
Seperti biasa setelah selesai mandi, Xiao Tian pergi ke pertemuan pembasmi iblis bersama Jingmi dan Kaibo, dengan memakai topeng dewa ciptaan dewa petir.
Saat sampai di tempat pertemuan Xiao Tian dikejutkan dengan pemandangan disana, tak ada satupun prajurit kerajaan angin yang hadir, disana hanya dihadiri ratusan warga biasa yang tak paham beladiri.
Semua orang menatap kearah Xiao Tian saat mereka melangkah mendekati jenderal Feng Long, yang sedang duduk di kursinya, Xiao Tian berjalan mendekat untuk menanyakan banyak hal.
"Buka topeng kalian saat menghadap Jenderal!" ucap dua prajurit istana yang berdiri disamping Jenderal
Untuk menghormati jenderal Feng Long Xiao Tian, jingmi dan kaibo membuka topengnya,
dengan wajah yang serius Xiao Tian memberi hormat dan berkata." Jenderal Feng Long, katakan padaku, apa yang telah terjadi?"
"Kenapa disini hanya dihadiri para orang awam yang tak tahu beladiri?"
"Kemana 6000 prajurit yang berhasil selamat kemarin?"
"Apakah mereka memberontak?" tanya Xiao Tian
"Mereka semua telah tewas, ini semua terjadi karena serangan mendadak dari kerajaan kabut hitam, jika mereka tak menyerang kita masih memiliki pasukan yang lengkap, kalau saja tak ada temanmu, maka para warga juga mungkin telah terluka." jawab jenderal Feng Long
"Teman?"
"Teman yang mana?" tanya Xiao Tian
"Teman yang seharusnya hadir bersamamu melakukan misi, kalau tak salah namanya Su Yan, dia membantu menghadang 3000 prajurit musuh seorang diri, berkat jasanya kerajaan kabut hitam tak menerobos masuk gerbang." jawab jenderal Feng Long
"Su Yan mengikuti perang?"
"Kau pasti bercanda, dia bukan tipe orang seperti itu." sambung Xiao Tian
"Aku tak tahu apa maksud ucapanmu, tapi itulah kebenarannya, dia sekarang ada di istana sedang terluka parah dan dalam proses pemulihan, bahkan temanmu si Gendut pun sudah tahu akan hal ini." sambung Jenderal Feng Long
"Dia terluka?"
"Kalau begitu antarkan aku kesana, aku akan menyembuhkannya." ucap Xiao Tian
"Dia sudah ditangani alkemis bintang 3, tenang saja, temanmu tak mengalami luka yang serius." sambung Jenderal Feng Long
"Apa bagusnya alkemis bintang 3, sudah jelas aku lebih baik darinya." saut Xiao Tian
"Anak muda, berhenti bercanda, memangnya kau bisa melakukan apa?"
"Meski kau memiliki teman yang kuat, yang kutahu kau hanya melawan iblis lemah kemarin, jangan bertingkah lagi didepanku, aku menghormatimu karena teman-temanmu sangat membantu." sambung Jenderal Feng Long
"Aku adalah alkemis bintang 4, aku memiliki lencana dan sertifikatnya, lihatlah ini!" saut Xiao Tian sambil mengeluarkan lencana alkemisnya dari cincin ruang
"Biar kulihat." jawab jenderal Feng Long
"Tak perlu diperiksa, itu pasti lencana palsu, menjadi alkemis adalah hal yang sulit, oleh karena itu para alkemis begitu dihormati, dari dulu hingga sekarang, tak pernah ada manusia di bawah umur 50 tahun, mampu menjadi alkemis bintang 3, dia yang umurnya bahkan belum mencapai 30 tahun, mengaku sebagai alkemis bintang 4, sudah jelas kalau dia hanyalah seorang penipu." ucap suara misterius
Xiao Tian membalikkan badannya, dia melihat ratusan orang dengan pakaian serba merah, dan memilili lambang pedang di dada kanannya, berjalan mendekat dari tempat yang jauh.
Di barisan paling depan terlihat pria tua yang membawa dua pedang dipunggungnya, dia berjalan begitu angkuh, seakan dia adalah yang terkuat diantara yang lain, ratusan orang yang berjalan dibelakangnya mengikutinya dengan cara berjalan yang sama.
