
An*jing surga menyatu dengan tubuh Kaisar iblis Jian. Penyatuan tubuh tersebut membuatnya terlihat persis seperti Blood Chameleon dalam wujud raksasanya. Mata bulat yang dapat berputar ke segela arah dan tiap matanya dapat berputar saling berlawanan arah. Asap merah tebal yang mengandung racun menyelimuti tubuhnya, dan dari kulit merah keras miliknya terdapat ratusan lubang yang menjadi sumber munculnya asap beracun.
Selain asap beracun, dari lubang tersebut juga bermunculan monster yang memiliki raga seperti seekor bunglon, dari tangan hingga kaki mereka nampak seperti lengan bunglon, hanya saja bedannya mereka sanggup berdiri dengan kedua kaki mereka. Ujung jari mereka nampak tajam, dan tampilan keseluruhannya nampak agak mirip seperti Kaisar iblis Jian dalam bentuk manusia bunglonnya. Hanya saja kali ini tubuh manusia bunglon tersebut mengeluarkan asap merah yang cukup beracun.
"Barrier macam apa ini, kenapa pedangku tak dapat menebasnya?" Xiao Tian terus mencoba menebas barrier untuk menghentikan Kaisar iblis Jian memperbanyak kloning monster manusia bunglon.
Disaat Xiao Tian masih disibukkan akan urusannya, lingkaran sihir di daratan awan yang berada di bagian dalam barrier, mulai meluas hingga mencapai kaki Kaisar langit dan Dewa Erlang. Bersamaan dengan itu, barrier kedua pun muncul dan mengunci Kaisar Langit, Dewa Erlang, Naga hitam versi mini dan Xiao Tian.
Psssssss, lubang lubang kecil bermunculan di barrier pembatas yang sedang Xiao Tian coba tebas. Dari lubang - lubang tersebut asap merah menyebar keluar dan mulai memenuhi ruangan di dalam barrier kedua
"Teknik pemurnian jiwa, Aktifkan!" Kaisar Langit menyelimuti tubuhnya dengan aura Dewa yang sanggup menetralkan racun dari asap merah. Dewa Erlang pun mengaktifkan teknik yang serupa agar tak kehilangan kesadarannya karena pengaruh asap beracun.
Sedangkan naga hitam yang tak memiliki aura Dewa entah bagaimana bisa bernapas seperti biasa tanpa mengeluarkan teknik apapun.
Krakkk, retakan barrier terdalam terdengar dari segala arah.
Demi menjaga jarak aman karena Xiao Tian belam memahami kekuatan dari wujud raksasa Kaisar iblis Jian, dia pun memutuskan untuk mendorong mundur badannya menjauhi barrier yang hendak retak dengan sendirinya.
"Asapnya terus keluar hingga membentuk kabut yang cukup pekat, racunnya bukan masalah tapi pandanganku mulai memudar karena ini ... ,"
"Tunggu dulu!"
"Bukankah simbol B*bi suci menetralkan segalanya, kenapa pandangan mataku memudar?"
"Bahkan setelah simbol An**jing suci yang dapat melacak segalanya dengan memperkuat semua indraku?" Disaat Xiao Tian larut dalam pikirannya, tiba tiba saja pedang Draconic aurora menghilang dengan sendirinya dan simbol suci di badan serta punggung Xiao Tian pun ikut lenyap.
"Apa yang ... ,"
"Uhukkk!" Xiao Tian memuntahkan darah dari mulutnya, menandakan bahwa kini dia telah terkena efek racun dari asap merah. Pandangannya pun menjadi semakin buram, dan tubuhnya juga ikut mulai sempoyongan.
Kaisar Langit dan Dewa Erlang tak dapat membantu dan hanya diam di posisi mereka, karena kabut merah menghalangi pandangan hingga membuat mereka tak menyadari keadaan Xiao Tian.
"Nampaknya aku akan tiada sekarang, yang benar saja. Ini benar - benar menyedihkan. Latihan kerasku terbuang sia sia hanya karena asap beracun yang entah bagaimana bisa membatalkan pengaktifan semua simbol suci," Xiao Tian terjatuh ke belakang dengan mata yang perlahan menutup.
"Tap!"
Sebelum kehilangan kesadarannya, Xiao Tian dikejutkan oleh sesuatu yang menahan punggungnya agar tak terjatuh. Dan sesuatu tersebut bukanlah benda, melainkan naga hitam dalam bentuk sedangnya. Wujudnya kali ini seukuran manusia, namun masih memiliki wujud seekor naga.
Aura Dewa Xiao Tian tiba tiba saja bangkit dan perlahan mentralkan efek racun yamg telah Xiao Tian terima.
"Na ... naga hitam?" Xiao Tian membuka matanya dengan heran.
"Akan kujelaskan nanti, untuk saat ini stabilkan dahulu aura Dewamu dan gunakan mata iblismu," ucap Naga hitam.
"Kau menggunakan bahasa manusia?"
"Sejak kapan?" Naga hitam tak menanggapi pertanyaan Xiao Tian, dan terus menatapnya dengan serius.
"Aku mengerti, ini bukan saatnya untuk bertanya," Xiao Tian berhenti bersender di telapak kaki depan naga hitam, lalu berdiri dengan tegak sembari mengaktifkan mata iblis yang pernah dia pelajari sebagai kontraktor Sunlong.
