalah karena dia memiliki ingatan Xian Yun. Dalam ingatan Xian Yun terlukis jelas, bahwa terdapat orang kuat di kekaisaran Ning. Dan dia dapat berteleportasi kapan saja. Berdasarkan ingatan Xian Yun orang kuat tersebut tak dapat diprovokasi, dan memiliki kultivasi yang telah mencapai ranah para Dewa.


Dan orang kuat itu adalah pencipta dari relik buatan yang digunakan oleh para pilar kerajaan.