"Salam jenderal, maaf kalau saya sudah lancang, saya berani memotong ucapan anda tanpa mengucapkan salam terlebih dulu, saya tidak tahan karena melihat anak muda yang tak tahu malu." ucap Pria tua itu sambil memberikan salam
"Raja pedang Jian ping An, apa yang kau lakukan disini?"
"Bukankah kau seharusnya bertugas mrngamankan wilayah lain?" tanya jenderal Feng Long
"Aku kemari atas perintah raja, menurut informasi, wilayahmu kehabisan banyak prajurit, aku kemari bersama para pasukanku untuk membantumu, mohon terima bantuan kami jenderal Feng Long." ucap Jian Ping An
"Raja pedang ya, kita lihat seberapa hebat dia, sampai bertingkah begitu sombong, status!' ucap Xiao Tian didalam hati sambil memegang gelang di tangan kirinya.
Status
Name : Jian Ping An
Race : Human
Element : Fire
Speed : Golden cultivator 8 star
. (Petarung emas bintang 8)
Attack : Golden cultivator 8 star
. (Petarung emas bintang 8)
Defense : Golden cultivator 8 star
. (Petarung emas bintang 8)
Item : Poisonic sword
Skill : Sword master 3 Star
Soul power : 2000
Weakness : Enemy with high cultivation
. Water elemental power
Spirit : Martial Spirit Level 7
Tecnique : Demonic sword
"Pft, apa apaan dia baru menjadi sword master bintang 3 sudah berani memanggil dirinya sebagai raja pedang, benar benar luar biasa." pikir Xiao Tian sambil mencoba menahan tawa
"Hei kau, kenapa kau menatapku dari tadi bocah?"
"Apa kau tak merespon ucapanku?"
"Sepertinya kau memang seorang penipu." sambung jian ping an
"Terserah kau mau memanggilku apa pak tua, aku hanya berusaha bertemu dengan temanku, aku tak memiliki waktu untuk mendengarkan omong kosongmu." jawab Xiao Tian
"Bocah tengik beraninya kau berbicara tanpa menghormatiku, selama ini tak ada yang berani bicara sekasar dirimu, panggil aku raja pedang maka aku akan memafkanmu." ucap Jian Ping An
"Kalau orang lemah sepertimu saja dipanggil raja pedang, orang akan memanggilku apa ya?" tanya Xiao Tian
"Orang lemah katamu?"
"Kau benar benar mencoba kesabaranku bocah!" ucap Jian ping an sambil menarik dua pedang dari punggungnya
Sret sret (Suara pedang di gesek gesekkan)
Pria itu mengasah kedua pedangnya dengan cara menggesekkan kedua pedangnya satu sama lain, dengan senyum jahat diwajahnya dia berkata.
"Aku tak perduli walau jenderal ada disini, sekte pedang bencana tak akan menerima sebuah hinaan, kalau kau tak minta maaf dan bersujud kepadaku sekarang, kau akan mati hari ini juga." ucap Jian ping An
"Bersujud dihadapanmu?"
"Berhenti bermimpi!" ucap Xiao Tian
"Kau sendiri yang meminta ya, jangan salahkan aku kalau bertindak kejam!" ucap Jian Ping An
Jian Ping An melangkah maju mendekati Xiao Tian, dia menebaskan pedang kearah leher Xiao Tian.
Wooshhhh(suara angin)
Tring(Suara pedang saling berbenturan)
Sebelum dia berhasil mendekat, si Gendut muncul tepat dihadapannya, dia menahan dua pedang Jian Ping An dengan satu tangan.
"Siapa kau!"
"Beraninya menghalangiku!" teriak Jian Ping An sambil menatap pria yang tiba-tiba muncul dihadapannya
"Terlalu cepat bagimu, untuk melawan guruku!" bentak si Gendut
"Apa bocah itu gurumu?"
