Reinkarnasi Dewa Obat

Reinkarnasi Dewa Obat
Chapter 554 : Provokasi


Setelah menyelesaikan pengujian untuk kelayakan atas keikutsertaannya dalam turnamen kematian, Xiao Tian segera pergi menghadap sang raja iblis penguasa neraka peringkat terbawah. Raja iblis yang sebelumnya telah memberikannya tes yang tak masuk akal untuk menghadapi makhluk yang berada di balik pintu dengan tingkat bencana yang cukup tinggi.


Sangat jelas bahwa sang raja iblis tak ada niatan untuk membiarkan Xiao Tian untuk ikut serta, hingga mempersulitnya dengan tugas yang mustahil dilewati oleh seorang pemula.


Kesulitan ujian yang Xiao Tian dapatkan tentunya membuat sang raja yakin bahwa calon pesaingnya itu pasti akan tersingkirkan.


"Apa perlu anda mempersulit pemula hingga seperti ini?" tanya seorang pria tua yang memakai jubah Dewa kematian dengan dua sabit ungu di belakang punggungnya.


"Pak tua Li, apa kau tidak melihat potensi pria itu!?"


"Dia memang tidak memiliki kultivasi roh, tapi ada kekuatan lain yang harus kita waspadai. Jangan lupa bahwa dia adalah satu dari orang yang diberkati oleh para roh suci. Jika kita tak menyingkirkannya sekarang, aku takut dia akan menjadi seperti orang itu ... ," Sang raja iblis merenung gemetaran.


"Ini sudah ribuan tahun lamanya, dan anda masih saja takut akan hal itu?"


"Orang itu diberkati oleh sepuluh roh suci, jadi mustahil bagi pemula itu untuk menyamai kekuatannya!" Elder Li menegaskan.


"Dia memang hanya menunjukkan beberapa simbol roh suci, tapi bukan berarti bahwa hanya itu saja yang dia miliki ... ," sang raja neraka menunjukkan mimik wajah yang cukup serius, sembari terdiam untuk sejenak sebelum berkata, "Pemula itu, diberkati oleh lebih dari sepuluh roh suci. Aku yakin akan hal itu!"


Seketika Eder Li terkejut karena tak mengira akan ucapan sang raja neraka yang ia layani.


"Lebih tepatnya dua belas! Dia benar benar monster yang harus segera kita tangani!" Iblis merah bertanduk dan bertangan empat, dengan dua sabit dewa kematian di belakang punggungnya melangkah masuk dengan wajah penuh luka.


"Apa yang terjadi padamu? dan dimana kedua sabitmu yang lainnya?" Raja neraka nampak tercengang.


"Lupakan soal itu tuanku! Apa anda tidak mendengar apa yang baru saja dia katakan!? Anak itu diberkati oleh kedua belas roh suci loh! Kita sebagai mahluk yang diberkati qi kegelapan mungkin akan dalam masalah sekali lagi! Apa anda lupa kalau anda kalah lagi saat ditantang oleh peserta lain maka anda harus memulainya dari bawah lagi!? Posisi raja neraka yang anda miliki bisa saja direbut seperti waktu itu loh!" Elder Li berteriak panik.


"Berhenti merengek! Sejak awal aku sudah tahu kalau dia memang sebuah ancaman, aku juga tak mau kehilangan kuasa mutlak atas neraka peringkat terbawah ini seperti di masa lalu! Perlu waktu lama bagiku untuk mendapatkan posisi ini kembali semenjak dikalahkan oleh orang itu. Aku sangat ingin menyingkirkan orang itu dari peringkat ke dua, tapi iblis hijau itu selalu menghalangiku untuk menghadapinya!" sang raja iblis nampak begitu geram.


"Jika mengalahkan peringkat enam saja kau kesulitan, bagaimana mungkin kau menyentuh peringkat dua," gumam Elder Li dan iblis merah bertangan empat dengan tampang datar mereka.


"Apa kalian baru saja mengatakan sesuatu!?" Tanya sang raja mengancam.


"Ka ... kami tidak mengatakan apapun kok!" teriak Elder Li dan iblis merah bertangan empat.


"Sampai kapan kalian akan berdebat seperti itu?" tanya Xiao Tian yang entah sejak kapan berdiri tepat di belakang iblis merah bertanduk dan bertangan empat.


"Sabit itu ... , bisakah kau kembalikan pada bawahanku?" raja neraka bertanya dengan nada mengancam. Tekanan roh yang dia keluarkan untuk mengancam pun bukanlah hal remeh, semua terlihat jelas dari respon Elder Li dan iblis bertanduk merah yang segera terdorong menunduk hingga dipaksa dalam posisi bersujud.


"Aku sudah mencoba untuk mengembalikan sabit sabit ini, tapi sepertinya mereka jauh lebih menyukaiku dari pada pemilik sebelumnya," Xiao Tian tak bergeming sedikitpun berkat perlindungan simbol roh naga suci.