Xiao Tian tak bisa membantu, dan berpikir untuk mengaktifkan kembali simbol roh suci dan pedang draconic auroranya. Namun hanya pedangnya saja yang muncul kembali, sedangkan simbol roh sucinya tak muncul satupun.
"Berhenti membuang waktu, kabut merah ini menelan seluruh qi alam. Kedua belah simbol roh suci memerlukan qi alam agar dapat aktif, medan tanpa qi alam saat ini adalah tempat terburuk bagi pewaris simbol suci yang bergantung pada kekuatan qi alam. Kau harus bergantung pada aura untuk bertahan hidup disini" Naga hitam menjelaskan melalui telepati.
"Kudengar blood chameleon adalah makhluk mitos yang menghilang dari alam suci, tak ada yang paham betul akan kemampuan uniknya. Bagaimana bisa kau ... ," Xiao Tian terhenti dan melupakan pertanyaannya, karena sadar bahwa naga hitam tak mau menjawab hal itu.
"Ah, lupakan saja. Lebih baik saat ini, kita fokus saja melawan musuh kita. Bukan begitu, kawan?" Xiao Tian tersenyum sembari mengontrol ketiga auranya. Aura pedang, aura Dewa, dan Aura iblis.
"Ketiga aura diaktifkan sekaligus, luar biasa. Tapi sayangnya semua aura yang kau miliki tidaklah cukup untuk berhadapan dengan makhluk tingkat mitos. Meskipun saat ini kekuatan Blood Chameleon yang dipinjam oleh Kaisar iblis Jian adalah setengah dari kekuatan aslinya, aku berani jamin bahwa kau tak akan bisa menghadapinya," Naga hitam memperingatkan melalui telepati.
"Lalu apa yang harus ku lakukan untuk ... "Xiao Tian membalikkan badannya dan menoleh ke arah naga hitam karena bingung akan peringatannya.
Naga hitam mengabaikan pertanyaan itu, dan langsung menyentuh dahi Xiao Tian dengan jarinya dan berkata, "Aku akan memberikan kehendakku kepadamu, meski hanya bertahan sebentar, manfaatkanlah kekuatan yang telah lama aku sembunyikan ini."
Ujung jari naga hitam seketika mengeluarkan sinar putih, dan terus merambat ke seluruh tubuh naga hitam. Tepat ketika seluruh tubuhnya diselimuti cahaya, sang naga hitam pun lenyap dan menyatu dengan tubuh Xiao Tian. Cahaya putih tersebut melesap masuk melalui dahi dimana Xiao Tian dulu menerima berkat dari roh naga suci
Wooshhh
Pengetahuan baru akan kekuatan aura dan mata naga, terngiang di pikiran Xiao Tian. Sayap naga hitam pun tumbuh di punggung Xiao Tian. Bersamaan dengan itu, Xiao Tian juga melihat masa lalu dan pikiran naga hitam yang membuatnya terkejut bukan main.
"Sunlong adalah reinkarnasi dari makhluk mitos alam suci Red Dragon?"
"Kupikir dia hanyalah Kaisar iblis yang menjadi leluhur para iblis naga, ternyata identitasnya jauh lebih tinggi dari itu."
"Dan naga hitam adalah .... ," saat Xiao Tian hampir larut dalam pikirannya, para Blood Chameleon mencoba menyerangnya, Namun Xiao Tian dengan reflek menghindari serangan lidah dari para klon Blood Chameleon. Dan melesat maju mendekatinya dengan kecepatan yang tak bisa mereka ikuti.
"Beraninya kalian mengganggu konsentrasiku, pedang draconic aurora. Tebasan tanpa henti!"
Srat srat srat!!!
"Serap!" Xiao Tian menyerap energi klon Blood Chameleon yang telah dia tebas.
####
"Apa apaan dengan semua kabut ini, aku bahkan tak bisa menghubungi Xiao Tian karena tak tahu persis posisinya," Kaisar Langit mencoba menggukan teknik penglihatan terkuatnya, namun dia tetap tak dapat melihat apapun karena kabut tersebut membatalkan tekniknya.
"Berhenti menggerutu dan cepat bantu aku memperkuat pelindungnya!"
"Para monster itu terlalu kuat bagiku!" Dewa Erlang sedang mempertahankan aura pelindung yang terbuat dari aura Dewa miliknya. Menutupi tubuhnya dan Kaisar Langit yang sedang berpikir untuk mencari jalan keluar.
"Aku sudah meminjamkan sebagian aura Dewaku padamu, jadi tahanlah lebih dulu pelindungnya agar serangan mereka tak menembus tubuh kita," Kaisar langit menghela napas karena lelah dengan situasi tersebut.
"Kumohon bertahanlah Xiao Tian!"
"Kalahkan Kaisar iblis Jian agar aku tetap hidup. Aku tak ingin mati sebelum merasakan sensasi memiliki istri baru," gumam Kaisar Langit sambil menyatukan tangannya.
"Aish, tolong seriuslah dan buang pikiran anehmu itu!" Dewa Erlang nampak geram karena tak sengaja mendengar gumaman Kaisar Langit. Dia masih dapat mendengar dan melihat Kaisar Langit dengan jelas, karena dalam pelindung yang dilapisi aura Dewanya, tak ada sedikitpun Kabut merah beracun.