"Hahahahah." tawa Jian Ping An
"Karena kau berani menghalangiku aku akan membuatmu sadar bahwa kau salah memilih guru." ucap Jian Ping An
"Hoo, aku tak yakin kau mampu menandingiku, tapi kalau dari bakat bicara omong kosong, sepertinya kau memang ahlinya ya." ucap si Gendut
"Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kalian memang pantas disebut guru dan murid, sifat kalian benar-benar angkuh"
"Kita sudahi saja, omong kosong ini, berhenti mengoceh langsung saja lawan aku." ucap Jian Ping An
Jian ping An mencoba menebas si Gendut dengan dua pedang beracunnya.
wooshh woshhh woosss( suara angin yang berhembus karena serangan Jian Ping An tak mengenai si Gendut)
Si Gendut terus menghindari tebasan pedang Jian Ping An ke kanan dan kekiri, sambil mencoba membaca pola serangan Jian Ping An.
"Apa Kau hanya bisa menghindar bocah!" ucap Jian Ping An
Saat Jian ping An berbicara, si Gendut telah berhasil membaca semua pola serangan Jian Ping An, dia sering menggunakan serangan ke arah leher, sedangkan pertahan bagian bawahnya selalu terbuka lebar saat mencoba menebas leher lawan.
Saat Jian Ping An mencoba menebas ke arah leher si Gendut dengan kedua pedangnya, si Gendut menghindar dengan menunduk dan melompat kearah kanan, saat dia melompat, dia melemparkan pedangnya ke arah perut Jian Ping An dengan cepat, karena meremehkan lawannya, Jian Ping An tak sengaja mebuat pertahanannya terbuka lebar, dia pun tertusuk pedang yang si Gendut lempar.
Clebb
"Bagaimana kau.. bisa melam.." sebelum menyelesaikan ucapannya Jian Ping An tewas karena tertusuk pedang
"Itulah balasannya, karena berani menghina guruku." ucap Si Gendut
"Wah mas endut keren!" ucap Huanran yang baru keluar dari cincin ruangnya
"Mustahil raja pedang dibunuh oleh pria gendut itu, dan dia mengatakan kalau bocah disana adalah gurunya."
"Apa aku bermimpi?"
"Bagaimana kita menjelaskan semua ini ke ketua sekte?" ucap para anggota sekte pedang bencana
"Bawa saja raja pedang tak bergunamu ini pergi dari sini, mayatnya sungguh membuatku muak, ingat jangan pernah berani menyinggung guruku lagi, atau sekte kalian akan kuratakan!" ucap Si Gendut
"Ba.. baik." ucap para anggota sekte pedang bencana
"Tunggu jangan bawa dia dulu!" teriak si Gendut
Sreak
(suara si Gendut menarik pedang yang menusuk tubuh Jian Ping.)
"Sekarang kalian boleh pergi." ucap si Gendut
para anggota sekte pedang membawa mayat Jian Ping An pergi, dan bergegas lari menuju keluar kerajaan angin
"Yo guru, kau tak apa-apa?" tanya si Gendut
"Kau jadi hebat ya sekarang." ucap Xiao Tian
"Iya dong, ini semua berkatmu." ucap si Gendut
"Saking hebatnya berani melangkahi jenderal, kau mengusir mereka tanpa meminta persetujuan jenderal terlebih dulu."
"Ngomong-ngomong kita lagi kekurangan orang loh, kalau mereka ikut membasmi iblis, mungkin sedikit membantu, tapi kau mengusir mereka, padahal aku mencoba bersabar, makanya dari tadi tak membalas menyerang." ucap Xiao Tian
" Eh..., jadi aku salah ya, maafkan aku guru." ucap si Gendut sambil bersujud memohon maaf
"Hahahaha." tawa Xiao Tian
"Bangunlah."
"Aku hanya bercanda, walau tanpa bantuan mereka, kita masih bisa mengatasi para iblis." ucap Xiao Tian
"Hanya kita berempat?" tanya si Gendut
"Tidak tapi 15." ucap Huang Li yang baru datang bersama 10 prajuritnya
"Menarik, kalian yakin kalau kalian bisa mengatasi mereka hanya dengan bantuan ratusan orang awam?" tanya jenderal Feng Long
"Apa kau tak mendengarnya?"
"Cukup kami saja yang pergi." ucap Huang Li
"Tunggu-tunggu, maksudmu hanya 15 orang?" tanya jenderal Feng Long
"Yap begitulah." jawab Huang Li
"Apa kalian yakin?" tanya jenderal Feng Long
"Sangat yakin!" jawab semua rombongan Xiao Tian