'Bocah ini .... , sejak kapan rohnya memiliki kultivasi? Dan apa apaan perlindungan simbol roh naga suci itu!? bagaimana bisa itu menahan tekanan roh milikku!? Aku yakin kalau umurnya masih sangat muda, dan aku juga sangat yakin kalau dia belum menyadari keberadaan sombol simbol roh suci itu saat pertama kali masuk ke mari. Lalu bagaimana bisa dia menjadi seahli ini dalam menguasai sebuah simbol roh suci!?' Raja neraka terlihat bingung karena tidak tahu bahwa fungsi simbol roh naga bekerja secara otomatis saat roh atau mental pemilik simbol terkena serangan.


"Apa kau anak dari orang itu!?" tanya raja neraka dengan aura yang semakin menguat.


"Percuma saja mengelak, aku sangat yakin bahwa kau sangat mirip dengan orang itu! Terlebih orang itu juga berkata kalau semua keturunannya telah diberkati oleh roh suci. Jujur saja kupikir itu hanya bualan, tapi karena


"Tuan umurnya belum melebihi tiga puluh tahun, sementara orang itu sudah terjebak di alam ini seperti kita selama lebih dari seribu tahun. Bukankah mustahil untuknya menjadi seorang anak pria itu?" tanya Elder Li dengan kondisi tubuh terbaring di lantai karena tak kuat menahan lonjakan aura sang raja.


"I ... itu benar, bagaimana mungkin dia keturunan orang itu? jadi tolong tenangkan diri anda atau anda akan menghancurkan istana ini lagi!?" Iblis merah bertangan empat menyela dengan kondisi yang tak jauh beda dari elder Li.


"Memangnya keturunan hanya untuk seorang anak ya? Bukankah jika dia leluhurku maka aku juga termasuk keturunannya?" sambung Xiao Tian dengan nada mengejek meski tak tahu siapa yang sedang mereka bicarakan.


"Ah ... benar juga, tapi kalau tak salah kau bermarga Xiao Kan? Pria tua itu bermarga Jia, bagaimana mungkin kau bisa menjadi keturunannya!" raja neraka nampak emosi.


"Ah ... , jadi ada orang bermarga Jia yang pernah ke sini?" Xiao Tian nampak sedikit terkejut.


"Karena margamu berbeda dengan orang itu, maka aku akan membiarkanmu pergi kali ini," Raja neraka perlahan menurunkan tekanan rohnya.


"Tapi istriku bermarga Jia!" Xiao Tian kembali menyela.


"Berhenti memprovokasinya!" Elder Li dan iblis merah bertangan empat nampak kesal dan tersiksa. Keduanya panik hingga menerikkan kata kata tersebut dengan cukup lantang.


"Ah ... , kalau begitu aku tak perlu menahan diri lagi!" Raja neraka segera menaikkan kembali aura serta tekanan rohnya, dengan tatapan penuh emosi. Nampak jelas bahwa dia ingin melampiaskan kekesalannya atas kekalahan saat melawan orang bermarga Jia kepada Xiao Tian.


"Tu ... tunggu tuanku, kalau kau menyerangnya sekarang anda bisa .... !" Elder Li kesulitan menyelesaikan kalimatnya.


'didiskualifikasi!' Elder Li hendak mengatakan kata tersebut namun Xiao Tian mencegahnya dari kejauhan menggunakan teknik pelenyap suara.


'Ssttt, jadilah anak baik dan lihatlah kebodohan rajamu,' Xiao Tian menempelkan jari telunjuk ke bibirnya sendiri sembari berkata kepada Elder Li melalui telepati.


'Ba ... bagaimana bisa bocah tanpa kultivasi itu bisa menggunakan teknik pelenyap suara padaku! Memangnya kapan dia menyentuhku!' Elder Li kebingungan.


"Ma ... maaf Elder Li, aku terpaksa melakukan ini!" iblis merah bertangan empat bergumam pelan sembari menyentuh pundak Elder Li.


'Si ... sial! Jadi ini ulahmu! Cepat singkirkan teknikmu! Jika tidak raja kita bisa bisa ... ' Elder Li terlihat panik tapi iblis merah bertangan empat tak mau menurut.


"Orang itu sudah memberiku sebuah tanda jiwa, karena itu mustahil bagiku untuk menuruti permintaanmu," gumam iblis merah bertangan empat dengan frustrasi.


'Bagaimana bisa orang dari dunia fana itu mengetahui teknik tanda jiwa!' Elder Li tercengang sejenak kemudian pasrah sembari bergumam di dalam hati, 'Sepertinya kami memang ditakdirkan untuk menetap selama ribuan tahun lagi,' pikir Elder Li sembari menghela napasnya.


'Terimakasih atas saranmu, Dewa kera!' Xiao Tian tersenyum senang.


'Terlalu cepat bagimu untuk berterima kasih, dari pada memikirkan hal itu, fokus saja terhadap musuh dihadapanmu! Pastikan agar kau terluka namun tidak cukup parah sehingga kau tak perlu menunda waktu lama untuk memanjat peringkat rangking raja neraka!' Wu Kong membalas melalui telepati.